Bab. 19
Setelah makan bersama, akhirnya mereka kembali ke kamar hotel yang semalam mereka tempati. Karena mau berangkat ke sekolah pun juga percuma saja.
"Saya mau pulang saja, Pak," ucap Yuan setelah mengemasi bajunya yang sudah dicuci. Sedangkan saat ini gadis itu mengenakan baju yang dibelikan oleh Rio.
Rio mengangkat alisnya. Menatap penuh tanya ke arah murid sekaligus istrinya tersebut.
"Pulang? Ke rumah saya?" tanya Rio untuk memastikan kembali.
Yuan yang tengah sibuk dengan kegiatannya pun menoleh kaget ke arah Rio.
"What? Nggak mau!" tolak Yuan. "Saya tuh mau pulang ke rumah Ayah dan Bunda. Bukannya ke rumah Bapak. Lagian ngapain juga saya pulang ke rumah Bapak. Kayak nggak ada kerjaan aja," imbuh Yuan dengan bibir cemberut.
'Enak aja main ajak pulang ke rumahnya. Emang gue gadis apaan!' sewot Yuan di dalam hati.
Kemudian gadis iru melanjutkan kegiatannya. Tidak lupa tas sekolah yang ia bawa sedari kemarin lusa pun Yuan sampirkan ke bahu.
Sementara Rio harus ekstra sabar memang menghadapi gadis ini. Seperti tengah menghadapi maminya yang tengah marahan sama papi. Karena pasti anak-anaknya yang dibuat kesal. Walaupun Zacky bisa menanganinya dengan sangat mudah.
"Kalau ku lupa, kamu itu istri saya, Yuan. Jadi memang sudah seharusnya kamu pulang ke rumah saya. Nggak akan ada yang marah, kok." terang Rio.
"Itu anggapan Bapak saja. Saya di sini cuma membantu Bapak agar tidak malu karena ditinggal calon istri Bapak. Jadi, jangan berharap lebih dengan pernikahan yang anda buat sendiri," ujar Yuan tanpa melihat ekspresi Rio yang tengah menahan geramnya.
Telinganya begitu panas mendengar ucapan Yuan barusan. Hingga entah Rio kerasukan apa, sampai-sampai pria itu melangkah ke arah Yuan yang tengah berjongkok, lalu mengangkat tubuh gadis itu dan ia gulingkan ke atas tempat tidur. Tidak lupa Rio mengunci dengan memposisikan dirinya di atas tubuh Yuan.
"Jangan uji kesabaran saya, Yuan," geram Rio dengan rahang mengeras. Membuat Yuan yang kini berada di bawah kuasa Rio pun menciut nyalinya.
Yuan diam. Mulutnya mengatup begitu rapat. Menahan gemetar di sana. Bahkan sampai menggigit bibir bawahnya. Matanya pun mulai berkaca-kaca. Benci sekali dengan takdirnya yang sekarang.
Hidupnya yang semula tenang dan juga berjalan normal seperti remaja pada umumnya. Kini berubah seratus delapan puluh derajat.
Sementara itu Rio yang baru tersadar dengan tindakannya yang tidak sabaran, setelah melihat buliran bening mengalir dari sudut mata Yuan, perlahan melepas tangan gadis itu dari cengkeramannya.
"Maaf," ucap Rio namun tetap pada posisinya. Sama sekali tidak beranjak dari sana.
Yuan memalingkan wajahnya. Dia tidak berniat menjawab permintaan maaf Rio atau apapun itu. Bahkan kebebasannya untuk memilih tempat tinggal pun juga sudah dirampas oleh pria yang sekarang ada di atas tubuhnya.
Karena tidak mendapati respon dari Yuan, Rio segera bangkit dari sana dan merapikan bajunya kembali.
"Segera berkemas. Saya antar pulang," ucap Rio dengan nada yang kembali dingin. Tidak santai seperti tadi atau sebelumnya.
Yuan yang mulai terisak pun segera mengusap air matanya. Kemudian bangkit dengan perasaan carut marut.
Tidak ingin menurut, namun nalurinya menyuruhnya untuk diam dam menuruti ucapan pria yang benar-benar mengubah hidupnya.
Sedangkan Rio sendiri memilih untuk keluar dan menutup pintunya rapat-rapat. Memberikan waktu kepada Yuan untuk menenangkan diri serta mengemasi barangnya.
"Siaal! Kenapa gue gegabah banget, sih!" rutuk Rio pada dirinya sendiri.
Ia menilai sikapnya memang tidak sabaran dan tidak mau dibantah terus menerus. Inginnya harus selalu dituruti.
"Sabar, Rio ... istri lo masih bocil. Jangan main sat set. Harus lo ajari perlahan." lagi, Rio mendoktrin dirinya sendiri untuk sabar dalam menghadapi Yuan. Demi rumah tangganya agar tetap utuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussemangst
2024-03-21
0
M akhwan Firjatullah
ada yg bilang klo pria berani mendekati gadis yg lebih muda sang pria harus menyesuaikan egonya sama dengan usia sang gadis.,
2023-11-30
2
Sandisalbiah
ini resikonya nikahin cewek yg main comot di lampu merah.. mana masih bocil lagi.. kudu exrta sabarrr... kenali sifat dan kebiasaanya dulu Rio..
2023-08-01
0