Ch. 15. Suami M3sum

Bab. 15

1 jam kemudian.

Baik Yuan ataupun Rio sudah berpakaian rapi. Karena ini merupakan pernikahan dadakan bagi Yuan, alhasil gadis itu tetap minta pulang dan mengambil seragamnya.

Ya. Yuan ngeyel ingin tetap berangkat ke sekolah. Selain tidak ingin bolos, gadis itu juga memikirkan tugasnya untuk menyiapkan pensi yang diadakan akhir pekan nanti. Kalau sampai ia ijin tanpa pemberitahuan sebelumnya, yang ada Melani bakalan menelan dirinya hidup-hidup. Walaupun sekarang di dekatnya juga ada predatoor yang sangat mengerikan. Paling tidak Yuan tidak ingin dimakan untuk kedua kalinya.

"Kamu yakin mau berangkat sekolah sekarang?" tanya Rio.

Yuan menoleh dengan tatapan sinis ke arah Rio.

"Memangnya kenapa? Bapak larang saya untuk ke sekolah?" ketus Yuan.

Ia masih sangat kesal dengan tindakan pria itu yang tidak hentinya menggigit leher serta meninggalkan bekas di sana. Bahkan Yuan sempat berpikiran jika Rio merupakan seorang jelmaan Vampir.

Rio menghela napas.

"Bukan itu yang saya maksud. Maksudnya kamu yakin mau berangkat sekolah sekarang? Nggak ditutupin dulu itunya?" tunjuk Rio ke arah lehernya sendiri. Mengisyaratkan pada Yuan kalau jejak yang sengaja Rio buat tadi pagi, kini terlihat sangat jelas di sana.

Yuan semakin menatap malas ke arah pria yang menurutnya sangat plin plan tersebut.

"Bukannya ini yang pingin Bapak tunjukkin? Kenapa malah sekarang Bapak permasalahan?" protes Yuan tidak mengerti maunya Rio. "Aneh banget jadi orang," gumamnya kemudian.

Rio menggeleng cepat. Ia pikir, hari ini mereka tidak masuk ke sekolah dan Rio akan menyuruh asistennya untuk mewakili dirinya mengajar. Atau bilang kepada kepala sekolah kalau dirinya tidak masuk dan ada keperluan mendadak. Karena Rio akan menghabiskan hari pertamanya setelah menikah bersama istri dan juga keluarga besarnya.

Biasa, pengantin baru harus diperkenalkan kepada anggota keluarga Rio yang lain. Pun begitu dengan sebaliknya. Sehingga lusa mereka bisa menjalani aktifitas seperti biasa. Akan tetapi rencana itu sirna, di kala istri kecilnya ini meminta untuk tetap masuk sekolah.

"Kita ada sarapan pagi bersama keluarga besar saya. Tidak mungkin kamu berangkat ke sekolah sekarang, kan? Belum lagi ambil seragam kamu," ujar Rio berusaha membujuk dengan cara halus.

Namun, dasarnya Yuan yang sudah sangat kesal dengan pria ini, jelas gadis itu tidak akan menurut begitu saja.

"Bilang aja pada keluarganya Pak Rio. Kalau saya ada ulangan mendadak dan tidak bisa ijin. Beres, kan?" usul Yuan. "Lagian memang saya ada kerjaan di sekolah. Harus siapin acara buat pensi akhir pekan nanti. Salah sendiri Pak Rio enggak pikir-pikir dulu kalau mau cari pengantin pengganti. Seenggaknya cari yang nganggur, kek. Jadi enak, bisa dipamerin dan dipajang ke anggota keluarga yang lain," sambungnya lagi dengan nada sangat tidak ramah sekali. Bahkan Yuan tidak berbicara secara formal kepada Rio.

"Kamu mau salahin saya?" rangkum Rio mengenai ocehan Yuan barusan.

"Memang salahnya Pak Rio. Masih nanya, lagi!" balas Yuan.

Gadis itu bersiap menuju ke pintu utama kamar hotel yang semalam mereka tempati. Namun, langkahnya terhenti di kala Rio mencekal tangannya.

"Ada apa lagi, Pak Rio?" tanya Yuan menahan geram. "Dan tolong, anda jangan pegang pegang tangan saya. Saya nggak suka dipegang pegang," ujar Yuan. Lalu melepaskan tangannya dari Rio walau susah.

"Berangkat bareng saya." tekan Rio.

"What! Nggak!" tolak Yuan dengan suara memekik. "Nggak mau! Saya masih sayang sama nyawa saya. Dan lebih baik hubungan kita jangan sampai ada yang tahu!" tegas Yuan.

Rio memicingkan matanya. Memangnya apa yang salah dari status mereka. Toh, pernikahan mereka sah dan juga tidak sedang tersandung scandal atau sejenisnya. Di tambah lagi, kurang dari lima bulan juga Yuan bukan muridnya lagi. Lantas, nggak ada yang salah bukan? Pikir Rio. Mereka juga tidak sedang dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Jadi, nggak ada yang mereka sakiti. Pikirnya lagi.

"Ya udah, kalau ada yang nanya nanti, bilang aja kita pacaran. Selesai, kan?" ujar Rio memberi solusi.

Lagi pula kepala sekolah juga tahu dirinya menikah dengan Yuan. Pun begitu dengan para guru yang lain. Karena mereka juga datang di hari pernikahan Rio dan Yuan kemarin.

"Pak Riooo ... kenapa nggak ngerti banget sih! Pak Rio udah memupuskan masa depan saya. Jangan tambah merusak masa-masa terakhir saya di sekolah juga, dong!" rengek Yuan.

Rio tampak tak peduli. Pria itu tetap menggandeng tangan Yuan, lalu meraih ponselnya di saku celana.

Hal selanjutnya yang dilakukan oleh pria tersebut ialah, tidak pernah Yuan duga sebelumnya. Pria itu mengangkat tangannya dan juga tangan Yuan yang terdapat cincin perak di jari manis mereka, lalu segera mengambil gambar. Membuat Yuan membeliakkan matanya.

"Stop stop stop!" pekik gadis itu lagi. "Jangan bilang Pak Rio mau post di sosmed?" tebak Yuan yang langsung mendapat anggukan dari Rio.

"Biar nggak ada lalat yang dekatin saya," jawabnya begitu enteng. Seolah membuat Yuan sebagai tamengnya. "Saya tidak suka didekatin sama perempuan genit," imbuhnya lagi.

Belum juga Yuan melayangkan protes, baru membuka mulutnya. Namun, Rio langsung menutup mulut Yuan dengan satu tangan di saat dering di ponselnya berbunyi.

"Mendesahlaah. Ini Mami yang telpon. Terpaksa kamu tetap bolos hari ini," ujar Rio sebelum menjawab panggilan telepon dari mami nya.

"Mmhhh ... ada apah Mih?" tanya Rio dengan nada seolah pria itu tengah menahan sesuatu dan tidak ingin ketahuan.

"Kamu ada di mana, Sayang? Kita semua menunggu kamu untuk sarapan bareng, loh!" tanya mami Dilla dari seberang telepon.

Dan dengan sengaja, tanpa Yuan duga, pria mesum itu kembali mengecup belakang telinganya bahkan menyesapnya di sana. Membuat Yuan yang berdiri memunggungi Rio dan mulutnya dalam keadaan dibungkam oleh pria itu.

Ingin mengumpat dan melayangkan kalimat protesan. Namun yang terdengar justru seperti suara jeritan yang dihalangi agar tidak keluar dengan sempurna.

Tentu saja mami Dilla yang mendengarnya pun sudah jelas pikirannya akan mengarah ke hal yang enak enak.

"Ah, maaf, Sayang. Mami ganggu kalian, ya?" tanya mami Dilla tidak enak hati. Karena melupakan status mereka sejenak. Biasa, pengantin baru pasti pinginnya ngulang lagi dan ngulang lagi. Meskipun rasa kaki udah gemetar lemas. Pikir mami Dilla.

"Iya, Mi. Kurang dikit lagi selesai kok. Nanti Rio akan ke sana sama Yuan," ujar Rio yang semakin menambah yakin pikiran mami nya.

Sementara Yuan menahan geramnya mendengar percakapan suami dan mertuanya. Rasa-rasanya ingin sekali dirinya menyikut perut pria yang ada di belakang dirinya. Karena sudah membuat mertuanya salah presepsi mengenai apa yang terjadi sekarang.

'Dasar, guru mesum, emang!" batin Yuan.

Tidak menyangka kalau guru yang terkenal galak dan juga idola para siswi di sekolah, ternyata pikirannya sangat mesum sekali. Bahkan tidak segan menyentuh dirinya.

Terpopuler

Comments

Dewi Soraya

Dewi Soraya

ko ngomongny yuan g pny sopan y m suami.dy nikah terpksa p gmn si ko gt

2024-06-09

0

@bimaraZ

@bimaraZ

lah kan udah halal yuan...g p2 nyentuh dikit...banyak juga boleh😃

2024-06-02

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussemangat

2024-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1. Menistakan Idola Sekolah
2 Ch. 2. Gagal Mengelabuhi
3 Ch. 3. Tragedi Lampu Merah
4 Ch. 4. Negosiasi
5 Ch. 5. Penolakan
6 Ch. 6. Cari Istri
7 Ch. 7. Meminta Restu
8 Ch. 8. Menantu?
9 Ch. 9. Sah
10 Ch. 10. Terpesona
11 Ch. 11. Pertemuan Pertama
12 Ch. 12. Meminta Pertanggung Jawaban
13 Ch. 13. Menendang Si Jun
14 Ch. 14. Desiran Aneh
15 Ch. 15. Suami M3sum
16 Ch. 16. KDRT?
17 Ch. 17. Kamu Benci Sama Saya?
18 Ch. 18. Sarapan Bareng
19 Ch. 19. Tidak Mau Dibantah
20 Ch. 20. Meminta Maaf
21 Ch. 21. Lampu Temaram
22 Ch. 22. Sumpah Serapah
23 Ch. 23. Jeritan Batin
24 Ch. 24. Dihukum
25 Ch. 25. Pangeran Datang
26 Ch. 26. Jaga Batasan
27 Ch. 27. Rencana Epik
28 Ch. 28. Merubah Panggilan
29 Ch. 29. Tidak Tahan
30 Ch. 30. Kejahilan Rio
31 Ch. 31. Tugas Seorang Istri
32 Ch. 32. Perjanjian
33 Ch. 33. Setipis Tisu
34 Ch. 34. Menggoda Pengantin Baru
35 Ch. 35. Mengumpat Atau Bersyukur
36 Ch. 36. Wajar
37 Ch. 37. Kecupan Pagi
38 Ch. 38. Main Drama?
39 Ch. 39. Seratus Juta
40 Ch. 40. Terjun Bebas
41 Ch. 41. Skandal
42 Ch. 42. Sejuta Arti
43 Ch. 43. Meminta Lebih
44 Ch. 44. Minta Ganti
45 Ch. 45. Sudah Halal, Bisa Apa?
46 Ch. 46. Hotel
47 Ch. 47. Meminta Sekarang
48 Ch. 48. Permulaan
49 Ch. 49. Mantan Gadis
50 Ch. 50. Nambah Lagi
51 Ch. 51. Siapa Pelakunya?
52 Ch. 52. Risau
53 Ch. 53. 3 M?
54 Ch. 54. Keisengan Rio
55 Ch. 55. Pembuktian
56 Ch. 56. Sudah Ada Pawangnya
57 Ch. 57. Zacky Berulah
58 Ch. 58. Kejar Target
59 Ch. 59. Ego Yang Tinggi
60 Ch. 60. Sangat Malu
61 Ch. 61. Fakta Menggemparkan
62 Ch. 62. Mbak Bulan?
63 Ch. 63. Rencana Yuan
64 Ch. 64. Pindah Alam
65 Ch. 65. Mematung Berjamaah
66 Ch. 66. Interogasi
67 Ch. 67. Di Luar Kepala
68 Ch. 68. Mengumumkan Hubungan
69 Ch. 69. Gala Makan Siang Di Sekolah
70 Ch. 70. Perdebatan Anak Mami
71 Ch. 71. Berharap Tidak Ingat
72 Ch. 72. Hamil?
73 Ch. 73. Menjenguk Baby
74 Ch. 74. Satu Anak Saja
75 Ch. 75. Persiapan Persalinan
76 Ch. 76. Akhir
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Ch. 1. Menistakan Idola Sekolah
2
Ch. 2. Gagal Mengelabuhi
3
Ch. 3. Tragedi Lampu Merah
4
Ch. 4. Negosiasi
5
Ch. 5. Penolakan
6
Ch. 6. Cari Istri
7
Ch. 7. Meminta Restu
8
Ch. 8. Menantu?
9
Ch. 9. Sah
10
Ch. 10. Terpesona
11
Ch. 11. Pertemuan Pertama
12
Ch. 12. Meminta Pertanggung Jawaban
13
Ch. 13. Menendang Si Jun
14
Ch. 14. Desiran Aneh
15
Ch. 15. Suami M3sum
16
Ch. 16. KDRT?
17
Ch. 17. Kamu Benci Sama Saya?
18
Ch. 18. Sarapan Bareng
19
Ch. 19. Tidak Mau Dibantah
20
Ch. 20. Meminta Maaf
21
Ch. 21. Lampu Temaram
22
Ch. 22. Sumpah Serapah
23
Ch. 23. Jeritan Batin
24
Ch. 24. Dihukum
25
Ch. 25. Pangeran Datang
26
Ch. 26. Jaga Batasan
27
Ch. 27. Rencana Epik
28
Ch. 28. Merubah Panggilan
29
Ch. 29. Tidak Tahan
30
Ch. 30. Kejahilan Rio
31
Ch. 31. Tugas Seorang Istri
32
Ch. 32. Perjanjian
33
Ch. 33. Setipis Tisu
34
Ch. 34. Menggoda Pengantin Baru
35
Ch. 35. Mengumpat Atau Bersyukur
36
Ch. 36. Wajar
37
Ch. 37. Kecupan Pagi
38
Ch. 38. Main Drama?
39
Ch. 39. Seratus Juta
40
Ch. 40. Terjun Bebas
41
Ch. 41. Skandal
42
Ch. 42. Sejuta Arti
43
Ch. 43. Meminta Lebih
44
Ch. 44. Minta Ganti
45
Ch. 45. Sudah Halal, Bisa Apa?
46
Ch. 46. Hotel
47
Ch. 47. Meminta Sekarang
48
Ch. 48. Permulaan
49
Ch. 49. Mantan Gadis
50
Ch. 50. Nambah Lagi
51
Ch. 51. Siapa Pelakunya?
52
Ch. 52. Risau
53
Ch. 53. 3 M?
54
Ch. 54. Keisengan Rio
55
Ch. 55. Pembuktian
56
Ch. 56. Sudah Ada Pawangnya
57
Ch. 57. Zacky Berulah
58
Ch. 58. Kejar Target
59
Ch. 59. Ego Yang Tinggi
60
Ch. 60. Sangat Malu
61
Ch. 61. Fakta Menggemparkan
62
Ch. 62. Mbak Bulan?
63
Ch. 63. Rencana Yuan
64
Ch. 64. Pindah Alam
65
Ch. 65. Mematung Berjamaah
66
Ch. 66. Interogasi
67
Ch. 67. Di Luar Kepala
68
Ch. 68. Mengumumkan Hubungan
69
Ch. 69. Gala Makan Siang Di Sekolah
70
Ch. 70. Perdebatan Anak Mami
71
Ch. 71. Berharap Tidak Ingat
72
Ch. 72. Hamil?
73
Ch. 73. Menjenguk Baby
74
Ch. 74. Satu Anak Saja
75
Ch. 75. Persiapan Persalinan
76
Ch. 76. Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!