Bab. 14
Mendengar perkataan Rio seperti itu, sungguh sangat mengerikan bagi Yuan. Di tambah lagi dengan posisi mereka saat ini. Sangat tidak menguntungkan bagi gadis itu.
"Pak, bentar Pak. Anda jangan gegabah dulu. Harus berpikir dengan tenang, bukan? Saya masih sekolah. Nanti Bapak kena pasal mencabulii anak di bawah umur, loh!" ingat Yuan mencoba untuk mengelabuhi Rio. Semoga saja pria yang ada di atas tubuhnya ini terkecoh dan dirinya mempunyai kesempatan untuk kabur.
Rio menarik sudut bibirnya ke atas hingga membentuk senyuman menyeringai. Semakin membuat ekspresinya begitu mengerikan. Pria itu benar-benar persis seperti om om yang kekurangan tempat untuk mengeluarkan cairan belutnya.
Rio sendiri begitu gemas melihat Yuan yang ketakutan dengan dirinya. Namun, di sisi lain gadis ini masih bisa memikirkan cara untuk mengelabuhi dirinya. Tentu saja Rio tidak terkecoh sama sekali.
"Kamu lupa, kalau kamu udah punya KTP? Hmm?" ingat Rio pada istri kecilnya. "Bahkan yang katamu Kak Satya itu, tidak akan bisa menangkapku dengan pasal perlindungan anak atau apalah itu. Jadi ...." Rio dengan sengaja menjeda kalimatnya.
Lalu matanya mengarah ke bawah. Tepatnya ke arah dadaa Yuan yang terbuka sedikit, dan Rio kemudian membuat gerakan lidahnya yang menjilat bibirnya sendiri. Seolah tengah melihat makanan yang sangat lezat di depannya.
Yuan semakin gelisah di posisinya. Dia sangat takut kalau sampai guru sekaligus suaminya ini ternyata sangat mesum.
"Pak Rio!" teriak Yuan dengan suara keras. Membuat Rio mengalihkan tatapannya ke mata Yuan. "Jaga mata Bapak! Jangan sembarangan lihat-lihat aset saya!" cegah Yuan.
Ingin sekali menendang milik pria yang masih betah di atasnya ini. Namun, sepertinya pria itu bisa membaca pikirannya. Oleh sebab itu, Rio merapatkan tubuh mereka bagian bawah. Sehingga kini setengah badan Yuan benar-benar ditindih oleh tubuh Rio. Terasa berat sekali. Karena perbedaan tubuh mereka yang sangat kentara sekali.
"Memangnya ada yang salah?" tanya Rio dengan santai. Lalu melepas tangan Yuan yang sedari tadi dia kunci. Karena kurang menantang jika gadis yang ada di bawah nya ini hanya menggeliat tanpa melakukan perlawanan.
Rio memindahkan tangannya ke bahu Yuan. Membelainya dengan gerakan yang sangat pelan hingga turun ke lengan, lalu naik lagi. Kali ini belok ke bagian dada. Dengan sengaja Rio menyentuh bagian atas bulatan yang sungguh terlihat sangat indah di matanya. Bulat dan sangat kencang. Ah ... membayangkan meremas benda tersebut, mungkin sensasinya sangat nikmat. Apa lagi kalau sampai ia bisa menyussu. Pikiran Rio bertambah liar saja.
Sedangkan Yuan yang tidak tahan dengan sensasi geli dari sentuhan tangan Rio, gadis itu dengan sekuat tenaga mendorong bahu Rio. Akan tetapi usahanya gagal. Dia justru kembali dikunci oleh tangan kokoh suaminya sendiri.
"Maafkan aku karena memaksamu untuk hal ini. Tapi bukti ini biar Mami nggak banyak tanya atau apalah itu. Jadi, mohon kerja samanya, Yuan. Nanti saya belikan Mixue," ucap Rio sebelum melakukan hal yang tak terduga oleh Yuan.
Belum sempat menanyakan maksud dari ucapan Rio barusan, Yuan merasakan lehernya terasa dihisap sangat kuat dan menimbulkan rasa panas serta nyeri di titik tersebut. Di tambah lagi ada gelombang aneh yang Yuan rasakan untuk pertama kali. Membuat tubuhnya membeku, namun di detik berikutnya berubah menggeliat karena menahan rasa geli yang aneh. Bukan hanya berpusat di lehernya saja. Namun terasa di seluruh tubuhnya hingga Yuan merinding sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Dewi Mashita
yuan yg diisep, ko q yg geli😜
2024-07-13
1
Fifid Dwi Ariyani
trissehat
2024-03-21
0
rinny
segala macam mixue di bawa bawa, emang Yuan anak SD....😄😄😄
2024-01-30
0