Bab. 13
"Lah, harusnya saya yang meminta pertanggung jawaban dari Bapak. Bukan malah anda!" ketus Yuan.
Rio membalikkan tubuhnya lalu menatap ke arah gadis yang sedang menjaga jarak dengannya dan bersikap waspada. Mungkin, takut kalau sampai dirinya enak enakin. Beruntung keadaannya tidak memungkinkan. Karena pinggang Rio terasa sakit. Coba saja kalau tidak, mungkin sudah Rio buat hamil sekalian Yuan.
'Sial! Kenapa gue malah mikirin hal ini.' rutuk Rio pada dirinya sendiri. 'Baru meluk perutnya aja, udah ditendang. Apa lagi kalau sampai gue enakin beneran. Yang ada nasib si Jun malah dipotong sama dia.' batin Rio lagi.
Membayangkannya saja sudah sangat mengerikan. Apa lagi kalau sampai dirinya berani coba-coba.
"Saya sudah tanggung jawab. Buktinya sudah saya nikahin. Kurang apa lagi? Mau di hamilin sebelum lulus? Hmm?" goda Rio dengan tatapan jahilnya.
Membuat Yuan secara reflek memukul pria itu tepat di posisi si Jun yang tengah merangsek di sana.
Rio pria yang masih sangat normal. Tentu saja, dari semalam pria itu sudah berusaha keras untuk menahannya. Di tambah lagi melihat posisi Yuan yang tengah terlelap dengan dada sedikit terbuka, memperlihatkan belahan indah di sana. Jelas saja, si Jun tidak bisa ditidurkan begitu saja.
Plak!
Yuan memukul tepat benda berharga Rio berada. Membuat Rio langsung menutup benda tersebut dengan kedua tangannya sembari merintih sakit.
"Yuuaaann ....!" geramnya tertahan. Menatap Yuan dengan tatapan yang penuh akan dendam.
Bukannya merasa bersalah atau takut, Yuan justru menatap menantang ke arah pria yang menjadi suaminya sekarang ini.
"Biarin. Salah sendiri kalau bicara tidak dipikir dulu!" ketus gadis itu. Merasa puas di saat melihat Rio kesakitan sambil memegang pusakanya.
Beruntung, Yuan pernah diajari beberapa trik oleh Richard di saat mereka menonton konser bersama dengan temannya yang lain. Waktu itu Richard meninggalkan Yuan sebentar dan mengajari Yuan trik jitu untuk melumpuhkan cowok yang mau melecehkan Yuan atau semacamnya. Karena di tempat yang saling berdesakan, tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi.
Yuan bukan gadis yang polos-polos amat. Dia mengerti hal yang berbaur dewasa. Tentu, bukan dari pengalaman yang ia dapat. Melainkan dari komik yang sering Yuan baca. Sebab, ada juga yang seperti itu.
Sementara Rio masih meringis, merasakan sakit yang luar biasa pada si Jun. Lalu menatap ke arah Yuan dengan tatapan penuh arti.
"Kenapa kamu malah nendang dia juga?" geram Rio.
Dengan santai nya Yuan menjawab. "Karena anda berbicara hal yang sangat mustahil."
Rio yang sudah tidak bisa menahan inginnya. Di tambah melihat Yuan, ingin rasanya Rio membuktikan kalau dirinya bisa melakukan hal tersebut sekarang juga.
Dengan satu tarikan napas dan perhitungan yang tepat, Rio mulai melakukan aksinya.
Brak!
Rio menangkap tangan Yuan dan mendorong gadis itu hingga terjatuh ke kasur lagi. Tidak lupa Rio melindungi kepala Yuan dengan tangannya. Takut takut kalau sampai kepala gadis itu terbentur head board ranjang.
Dengan cepat Rio menindih dan mengunci tangan Yuan. Melihat Yuan di bawah kuasanya, sungguh definisi menyiksa diri sendiri. Karena 'ingin' Rio semakin bertambah.
Jangan lupa, Rio merupakan pria dewasa yang penasaran akan rasa enak enak. Sebab, hidup selama dua puluh delapan tahun, Rio selalu menghabiskan waktunya dengan kerja dan kerja. Bahkan pria itu tidak memiliki mantan sedikit pun. Walaupun yang menaksir pria tampan nan tajir tersebut sangatlah buanyak.
"Kalau begitu, mari kita buat hal yang mustahil itu menjadi nyata," ucap Rio dengan suara serak berat. Tatapannya berubah sayu. Pun begitu napasnya yang terlihat tidak beraturan.
Pak Rioooo ... woiii ... gue puasa! Jaga otak kotor lo dulu. Jangan sekarang. Ntar malam aja. Eh🤭 Ngegas banget ternyata si Om Om itu😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trusdabsr
2024-03-21
0
M akhwan Firjatullah
astaga plek ketiplek Mak ma bapak nya...ahhh Yuan anak e sopo yo
2023-11-30
1
Sandisalbiah
heleh.. pak modusss.. emang pengen bilang..!!! 😅😅
2023-08-01
0