Bab. 10
Mengganti calon pengantin wanita bukanlah hal yang sangat sulit bagi keluarga Rayyansyah. Pun begitu dengan semua data yang diinginkan. Semua bisa Rio handle dengan bantuan orang-orangnya. Hingga terjadilah pernikahan yang hampir saja gagal dan akan berdampak buruk pada nama besar keluarganya.
Selepas mengucap qabul di hadapan penghulu dan juga orang tua calon istrinya, kini Rio datang menjemput wanita yang menjadi istrinya beberapa menit yang lalu.
Menarik napas dalam-dalam sebelum tangannya menarik handle pintu, Rio yakinkan diri kalau dirinya bisa menerima garis takdirnya yang sangat lucu sekali menurutnya.
Bagaimana tidak lucu, ia saja mendapatkan seorang istri dari cara yang sangat konyol. Di tambah lagi usia istrinya sangat jauh di bawah dirinya.
Bisakah ia memberi paham pada gadis itu, nantinya? Entahlah. Rio sendiri tidak bisa memastikan. Yang terpenting sekarang ialah, menjemput gadis itu lebih dulu untuk melakukan penandatanganan pada buku nikah mereka.
Klek!
Rio membuka handle pintu dan melihat ke arah dalam ruangan. Menyapu semua yang ada di sana, dan pandangan matanya tertuju serta terkunci pada sosok yang paling bersinar di matanya. Gadis yang ia culik dan ia paksa untuk dijadikan pengantin pengganti, ternyata mampu berubah wujud seperti ini. Padahal tadi penampilan gadis itu tampak biasa saja. Namun ternyata dia menyembunyikan pesona pada pakaian longgar yang dia pakai tadi.
"Khem! Biasa aja kali liatnya," sindir Zuma melihat kakaknya yang tidak mengedipkan matanya sedikit pun.
Baru Rio tersadar dari jeratan pesona Yuan. Kemudian pria itu melangkah ke depan, mengabaikan adik nya yang masih menggoda dengan gerakan alisnya.
"Ini, Mas. Dijaga istrinya. Di sayangi, dilindungi, juga dididik, ya?" pesan Dilla kepada putra sulungnya.
"Iya, Ma," jawab Rio singkat kemudian mengarahkan tangannya ke arah Yuan.
"Jangan dianuin dulu, Mas. Ingat, dia muridmu, kan?" ingat Dilla lagi, membuat MUA yang tadi menyulap dandanan Yuan pun menahan tawa. Sangat berbeda sekali dengan Zuma.
"Haha ... kasian banget deh, lo, Mas. Kagak bisa belah duren!" goda Zuma.
Sedangkan Rio memilih diam serta memasang wajah datar. Ia harus jaga image di sini. Namun, sangat berbeda sekali dengan gadis yang ada di depannya.
"Kenapa Bapak bohongin saya?" tanya gadis itu menepis tangan Rio dan menatapnya tajam.
"Nanti saya jelaskan," jawab Rio dengan nada yang begitu lembut.
Yuan menggeleng. Ingin menangis rasanya. Karena secara tidak langsung kebebasan dirinya di rampas oleh pria kejam yang ada di hadapannya saat ini.
"Nggak. Percuma saja Bapak jelaskan pada saya. Karena semua itu nggak bisa mengembalikan status saya, kan?" protes Yuan dengan mata yang berkaca-kaca.
Melihat itu semua, membuat rasa bersalah Rio semakin menumpuk. Memang tidak seharusnya ia melibatkan Yuan. Akan tetapi ini bukan hanya sekedar menyelamatkan nama baik keluarganya. Ada satu dan lain hal yang membuat Rio memutuskan untuk memilih jalan ini.
"Saya minta maaf," ucap pria itu dengan tatapan yang sedikit sayu. Namun, anehnya tidak ada raut penyesalan di wajah Rio, sejauh Yuan melihatnya.
"Nggak dimaafin!" tolak Yuan dengan sangat tegas dan berani.
Dilla dan Zuma sedikit tercengang dengan keberanian Yuan dalam melawan Rio. Di mana biasanya pria itu tidak suka dibantah ataupun dibentak seperti ini.
"Iya, saya mengerti. Tapi untuk sekarang, ikut saya dulu. Sudah ditunggu sama orang di bawah. Nggak enak kalau mereka menunggu terlalu lama," ujar Rio dengan penuh kelembutan. Memberi pengertian secara perlahan, tidak dengan paksaan seperti tadi di awal.
Tentu, Yuan tidak lagi ngegas. Gadis itu bisa berpikir jernih juga. Percuma mau marah-marah sekarang, sedangkan semua sudah terlanjur terjadi. Di tambah lagi juga ada kedua orang tuanya di sana.
"Saya akan buat perhitungan sama anda!" ingat Yuan menatap tajam ke arah pria yang jauh lebih tinggi darinya.
"Iya ... saya terima. Sekarang turun dulu," ujar Rio lagi. Tidak dingin seperti sewaktu mengajar di sekolah.
Kemudian mereka pun berjalan keluar dari ruang rias. Meskipun Rio masih ditolak ketika akan menggandeng tangan Yuan, namun setidaknya gadis itu tidak mengacau. Walaupun hatinya mungkin terasa sangat sakit.
"Dek, Dek ..." panggil Dilla pada anak bungsunya.
"Ya, Mi?" sahut Zuma.
"Kamu pernah digituin nggak sama Masmu itu?" tanya Dilla menoleh dengan senyuman tipis yang penuh arti.
"Nggak sama sekali, Mi."
"Kok bisa ya, Dek?"
Zuma mengangkat bahunya. "Mungkin karena udah ada perasaan kali sama muridnya itu, Mi. Terus ada di momen yang pas. Ya udah, kesempatan, kan?" tebak Zuma dari analisisnya yang asal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
galaxi
ih sumpah deh....g enak bgt jd yuan...stres bgt pasti dia kesian...aq bisa ngrasain sih apalagi dadakan gitu bener2 tak terlintas sedikitpun dibenak yuan bhw akan berakhir jd istri begini
2025-02-01
0
Fifid Dwi Ariyani
trussehst
2024-03-21
0
Qaisaa Nazarudin
Nah kan aku juga mikirnya gitu..
2023-09-16
2