Ch. 7. Meminta Restu

Bab. 7

"Loh, Pak. Saya kan menolak anda, kenapa malah saya diajak datang ke tempat nikahan orang. Bapak nggak lihat pakaian saya?" berontak Yuan yang terus menerus menolak Rio.

Rio menoleh ke arah Yuan. "Lihat kok."

Yuan mengepalkan tangannya dan melayangkan ke udara, namun tidak berani sampai menyentuh punggung Rio. Pria itu sudah berbalik arah dan berjalan lebih dulu. Tidak lupa, Rio sama sekali tidak melepas tangan Yuan.

Merasa membuang suara dan tenaga, Yuan pun ikut saja sambil menunggu jika ada celah, dirinya akan kabur dari pria yang suka seenaknya sendiri.

Hingga sampai Yuan di bawa masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat harum. Harum bunga melati yang begitu menusuk indera penciumannya dan juga harum bunga mawar. Ada juga bunga sedap malam di sana.

"P-pak ... anda nggak berniat menjadikan saya bahan sesajen, kan?" tanya Yuan mencengkeram kemeja Rio. Takut kalau sampai dirinya dibuat sesajen untuk acara apalah itu namanya.

Rio menoleh dengan alis terangkat. Pria itu tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Yuan.

"Sesajen?"

"Jangan, Pak. Saya masih muda banget loh. Kasihan ayah dan bunda saya, mereka belum punya pewaris lagi selain saya," ucap Yuan sembari memohon. Menarik kemeja Rio, agar pria itu mengurungkan niatnya untuk menjadikan Yuan sebagai tumbal. Pikir gadis berusia delapan belas tahun tersebut.

Rio sepertinya habis ini harus belajar dari papinya, bagaimana caranya agar bisa menahan rasa malu yang teramat sangat. Bahkan sampai menusuk ke tulang sumsum belakang.

"Udah, jangan banyak bicara dan duduk aja di sini," ucap Rio sembari meraih bahu Yuan lalu mengarahkan gadis itu ke tempat duduk yang ada di depan mereka. Di san sudah ada MUA yang siap menyulap penampilan Yuan.

"P-pak, saya—"

"Tolong, bikin dia jadi manis imut sesuai keinginan mami saya. Kalau enggak, kalian nggak akan dapat bayar dari pekerjaan kalian ini." perintah Rio membuat MUA yang bertugas pun menelan salivanya dengan susah. Bisa gawat kalau sampai mereka tidak mendapat upah malam ini.

Setelah mengatakan hal tersebut, Rio menatap ke arah Yuan yang tampak takut di sana.

"Kamu tenang saja, saya tidak akan menyakitimu. Saya hanya butuh bantuan kamu untuk menyelamatkan nama baik keluarga saya. Oleh karena itu, tolong berikan nomor telepon orang tua kamu. Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada mereka," pinta Rio dengan nada yang sangat lembut. Sangat berbeda dengan sebelumnya.

Serta, tatapan pria itu tampak begitu teduh tetapi juga sangat kuat. Sampai-sampai membuat Yuan tidak bisa menolak. Seolah tersihir oleh tatapan pria itu sesaat.

Yuan menyerahkan ponselnya kepada Rio dan pria itu membawanya keluar dari ruang rias tersebut.

Rio masuk ke ruangan lain, lalu menyalakan ponsel Yuan yang kebetulan tidak dikunci layarnya. Sehingga sangat mempermudah dirinya untuk mengakses ponsel gadis itu.

Tidak susah mencari nama kontak orang tua Yuan. Karena gadis itu menempatkan nomor orang tuanya pada urutan pertama di kontak tersebut.

"Selamat malam, Om. Perkenalkan, saya Rio Aldinas Rayyansyah. Putra dari Attakendra Rayyansyah. Saya di sini ..."

Kemudian Rio menjelaskan perihal maksud dirinya menghubungi orang tua Yuan. Tentu saja, orang tua Yuan menolak keras pada awalnya. Akan tetapi, entah aoa yang dikatakan oleh Rio pada mereka dengan mulut manisnya itu, sehingga pad akhirnya Rio mendapat restu dan mereka bersedia untuk datang saat ini juga.

Setelah semua selesai, Rio kembali ke ruangan di mana orang tuanya menunggu. Tampak, orang yang pertama kali berdiri ialah sang mami.

"Bagaimana, Sayang? Udah dapet penggantinya? Eh, calon istri yang Mami minta?" tanya Dilla tidak sabaran sama sekali. Membuat suaminya menggeleng kepala.

"Bisa-bisanya aku sangat mencintai wanita seperti itu," gumam Kendra dengan suara lirih.

Zuma yang ada di sampingnya juga menggeleng kepala melihat tingkah mami nya.

"Nggak usah disesali, Pi. Udah punya buntut tiga juga. Terlambat kalau mau menyesal," sahut Zuma sambil berbisik. Karena takut jika mami nya mendengar pembicaraan mereka. Yang ada mereka kena hukum semua.

"Ya gimana lagi ya, Dek. Papi udah cinta hidup sama mami. Meskipun sikapnya kayak gitu," ungkap Kendra sambil tersenyum.

"Maaasss ... aku dengar semua yang kamu katakan loh! Kenapa? Mau ganti status sekarang juga? Hmm?" ucap Dilla menatap tajam ke arah suaminya.

Terpopuler

Comments

Yanti

Yanti

😂😂

2024-09-18

1

@bimaraZ

@bimaraZ

zuma jangan sampai kamu nurunin sifat mani dilla😂

2024-06-02

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussehst

2024-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1. Menistakan Idola Sekolah
2 Ch. 2. Gagal Mengelabuhi
3 Ch. 3. Tragedi Lampu Merah
4 Ch. 4. Negosiasi
5 Ch. 5. Penolakan
6 Ch. 6. Cari Istri
7 Ch. 7. Meminta Restu
8 Ch. 8. Menantu?
9 Ch. 9. Sah
10 Ch. 10. Terpesona
11 Ch. 11. Pertemuan Pertama
12 Ch. 12. Meminta Pertanggung Jawaban
13 Ch. 13. Menendang Si Jun
14 Ch. 14. Desiran Aneh
15 Ch. 15. Suami M3sum
16 Ch. 16. KDRT?
17 Ch. 17. Kamu Benci Sama Saya?
18 Ch. 18. Sarapan Bareng
19 Ch. 19. Tidak Mau Dibantah
20 Ch. 20. Meminta Maaf
21 Ch. 21. Lampu Temaram
22 Ch. 22. Sumpah Serapah
23 Ch. 23. Jeritan Batin
24 Ch. 24. Dihukum
25 Ch. 25. Pangeran Datang
26 Ch. 26. Jaga Batasan
27 Ch. 27. Rencana Epik
28 Ch. 28. Merubah Panggilan
29 Ch. 29. Tidak Tahan
30 Ch. 30. Kejahilan Rio
31 Ch. 31. Tugas Seorang Istri
32 Ch. 32. Perjanjian
33 Ch. 33. Setipis Tisu
34 Ch. 34. Menggoda Pengantin Baru
35 Ch. 35. Mengumpat Atau Bersyukur
36 Ch. 36. Wajar
37 Ch. 37. Kecupan Pagi
38 Ch. 38. Main Drama?
39 Ch. 39. Seratus Juta
40 Ch. 40. Terjun Bebas
41 Ch. 41. Skandal
42 Ch. 42. Sejuta Arti
43 Ch. 43. Meminta Lebih
44 Ch. 44. Minta Ganti
45 Ch. 45. Sudah Halal, Bisa Apa?
46 Ch. 46. Hotel
47 Ch. 47. Meminta Sekarang
48 Ch. 48. Permulaan
49 Ch. 49. Mantan Gadis
50 Ch. 50. Nambah Lagi
51 Ch. 51. Siapa Pelakunya?
52 Ch. 52. Risau
53 Ch. 53. 3 M?
54 Ch. 54. Keisengan Rio
55 Ch. 55. Pembuktian
56 Ch. 56. Sudah Ada Pawangnya
57 Ch. 57. Zacky Berulah
58 Ch. 58. Kejar Target
59 Ch. 59. Ego Yang Tinggi
60 Ch. 60. Sangat Malu
61 Ch. 61. Fakta Menggemparkan
62 Ch. 62. Mbak Bulan?
63 Ch. 63. Rencana Yuan
64 Ch. 64. Pindah Alam
65 Ch. 65. Mematung Berjamaah
66 Ch. 66. Interogasi
67 Ch. 67. Di Luar Kepala
68 Ch. 68. Mengumumkan Hubungan
69 Ch. 69. Gala Makan Siang Di Sekolah
70 Ch. 70. Perdebatan Anak Mami
71 Ch. 71. Berharap Tidak Ingat
72 Ch. 72. Hamil?
73 Ch. 73. Menjenguk Baby
74 Ch. 74. Satu Anak Saja
75 Ch. 75. Persiapan Persalinan
76 Ch. 76. Akhir
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Ch. 1. Menistakan Idola Sekolah
2
Ch. 2. Gagal Mengelabuhi
3
Ch. 3. Tragedi Lampu Merah
4
Ch. 4. Negosiasi
5
Ch. 5. Penolakan
6
Ch. 6. Cari Istri
7
Ch. 7. Meminta Restu
8
Ch. 8. Menantu?
9
Ch. 9. Sah
10
Ch. 10. Terpesona
11
Ch. 11. Pertemuan Pertama
12
Ch. 12. Meminta Pertanggung Jawaban
13
Ch. 13. Menendang Si Jun
14
Ch. 14. Desiran Aneh
15
Ch. 15. Suami M3sum
16
Ch. 16. KDRT?
17
Ch. 17. Kamu Benci Sama Saya?
18
Ch. 18. Sarapan Bareng
19
Ch. 19. Tidak Mau Dibantah
20
Ch. 20. Meminta Maaf
21
Ch. 21. Lampu Temaram
22
Ch. 22. Sumpah Serapah
23
Ch. 23. Jeritan Batin
24
Ch. 24. Dihukum
25
Ch. 25. Pangeran Datang
26
Ch. 26. Jaga Batasan
27
Ch. 27. Rencana Epik
28
Ch. 28. Merubah Panggilan
29
Ch. 29. Tidak Tahan
30
Ch. 30. Kejahilan Rio
31
Ch. 31. Tugas Seorang Istri
32
Ch. 32. Perjanjian
33
Ch. 33. Setipis Tisu
34
Ch. 34. Menggoda Pengantin Baru
35
Ch. 35. Mengumpat Atau Bersyukur
36
Ch. 36. Wajar
37
Ch. 37. Kecupan Pagi
38
Ch. 38. Main Drama?
39
Ch. 39. Seratus Juta
40
Ch. 40. Terjun Bebas
41
Ch. 41. Skandal
42
Ch. 42. Sejuta Arti
43
Ch. 43. Meminta Lebih
44
Ch. 44. Minta Ganti
45
Ch. 45. Sudah Halal, Bisa Apa?
46
Ch. 46. Hotel
47
Ch. 47. Meminta Sekarang
48
Ch. 48. Permulaan
49
Ch. 49. Mantan Gadis
50
Ch. 50. Nambah Lagi
51
Ch. 51. Siapa Pelakunya?
52
Ch. 52. Risau
53
Ch. 53. 3 M?
54
Ch. 54. Keisengan Rio
55
Ch. 55. Pembuktian
56
Ch. 56. Sudah Ada Pawangnya
57
Ch. 57. Zacky Berulah
58
Ch. 58. Kejar Target
59
Ch. 59. Ego Yang Tinggi
60
Ch. 60. Sangat Malu
61
Ch. 61. Fakta Menggemparkan
62
Ch. 62. Mbak Bulan?
63
Ch. 63. Rencana Yuan
64
Ch. 64. Pindah Alam
65
Ch. 65. Mematung Berjamaah
66
Ch. 66. Interogasi
67
Ch. 67. Di Luar Kepala
68
Ch. 68. Mengumumkan Hubungan
69
Ch. 69. Gala Makan Siang Di Sekolah
70
Ch. 70. Perdebatan Anak Mami
71
Ch. 71. Berharap Tidak Ingat
72
Ch. 72. Hamil?
73
Ch. 73. Menjenguk Baby
74
Ch. 74. Satu Anak Saja
75
Ch. 75. Persiapan Persalinan
76
Ch. 76. Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!