Ch. 6. Cari Istri

Bab. 6

Flashback On.

"Rio sudah bilang sama Mami dan Papi, kalau Rio itu nggak suka dijodohin. Kenapa kalian masih aja ngotot? Sedangkan kalian sendiri menikah tanpa sebuah perjodohan, kan?" protes seorang pria dengan usia yang sudah matang untuk menikah. Pria dengan wajah yang sangat tampan dan juga memiliki ekspresi ketus.

Sementara itu seorang wanita paruh baya dengan penampilan seperti wanita usia tiga puluhan, padahal usianya hampir lima puluh tahun tersebut pun menghampiri putra pertamanya.

"Mami nggak bisa batalin perjodohan ini, Rio. Perjodohan ini sudah ada semenjak kamu berada dalam kandungan Mami. Di tambah lagi Tante Mira itu sahabatnya Mami. Jadi nggak mungkin Mami batalin begitu saja. Kamu mengerti kan, maksudnya Mami?" jelas wanita cantik itu.

Dia menghampiri putranya yang sedang duduk di sofa single dan tengah menekuk mukanya.

"Ya udah, kalau gitu Zack aja yang nikah sama dia. Usianya juga nggak terlalu jauh kan kalau sama Zack?" usul Rio yang sangat menolak perjodohan antara dirinya dengan wanita yang tidak dia ketahui namanya siapa.

"Udah lah, Mi. Biarkan anaknya Mira itu sama Zacky. Lalu anaknya teman Mami yang satu nya aja buat Rio," sahut seorang pria paruh baya yang tengah memangku tabletnya. Mengamati perkembangan perusahaan yang sedang dijalankan oleh anak-anak mereka. Meskipun mereka sendiri mempunyai kesibukan tersendiri selain menjadi pemimpin di masing-masing perusahaan.

"Maksud Papi anaknya si Sekar itu?" tanya Dilla lebih jelas lagi dan mendapat anggukan dari suaminya yang tidak lain ialah Kendra.

"Iya. Kan kamu juga udah ada janji juga mau nikahin anak kalian," ingat Kendra pada sang istri.

Muka Dilla langsung berubah berseri seketika.

"Ah, iya juga ya, Pi!" seru Dilla senang.

Rio yang menatap jengah ke arah kedua orang tuanya. Bisa-bisanya mereka dengan mudah mengatur dan menukar pasangan yang sudah dijodohkan dengan dirinya dan juga adiknya, Zacky.

Hingga terjadilah hari di mana Rio yang menikah lebih dulu, setelah percakapan pada malam itu.

Rio yang memang tengah sibuk dengan jadwal mengajar nya sebagai seorang guru, juga sebagai seorang pengusaha, sama sekali tidak memiliki waktu hanya untuk bertemu atau saling berkenalan dengan pasangan hasil perjodohan yang sudah diatur oleh mamanya.

Namun, pria itu sangat beruntung ketika tepat di hari pernikahannya, tepatnya di sore sebelum mereka melangsungkan akad, wanita yang dipasangkan dengan Rio tiba-tiba saja menolak keras pernikahan di antara dirinya dengan Rio. Lebih lagi wanita itu kabur dengan kekasihnya.

Dan dari orang tua wanita itu, mereka baru mengetahui fakta yang cukup mengejutkan. Yakni wanita itu tengah hamil dengan kekasihnya. Karena sebenarnya wanita itu juga menolak perjodohan di antara mereka, akan tetapi tidak berani mengutarakan langsung kepada kedua orang tuanya untuk membatalkan pernikahan mereka.

"Anda sudah mempermalukan keluarga kami, Jeng Sekar!" pekik mami Dilla dengan suara yang lantang.

Saat ini mereka berada di ruang khusus untuk keluarga pengantin.

"Maafkan kami Jeng Dilla. Kami juga baru tahu," ucap bu Sekar kepada Dilla.

Dilla ingin mengumpat dengan kata kasar sekaligus memukul wanita yang lebih muda darinya, akan tetapi dengan sigap sang suami yang sangat hapal dengan perangai istrinya, langsung segera memeluk Dilla dari belakang.

"Yaang ... tahan, Yaang. Kita sudah bukan anak muda lagi. Nggak pantas untuk main beginian," ucap Kendra dengan nada lirih seolah tengah berbisik. "Tarik napas ... hembuskan." interupsi nya kemudian.

Dilla pun mengikuti apa kata suaminya. Dia mulai mengatur napasnya dan amarah yang sebelumnya tersulut, kini sedikit meredam.

Sedangkan sang mempelai pria yang sudah siap pun tampak begitu santai.

"Jadi, ini gimana Mi? Mau dilanjut atau Mas Rio umumkan untuk batal saja?" tanya Zuma, salah satu adik kembar Rio.

Rio tetap tenang dalam posisinya. Sama sekali tidak berniat untuk ikut campur urusan mereka, walaupun ini menyangkut tentang dirinya.

"Tapi kalaupun dibatalkan, itu jelas nggak mungkin, Mi, Pi. Tamu kalian yang dari luar kota masa langsung disuruh putar balik. Belum lagi rekan bisnis Papi yang dari luar negeri. Nggak mungkin kan mereka di suruh balik lagi pas belum mendarat di bandara?" timpal Zacky yang baru masuk ke dalam ruangan tersebut.

Pria yang usianya dua tahun lebih muda dari Rio itu tampak masuk dengan seorang wanita cantik, juga masih muda. Kemungkinan masih sekitaran usia dua puluh tahun. Dialah anak dadi Amira, yang seharusnya menjadi pasangan Rio saat ini.

"Ya udah, Tusha aja yang jadi mempelai gue!" sahut Rio sembari berduri. Menatap penuh maksud ke arah Zacky.

Zacky langsung memeluk erat kekasih barunya itu, eh, ralat. Maksudnya calon istrinya tersebut. Karena mereka sudah bertunangan.

"Enak aja! Salah sendiri pilih-pilih! Dikasih berlian malah mintanya batu akik!" celetuk Zacky yang mulutnya tidak bisa dikontrol. Membuat bu Sekar dan para keluarganya yang lain menatap horor ke arah Zacky.

Zacky yang menyadari hal tersebut pun tersenyum ke arah mereka. "Bercanda, Tante, Om," ujar pria berusia dua puluh lima tahun tersebut.

Dilla menepuk keningnya sendiri. Sementara Kendra hanya bisa menghela napas kasar. Mau dibenahi seperti apa lagi, jika pabriknya aja memang seperti itu setelannya. Wajar saja jika produk yang dikeluarkan sama persis.

Rio sendiri berjalan menuju pintu keluar. Membuat Kendra angkat suara.

"Kamu mau ke mana di saat genting seperti ini, Rio?" tanya Kendra dengan nada ditahan. Karena sesungguhnya pria itu juga ingin marah. Mau ditaruh di mana mukanya, kalau sampai acara nanti malam dibatalkan.

"Cari istri!" jawab Rio asal.

"Hah? Di mana Mas?" tanya Zuma yang penasaran dengan jawaban kakak tertuanya barusan.

"Ambil di pinggir jalan."

Lagi dan lagi jawaban Rio begitu asal sembari berlalu meninggalkan mereka semua di dalam ruangan tersebut.

'Kenapa semua anak-anakku menuruni sifat maminya?' batin Kendra mengusap dadaanya sendiri.

"Yang imut, Sayang!" teriak Dilla memberi semangat kepada putranya.

Kali ini bukan hanya Kendra saja yang dibuat pusing dan melongo, akan tetapi hampir semua orang yang ada di ruang tersebut. Kecuali Zacky yang malah ketawa.

"Kalau bisa, lebih muda dari Tusha, Mas!" teriak Zacky ikut-ikutan seperti mami nya.

Lalu ibu dan anak itu saling pandang dan tertawa setelahnya. Konyol sekali sikap mereka.

Flashback Off.

Ini dua bab kujadikan satu loh, Yaang. Kalo bisa palingan nanti malam up lagi. Cus ke sebelah dulu.

Terpopuler

Comments

DG s

DG s

ah ternyata kocak2 karangan Othor👍👍

2024-04-16

4

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trusceria

2024-03-21

0

E Dnisa

E Dnisa

anak sama emak, sebelas-duabelas. hahaha sungguh kocak

2024-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1. Menistakan Idola Sekolah
2 Ch. 2. Gagal Mengelabuhi
3 Ch. 3. Tragedi Lampu Merah
4 Ch. 4. Negosiasi
5 Ch. 5. Penolakan
6 Ch. 6. Cari Istri
7 Ch. 7. Meminta Restu
8 Ch. 8. Menantu?
9 Ch. 9. Sah
10 Ch. 10. Terpesona
11 Ch. 11. Pertemuan Pertama
12 Ch. 12. Meminta Pertanggung Jawaban
13 Ch. 13. Menendang Si Jun
14 Ch. 14. Desiran Aneh
15 Ch. 15. Suami M3sum
16 Ch. 16. KDRT?
17 Ch. 17. Kamu Benci Sama Saya?
18 Ch. 18. Sarapan Bareng
19 Ch. 19. Tidak Mau Dibantah
20 Ch. 20. Meminta Maaf
21 Ch. 21. Lampu Temaram
22 Ch. 22. Sumpah Serapah
23 Ch. 23. Jeritan Batin
24 Ch. 24. Dihukum
25 Ch. 25. Pangeran Datang
26 Ch. 26. Jaga Batasan
27 Ch. 27. Rencana Epik
28 Ch. 28. Merubah Panggilan
29 Ch. 29. Tidak Tahan
30 Ch. 30. Kejahilan Rio
31 Ch. 31. Tugas Seorang Istri
32 Ch. 32. Perjanjian
33 Ch. 33. Setipis Tisu
34 Ch. 34. Menggoda Pengantin Baru
35 Ch. 35. Mengumpat Atau Bersyukur
36 Ch. 36. Wajar
37 Ch. 37. Kecupan Pagi
38 Ch. 38. Main Drama?
39 Ch. 39. Seratus Juta
40 Ch. 40. Terjun Bebas
41 Ch. 41. Skandal
42 Ch. 42. Sejuta Arti
43 Ch. 43. Meminta Lebih
44 Ch. 44. Minta Ganti
45 Ch. 45. Sudah Halal, Bisa Apa?
46 Ch. 46. Hotel
47 Ch. 47. Meminta Sekarang
48 Ch. 48. Permulaan
49 Ch. 49. Mantan Gadis
50 Ch. 50. Nambah Lagi
51 Ch. 51. Siapa Pelakunya?
52 Ch. 52. Risau
53 Ch. 53. 3 M?
54 Ch. 54. Keisengan Rio
55 Ch. 55. Pembuktian
56 Ch. 56. Sudah Ada Pawangnya
57 Ch. 57. Zacky Berulah
58 Ch. 58. Kejar Target
59 Ch. 59. Ego Yang Tinggi
60 Ch. 60. Sangat Malu
61 Ch. 61. Fakta Menggemparkan
62 Ch. 62. Mbak Bulan?
63 Ch. 63. Rencana Yuan
64 Ch. 64. Pindah Alam
65 Ch. 65. Mematung Berjamaah
66 Ch. 66. Interogasi
67 Ch. 67. Di Luar Kepala
68 Ch. 68. Mengumumkan Hubungan
69 Ch. 69. Gala Makan Siang Di Sekolah
70 Ch. 70. Perdebatan Anak Mami
71 Ch. 71. Berharap Tidak Ingat
72 Ch. 72. Hamil?
73 Ch. 73. Menjenguk Baby
74 Ch. 74. Satu Anak Saja
75 Ch. 75. Persiapan Persalinan
76 Ch. 76. Akhir
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Ch. 1. Menistakan Idola Sekolah
2
Ch. 2. Gagal Mengelabuhi
3
Ch. 3. Tragedi Lampu Merah
4
Ch. 4. Negosiasi
5
Ch. 5. Penolakan
6
Ch. 6. Cari Istri
7
Ch. 7. Meminta Restu
8
Ch. 8. Menantu?
9
Ch. 9. Sah
10
Ch. 10. Terpesona
11
Ch. 11. Pertemuan Pertama
12
Ch. 12. Meminta Pertanggung Jawaban
13
Ch. 13. Menendang Si Jun
14
Ch. 14. Desiran Aneh
15
Ch. 15. Suami M3sum
16
Ch. 16. KDRT?
17
Ch. 17. Kamu Benci Sama Saya?
18
Ch. 18. Sarapan Bareng
19
Ch. 19. Tidak Mau Dibantah
20
Ch. 20. Meminta Maaf
21
Ch. 21. Lampu Temaram
22
Ch. 22. Sumpah Serapah
23
Ch. 23. Jeritan Batin
24
Ch. 24. Dihukum
25
Ch. 25. Pangeran Datang
26
Ch. 26. Jaga Batasan
27
Ch. 27. Rencana Epik
28
Ch. 28. Merubah Panggilan
29
Ch. 29. Tidak Tahan
30
Ch. 30. Kejahilan Rio
31
Ch. 31. Tugas Seorang Istri
32
Ch. 32. Perjanjian
33
Ch. 33. Setipis Tisu
34
Ch. 34. Menggoda Pengantin Baru
35
Ch. 35. Mengumpat Atau Bersyukur
36
Ch. 36. Wajar
37
Ch. 37. Kecupan Pagi
38
Ch. 38. Main Drama?
39
Ch. 39. Seratus Juta
40
Ch. 40. Terjun Bebas
41
Ch. 41. Skandal
42
Ch. 42. Sejuta Arti
43
Ch. 43. Meminta Lebih
44
Ch. 44. Minta Ganti
45
Ch. 45. Sudah Halal, Bisa Apa?
46
Ch. 46. Hotel
47
Ch. 47. Meminta Sekarang
48
Ch. 48. Permulaan
49
Ch. 49. Mantan Gadis
50
Ch. 50. Nambah Lagi
51
Ch. 51. Siapa Pelakunya?
52
Ch. 52. Risau
53
Ch. 53. 3 M?
54
Ch. 54. Keisengan Rio
55
Ch. 55. Pembuktian
56
Ch. 56. Sudah Ada Pawangnya
57
Ch. 57. Zacky Berulah
58
Ch. 58. Kejar Target
59
Ch. 59. Ego Yang Tinggi
60
Ch. 60. Sangat Malu
61
Ch. 61. Fakta Menggemparkan
62
Ch. 62. Mbak Bulan?
63
Ch. 63. Rencana Yuan
64
Ch. 64. Pindah Alam
65
Ch. 65. Mematung Berjamaah
66
Ch. 66. Interogasi
67
Ch. 67. Di Luar Kepala
68
Ch. 68. Mengumumkan Hubungan
69
Ch. 69. Gala Makan Siang Di Sekolah
70
Ch. 70. Perdebatan Anak Mami
71
Ch. 71. Berharap Tidak Ingat
72
Ch. 72. Hamil?
73
Ch. 73. Menjenguk Baby
74
Ch. 74. Satu Anak Saja
75
Ch. 75. Persiapan Persalinan
76
Ch. 76. Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!