Di tempat berbeda, seorang pria dengan perawakan bule, memiliki tubuh tinggi atletis dengan rambut sedikit kepirangan dan berkulit putih bersih, berdiri tepat di depan jendela besar yang ada dalam ruang kerjanya.
Jhon Loius, pria yang baru menduduki posisi CEO itu memandang lurus ke depan. Kedua tangan melipat di dada dengan satu tangan yang memegang ponsel. Matanya menikmati langit cerah dengan warna seperti laut.
Jhon menarik nafasnya kasar. Ia dilema oleh permintaan dua orang yang ia sayang, putri dan kekasihnya.
Tok Tok Tok
“Sorry, Sir.” Bima, asisten Jhon itu pun masuk ke dalam setelah membuka pintu ruangan itu.
Bima langsung meletakkan beberapa berkas di atas meja kerja Jhon sembari berkata, “Ini dokumen yang terakhir Tina selesaikan, Sir.”
Jhon yang semula berdiri di depan jendela, beralih ke kursi kebesarannya. Ia duduk dan mengambil berkas yang diletakkan Bima.
“Ternyata dia sudah merencakan ini sebelumnya,” gumam Jhon.
“Saya juga terkejut saat Tina mengajukan surat resign. Dan, yang paling saya kaget karena surat itu sudah Sir tandatangani,” sambung Bima.
Jhon menarik nafasnya kasar. Ia tak menyangka gadis polos dan lugu yang menjadi sekretarisnya itu kini menjadi sedikit licik karena ulahnya. Jhon kembali ingat saat pertama kali merubah gadis polos dan lugu itu menjadi liar. Bahkan sekretaris polos itu pun ia jadikan kekasih hingga keduanya hidup seperti pasangan suami istri dalam dua tahun terakhir.
Kini, Tina pergi dan kembali pulang karena ketidakpastian status yang ia berikan. Fokus Jhon masih terbelah antara kebahagiaan sang putri dengan kebahagiaan dirinya sendiri.
Sang putri menginginkan dirinya menikahi ibu dari anaknya. Wanita yang dulu pernah ia cintai sebelum pergi dan membuat hati Jhon kacau. Dan disaat kacau itu, hadir seorang Tina dengan kelakuannya yang sedikit bar – bar, polos, dan lugu yang membuat Jhon kembali tertawa serta hidupnya berwarna.
Setelah terciduk skandal dan menjalin kasih dengan sang sekretaris, tiba – tiba wanita yang bernama Grace datang dengan mengenalkan seorang gadis imut berusia lima tahun. Gadis kecil yang ternyata adalah putrinya karena Grace pergi dengan membawa benihnya kala itu. Grace berkutat dengan pikirannya sendiri dan memilih tidak memberitahukan kehamilannya pada Jhon dan malah pergi.
#Flashback on
“Sir, kopi.”
Tanpa menoleh ke arah Tina, Jhon hanya berdehem. Sikap bosnya itu sangat dingin. Tina pun tidak masalah, mengingat ia di sini memang hanya niat bekerja. Tina berdiri di samping Jhon sambil memegang nampan.
Lima menit kemudian, Jhon melirik ke arah Tina yang masih berdiri di samping kursi yang ia duduki.
“Kenapa kamu berdiri di sini!” ucapnya sinis.
“Saya letakkan cangkir ini di mana, Sir? Meja anda penuh. Saya takut salah meletakkan cangkir ini dan anda kembali menyenggolnya seperti kemarin.”
“Nanti laptop Sir, kesiram lagi.” Tina menyambung kalimatnya.
Seketika, Jhon semakin melirik ke arah wanita cantik yang menjadi sekretarisnya itu.
“Jadi, kejadian kemarin itu salahku?” tanyanya.
Tina mengangguk. “Ya.”
“Apa?” Jhon langsung memutar kursi yang ia duduki hingga berhadapan dengan sekretarisnya yang masih membawa nampang.
“Eum … tidak. Mak – sud saya …”
“Sudah. Cukup!” Jhon mengangkat tangannya untuk menyudahi perdebatan itu.
“Maaf, Sir. jadi saya harus letakkan cangkir ini di mana?” tanya Tina dengan wajah polos.
Jhon kembali mendelik. Ia melirik Tina dengan jarak yang cukup dekat, karena saat ini sekretarisnya itu tengah sedikit membungkuk tepat di hadapannya.
Jhon memindai seorang Tina, hingga matanya jatuh pada belahan dada yang terlihat saat membungkuk.
Tina pun menatap mata sang bos dan mengikuti arah mata yang dilihat terakhirnya. Sontak, Tina langsung menaikkan bagian atas pakaiannya yang berbentuk neck.
“Kamu menggodaku?” tanya Jhon menyeringai.
Dengan cepat, kepala Tina menggeleng. “Tidak, Sir.”
“Ck. Ayolah Tina! Sejak kemarin kamu selalu menggodaku. Mencoba mengambil perhatianku. Bukan begitu?”
“Tidak, Sir. Tidak.” Tina gugup sembari menggoyangkan kesepuluh jarinya di depan Jhon.
“Kamu ingin seperti Saskiya? Sekretaris bagian Human Resaurce itu?”
Beberapa hari lalu memang beredar kabar skandal asmaran sekretaris dengan bosnya yang dialami oleh Saskiya dan Ringgo. Kabar itu merebak saat istri Ringgo datang ke kantor dan melabrak Saskiya. Sehingga Saskiya pun dimutasi beberapa saat ke bagian lain. Walau pada akhirnya mereka tetap menjadi sekretaris dan bos lagi.
Jhon tesenyum. Untuk pertama kali setelah kehilangan Grace, akhirnya Jhon kembali tersenyum. Jhon menerima tawaran Alex untuk membantu mengembangkan perusahaan sahabatnya di sini. Berharap kantor yang baru dimulai itu akan berkembang seperti miliki mereka yang ada di pusat kota Singapura.
“Tidak, Sir. Sumpah, saya tidak seperti itu. Saya tidak pernah berniat menggoda anda, Sir.”
“Oh ya?” mata Jhon menyipit. Rasanya ia tak percaya.
Tina langsung meletakkan cangkir itu asal. Lalu, ia pergi begitu saja dari hadapan pria yang membuatnya selalu gugup.
Jhon yang melihat rona merah di wajah Tina pun tersenyum. Senyum itu terus mengulas diiringi mata yang tertuju pada wanita yang berlari kecil ke arah pintu untuk keluar dari ruangan itu.
“She is funny.” Jhon menggelengkan kepala.
Sejenak ia baru sadar bahwa kini dirinya tengah tersenyum hanya karena melihat tingkah Tina.
****
“Jhon, nanti malam kamu yang datang ke pertemuan itu ya.”
“Aku saja? Kenapa tidak kita berdua?”
Jhon berbincang dengan Alex di ruangan sahabat sekaligus pemilik perusahaan ini. K-Net system corporate adalah kantor cabang yang baru Alex buka di Jakarat. Jhon pun menjadi orang kepercayaan Alex dalam hal birokrasi dan promosi.
“Aku tidak bisa. Malam ini, Aurel baru tiba di Jakarta. Aku harus menjemputnya.”
Jhon pun berpikir.
“Dia orang cukup berpengaruh di kota ini, Jhon. Kita harus memiliki hubungan yang baik dengannya. Paling tidak kamu datang sebagai perwakilan, kita diundang di pestanya malam ini,” ujar Alex.
“Lalu, aku pergi dengan siapa?” tanya Jhon bingung. “Masa’ sendirian.”
Alex tertawa. “Masih belum move on dari Grace?”
Jhon terdiam dan menggeleng.
“Di Jakarta, wanita itu banyak. Di kantor juga. Bahkan sekretarismu cantik.”
“Hei, apa cermin di sana kurang besar?” tanya Jhon kesal. “Kamu sendiri saja belum move on dari mendiang istrimu.”
Alex kembali tertawa. “Itu berbeda.”
“Apa bedanya? Kita sama – sama pria yan tidak mudah jatuh cinta kan?”
“Sudahlah. Pokoknya, nanti malam kamu harus hadir. Terserah mengajak siapa? Kalau tidak ada wanita yang bisa kamu ajak, ajaklah Tina.” Alex kembali memberi saran.
Jhon belum menjawab permintaan saran itu. ia hanya menghempaskan punggungnya pada punggung sofa yang ada di ruangan CEO itu.
“Acaranya di kapal pesiar menuju. Oke! Kamu bisa menikmati liburanmu bersama sekretarismu itu,” sambung Alex lagi.
“Ck. Si*l kau, Lex.” Jhon melemparkan kertas ke arah Alex dan sahabatnya itu pun tertawa.
Dengan terpaksa ia harus jalan bersama Tina nanti malam. kemungkinan mereka pun akan menginap di dalam kapal pesiar yang menuju Pulau karimunjawa bersama para pebisnis lainnya.
Usai berbincang dengan Alex, Jhon kembali menuju ruangannya sendiri. Ia melewati meja Tina dan berhenti sejenak di depannya.
“Tina,” panggil Jhon pelan pada sekretarisnya yang sedang asyik mengetik di depan komputer PC yang tersedia di mejanya.
Tina tidak menjawab panggilan itu, bahkan ia tak menoleh ke arah Jhon yang berdiri di mejanya, mengingat saat ini telinga Tina sedang tersumpal earphone bluetooth.
“Tina.” Jhon kembali memanggil wanita itu dengan suara yang agak keras, tapi Tina masih asyik menggoyangkan kepalanya.
Bukannya menoleh, Tina malah meraih gelas di sampingnya.
Jhon yang kesal pun, sedikit menunduk tepat di depan wajah Tina dengan memanggil nama itu lebih kencang.
“Tinaaaa.”
Fuuuh
Karena terkejut, tiba – tiba air yang masih dalam mulut Tina pun menyembur tepat di wajah Jhon.
“Tinaaaaaaaa.”
Pria itu semakin berteriak, membuat Tina ketakutan setengah mati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
💐Tuti Komalasari💐
ternyata Jhon Duda toh sama seperti kisahnya Alex 🤭
2023-11-25
1
☠ᵏᵋᶜᶟ 𝕸y💞Sarinande⒋ⷨ͢⚤
maaf baru sempat hadir Thor...
2023-08-06
2
Ummi Khai
yaa jelas pergi lah si Tina, Jhon. situ gak ngasih kejelasan & terlanjur janji malah mau nikahin mantan. hati cewe mana yg gak sakit digituin 🙄
mana selama ini cuma dijadiin temen tidur doang 🤦
2023-07-08
3