BAB 8 : TERAPI

Richard menganga, masih terkejut dengan apa yang menimpanya. Dadanya sepenuhnya basah, tetapi ia tidak merasa jijik sama sekali. Memaklumi kondisi sang istri. “Pak, Pak. Tolong berhenti dulu!” pinta Richard pada sopir taksi.

“Di depan ada pom bensin, Tuan! Kita berhenti di sana, ya,” ucap sopir tersebut.

“Ah ya, sekalian cuci mobilnya dulu. Tenang saja, semua biaya saya yang bayar,” balas Richard memijat tengkuk istrinya yang masih berusaha mengeluarkan isi perutnya.

Mobil berhenti di depan toilet umum, Richard memapah istrinya turun, menyeka wajah dan mulutnya wanita itu hingga bersih. Setelah keluar, mendudukkan Velyn di sebuah kursi. “Baju kamu masih bersih, tunggu di sini ya, aku mandi dulu!” pamit Richard mengambil baju ganti yang kebetulan mobilnya masih antre untuk dicuci.

Richard juga membelikan air mineral, membuka segelnya sebelum memberikan pada Velyn, “Ini minumlah.”

Velyn mengangguk, menerima botol tersebut dan segera meneguknya perlahan. Sedangkan Richard segera membersihkan diri.

Tak berapa lama, pria itu sudah kembali dalam keadaan yang bersih dan segar. Ia duduk di sebelah Velyn, menyandarkan kepala wanita itu di bahunya sambil menunggu mobil selesai dicuci.

“Maaf ya, Cad,” gumam Velyn dengan suara lirih.

“Iya, tidak usah dipikirkan. Lagi pula tidak membuatku terluka,” kelakar pria itu terkekeh.

Perjalanan kembali dilanjutkan setelah satu jam mereka menunggu. Tak banyak bicara, Velyn kembali tertidur. Kepalanya berdentum kuat.

...\=\=\=\=000\=\=\=\=\=...

Hari sudah berganti malam, mereka sampai di sebuah villa tempat tinggal Richard dulu bersama kakek penyelamatnya. Villa sederhana satu lantai itu dirawat dan dijaga oleh sepasang suami istri paruh baya yang Richard percaya. Karena pemiliknya sudah meninggal dunia satu tahun yang lalu.

“Paman!” panggil Richard setelah turun dari mobil.

“Loh, Nak Richard? Baru pulang?” ucap Dana—penjaga yang sedang duduk di teras villa. Bukan seperti pelayan pada umumnya, karena sedari awal Paman Dana dan istrinya sudah mengabdi lama di sana, dan mereka sudah seperti keluarga sendiri.

“Iya, hehe. Tolong bantu ambil koper saya ya, Paman. Kami akan tinggal beberapa hari di sini,” sahut Richard membukakan bagasi.

Richard menyelesaikan pembayaran, bahkan memberikan bonus yang cukup banyak untuk sopir taksi itu.

“Cad, kita di mana?” Velyn baru saja turun, saat mendengar orang bercakap-cakap. Mengedarkan pandangan pada tempat yang sangat asing di matanya.

“Lo, ini siapa, Cad? Cantik sekali!” tanya Paman Dana menarik dua koper, menghentikan langkah saat melihat Velyn.

Velyn merapatkan tubuhnya pada Richard, ia tampak ketakutan. Berdiri di belakang tubuh kekar Richard.

“Ini Velyn, istriku, Paman.”

Paman Dana membeliak, “Kau menikah? Kenapa tidak mengundang kami?” sentak pria itu memukul lengan Richard.

“Mendadak, Paman. Yasudah kami istirahat ya,” pamit Richard ketika merasakan ketidaknyamanan pada istrinya.

Richard membawanya masuk ke kamar miliknya dulu. Sederhana, tidak seluas kamar Velyn. Tapi sangat rapi, bersih dan tertata. Bi Conie selalu membersihkannya setiap hari.

“Cad, ini kopernya mau Paman beresin sekalin?” tawar Paman Dana mengetuk pintu.

“Tidak perlu, Paman. Terima kasih. Paman lanjutkan pekerjaan saja,” ujar Richard menghampiri lalu membawa koper tersebut masuk.

“Cad, pinter banget cari istri. Nemu di mana itu?” goda Paman Dana bersuara lirih.

“Di kota tetangga, Paman.” Richard tersenyum, tidak ingin menceritakan awal pertemuan mereka yang terlalu ekstrime. Richard tidak mau ada yang memberi label buruk pada istrinya.

“Ya sudah, selamat istirahat. Besok saya suruh Conie masak yang banyak buat kalian!”

“Terima kasih, Paman,” balas Richard.

Richard kembali sembari menarik koper-kopernya. Merapikan pakaian Velyn terlebih dahulu di sisi lemarinya yang tidak terlalu besar. Ia tidak langsung merapikan miliknya sendiri, karena di sana ada laptop dan beberapa dokumen yang dikirim oleh Delon. Ia tidak ingin Velyn curiga.

“Istirahatlah! Apa mau makan dulu?” tawar Richard mengambil sebuah bantal dan hendak membawanya keluar.

“Kamu mau ke mana?” tanya Velyn.

“Tidur di luar, sama Paman.”

“Bukankah kamu memperkenalkan aku sebagai istrimu? Nanti pasti banyak pertanyaan. Tidur di sini saja,” tutur Velyn menepuk sisi sampingnya.

Richard tercengang, ia sampai mengerjap berulang. Mengingat, selama ini mereka tidak pernah tidur di ranjang yang sama, kecuali saat pertama kali mereka bertemu.

“Eee ... serius enggak apa-apa?” Richard memastikan.

“Iya!” Velyn merebahkan tubuhnya lebih dulu, menarik selimut hingga setengah tubuh.

Richard bergerak kaku, merebahkan tubuhnya di sebelah Velyn. Bahkan ia berada di ujung tepi, menatap langit-langit dan tidak berani bergerak lagi.

“Vel, maaf kamar ini tak sebesar kamarmu. Bahkan sangat sederhana. Ini ... tempat tinggalku dulu,” ujar Richard.

Tidak ada sahutan apa pun, pria itu penasaran, saat menoleh sudah mendapati Velyn sudah terlelap. Richard tersenyum melihat wajah teduh istrinya. Memiringkan tubuh lalu merapatkan selimut. Lama-kelamaan, ia pun tertidur.

...\=\=\=\=0000\=\=\=\=...

Kicauan burung mulai bersahut-sahutan. Dedaunan pun saling bergesekan seiring dengan embusan angin yang menerpa. Cahaya mentari menyelusup jendela kamar hingga menggerakkan kelopak mata dua insan yang kini tengah berpelukan di atas ranjang.

Dua mata itu terbuka, saling melotot dan terkejut karena berada di posisi yang begitu intim. “Richard!” teriak Velyn mendorong lelaki itu.

Richard sendiri segera beranjak dan menjauhkan tubuhnya. “Ah, maaf! Aku ... aku tidak sengaja,” ucapnya tidak berani menoleh.

Buru-buru beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. 'Dia lupa, dia sendiri yang minta aku tidur di sana. Orang tidur mana sadar sih!' gerutunya dalam hati.

Sedangkan Velyn memilih untuk turun, membuka jendela kamar yang sepenuhnya kaca itu.

Udara segar dan sejuk langsung menerpa, rambut panjangnya yang terurai melambai-lambai. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya. Cukup menenangkan. Apalagi pemandangan di depannya sangat bagus. Pepohonan rindang, ada pegunungan dan sawah juga yang semakin memanjakan mata. Suasana yang belum pernah ia temukan selama ini.

Tetapi, sejak kejadian itu, Richard memilih tidur di lantai beralaskan selimut. Karena Velyn terlihat marah. Tujuannya ke sini untuk membantu menyembuhkan, bukan menambah beban. Karena itulah, Richard mengalah.

...\=\=\=\=\=000\=\=\=\=\=...

Selama seminggu mereka tinggal di Villa. Richard merawat Velyn dengan baik, rutin memijat terapi dan menyiapkan berbagai makanan bergizi dengan bantuan Bi Conie. Kondisi Velyn pun sudah semakin membaik, walaupun tanpa obat-obatan medis.

Richard juga mengajaknya keliling di sekitar Villa, ada danau dan pemandian air panas di sana. Velyn sangat menyukainya, menyatu dengan alam, melepas penat dan beban di pikirannya, membuat wanita itu terlihat rileks.

“Vel,” panggil Richard. Meski sudah tenang selama tinggal bersama di Villa, Velyn jarang berbicara. Hanya penting-penting saja. Tidak seperti saat sakit, yang justru terdengar manja dan banyak bicara.

Malam itu, hujan turun dengan lebatnya. Disertai guntur yang mulai bersahutan. Hawa dingin itu, sama dinginnya dengan sikap Velyn.

“Hem?” sahutnya tanpa menoleh.

“Apa sampai sekarang kamu masih membenciku?”

“Ya! Gara-gara kamu, pernikahanku dengan Gerald gagal. Kamu mengacaukan semua impianku. Andai saja malam itu kamu tidak merenggut mahkotaku, aku pasti sudah bahagia bersama Gerald sekarang.”

Richard menghela napas panjang. Duduk di lantai, bersandar pada ranjang. Satu lututnya menopang lengan kanannya. Pandangannya menerawang jauh. “Tapi, aku sendiri tidak tahu kenapa itu bisa terjadi.”

“Bullshitt! Kamu pasti memanfaatkan situasi 'kan? Melihat aku tak berdaya langsung diterkam aja!” cebik Velyn merebahkan tubuhnya. Memejamkan mata dengan paksa. Kesal karena mengingat kejadian itu.

"Memangnya malam itu kamu datang sama siapa aja? Kenapa bisa sendirian di sana?” cecar Richard penasaran.

“Ya sama sahabat-sahabat aku lah. Sonia, Wirda, Nikita! Aku ‘kan lagi ngerayain bridal shower! Iiih pokoknya kamu ngeselin, Cad!” pekik wanita itu menimpuk Richard dengan bantal, menaikkan selimut hingga menutup seluruh tubuhnya.

Richard menoleh, ada yang janggal dari keterangan Velyn. Ia berpikir selama beberapa saat, lalu beralih menyentuh pekerjaannya. Tapi, malam itu Richard tidak fokus. Ia penasaran apa yang terjadi dengannya malam itu. Banyaknya masalah yang ia hadapi membuatnya lupa, kalau harus menyelidiki hal itu.

...\=\=\=\=000\=\=\=\=...

Pagi-pagi sekali, ponsel Velyn berdering hingga mampu membangunkannya dari tidur lelap. Matanya menyipit saat melihat sang pemanggil adalah Stevy—sekretarisnya.

Buru-buru Velyn beranjak duduk dan mengangkatnya, “Halo, Stev!” sapanya dengan gugup dan dada yang berdentum hebat. Sudah seminggu melupakan pekerjaannya.

“Nona, maaf mengganggu. Tapi ada kabar baik. Dirgantara Corp telah memberikan suntikan dana yang sangat besar untuk perusahaan kita. Dan yang lebih fantatis lagi, banyak perusahaan luar negeri yang berminat untuk bekerja sama dengan kita. Mereka bilang, atas rekomendasi dari Dirgantara Corp , Nona!” lapor Stevy bersemangat.

Velyn tercengang, ia masih menyerap apa yang diucapkan sekretarisnya. Rasanya masih tidak percaya. “Coba ulangi sekali lagi,” ucap Velyn memasang telinganya baik-baik.

Pendengarannya tidak salah, Stevy mengucapkan kalimat yang sama. Velyn tersenyum begitu lebar, “Aku akan segera kembali!” ucap Velyn mematikan telepon.

“Aaaaaa! Akhirnya! Terima kasih, Tuhan!” jerit Velyn menggigit selimut yang membalut tubuhnya, untuk melampiaskan kebahagiaan. “Richard! Ayo pulang sekarang!” teriaknya mengikat rambut dan buru-buru turun dari ranjang.

Bersambung~

Terpopuler

Comments

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

velyn bangga dapat suntikan dana dari dirgantara tak tau itu atas usul Richard

2025-01-08

0

Firman Firman

Firman Firman

lnjut

2024-12-14

0

Anonymous

Anonymous

ini terlalu

2024-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : MENANTU TERHINA
2 BAB 2 : PIJAT TRADISIONAL
3 BAB 3 : BERTEMU KAKEK
4 BAB 4 : KRISIS PERUSAHAAN NARENDRA
5 BAB 5 : TEKANAN VELYN
6 BAB 6 : VELYN PINGSAN
7 BAB 7 : RENCANA RICHARD
8 BAB 8 : TERAPI
9 BAB 9 : CCTV
10 BAB 10 : MEMBERI PELAJARAN
11 BAB 11 : SALAH PRADUGA
12 BAB 12 : PERANG DINGIN
13 BAB 13 : KEJUTAN BESAR
14 BAB 14 : HADIAH SPESIAL DARI RICHARD
15 BAB 15 : MEMINTA MAAF
16 BAB 16 : PELECEHAN
17 BAB 17 : DI MANA RICHARD?
18 BAB 18 : BAGAIMANA CIRI-CIRI HAMIL?
19 BAB 19 : NAFKAH
20 BAB 20 : TERKEJUT!
21 BAB 21 : BLACKLIST!
22 BAB 22 : MENGEJAR RICHARD
23 BAB 23 : MAAF
24 BAB 24 : TO THE POINT
25 BAB 25 : MENERKA-NERKA
26 BAB 26 : MERASA ASING
27 BAB 27 : TERJAWAB
28 BAB 28 : MENGUNJUNGI RICHARD
29 BAB 29 : CANGGUNG
30 BAB 30 : CERAI?
31 BAB 31 : MULAI DARI AWAL
32 BAB 32 : SEKALIAN BELAJAR
33 BAB 33 : SISI LAIN RICHARD
34 BAB 34 : KITA HADAPI BERSAMA
35 BAB 35 : TIDAK MENGINGINKANNYA LAGI?
36 BAB 36 : SUAMIABLE
37 BAB 37 : CURIGA
38 BAB 38 : PEMBELAAN
39 BAB 39 : SITU WARAS?
40 BAB 40 : KETERLALUAN
41 BAB 41 : EFEK ANESTESI
42 BAB 42 : DI LUAR EKSPEKTASI
43 BAB 43 : RASA BERSALAH
44 BAB 44 : MENDADAK LEMOT
45 BAB 45 : VIRAL
46 BAB 46 : BERTINDAK CEPAT
47 BAB 47 : MENCARI SOLUSI
48 BAB 48 : FEELING
49 BAB 49 : MELABRAK
50 BAB 50 : BERBALIK
51 BAB 51 : HUKUMAN UNTUK DALANG!
52 BAB 52 : DEMI KITA
53 BAB 53 : BACKINGAN?
54 BAB 54 : UNDANGAN SPECIAL
55 BAB 55 : CINDERELLA VERSI PRIA
56 BAB 56 : CEMBURU TANDA CINTA
57 BAB 57 : TIDAK TAHU DIRI
58 BAB 58 : JILAT LUDAH
59 BAB 59 : BERBALIK
60 BAB 60 : PINDAH
61 BAB 61 : TIDAK INGIN BEREKSPEKTASI
62 BAB 62 : ANTEK-ANTEK
63 BAB 63 : HARAP-HARAP CEMAS
64 BAB 64 : KABAR BAIK
65 BAB 65 : BERTANYA-TANYA
66 BAB 66 : JANJI RICHARD
67 BAB 67 : INTEROGASI
68 BAB 68 : PENJELASAN
69 BAB 69 : KURANG AJAR!
70 BAB 70 : GAWAT!
71 BAB 71 : KESALAHPAHAMAN
72 BAB 72 : KOMPOR
73 BAB 73 : CERAIKAN!
74 BAB 74 : BACKGROUND BURUK
75 BAB 75 : PENASARAN
76 BAB 76 : TETAP JADI RAHASIA
77 BAB 77 : PELAJARAN UNTUK DEBORA
78 BAB 78 : MUTASI
79 BAB 79 : TIDAK MAIN-MAIN
80 BAB 80 : PINDAH DIVISI
81 BAB 81 : PANIK
82 BAB 82 : HARUSNYA BAHAGIA
83 BAB 83 : BUKAN AKU, TAPI KAMU
84 BAB 84 : BUMIL MAHA BENAR
85 BAB 85 : ABSURD
86 BAB 86 : SEPERTI DUA KEPRIBADIAN
87 BAB 87 : TERSADAR
88 BAB 88 : SANDERA
89 BAB 89 : BERBALIK
90 BAB 90 : TAK BERJEJAK
91 BAB 91 KANDANG MACAN
92 BAB 92 : TEMPAT PERSEMBUNYIAN
93 BAB 93 : TEKA-TEKI MENYERAMKAN
94 BAB 94 : AKHIRNYA....
95 BAB 95 : SAKIT JIWA
96 BAB 96 : NEGATIVE THINKING
97 BAB 97 : LICIK
98 BAB 98 : DEAL
99 BAB 99 : TIDAK PERCAYA
100 BAB 100 : TEKA TEKI
101 BAB 101 : KEKESALAN RICHAD
102 BAB 102 : MEMINTA BANTUAN
103 BAB 103 : STRATEGI
104 BAB 104 : CRAZY RICH
105 BAB 105 : AMBIL HATINYA, SETIR ORANGNYA
106 BAB 106 : PERTIKAIAN
107 BAB 107 : MATA-MATA
108 BAB 108 : KEMARAHAN VELYN YANG UNIK!
109 BAB 109 : TIDAK ADA MAAF
110 BAB 110 : SEBELUM MENYESAL
111 BAB 111 : HAL PENTING?
112 BAB 112 : KEMBALINYA QUEEN NARENDRA
113 BAB 113 : KEMBALINYA QUEEN NARENDRA (2)
114 BAB 114 : ANAK EMAS
115 BAB 115 : PENGALIHAN KEKUASAAN
116 BAB 116 : STRATEGI DUO MAUT
117 BAB 117 : ANAK SIAPA?
118 BAB 118 : TEST DNA
119 BAB 119 : DENDA ATAU PENJARA?
120 BAB 120 : PEKERJA KERAS
121 BAB 121 : TIBA-TIBA BERUBAH
122 BAB 122 : TETAP TENANG
123 BAB 123 : PANTI ASUHAN
124 BAB 124 : MAUKU, KAU MENDERITA!
125 BAB 125 : CURIGA
126 BAB 126 : DICINTAI SECARA UGAL-UGALAN
127 BAB 127 : TAMU MENYEBALKAN
128 BAB 128 : NEGATIF
129 BAB 129 : DIKERJAIN BUMIL
130 BAB 130 : NEGOSIASI
131 BAB 131 : SEDIKIT INFORMASI
132 BAB 132 : SALJU PERTAMA
133 BAB 133 : PENELUSURAN ASSET
134 BAB 134 : PSIKOPAT
135 BAB 135 : KEMARAHAN RICHAD
136 BAB 136 : SALAH SASARAN
137 BAB 137 : TAMPARAN UNTUK SABRINA
138 BAB 138 : SUDAH SAATNYA
139 BAB 139 : SOLIDARITAS WARGA DESA
140 BAB 140 : TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
141 BAB 141 : SIAP-SIAP
142 BAB 142 : HASIL PENELUSURAN
143 BAB 143 : TRAUMA MENDALAM
144 BAB 144 : TERTUKAR
145 BAB 145 : TERBONGKAR
146 BAB 146 : DEDIKASI TERAKHIR
147 BAB 147 : BAYAR KESAKITAN VELYN
148 BAB 148 : KEPERGOK DEBORA!
149 BAB 149 : KEDATANGAN KAKEK
150 BAB 150 : DOUBLE D
151 BAB 151 : AKU MENCINTAIMU
152 BAB 152 : SYOK!
153 BAB 153 : TOLONG, SELAMATKAN ISTRIKU!
154 BAB 154 : OPERASI
155 BAB 155 : HISTEREKTOMI
156 BAB 156 : AUNTY CRAZY RICH
157 BAB 157 : INI CINTA SEGI BERAPA?
158 BAB 158 : KILAS BALIK HANCURNYA KELUARGA MULLER
159 BAB 159 : JANGAN PERGI, KAK!
160 BAB 160 : CARI MUKA
161 BAB 161 : SURAT PENGUNDURAN DIRI
162 BAB 162 : TANTRUM BERJAMAAH
163 BAB 163 : ISTIMEWA
164 BAB 164 : KELUAR DENGAN BUTA, BISU DAN TULI
165 BAB 165 : KITA BERBEDA
166 BAB 166 : WELCOME, BABY MICHELLE!
167 BAB 167 : IKATAN BATIN
168 BAB 168 : KELUAR SENDIRI ATAU KUTENDANG!
169 BAB 169 : DARI NOL KEMBALI KE-NOL
170 BAB 170 : DOSIS TINGGI
171 BAB 171 : ADA BAIKNYA
172 BAB 172 : TAKUT KEHILANGAN
173 BAB 173 : ANGGAP KITA BARU MENIKAH
174 BAB 174 : MASIH ADA WAKTU
175 BAB 175 : AHLI WARIS DIRGANTARA CORP
176 BAB 176 : MELAHIRKAN SAINGAN SENDIRI
177 BAB 177 : KENYATAAN
178 BAB 178 : PAWANG JOE
179 BAB 179 : PRADUGA
180 BAB 180 : PENGGANGGU!
181 BAB 181 : POSISI YANG SULIT
182 BAB 182 : TANPA BASA BASI
183 BAB 183 : SAYANG DAN BENCI DALAM BALUTAN DUKA
184 BAB 184 : PENGHORMATAN TERAKHIR
185 BAB 185 : HOAKS
186 BAB 186 : THE POWER OF OVERTHINKING
187 BAB 187 : TERBALIK
188 BAB 188 : KEBIJAKAN VELYN
189 BAB 189 : KLARIFIKASI
190 BAB 190 : PLOT TWIST
191 BAB 191 : PENCARIAN DEBORA
192 BAB 192 : TANGGUNG JAWAB, DELON!
193 BAB 193 : PIJATAN MAUT
194 BAB 194 : GANTI RUGI
195 BAB 195 : GUGUP
196 BAB 196 : RESTU
197 BAB 197 : LIKE FATHER LIKE A DAUGHTER
198 BAB 198 : PUPUS
199 BAB 199 : WILL YOU MARRY ME?
200 BAB 200 : PERUNDUNGAN
201 BAB 201 : JAMUAN KELUARGA
202 BAB 202 : HANYA IMAJINASI
203 BAB 203 : KESALAHPAHAMAN
204 BAB 204 : SALAH SASARAN
205 BAB 205 : POOR JOE
206 BAB 206 : PREPARE
207 BAB 207 : KEJUTAN
208 BAB 208 : BOMBASTIS
209 BAB 209 : TERKEJUT BERTUBI-TUBI
210 BAB 210 : PENGORBANAN
211 BAB 211 : AHLI WARIS SATU-SATUNYA
212 BAB 212 : SAH
213 BAB 213 : GAGAL
214 BAB 214 : PENGAKUAN RICHAD
215 BAB 215 : KETURUNAN LAKI-LAKI
216 BAB 216 : CEMBURU
217 BAB 217 : BERANI BERBUAT, HARUS BERTANGGUNGJAWAB
218 BAB 218 : SAINGAN
219 BAB 219 : 10 MENIT
220 BAB 220 : PENGANTIN PENGGANTI
221 BAB 221 : PENAWARAN EMAS
222 BAB 222 : KETAHUAN
223 BAB 223 : HILANG JEJAK
224 BAB 224 : GARA-GARA GENGSI
225 BAB 225 : PIKIRAN KOTOR
226 BAB 226 : SADAR!
227 BAB 227 : RAHASIA BESAR
228 BAB 228 : DIKUNCI
229 BAB 229 : ANAK PAPA
230 BAB 230 : DEAL!
231 BAB 231 : TEGANG
232 BAB 232 : YOU'RE MINE
233 BAB 233 : MASUK KANDANG BUAYA
234 BAB 234 : LDR
235 BAB 235 : RAGU
Episodes

Updated 235 Episodes

1
BAB 1 : MENANTU TERHINA
2
BAB 2 : PIJAT TRADISIONAL
3
BAB 3 : BERTEMU KAKEK
4
BAB 4 : KRISIS PERUSAHAAN NARENDRA
5
BAB 5 : TEKANAN VELYN
6
BAB 6 : VELYN PINGSAN
7
BAB 7 : RENCANA RICHARD
8
BAB 8 : TERAPI
9
BAB 9 : CCTV
10
BAB 10 : MEMBERI PELAJARAN
11
BAB 11 : SALAH PRADUGA
12
BAB 12 : PERANG DINGIN
13
BAB 13 : KEJUTAN BESAR
14
BAB 14 : HADIAH SPESIAL DARI RICHARD
15
BAB 15 : MEMINTA MAAF
16
BAB 16 : PELECEHAN
17
BAB 17 : DI MANA RICHARD?
18
BAB 18 : BAGAIMANA CIRI-CIRI HAMIL?
19
BAB 19 : NAFKAH
20
BAB 20 : TERKEJUT!
21
BAB 21 : BLACKLIST!
22
BAB 22 : MENGEJAR RICHARD
23
BAB 23 : MAAF
24
BAB 24 : TO THE POINT
25
BAB 25 : MENERKA-NERKA
26
BAB 26 : MERASA ASING
27
BAB 27 : TERJAWAB
28
BAB 28 : MENGUNJUNGI RICHARD
29
BAB 29 : CANGGUNG
30
BAB 30 : CERAI?
31
BAB 31 : MULAI DARI AWAL
32
BAB 32 : SEKALIAN BELAJAR
33
BAB 33 : SISI LAIN RICHARD
34
BAB 34 : KITA HADAPI BERSAMA
35
BAB 35 : TIDAK MENGINGINKANNYA LAGI?
36
BAB 36 : SUAMIABLE
37
BAB 37 : CURIGA
38
BAB 38 : PEMBELAAN
39
BAB 39 : SITU WARAS?
40
BAB 40 : KETERLALUAN
41
BAB 41 : EFEK ANESTESI
42
BAB 42 : DI LUAR EKSPEKTASI
43
BAB 43 : RASA BERSALAH
44
BAB 44 : MENDADAK LEMOT
45
BAB 45 : VIRAL
46
BAB 46 : BERTINDAK CEPAT
47
BAB 47 : MENCARI SOLUSI
48
BAB 48 : FEELING
49
BAB 49 : MELABRAK
50
BAB 50 : BERBALIK
51
BAB 51 : HUKUMAN UNTUK DALANG!
52
BAB 52 : DEMI KITA
53
BAB 53 : BACKINGAN?
54
BAB 54 : UNDANGAN SPECIAL
55
BAB 55 : CINDERELLA VERSI PRIA
56
BAB 56 : CEMBURU TANDA CINTA
57
BAB 57 : TIDAK TAHU DIRI
58
BAB 58 : JILAT LUDAH
59
BAB 59 : BERBALIK
60
BAB 60 : PINDAH
61
BAB 61 : TIDAK INGIN BEREKSPEKTASI
62
BAB 62 : ANTEK-ANTEK
63
BAB 63 : HARAP-HARAP CEMAS
64
BAB 64 : KABAR BAIK
65
BAB 65 : BERTANYA-TANYA
66
BAB 66 : JANJI RICHARD
67
BAB 67 : INTEROGASI
68
BAB 68 : PENJELASAN
69
BAB 69 : KURANG AJAR!
70
BAB 70 : GAWAT!
71
BAB 71 : KESALAHPAHAMAN
72
BAB 72 : KOMPOR
73
BAB 73 : CERAIKAN!
74
BAB 74 : BACKGROUND BURUK
75
BAB 75 : PENASARAN
76
BAB 76 : TETAP JADI RAHASIA
77
BAB 77 : PELAJARAN UNTUK DEBORA
78
BAB 78 : MUTASI
79
BAB 79 : TIDAK MAIN-MAIN
80
BAB 80 : PINDAH DIVISI
81
BAB 81 : PANIK
82
BAB 82 : HARUSNYA BAHAGIA
83
BAB 83 : BUKAN AKU, TAPI KAMU
84
BAB 84 : BUMIL MAHA BENAR
85
BAB 85 : ABSURD
86
BAB 86 : SEPERTI DUA KEPRIBADIAN
87
BAB 87 : TERSADAR
88
BAB 88 : SANDERA
89
BAB 89 : BERBALIK
90
BAB 90 : TAK BERJEJAK
91
BAB 91 KANDANG MACAN
92
BAB 92 : TEMPAT PERSEMBUNYIAN
93
BAB 93 : TEKA-TEKI MENYERAMKAN
94
BAB 94 : AKHIRNYA....
95
BAB 95 : SAKIT JIWA
96
BAB 96 : NEGATIVE THINKING
97
BAB 97 : LICIK
98
BAB 98 : DEAL
99
BAB 99 : TIDAK PERCAYA
100
BAB 100 : TEKA TEKI
101
BAB 101 : KEKESALAN RICHAD
102
BAB 102 : MEMINTA BANTUAN
103
BAB 103 : STRATEGI
104
BAB 104 : CRAZY RICH
105
BAB 105 : AMBIL HATINYA, SETIR ORANGNYA
106
BAB 106 : PERTIKAIAN
107
BAB 107 : MATA-MATA
108
BAB 108 : KEMARAHAN VELYN YANG UNIK!
109
BAB 109 : TIDAK ADA MAAF
110
BAB 110 : SEBELUM MENYESAL
111
BAB 111 : HAL PENTING?
112
BAB 112 : KEMBALINYA QUEEN NARENDRA
113
BAB 113 : KEMBALINYA QUEEN NARENDRA (2)
114
BAB 114 : ANAK EMAS
115
BAB 115 : PENGALIHAN KEKUASAAN
116
BAB 116 : STRATEGI DUO MAUT
117
BAB 117 : ANAK SIAPA?
118
BAB 118 : TEST DNA
119
BAB 119 : DENDA ATAU PENJARA?
120
BAB 120 : PEKERJA KERAS
121
BAB 121 : TIBA-TIBA BERUBAH
122
BAB 122 : TETAP TENANG
123
BAB 123 : PANTI ASUHAN
124
BAB 124 : MAUKU, KAU MENDERITA!
125
BAB 125 : CURIGA
126
BAB 126 : DICINTAI SECARA UGAL-UGALAN
127
BAB 127 : TAMU MENYEBALKAN
128
BAB 128 : NEGATIF
129
BAB 129 : DIKERJAIN BUMIL
130
BAB 130 : NEGOSIASI
131
BAB 131 : SEDIKIT INFORMASI
132
BAB 132 : SALJU PERTAMA
133
BAB 133 : PENELUSURAN ASSET
134
BAB 134 : PSIKOPAT
135
BAB 135 : KEMARAHAN RICHAD
136
BAB 136 : SALAH SASARAN
137
BAB 137 : TAMPARAN UNTUK SABRINA
138
BAB 138 : SUDAH SAATNYA
139
BAB 139 : SOLIDARITAS WARGA DESA
140
BAB 140 : TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
141
BAB 141 : SIAP-SIAP
142
BAB 142 : HASIL PENELUSURAN
143
BAB 143 : TRAUMA MENDALAM
144
BAB 144 : TERTUKAR
145
BAB 145 : TERBONGKAR
146
BAB 146 : DEDIKASI TERAKHIR
147
BAB 147 : BAYAR KESAKITAN VELYN
148
BAB 148 : KEPERGOK DEBORA!
149
BAB 149 : KEDATANGAN KAKEK
150
BAB 150 : DOUBLE D
151
BAB 151 : AKU MENCINTAIMU
152
BAB 152 : SYOK!
153
BAB 153 : TOLONG, SELAMATKAN ISTRIKU!
154
BAB 154 : OPERASI
155
BAB 155 : HISTEREKTOMI
156
BAB 156 : AUNTY CRAZY RICH
157
BAB 157 : INI CINTA SEGI BERAPA?
158
BAB 158 : KILAS BALIK HANCURNYA KELUARGA MULLER
159
BAB 159 : JANGAN PERGI, KAK!
160
BAB 160 : CARI MUKA
161
BAB 161 : SURAT PENGUNDURAN DIRI
162
BAB 162 : TANTRUM BERJAMAAH
163
BAB 163 : ISTIMEWA
164
BAB 164 : KELUAR DENGAN BUTA, BISU DAN TULI
165
BAB 165 : KITA BERBEDA
166
BAB 166 : WELCOME, BABY MICHELLE!
167
BAB 167 : IKATAN BATIN
168
BAB 168 : KELUAR SENDIRI ATAU KUTENDANG!
169
BAB 169 : DARI NOL KEMBALI KE-NOL
170
BAB 170 : DOSIS TINGGI
171
BAB 171 : ADA BAIKNYA
172
BAB 172 : TAKUT KEHILANGAN
173
BAB 173 : ANGGAP KITA BARU MENIKAH
174
BAB 174 : MASIH ADA WAKTU
175
BAB 175 : AHLI WARIS DIRGANTARA CORP
176
BAB 176 : MELAHIRKAN SAINGAN SENDIRI
177
BAB 177 : KENYATAAN
178
BAB 178 : PAWANG JOE
179
BAB 179 : PRADUGA
180
BAB 180 : PENGGANGGU!
181
BAB 181 : POSISI YANG SULIT
182
BAB 182 : TANPA BASA BASI
183
BAB 183 : SAYANG DAN BENCI DALAM BALUTAN DUKA
184
BAB 184 : PENGHORMATAN TERAKHIR
185
BAB 185 : HOAKS
186
BAB 186 : THE POWER OF OVERTHINKING
187
BAB 187 : TERBALIK
188
BAB 188 : KEBIJAKAN VELYN
189
BAB 189 : KLARIFIKASI
190
BAB 190 : PLOT TWIST
191
BAB 191 : PENCARIAN DEBORA
192
BAB 192 : TANGGUNG JAWAB, DELON!
193
BAB 193 : PIJATAN MAUT
194
BAB 194 : GANTI RUGI
195
BAB 195 : GUGUP
196
BAB 196 : RESTU
197
BAB 197 : LIKE FATHER LIKE A DAUGHTER
198
BAB 198 : PUPUS
199
BAB 199 : WILL YOU MARRY ME?
200
BAB 200 : PERUNDUNGAN
201
BAB 201 : JAMUAN KELUARGA
202
BAB 202 : HANYA IMAJINASI
203
BAB 203 : KESALAHPAHAMAN
204
BAB 204 : SALAH SASARAN
205
BAB 205 : POOR JOE
206
BAB 206 : PREPARE
207
BAB 207 : KEJUTAN
208
BAB 208 : BOMBASTIS
209
BAB 209 : TERKEJUT BERTUBI-TUBI
210
BAB 210 : PENGORBANAN
211
BAB 211 : AHLI WARIS SATU-SATUNYA
212
BAB 212 : SAH
213
BAB 213 : GAGAL
214
BAB 214 : PENGAKUAN RICHAD
215
BAB 215 : KETURUNAN LAKI-LAKI
216
BAB 216 : CEMBURU
217
BAB 217 : BERANI BERBUAT, HARUS BERTANGGUNGJAWAB
218
BAB 218 : SAINGAN
219
BAB 219 : 10 MENIT
220
BAB 220 : PENGANTIN PENGGANTI
221
BAB 221 : PENAWARAN EMAS
222
BAB 222 : KETAHUAN
223
BAB 223 : HILANG JEJAK
224
BAB 224 : GARA-GARA GENGSI
225
BAB 225 : PIKIRAN KOTOR
226
BAB 226 : SADAR!
227
BAB 227 : RAHASIA BESAR
228
BAB 228 : DIKUNCI
229
BAB 229 : ANAK PAPA
230
BAB 230 : DEAL!
231
BAB 231 : TEGANG
232
BAB 232 : YOU'RE MINE
233
BAB 233 : MASUK KANDANG BUAYA
234
BAB 234 : LDR
235
BAB 235 : RAGU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!