Bab. 20
Meena masih menunggu jawaban dari Charles. Namun, pria itu justru sibuk dengan kemudinya. Di mana Meena tentu saja tidak akan mengganggunya.
Akan tetapi, ia tidak bisa diam begitu saja. Kali ini dirinya yang diincar. Tidak mungkin ia akan melibatkan orang lain dalam permasalahan yang Meena sendiri tidak tahu akarnya seperti apa.
"Tolong jangan melamun, Nona. Pegangan yang kuat, karena saya akan menambah kecepatan," ujar Charles mengingatkan Meena agar tidak lengah dalam posisinya saat ini.
Meena terhentak kaget ketika bagian belakang mobil sedikit menyentuh ban depan motor yang sedang mengejarnya saat ini. Bahkan pria itu seolah tidak akan melepas dirinya barang sedetik pun.
"Kita mau ke mana? Ini sudah sangat jauh dari tempat tinggalku, kan? Besok pagi-pagi sekali aku ada pemotretan," ucap Meena dengan raut yang sangat panik.
Charles tampak dengan sangat hati-hati dan perhitungan yang cepat. Meskipun mendapat pertanyaan dari wanita yang ada di belakangnya, namun Charles tetap berusaha untuk fokus.
Brak!
Mobil bagian belakang pun sengaja ditabrak dengan sangat keras oleh pengendara motor tersebut. Membuat Meena yang baru mengalami hal ini, menjerit ketakutan. Bahkan wanita itu sampai menutup wajahnya dengan satu tangan, sedangkan tangannya yang lain berpegangan pada kursi kemudi yang ada di depannya. Tubuhnya gemetar takut. Takut kalau hidupnya sampai di sini dan akan meninggaal dengan cara yang begitu mengenaskan.
"Charles, bisa lebih cepat sedikit? Orang gila itu benar-benar ingin membunuhkuu!" teriak Meena dengan nada ketakutan.
Tanpa diminta orang terdekat majikannya, Charles pun menambah kecepatannya. Sebelum orang itu mendekat ke arah mobil yang mereka tumpangi saat ini, Charles menekan tombol di sisi kanan tangannya dan keluarlah seperti sebuah tembakan dari belakang mobil. Membuat Meena semakin takut dan menutup telinganya.
"Nona tenang saja. Itu sebuah tembakan khusus. Kalaupun mengenai manusia, dia tidak akan terluka parah. Berbeda jika yang terkena ras lain," jelas Charles ketika mendapati tatapan terkejut dari Meena.
Tidak ingin membuang kesempatan lagi setelah berhasil membuat orang yang mengejar mobil mereka tadi terjatuh, Charles segera mengemudikan mobilnya menuju titik lokasi yang sudah diberitahukan kepadanya tadi. Tentu saja untuk menurunkan Meena di sana. Karena tempat itu lah yang sangat aman untuk saat ini.
"Di dalam sana sudah ada yang menunggu anda, Nona. Tenang saja, beliau tidak akan menyakiti anda. Percaya saja sama saya," ucap Charles setelah mobil yang dia kendarai itu berhenti di sebuah bangunan yang berbentuk seperti kastil kerajaan.
Meena sempat takjub, namun di detik berikutnya dia baru tersadar dan baru tahu, jika di kota yang dia tinggali selama ini ada bangunan yang begitu megah.
Jika biasanya ia melihat banyak gedung yang menjulang tinggi, namun sekarang di sekitarnya banyak bangunan kastil yang lebih megah dan menakjubkan. Menyempatkan diri mengagumi bangunan tersebut, sedikit melupakan kekhawatiran dan juga ketakutan yang baru saja Meena alami.
"Aku nggak berani masuk sendiri. Bangunan ini terlalu besar dan luas," ungkap Meena.
Tidak ada yang ia kenali. Tentu saja Meena lebih bersikap waspada. Walaupun sebenarnya dengan Charles sendiri dia juga tidak yakin. Namun, paling tidak pria itu sudah melindungi dirinya dari orang gila yang tiba-tiba saja menargetkan dirinya dan mengejar hingga sampai seperti tadi. Sungguh mengerikan.
Charles tampak berpikir terlebih dulu. Lalu menghubungi seseorang dari earphone yang sedari tadi sudah menempel di telinganya.
"Baiklah, kalau begitu mari saya antar, Nona," ucap Charles setelah mendapat jawaban dari orang yang dia hubungi tadi.
Dengan langkah ragu, Meena mengikuti Charles di belakang pria itu. Jika dilihat dengan seksama, atmosfer udara yang berada di sini jauh sangat berbeda. Ada perasaan aneh Meena rasakan. Terlebih lagi gaya bangunan seperti yang ada di buku dongeng yang pernah Meena baca dulu sewaktu kecil.
Semakin masuk ke dalam, Meena semakin merasakan perbedaan tersebut dari tempat tinggalnya selama ini. Hingga hal itu tidak bisa Meena tahan untuk tidak menanyakan sesuatu kepada pria yang tengah menuntun jalan untuknya.
"Apa kita berada di dunia lain, Charles?" tanya Meena dengan nada yang penuh kehatian. Takut-takut kalau sampai keamanan dirinya yang menjadi taruhan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments