Ch. 17

Bab. 17

Dengan gerakan cepat dan antisipasi, Tama mendorong wajah Meena sebelum wanita itu melakukan sesuatu hal yang lebih ekstrim dari sebelumnya.

"Jangan dekat-dekat. Saya sedang mengemudikan mobil," ujar Tama mengingatkan Meena.

Sementara Meena tersenyum. "Lagian, kenapa takut banget sama aku sih, Pak Presdir. Orang yang seharusnya takut di sini kan aku. Bukan Presdir," balas Meena yang berbicara begitu asal menurut Tama.

Tama memilih diam dan tidak menanggapinya lagi. Karena akan sangat panjang nanti urusannya. Pria itu memilih fokus dengan kemudinya dan menambah kecepatan lajunya.

Tidak berselang lama, mobil yang Tama kemudikan pun sampai di depan bangunan apartemen Meena. Pria itu mematikan mesin mobil, tanpa membuka pintunya. Menatap ke arah wanita yang duduk di sampingnya.

"Tunggu apa lagi?" tanya Tama ketika Meena tidak segera bergegas untuk turun. Melainkan wanita itu justru menatap ke arahnya dengan tatapan yang penuh arti.

Sementara Meena dengan santai dan terus menatap Tama secara terang-terangan. Bahkan wanita itu sampai menopang dagu dengan tangannya.

"Tunggu sebentar saja, Pak Presdir. Aku mau memastikan sesuatu," balas Meena yang mampu membuat Tama menghela napas dengan sangat kasar.

"Keluar sekarang atau saya pecat!" sentak Tama yang terdengar begitu menggelegar di dalam mobil. Membuat Meena sedikit tersentak takut. Raut pria itu juga berubah menjadi menyeramkan.

Meena menarik diri dan membenarkan duduknya. Melihat Tama yang seperti itu, sedikit menyakiti perasaannya. Di tambah lagi sebelum ini tidak ada seorang laki-laki yang membentak dirinya. Pun begitu di lokasi syuting.

Wanita itu terdiam dan tidak lagi mengeluarkan suaranya. Tidak seperti sebelumnya yang banyak bicara sedari masuk ke dalam mobil.

Meena menoleh ke belakang, mengambil beberapa barangnya yang terletak di atas kursi belakang. Kemudian Meena membuka pintu dan keluar begitu saja tanpa mengucap satu patah kata pun.

Meena terus berjalan masuk ke dalam bangunan apartemennya tanpa menoleh ke belakang. Untuk kali pertamanya dirinya di bentak. Entah, apa memang dirinya yang sudah bersikap keterlaluan, atau memang pria itu yang sebenarnya pemarah. Sama seperti apa yang di gosipkan selama ini.

"Padahal aku cuma pingin lebih kenal sama dia aja. Nggak perlu sampai bentak dan ngancam kayak gitu, kan? Kalau emang nggak suka dengan kehadiran orang lain, lalu kenapa dia nolongin aku? Harusnya kan biarkan saja aku kesakitan malam itu. Terus semalam juga. Apa coba niatnya datang ke sini. Nggak jelas banget jadi orang," gumam Meena sembari menuju ke lift dan naik ke lantai lima. Di mana kamar apartemennya berada.

Tanpa terasa buliran bening pun mengalir dari sudut mata Meena. Dengan segera wanita itu menyekanya. Beruntung, tadi Meena sempatkan untuk memakai masker sebelum keluar dari mobil Tama. Sehingga tidak ada yang sadar kalau itu dirinya. Meskipun di apartemen ini privasi sangat diutamakan serta keamanannya.

Sedangkan Tama sendiri tidak beranjak dari tempatnya menurunkan Meena. Melihat wanita itu seketika berubah menjadi sangat pendiam bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arahnya, membuat perasaan Tama tidak nyaman.

Entah, apakah ini yang dinamakan dengan rasa bersalah atau semacamnya. Yang jelas, Tama kurang nyaman jika wanita itu mengunci mulutnya.

"Kenapa malah mikirin dia?" gumamnya seperti bimbang untuk beranjak dari sana.

Suara dering ponsel membuat Tama segera mengalihkan pikirannya. Itu Hanjie yang sedang mencari dirinya. Karena ia pergi tanpa pamit lebih dulu. Sudah jelas pria itu akan khawatir. Bukan khawatir dirinya kenapa napa. Tetapi khawatir kalau dirinya mengapa-ngapain orang lain.

"Ya?" sapa Tama setelah menjawab panggilan dari Hanjie. "Aku keluar sebentar tadi. Ini udah mau pulang. Ya. Bilang saja sepuluh menit aku tiba."

Setelah mengatakan hal tersebut kepada Hanjie, Tama langsung menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya. Kemudian segera mengemudikan mobilnya menuju hotel. Di mana menjadi tempat tinggalnya selama ini. Walaupun perasaannya masih tidak nyaman.

Terpopuler

Comments

Puspa Trimulyani

Puspa Trimulyani

wah..... jatuh cinta nih ...🤭🤭

2023-03-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!