Ch. 7

Bab. 7

Tama yang jenuh di dalam ruangannya, lantas pria itu bergegas beranjak dari tempatnya dan menyambar hoodie lalu memakai topi hitam serta masker untuk menutupi wajahnya.

"Anda mau ke mana, Tuan?" tanya Hanjie di saat menyadari majikannya tersebut keluar dari ruang kerjanya.

Sedangkan pria berkacamata tersebut tengah duduk di ruang depan, di mana yang semua orang tahu itu merupakan ruang kerja Presdir dari Paramount Picture. Juga tempat di mana Hanjie menerima tamu dari bawahan majikannya tersebut. Bisa dibilang, Hanjie ini merupakan Presdir bayangan dari Presdir yang sesungguhnya.

"Jalan-jalan," jawab Tama singkat.

Tentu saja jawaban Tama barusan membuat Hanjie kaget. Karena ini masih terang.

"Masih ada sinar matahari, Tuan," ingat Hanjie yang tidak mau Tama kenapa-napa. Karena akan panjang pekerjaannya nanti jika majikannya ini mengalami hal yang aneh-aneh.

Tama berhenti, menatap ke arah Hanjie yang tengah duduk di kursi yang seharunya untuk dirinya.

"Tenang aja. Aku sudah menyuntikan obat itu. Sekalian mau liat reaksinya ampuh atau nggak," balas Tama yang ternyata ingin melakukan percobaan terhadap obat baru yang di buat oleh sahabatnya, Edgar.

Hanjie mengangguk paham. Memang, hidup berdampingan dengan iklim yang sama seperti manusia, mereka ras vampir harus bisa menyesuaikan dan hidup layaknya manusia. Terlebih lagi di wilayah ini memang terdapat lebih banyak manusia, daripada ras vampir itu sendiri. Walaupun sedikit sulit, mereka harus mampu beradaptasi dan mengimbangi.

"Segera telepon kalau terjadi sesuatu pada Tuan," ingat Hanjie lagi.

Tama tak menghiraukan. Terkadang ia merasa kesal jika sikap Hanjie yabg cerewet itu keluar. Seolah posisi mereka bertukar.

"Kerja yang rajin. Bikin aku kaya," ujar Tama sebelum menutup pintu kamar serasa apartemen elit tersebut.

Hanjie hanya bisa menghela napas secara kasar, tanpa boleh memprotes apapun yang dilakukan oleh Tama.

"Kalau saja bukan kalian penolongku, mana mungkin aku mau kerja mati-matian hanya untuk membuat kalian kaya. Sedangkan aku sendiri?" keluh Hanjie.

Tidak ada yang tahu hal sebenarnya dari Presdir bayangan tersebut. Jika di hadapan para bawahan Tama, Hanjie terkenal dengan sebutan asisten bermuka datar dan dingin. Namun sangat berbeda jika sudah mengurus majikan tersebut. Bisa dibilang Hanjie bisa berubah menjadi ibu-ibu komplek yang tengah mengurus anak-anak.

Kemudian Tama segera keluar dan ingin menuju taman untuk membuktikan reaksi obat yang baru dimasukkan ke dalam tubuhnya.

"Awas saja kalau sampai bikin kulitku mengeriput," gumam Tama seraya menuju ke lift.

Obat yang Edgar buat bertujuan untuk menetralkan efek sinar matahari yang menyinari mereka secara langsung. Sehingga mereka yang sudah menggunakan obat itu tetap dalam keadaan baik-baik saja jika berhadapan langsung dengan sinar matahari. Namun, jika obat itu gagal, maka hasilnya tetap sama. Kulit mereka akan mengeriput atau terbakar secara langsung.

Menjalani kehidupan seperti manusia biasa, tentu Tama dan ras vampir lainnya ingin melakukannya. Walaupun ada cara yang sangat mudah, yakni harus menghisap darah wanita yang masih perawan dan secara rutin. Maka mereka akan terbebas dari kendala yang sangat menyusahkan itu.

Tentu saja, hal itu tetap memiliki efek. Selain mempersingkat usia manusia yang mereka hisap, kekuatan mereka pun juga akan semakin melemah. Sebab peraturan imbal balik dari setiap perbuatan yang mereka lakukan tetap berlaku.

Tama yang puas berada di taman pun segera kembali ke kamarnya. Ada perasaan lega ketika obat itu berhasil. Ia akan segera mengabari Edgar untuk membuatnya lebih banyak lagi. Karena dengan obat ini, Tama berencana akan melakukan pengawasan secara bertahap di lokasi syuting. Ingin tahu secara langsung.

Ketika dirinya berada di lantai 15 dan ingin menuju lantai 20, di mana kamarnya berada, Tama masuk ke dalam lift yang ternyata ada satu wanita di dalamnya.

Pria itu masuk begitu saja setelah menatap sebentar wanita yang kini berada di dalam lift yang sama.

Wanita itu terlihat jauh lebih sehat dari sebelumnya. Tanpa sadar Tama tersenyum. Itu artinya pernjanjian di antara mereka berlaku dan parahnya wanita itu tidak sadar sama sekali.

"Jelas saja dia nggak ingat," gumam Tama. Karena manusia yang habis digigit vampir, mereka akan melupakan kejadian itu secara otomatis dan tidak mengingatnya sedikit pun.

Sementara Meena yang merasa pria di sebelahnya ini terasa sangat familiar pun wanita itu beranikan untuk menolak dan menatapnya.

Tatapan Meena begitu menelisik pria di sampingnya, tanpa perasaan ragu atau malu sedikit pun.

"Presdir?" tanya Meena setelah memperjelas ingatannya. Menatap kaget bahkan mengarahkan jari telunjuknya ke arah Tama.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!