Bab. 5
Ras Evloir merupakan ras yang berasal dari kota Zaidane. Kota di mana banyak ras Evloir dari kalangan bawah yang menikah dengan manusia.
Namun, karena sel-sel dalam tubuh mereka yang tidak sama, membuat keturunan mereka cenderung memiliki sebuah penyakit yang aneh. Tentu saja tidak bisa disembuhkan dengan obat-obatan dari medis. Mereka hanya bisa bergantung dengan gigitan dari ras vampir kalangan atas. Seperti halnya Tama dan Meena.
Tama sudah menduga, jika Meena berasal dari ras campuran setelah merasakan darah Meena yang begitu manis. Serta Tama merasakan ada sesuatu yang janggal dari tubuh Meena. Oleh karena itu, Tama langsung membuat kontrak perjanjian dengan cara meminumkan darahnya sendiri pada Meena.
Harum manis darah Meena, tidak akan terdeteksi oleh vampir lain jika saja wanita itu tidak mengalami luka. Meski begitu, vampir biasa tidak akan bisa menyesap darah Meena, karena tubuh wanita itu secara tidak langsung sudah ada pemiliknya. Kecuali jika vampir itu berasal dari kalangan atas. Tentu saja hal tersebut akan menimbulkan efek yang sangat bahaya bagi tubuh Meena, jika saja ada vampir kalangan atas yang juga menginginkan darah wanita itu.
"Jadi, secara tidak langsung dia sudah menjadi budak anda? Begitu?" tanya Hanjie biar lebih jelas lagi.
Sebab, jika sudah seperti ini, Hanjie yakin kalau tugasnya bakalan bertambah dan jelas saja membuat waktu istirahatnya berkurang.
"Bisa dikatakan seperti itu. Karena ini hubungan yang saling menguntungkan. Dia butuh pergantian darah dariku, aku juga bisa menikmati manisnya rasa darah wanita itu," ungkap Tama.
Pria itu tersenyum tipis. Sepertinya hari-harinya ke depan akan lebih berwarna. Sebab, secara tidak langsung ada orang yang bergantung hidup pada dirinya.
Hanjie sendiri juga tidak bisa mencegah majikannya untuk menjalin hubungan dengan manusia. Yang ia khawatirkan, ada salah satu pihak yang nantinya bakalan menerima dampak dari perjanjian di antara mereka.
***
Sementara itu di tempat syuting yang kali ini pengambilan gambarnya berada di tepi sungai, tampak seorang wanita yang tampak lebih ceria dari sebelumnya. Bahkan pancaran aura wanita itu lebih terlihat, walaupun belum menggunakan make up. Tampak lebih segar.
"Tumben kamu nggak ngeluh hari ini, Na?" tanya seorang wanita yang berusia matang datang dan duduk di kursi yang berada di depan wanita muda yang sangat cantik.
Wanita muda itu tengah di make up-in oleh asistennya sendiri.
"Dari pagi tadi juga Digta nggak denger Kak Meena ngeluh sakit kepala, Kak," lapor Digta yang memang itulah tugasnya. Memberitahu apa saja kegiatan Meena kepada manager artis tersebut, selain menemani ke manapun Meena pergi.
Manager Sita pun menatap intens ke arah Meena. Sedangkan wanita itu justru dengan santainya tersenyum manis.
"Mungkin dia udah nggak betah sama aku, Kak," sahut Meena asal.
Padahal di dalam hati Meena, ia akan mendatangi ruangan seseorang yang bisa menjelaskan kejadian semalam. Kenapa ada kejadian yang sangat aneh, tetapi begitu nyata. Bahkan Meena tidak merasa kepalanya berat ataupun sakit lagi. Benar-benar tidak merasakan sama sekali.
Meskipun merasa ada yabg aneh, namun manager Sita pun tidak mempermasalahkannya.
"Ya sudah, kalau begitu pertahankan kesehatan kamu ini, Na. Biar nggak ada yang repot lagi, gara-gara harus ngikutin jadwal kamu yang berantakan. Untung cantik, laris, coba kalau enggak? Sudah ditendang kamu," ujar manager Sita yang memang sangat benar.
Jika artis lain akan mengikuti peraturan dari sutradara dan manager, namun lain hal dengan Meena. Merekalah uang harus menyesuaikan kondisi Meena selama ini. Karena apa? Ya karena setiap drama atau film yang di bintangi oleh Meena, selalu laku keras dan menempati urutan pertama.
Mumpung ada kesempatan, Meena pun tidak akan melewatkannya.
"Kak," panggil Meena dengan suara lirih seraya memajukan tubuhnya ke depan. Membuat manager Sita menatap curiga.
"Jangan bilang mau minta libur tiba-tiba ," tebak manager Sita yang langsung mendapat gelengan dari Meena.
"Bukan, Kak," sahut Meena. "Tapi, Kak Sita tahu di mana ruangan presdir, nggak? Ada sesuatu yang mau aku bicarain sama beliau," tanya Meena kemudian. Membuat manager Sita tersentak kaget.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments