"Hei! siapa di sana? Jangan bersembunyi seperti seorang pengecut dan menyerang secara diam-diam, jika kalian memiliki kemampuan, maka tunjukkan diri kalian dan bertarunglah bersama kami!" teriak salah seorang dari kesembilan pria yang berpakaian serba hitam itu.
Tak lama beberapa anak panah pun kembali melesat ke arah ke sembilan orang pria berpakaian hitam itu, sehingga membuat mereka meloncat kesana kemari untuk menghindari serangan yang diberikan secara beruntun dari 4 penjuru arah.
Hingga akhirnya kesembilan orang itu pun kehilangan kesabaran, mereka kembali berteriak dengan sangat kencang, "Dasar pecundang! kalian hanya bisa menyerang dari belakang!" teriaknya dengan sangat kencang.
Hal itu tentu saja membuat segerombolan prajurit kekaisaran pun segera berlarian ke arah suara, mereka terlihat telah mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menyerang para penyusup yang telah memasuki istana kekaisaran.
Menyadari kebodohannya, ke-9 orang itu pun segera berbalik arah, mereka sepertinya akan melarikan diri dari tempat itu, salah seorang dari mereka pun dengan cepat meraih tangan rekannya yang tengah terluka, kemudian segera mengangkatnya.
Namun pergerakan mereka ternyata tidaklah semudah seperti yang mereka fikirkan, jika para prajurit itu berlari dari arah kanan, maka beberapa anak panah pun kembali melesat dengan sangat cepat ke arah mereka, hingga akhirnya mau tak mau mereka pun tak bisa keluar dari tempat itu, dan harus berhadapan dengan para prajurit kekaisaran, yang saat ini sudah mulai berdatangan satu persatu ke tempat itu.
"Ada penyusup..!" teriak salah seorang prajurit.
Mendengar teriakan dari arah paviliun milik selir, para prajurit yang lain pun segera berlarian ke arah sana, mereka harus mengamankan keadaan, jangan sampai Kaisar Wei Huang harus turun tangan mengatasi masalah yang saat ini terjadi di salah satu Paviliun milik selirnya.
Xuan Jian beserta Xiu Lan yang saat ini masih berdiri dengan santai di atas sebuah dahan pohon, hanya bisa tersenyum menyeringai, keduanya terlihat menampakan keinginan untuk membunuh, namun melihat begitu banyaknya prajurit yang datang, akhirnya mereka pun mengurungkan niatnya untuk bergabung dan menghajar 10 orang yang telah memasuki kediaman milik salah seorang selir Kaisar itu.
Akhirnya keempatnya pun segera melesat Kembali menuju ke paviliun milik selir Feng Ling, mereka harus memastikan jika 10 orang pria berpakaian hitam yang juga dikirim untuk melenyapkan selir Kaisar itu, tidak mendapatkan keinginannya.
Sesaat keempatnya terlihat mengerutkan dahi, karena di tempat itu mereka tak melihat adanya kesepuluh orang yang dikirimkan oleh Perdana Menteri Xue untuk menghabisi selir Feng Ling.
Xuan Jian pun segera memerintahkan kedua orang pengawal bayangan milik selir Xiao Xia untuk memasuki paviliun itu dan mengecek keadaan di dalam, sedangkan dirinya bersama Xiu Lan bergegas kembali melesat menuju paviliun bobrok, karena mereka merasa takut jika ke-10 orang itu mengurungkan niat mereka untuk membunuh selir Feng Ling dan menggantikannya dengan selir Xuan Yang.
Sepertinya firasat mereka tidak salah, tanpa diduga-duga, mereka pun melihat pergerakan dibalik pepohonan besar yang berada tak jauh dari paviliun bobrok yang ditempati oleh ketiga selir itu.
Saat ini 10 orang pria berpakaian serba hitam tengah mengendap-ngendap di paviliun bobrok itu, sepertinya mereka sudah mengetahui jika saat ini ketiga orang selir Kaisar telah berada di satu tempat, yaitu di paviliun bobrok, tempat pengasingan selir Xuan Yang.
Namun baru saja mereka akan menerobos masuk menuju paviliun bobrok itu, tiba-tiba saja beberapa anak panah beserta pisau-pisau kecil beterbangan dan melesat dengan sangat cepat menuju ke arah mereka, sehingga mau tak mau Mereka pun terpaksa harus menghindar.
"Badjingan mana yang telah berani menyerang kami secara diam-diam? segera keluar dan tunjukkan batang hidung kalian, sebelum aku benar-benar menghancurkan paviliun ini!"ucap salah seorang pria yang disinyalir sebagai ketua dari ke-10 orang itu.
Hap...
Hap...
Akhirnya Xuan Jian dan juga Xiu Lan pun segera meloncat dari dahan pohon yang saat ini digunakan keduanya untuk bersembunyi, kemudian segera menjejakan kaki mereka di atas tanah.
Lengkungan tipis terlihat di wajah cantik Xuan Jian, meskipun saat ini dia menggunakan pakaian serba hitam dan juga sebuah cadar tipis, namun nyatanya senyuman gadis itu terlihat sangat manis setelah cadar tipis miliknya tersinari oleh cahaya rembulan, sehingga membuat ke-10 orang itu menyadari jika saat ini yang tengah berdiri dan menghadang mereka adalah dua orang gadis yang masih belia.
"Hei kalian, gadis bodoh! pergi dari tempat ini! atau aku terpaksa harus memenggal kepalamu?" ucap pria yang lain.
Mendengar ucapan yang begitu tajam dari orang-orang berpakaian hitam itu, Xuan Jian segera memuntahkan kata-kata sarkasnya.
"Bukankah kalian sejak tadi mengendap-ngendap bagaikan maling? Lalu kenapa kalian menganggap kami seorang pecundang? sebelum kami menjadi seorang pengecut, kalian telah melakukan hal yang sama! Jika kalian memang memiliki kemampuan dan juga kekuatan untuk bisa membunuh seseorang, bukankah lebih baik jika kalian langsung menentang orang itu untuk bertarung antara hidup dan mati?" tanya Xuan Jian.
"Dasar bocah ingusan! Apa kau pikir kekuatanmu cukup untuk menandingi kami? Kau hanya berdua dan kami bersepuluh? bagaimana bisa kau menghadang serangan kami? Aku bahkan bisa menumbangkanmu dalam dua gerakan saja." ucap sang ketua dari pria berbaju hitam itu.
Xuan Jian hanya tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dari pria itu. "Hentikan bualanmu, pria tua! Kau tak lebih dari seorang kacung di mataku, bahkan saat ini meskipun semua orang menghormatimu seperti seorang ketua, nyatanya kau hanyalah seorang babu dari Perdana Menteri Xue yang bisa disuruh-suruh! Bukankah apa yang aku katakan ini benar?" tanya Xuan Jian.
Mendengar ucapan gadis itu, si ketua pun berang dengan segera dia menarik pedang yang tergantung di pinggangnya, dan langsung melesat cepat untuk menyerang.
Xuan Jian masih berdiri dengan tegak di tempatnya, dia bahkan tidak terganggu dengan gerakan yang dibuat oleh pria itu, namun saat pedang itu hampir menyentuh dada miliknya, dengan gerakan yang sangat lembut dan juga halus, Xuan Jian segera mengelak ke arah kiri, kemudian dia pun menggunakan tinjunya untuk memukul perut dari pria tua itu, hingga membuatnya tersungkur.
"Gerakanmu terlalu mudah ditebak, pria tua! Sepertinya kau juga sudah tidak memiliki kekuatan yang sama seperti saat mudamu! Bagaimana mungkin kau bisa bergerak dengan sangat lambat, sehingga aku bisa menumbangkanmu dalam satu kali gerakan saja! cibir Xuan Jian sambil tertawa terbahak-bahak.
Ke-9 orang yang menyaksikan ketua mereka saat ini telah tersungkur di tanah, dengan cepat segera menarik pedang mereka dan langsung menyerang kedua orang pengganggu, yang saat ini tengah berdiri dengan penuh kesombongan.
Sepertinya mereka tidak bisa belajar dari sikap sembrono yang dilakukan oleh ketua mereka, dan bahkan mengikuti kesalahan yang dibuatnya, untuk menyerang kedua orang yang hingga saat ini masih tertawa dengan sangat lantang tanpa merasa takut sedikitpun, meskipun mereka telah terkurung oleh 9 orang pria.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Seven8
kok malah mereka yg teriak... mereka jg nyerangnya diam2
2024-10-06
2
Fifid Dwi Ariyani
trysceria
2024-02-11
1
va
bodoh sekali😭😇
2023-11-02
3