Chapter 17

Semua orang masih membeku ditempatnya, mereka benar-benar dibuat takjub dan tak percaya dengan tindakan yang dilakukan oleh putri Xuan Jian.

Putri yang selama ini dianggap pengecut dan juga penakut, akhirnya mengeluarkan taringnya, dia berdiri bagaikan seorang ratu neraka yang membantai musuhnya dengan penuh keji.

Kedua selir pun hampir meloncat dari tempatnya, sungguh mereka hampir dibuat mati berdiri melihat bagaimana putri Xuan Jian mencincang tubuh pelayan itu dengan tanpa perasaan.

Bahkan kaisar Wei Huang pun melotot tak percaya, meskipun dia sering kali mendengar laporan dari pengawal kepercayaannya, namun baru kali ini dia menyaksikan dengan mata dan juga kepalanya sendiri, bagaimana kekejaman dari putrinya.

Pantas saja jika selama ini putri Xuan Jian tidak pernah tunduk pada perintah yang dia berikan, ternyata diam-diam putrinya itu telah melatih tubuhnya dengan ilmu beladiri sehingga memiliki kemampuan untuk melawan dan juga membalas serangan lawan.

Meskipun selama ini kaisar Wei Huang tidak pernah mengirimkan satu orang guru pun untuk mengajari putrinya itu berbagai macam ilmu apapun, tapi melihat tindakannya hari ini, sang kaisar yakin jika putrinya itu telah mendapatkan pelajaran yang lebih baik dari selirnya.

Akhirnya semua orang pun bergegas meninggalkan tempat itu dan langsung menuju paviliun mereka masing-masing, sementara para prajurit mengemasi daging yang berceceran ditanah dan segera mengambil air untuk menyiram tempat itu agar tidak berbau amis.

Para prajurit nampak mual, bahkan beberapa kali mereka pun terlihat hampir muntah, ini adalah pemandangan baru untuk mereka, meskipun kaisarnya terkenal tiran, tapi dia hanya memenggal kepala musuhnya, tidak seperti putri Xuan Jian yang langsung mencincangnya.

Setelah semua orang bubar dari sana, Putri Xuan Jian pun segera memberitahu selir Xuan Yang tentang apa yang terjadi, termasuk tentang makanan yang telah dicampur racun oleh Lian, yang ditujukan untuk kedua selir.

Dia juga mengatakan jika sebelumnya Lian telah meletakkan bungkusan putih yang berisi sisa racun yang digunakan untuk meracuni kedua selir itu, tepat di atas nakas yang ada di kamar selir Xuan Yang, namun dengan segera Xuan Jian mengambil bungkusan itu dan langsung mengembalikannya kepada sang pemilik.

Dia dengan mengendap-ngendap memasukkan bungkusan putih itu ke dalam lengan hanfu milik Lian, saat tanpa sengaja pelayan itu tertidur, setelah menunggu makanan untuk permaisuri disajikan oleh para koki.

Hal itu tentu membuat selir Xuan Yang merasa sangat bahagia, dia sungguh tidak menyangka jika putri yang selama ini dibesarkannya, akan menjadi seorang yang penuh perhitungan, bahkan berhasil menyelamatkan ibunya dari hukuman yang mungkin saja bisa dijatuhkan oleh kaisar Wei Huang, kemudian memberikan pelajaran terhadap orang yang telah berani memfitnahnya.

Selir Xuan Yang tersenyum lembut, dia pun mengelus surai hitam milik Xuan Jian dan langsung memeluk putrinya, dia merasa sangat beruntung telah diberikan anugerah yang sangat besar oleh Dewa, kelahiran Xuan Jian membawa pengaruh besar dalam hidupnya.

Meskipun hingga saat ini, mereka masih tinggal di paviliun bobrok yang ada di ujung paling belakang istana kekaisaran, namun hal itu tidak melunturkan kebahagiaan yang ada di wajah selir Xuan Yang.

.

.

.

Sementara Kaisar Wei Huang langsung memasuki ruang kerjanya dan memanggil beberapa orang kepercayaannya, dia membicarakan sesuatu yang sangat rahasia dan tidak boleh sampai bocor ke telinga orang lain.

Sedangkan Perdana Menteri Xue yang merupakan ayah dari permaisuri Xue Yi saat ini tengah berada di paviliun mawar, dia benar-benar merasa sangat kesal melihat keadaan putrinya yang begitu tersiksa karena racun.

Tak lama kelopak mata permaisuri pun terbuka, dia melihat sang ayah Tengah duduk dengan khawatir, permaisuri Xue Yi pun tersenyum dan menyapa ayahnya dengan penuh sopan.

"Ayah, kau di sini?" tanya permaisuri Xue Yi.

Perdana Menteri Xue pun mengangguk, "Jika ayah tidak di sini, lalu siapa yang akan menjagamu? nyatanya yang mulia Kaisar sendiri pun tidak memperdulikan keadaanmu! mungkin saat ini dia tengah berada di paviliun bobrok itu untuk menghukum selir ja*ang yang yang telah mengirimkan racun ke dalam makananmu!" ucap sang perdana menteri.

Kemudian permaisuri Xue Yi pun menggelengkan kepalanya, dia segera menceritakan semua yang telah direncanakannya itu kepada sang ayah, tapi sialnya ternyata Lian mengambil makanan yang salah, sehingga racun itu akhirnya tertelan oleh permaisuri.

Mendengar apa yang diucapkan oleh putrinya membuat Perdana Menteri Xue pun akhirnya melotot, dia benar-benar tak tahu jika saat ini putrinya itu Tengah merencanakan untuk membunuh kedua selir Kaisar.

Padahal dia telah memiliki dua orang pangeran yang bisa saja esok atau lusa, salah satu dari kedua anaknya itu akan segera menjadi seorang putra mahkota kekaisaran, tapi sepertinya hal itu tidak membuat permaisuri Xue Yi bahagia, yang dia inginkan saat ini adalah bisa mendapatkan hati dan juga perhatian yang utuh dari Kaisar Wei Huang.

Dia tidak ingin ada satu orang wanita pun yang duduk bersama dengan suaminya, hanya dialah satu-satunya wanita yang bisa mendampingi Kaisar, ucapan dari sang permaisuri tentu saja membuat Perdana Menteri Xue heran. Sejak kapan putrinya itu menjadi seorang yang posesif?

"Dengarkan ayah, Yi'er! yang terpenting saat ini kau adalah seorang permaisuri dan telah memiliki dua orang putra, lupakan tentang perhatian dari Kaisar. Kau adalah ibu dari kekaisaran, kau memiliki nilai dan juga martabat yang lebih tinggi dibandingkan para selir, jangan mengotori tanganmu dengan melakukan hal-hal yang bodoh seperti itu, kau harus bisa bertindak sebagaimana layaknya seorang wanita yang bermartabat, ingat! kau mendapatkan semua itu dengan perjuangan yang panjang, jangan sampai hanya karena sebuah kesalahan kecil, kau harus kehilangan segalanya." ucap Perdana Menteri kue mengingatkan dengan panjang lebar.

Permaisuri Xue Yi pun mengerutkan dahinya sambil memandang wajah sang ayah dengan heran, Sejak kapan ayahnya itu menjadi seorang yang bijaksana? Bukankah selama ini dia ingin merebut kekuasaan dari Kaisar Wei Huang? lalu apa yang terjadi? kenapa dia tidak menyetujui tindakan yang dilakukan oleh permaisuri untuk menyingkirkan kedua orang selir Kaisar?

Pertanyaan itu tentu menggelitik fikiran dari permaisuri Xue Yi, dia benar-benar merasa sangat aneh terhadap sikap yang ditunjukkan oleh ayahnya, Bukankah ayahnya itu seorang yang sangat ambisius? lalu di mana semua ambisi yang selama ini selalu dia tanamkan kepada setiap anak-anaknya?

"Kau tidak perlu memikirkan kedua selir Kaisar itu, Yi'er! Selama ayahmu masih hidup, kau bisa mempercayakan masalah itu padaku." ucap Perdana Menteri Xue.

Permaisuri Xue Yi pun akhirnya tersenyum, dia tahu jika ayahnya tidak mungkin berubah, namun bisa saja dia mengatakan hal itu karena tidak ingin nama baik permaisuri akan tercemar.

Tak lama perdana menteri Xue pun segera meninggalkan paviliun mawar dan meminta agar permaisuri Xue Yi kembali beristirahat, saat ini dia akan segera memerintahkan kepada orang-orangnya untuk menyerang kediaman kedua selir Kaisar Wei Huang itu secara diam-diam.

Terpopuler

Comments

Lhina Bright

Lhina Bright

/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ini namanya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. anak bpk sm2 iblis /Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-11-17

2

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️

xuan jian kan anakmu kaisar 😆😆😆🤣🤣

2024-07-13

2

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

ttusberkarya

2024-02-11

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 End
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!