Chapter 14

Lian saat ini tengah mengendap-ngendap ke dapur istana kekaisaran sambil membawa sebuah bungkusan kecil yang berisi racun, dia berencana untuk mencampurkan racun itu ke dalam makanan yang akan dikirimkan untuk kedua selir baru Kaisar Wei Huang.

Tanpa dia sadari, seseorang kini tengah mengawasi apa yang diperbuatnya, sang pengintai terlihat menyunggingkan senyuman manis, sepertinya Lian terlalu bodoh, hingga tidak menyadari bahwa ada sosok lain yang saat ini berada di dapur istana dan mengawasinya diam-diam.

Setelah selesai mencampurkan makanan itu dengan racun, Lian pun segera keluar dari dapur istana dan bergegas menuju ke Paviliun bobrok yang terletak di ujung paling belakang istana kekaisaran, sementara sang pengintai kini telah menumpahkan salah satu makanan yang telah tercampur racun itu, kemudian memindahkan makanan yang lain ke atas nampan milik permaisuri Xue Yi.

Setelah selesai melakukan tugasnya, dia pun segera melesat dengan cepat menuju ke paviliun bobrok tempat tinggalnya, dia langsung bersembunyi di balik dahan pohon dan menyaksikan sendiri di mana pelayan permaisuri itu menyimpan racun, untuk bisa menjebak selir Xuan Yang.

"Sangat sangat cerdas dan juga licin" puji seseorang yang melihat apa yang telah dilakukan oleh Xuan Jian, dia juga terlihat menggelengkan kepalanya sambil sesekali tersenyum tipis. Tak lama dia pun segera beranjak dari tempat itu dan kembali menuju Paviliun naga.

Para pelayan pun segera berdatangan ke dapur istana, mereka mengambil makanan untuk majikan mereka masing-masing, Xiu Lan mencicipi terlebih dahulu makanan yang akan disajikan untuk selir Xiao Xia, dia tidak ingin kecolongan kalau kalau permaisuri melakukan sesuatu yang lebih ekstrem dibandingkan sebelumnya.

Sementara Lian juga segera memasuki dapur istana dan mengambil makanan yang memang disiapkan untuk permaisuri Xue Yi, pelayan itu terlihat sangat angkuh dia bahkan mengangkat kepalanya dan menunjukkan senyuman sinis kepada para pelayan yang lain.

Xiu Lan melirik ke arah Lian, dia tahu jika gadis pelayan itu pasti telah melakukan sesuatu terhadap makanan yang akan dikirimkan untuk majikannya, kemudian Xiu Lan pun segera kembali ke dapur dan meminta beberapa orang koki untuk memasakkan kembali makanan yang lain untuk selir Xiao Xia.

Pelayan Yue mengikuti Xiu Lan kembali ke dapur, dia pun bertanya pada gadis pelayan itu, "Apa yang kau lakukan di sini, Xiu Lan? Kenapa kau menukar kembali makanan untuk selir Xiao?"

Xiu Lan pun melirik ke arah Yue yang merupakan pelayan setia dari selir Feng Ling, "Aku tidak ingin mengambil resiko, kalau makanan yang akan dikirim untuk majikanku telah dicampuri oleh racun, jadi daripada mengirimkan makanan ini ke Paviliun selir Xiao, aku lebih memilih untuk meminta koki memasakan kembali makanan yang lain untuk majikanku!" ucap Xiu Lan.

Mendengar ucapan dari gadis pelayan itu, Yue pun langsung menyimpan kembali nampannya, dan meminta agar para koki memasakan kembali makanan yang baru untuk selir Feng Ling, dia juga tidak ingin kalau-kalau terjadi sesuatu terhadap majikannya, terlebih saat tadi, Yue telah melihat bagaimana kesombongan Lian saat mengangkat nampannya.

Lian melangkah dengan sangat tenang, wajahnya menyunggingkan senyuman manis, seolah dia tidak pernah melakukan sesuatu hal yang bisa merugikan orang lain, pelayan dari permaisuri itu sangat yakin jika sebentar lagi akan terjadi kegemparan di seluruh istana kekaisaran, karena meninggalnya kedua selir Kaisar Wei Huang.

Dengan langkah yang sangat tegas, pelayan itu pun segera memasuki paviliun mawar, tempat tinggal sang permaisuri dan langsung menyajikan makanan di atas meja, dia juga meminta majikannya untuk segera mencicipi seluruh makanan yang telah disajikan.

Permaisuri Xue Yi melirik ke arah Lian, dia pun segera mengajukan pertanyaan, "Apakah mereka telah mengambil makanan yang telah dicampur oleh racun itu, Lian?"

"Tentu yang mulia, sebentar lagi kita akan segera mendengar kabar baik di istana ini!" ucap Lian dengan yakin.

Permaisuri pun tertawa mendengar ucapan dari pelayannya itu, tak lama dia pun melemparkan sekantung penuh koin emas untuk keberhasilan Lian.

"Kau memang benar-benar pelayan yang bisa diandalkan, Lian." ucapnya memuji gadis pelayan itu.

Lian terlihat tersenyum malu-malu namun di dalam hatinya dia sedang berjingkrak kegirangan melihat sekantung penuh koin emas yang diberikan oleh majikannya. Dia benar-benar bangga karena telah berhasil membuat sang majikan bahagia.

Sementara saat ini di lorong istana, dua orang pelayan milik kedua selir, tengah membawa nampan dengan makanan yang baru, mereka berjalan dengan sangat cepat dan langsung memasuki paviliun kedua selir itu untuk menyajikan makanan.

"Kenapa kau datang terlalu lambat, Xiu Lan? Apakah ada seseorang yang menghadangmu di sana?" tanya selir Xiao Xia sambil memandangi wajah dari pelayan setianya yang kini terlihat tetesan demi tetesan keringat mengucur dengan deras di dahinya.

Gadis pelayan itu hanya tersenyum, "Hamba hanya ingin memastikan agar makanan yang dikirimkan ke paviliun yang mulia, bebas dari racun." ucap Xiu Lan.

Selir Xiao Xia tersenyum sambil menganggukan kepalanya, dia tahu bahwa Xiu Lan akan semakin berhati-hati setelah kejadian yang menimpanya di hari kemarin, dia juga pasti akan semakin selektif dalam memilih setiap makanan dan juga minuman yang akan dikirimkan ke paviliunnya.

Hal itu membuat selir Xiao Xia semakin menyukai Xiu Lan, karena selain jago beladiri, pelayannya yang satu ini juga sangatlah setia, dia bahkan berani mengambil resiko jika sesuatu terjadi padanya.

"Makanlah!" ucap selir Xiao Xia sambil menyerahkan satu mangkuk yang kosong di atas meja tepat di hadapan Xiu Lan.

"Hamba tidak pantas makan satu meja dengan yang mulia." ucap Xiu Lan sambil menunduk.

Sedangkan selir Xiao Xia hanya menggelengkan kepalanya, "Tidak ada yang tidak pantas, kau bukan hanya pelayan bagiku, Aku telah menganggapmu seperti seorang saudara." ucap selir Xiao Xia hingga membuat pelayannya itu hampir saja meneteskan air mata, karena merasa terharu dengan kebaikan dari sang majikan.

Tak lama dia pun langsung duduk di hadapan sang selir dan mengambil mangkuknya.

"Makan yang banyak! Mulai hari ini kau bisa makan dari mangkuk yang sama denganku!" ucap selir Xiao Xia.

Xiu Lan pun mengangguk, dia sangat bersyukur di dalam hati karena memiliki seorang majikan yang sangat baik hati dan juga begitu menyayanginya, dia sering mendengar jika permaisuri memperlakukan para pelayannya dengan kasar, namun dia tidak pernah sekalipun mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari selir Xiao Xia.

Majikannya itu terlalu baik sehingga banyak sekali orang yang merasa iri dan berniat untuk menyingkirkannya, termasuk permaisuri Xue Yi yang melancarkan berbagai macam cara untuk bisa melenyapkan selir Xiao Xia.

Sementara saat ini terjadi kegemparan di paviliun mawar, permaisuri Xue Yi yang baru saja memakan makanannya, tiba-tiba saja matanya melotot dan mulutnya terlihat mengeluarkan busa, sepertinya sang permaisuri dari kekaisaran jiahu itu tengah keracunan saat ini.

Sehingga membuat seluruh pelayan dan juga prajurit yang ada di sana pun berhamburan keluar, ada yang mencari Kaisar, ada juga yang segera pergi untuk memanggil tabib istana.

Terpopuler

Comments

Helen Nirawan

Helen Nirawan

makan tuh racun mang enak , sukurin issshh

2024-07-14

4

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

russemangat

2024-02-11

2

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Jgn metong dulu. Km blm cukup menderita

2024-01-30

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 End
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!