Chapter 12

Pagi ini cuaca terlihat sangatlah cerah, sepasang ibu dan anak sedang menikmati secangkir teh beserta beberapa cemilan yang ada di meja gazebo, tepat di belakang sebuah paviliun bobrok, sambil sesekali keduanya bercanda.

Mereka terlihat begitu bahagia, tak ada lagi raut murung atau pun perasaan takut yang menghinggapi hati keduanya. Selir Xuan Yang begitu bahagia dengan perubahan sang putri yang terlihat semakin dewasa, dia tak menyangka Jika putri kesayangannya yang baru saja berusia 10 tahun itu, nyatanya sanggup melawan apapun demi dirinya.

Sedangkan di tempat lain saat ini, dua orang selir Kaisar yang baru, terlihat tengah berjalan-jalan. Keduanya begitu akrab dan sangat akur, Meskipun jauh di lubuk hati mereka, saling mengutuk satu sama lain.

Permaisuri yang tanpa sengaja melihat keberadaan kedua orang selir Kaisar Wei Huang yang selalu memprovokasi dirinya, terlihat mengepalkan tangannya, dia benar-benar merasa jika kedua wanita itu ingin berebut perhatian dari sang Kaisar, sehingga muncul perasaan kesal dan iri di hatinya.

"Lian..!" panggil permaisuri kepada salah seorang pelayannya, tak lama muncul seorang gadis yang masih berusia 18 tahun dan memakai pakaian pelayan, dia segera membungkuk dihadapan permaisuri.

"Apa kau sudah melaksanakan tugasmu dengan baik?" tanya permaisuri.

"Tentu yang mulia, hamba sudah melakukan apa yang diperintahkan oleh yang mulia." ucap Lian sambil menunduk.

"Baguslah! kuharap mulai saat ini kedua selir ja*ang itu tak lagi mendekati yang mulia Kaisar." ucap permaisuri sambil menunjukan senyuman iblisnya.

Sejak dini hari tadi, permaisuri sudah membuat beberapa skema, dia sengaja ingin menunjukkan kekuasaannya di depan kedua selir baru milik Kaisar Wei Huang, agar tahu posisi mereka.

Kedua selir itu berjalan dengan sangat pelan sambil berlenggak-lenggok, seolah tengah menunjukkan di hadapan semua orang, bahwa merekalah wanita yang paling sempurna, keduanya nampak tersenyum dengan sangat manis, 4 orang pelayan mengikuti dari belakang dengan setia sambil sesekali Mereka pun mengambil beberapa bunga untuk kedua selir itu.

Hingga akhirnya mereka pun sampai di sebuah gazebo, yang ada di taman istana, kedua selir itu segera mendudukkan diri mereka dan meminta agar pelayannya menyiapkan cemilan dan juga teh. Mereka ingin menikmati hari baru sambil mengobrol.

Setelah para pelayan itu pergi, permaisuri Xue Yi segera mendekat, diiringi kelima orang pelayan kesetiaannya. Dia sengaja berdehem dengan sangat keras, agar kedua selir itu menyadari kehadirannya.

Kedua selir itu pun saling memandang ,kemudian keduanya berdiri dan menangkupkan tangan untuk memberikan hormat kepada sang permaisuri.

"Salam yang mulia permaisuri." ucap keduanya dengan serempak, sambil menundukkan kepala.

Permaisuri terlihat tersenyum puas, dia pun segera menjawab, "Tidak perlu seperti itu! lanjutkan saja kegiatan kalian." ucapnya santai, seolah dia tidak merasa terusik sedikitpun.

Sedangkan kedua selir itu kembali berpandangan, entah apa yang terjadi pada permaisuri Xue Yi, jika biasanya dia akan selalu bersikap sinis dan juga acuh, tiba-tiba saja hari ini dia terlihat begitu ramah.

Mungkinkah permaisuri memiliki sebuah rencana terhadap keduanya? akhirnya mereka pun kembali duduk dengan santai, permaisuri tanpa segan ikut bergabung dengan mereka.

"Bagaimana keadaanmu pagi ini, selir Xiao?" tanya permaisuri sambil melirik salah satu selir itu.

"Hamba sangat sehat yang mulia, terima kasih untuk perhatiannya." ucap selir Xiao Xia sambil tersenyum manis, permaisuri pun melirik ke arah selir yang satunya.

"Bagaimana denganmu, selir Feng?" tanya permaisuri.

"Hamba juga baik yang mulia." jawab selir Feng Ling seraya menundukkan wajahnya.

"Aku harap kita semua bisa akur, walau bagaimanapun aku adalah seorang permaisuri, Ibu dari kekaisaran ini. Meskipun hingga saat ini, kalian berdua belum memiliki seorang Putra, tapi setidaknya kalian bisa menganggap kedua pangeranku sebagai Putra kalian sendiri." ucap permaisuri dengan sangat bijak, meski dalam hatinya dia terkekeh geli, saat mengucapkan kata-kata itu.

Kedua selir itu pun langsung menggangguk, mereka merasa sedikit senang dengan ucapan dari permaisuri, tak lama beberapa pelayan datang membawa cangkir teh dan juga cemilan, mereka mulai menata camilan dan juga menuangkan teh ke dalam tiga cangkir yang khusus untuk permaisuri dan juga kedua selir itu.

Tanpa diduga-duga, tiba-tiba saja sebuah anak panah melesat melewati telinga permaisuri, dan hampir saja mengenai tubuh selir Xiao Xia, namun Xiu Lan, sang pelayan dengan sigap menarik tangan selir Xiao Xia, hingga akhirnya anak panah itu pun tidak mengenainya.

Selir Xiao Xia nampak sangat shock, dia tidak menyangka, jika ada orang yang berniat untuk melenyapkannya, hingga mengirimkan anak panah itu.

Jika saja Xiu Lan terlambat, mungkin saat ini dirinya sudah terbujur kaku, hal itu tentu membuat sang selir menjadi ketakutan. Xiu Lan dengan cepat segera memungut anak panah itu, tanpa diduga-duga gadis pelayan itu pun langsung melemparkan kembali anak panah itu tepat ke tempat di mana tadi dia melihat asal dari lesatan anak panah.

Clap...

Terdengar suara anak panah yang menancap, tak lama seorang pria berpakaian serba hitam pun terjatuh di atas tanah, dengan kaki yang mengucur darah, akibat terkena bidikan dari Xiu Lan.

Dengan cepat si gadis pelayan itu pun langsung melesat ke arah pria tak dikenal, dan tanpa ampun, dia segera menghajarnya hingga babak belur.

Bak! Buk!

Bak! Buk!

Bak! Buk!

Semua orang terlihat membelalakkan mata dengan kemampuan dari salah seorang pelayan milik selir Xiao Xia, mereka tidak menyangka jika pelayan itu memiliki ilmu bela diri yang sangat tinggi, bahkan bisa menyadari serangan yang ditujukan untuk majikannya.

Dengan entengnya, gadis pelayan itu pun menarik leher baju bagian belakang yang digunakan sang pria, dan segera mencangkingnya seperti sampah, kemudian melemparkan pria itu kehadapan selir Xiao Xia.

Bruk...

Tubuh pria itu pun menghantam tanah begitu Xiu Lan melepaskan cangkingannya, badan pria itu terlihat gemetar, dia tak menyangka jika hari ini dia akan melakukan kesalahan, dengan menerima permintaan dari seseorang untuk melenyapkan selir Xiao Xia.

Jika saja dia mengetahui bahwa pelayan dari selir itu merupakan seseorang yang memiliki kemampuan bela diri yang tinggi, mungkin dia akan menolak permintaan itu, tapi nasi sudah menjadi bubur, dia pun tak bisa mengelak dari kenyataan jika saat ini dirinya tengah tersungkur dengan tidak berdaya di hadapan selir Xiao Xia dan juga pelayannya.

"Katakan Siapa yang menyuruhmu badjingan?" tanya Xiu Lan sambil berjalan dan memposisikan dirinya di depan selir Xiao Xia.

Pria itu hanya diam, tak mau mengatakan apapun, sepertinya dia tidak memiliki cukup nyali untuk menunjuk seseorang yang telah menyewanya, hingga akhirnya Xiu Lan pun kembali menghantam Wajah pria itu dengan tinjunya yang penuh tenaga.

Buk...

Pria itu kembali tersungkur di atas tanah, bahkan saat ini penutup wajah yang dipakainya pun terbuka, beberapa giginya terlihat tanggal, mulutnya pun mengeluarkan darah, pria itu terlihat sangat mengenaskan akibat serangan yang dilakukan oleh Xiu Lan.

'Sial..!' umpat seseorang di dalam hati.

Terpopuler

Comments

Liany Aprilia

Liany Aprilia

ngga salah lian umur 18th
soalnya Di bab pertama lian pernahh memberi ide pada peemaisuri
masa bocah 10 thn nagsih ide ke permaisuri

2024-07-11

2

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trusceris

2024-02-11

2

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Yahahah maemunah maemunah

2024-01-30

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 End
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!