Chapter 11

Selir Xuan Yang segera mendekat ke arah Putri Xuan Jian, tangannya mengelus surai hitam milik putrinya itu, betapa dia sangat bangga melihat ketegasan yang dimiliki oleh Putri Xuan Jian, bahkan terhadap Kaisar pun, putrinya itu tidak memiliki perasaan takut sama sekali.

Xuan Jian hanya melirik sekilas, dia menyunggingkan senyuman manis kepada sang ibu, seraya mengajaknya kembali masuk ke dalam paviliun bobrok. Segera kedua wanita berbeda usia itu pun masuk, ke dalam paviliun yang selama ini menjadi tempat tinggal keduanya.

Selir Xuan Yang berusaha untuk mengajak putrinya itu untuk berbicara serius, tentang perintah dari Kaisar Wai Huang, untuk kembali ke paviliun anggrek. Namun tanggapan dari Putri Xuan Jian sangat berbeda, dia seolah tidak ingin meninggalkan paviliun bobrok yang sudah menjadi saksi bisu, seluruh penderitaan dan juga kesakitannya selama ini.

Meskipun paviliun anggrek memiliki kemewahan yang sama, seperti Paviliun mawar milik permaisuri Xue Yi, nyatanya gadis itu tidak serta-merta merasa bahagia, dengan perintah yang dikeluarkan oleh sang Kaisar, dia merasa jika saat ini dirinya Tengah dipermainkan, oleh kaisar Wei Huang dan juga permaisuri Xue Yi.

Entah apalagi yang direncanakan oleh kedua orang licik itu, sehingga dia merasa harus segera mencari dukungan, untuk bisa menjatuhkan Kaisar Wei Huang dari Tahta dan menjadikan dirinya sebagai seorang Kaisar pengganti.

Meskipun pada saat itu belum pernah ada seorang Kaisar wanita, namun Xuan Jian tetap teguh pada keinginannya, dia harus memberikan pelajaran pada Kaisar yang sangat kejam itu agar tidak pernah meremehkan dirinya kembali.

"Bukankah akan lebih baik jika kita kembali ke paviliun anggrek, Jian'er?" tanya selir Xuan Yang.

Putri Xuan Jian hanya menggelengkan kepalanya, dia langsung melirik ke arah sang Ibu dan mengatakan apa yang menjadi unek-uneknya selama ini, "Apakah ibu percaya jika yang mulia Kaisar benar-benar menginginkan kita kembali ke Paviliun anggrek? Jian'er merasa jika Ini adalah sebuah jebakan dari yang mulia Kaisar beserta permaisuri Xue Yi untuk kita." jawab Xuan Jian.

Selir Xuan Yang mengerutkan dahinya, dia tak tahu harus mengatakan apa kepada putri Xuan Jian, nyatanya putri yang telah dibesarkannya dengan penuh kasih sayang itu, kini memiliki pemikiran yang bahkan lebih dewasa dibandingkan umurnya.

Sehingga membuat selir Xuan Yang terkadang merasa malu, karena tidak bisa bersikap yang sama seperti Putri Xuan Jian.

"Apakah menurutmu yang mulia Kaisar ingin menyakiti kita?" tanya selir Xuan Yang.

"Jika di masa lalu yang mulia Kaisar telah membuang kita di paviliun bobrok ini, Lalu bagaimana dengan sekarang? mungkin saja dia ingin mencari cara untuk menyingkirkan kita dari istana ini." ucap Putri Xuan Jian.

Selir Xuan Yang terlihat memikirkan ucapan dari putrinya, tak lama dia pun mengangguk, dia setuju dengan apa yang dipikirkan oleh sang putri, dia juga sudah tidak memiliki kepercayaan lagi terhadap kaisar yang dulu pernah begitu dicintainya, namun 10 tahun terakhir ini membuat dia benar-benar melupakan seluruh perasaan cintanya terhadap orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu.

Selir Xuan Yang seolah telah mati rasa, dia tak lagi merindukan atau pun menginginkan, meskipun hanya secuil perhatian dari sang Kaisar, dia sudah cukup bersyukur dengan kehadiran Putri Xuan Jian yang telah menyempurnakan kehidupannya, baginya saat ini yang terpenting adalah kebahagiaan Sang Putri.

Akhirnya setelah mengobrol beberapa saat, selir Xuan yang pun segera kembali menuju ke kamarnya, dia tak ingin terlalu lama mengganggu Putri Xuan Jian dan membiarkan putrinya itu untuk melakukan apapun yang dia inginkan.

Sementara Putri Xuan Jian meminta Mei Ling untuk mengambilkan teh, dia ingin duduk sebentar di gazebo yang terletak di belakang Paviliun bobrok itu, saat ini Putri Xuan Jian telah memiliki sebuah rencana, yang akan segera dia jalankan tanpa sepengetahuan siapapun. baginya tak ada yang terpenting di dalam hidup ini selain sang ibu maka dia pasti akan membalas perlakuan dari permaisuri Xue Yi di masa lalu beberapa saat lagi.

.

.

.

Prang...

Prang...

Prang...

Terdengar suara barang-barang yang dipecahkan di sebuah Paviliun mewah, yang ada di dalam istana kekaisaran jiahu, seorang wanita berpakaian megah terlihat begitu marah, setelah mendengar informasi yang dibawa oleh salah seorang pelayannya, tentang sang kaisar yang telah memerintahkan selir Xuan Yang dan juga Putri Xuan Jian untuk kembali ke Paviliun anggrek.

Wanita itu terlihat sangat kesal sekaligus khawatir, jika selir Xuan Yang akan kembali mengambil perhatian dan juga cinta, dari Kaisar Wei Huang seperti di masa lalu. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa dekat dengan sang Kaisar, terlebih saat ini dia juga sudah memiliki dua orang Putra, buah cintanya dengan Kaisar Wei Huang.

"Tenangkan diri anda yang mulia, hamba yakin jika yang mulia Kaisar memiliki rencana lain terhadap selir Xuan yang dan juga Putri Xuan Jian, apalagi selama ini yang mulia Kaisar sangat mencintai kedua pangeran." ucap salah seorang pelayannya menenangkan.

Namun bukannya tenang, wanita itu malah menampar pelayan yang dianggap tidak sopan itu dengan sangat kencang.

"Lancang..!"

Plak...

Plak...

Dua kali tamparan mendarat di pipi pelayan itu, wanita yang dipanggil yang mulia itu terlihat melotot, wajahnya mengeras. Sejak kapan pelayannya itu berani berbicara omong kosong di hadapannya? dia benar-benar sangat geram dan merasa harus kembali menertibkan pelayan yang berada di sampingnya, sehingga tidak ada satupun yang berani mengeluarkan suara, jika dia sedang dalam kondisi marah.

"Jangan pernah mengajariku, ingat posisimu! kau hanyalah seorang pelayan, sedangkan aku seorang permaisuri kekaisaran, kau tidak pantas untuk mengeluarkan kata-kata seperti tadi." ucap sang permaisuri dengan suara yang lantang.

Pelayan itu pun segera bersujud di hadapan sang permaisuri, dia memohon ampun atas kesalahannya, yang telah berani memberikan nasihat di saat yang tidak tepat.

Permaisuri Xue Yi langsung berbalik, dia tak ingin melanjutkan perdebatan. Saat ini kepalanya terasa sangat pusing, selain memikirkan kedua putranya yang sangat manja, dia juga merasa sangat kesal dengan dua orang selir baru Kaisar Wei Huang yang seolah-olah selalu memprovokasi dirinya.

Kedua selir itu selalu saja mencari cara untuk bisa mendekati sang Kaisar, sepertinya saat ini permaisuri harus memberikan pelajaran yang pantas kepada kedua selir itu.

Apalagi melihat sorot mata yang ditunjukkan oleh kaisar Wei Huang terhadap putranya dalam beberapa hari terakhir, membuat permaisuri Xue Yi merasa sedikit khawatir, jika rahasia besarnya akan terbongkar.

"Semoga saja yang mulia tidak mengetahui rahasia yang selama ini aku simpan." gumam permaisuri dengan pelan.

Tanpa sepengetahuannya, seseorang tengah menguping di balik dinding, dia nampak tersenyum tipis saat mendengar gumaman dari orang nomor 2 di kekaisaran jiahu itu.

Terpopuler

Comments

sahabat pena

sahabat pena

jangan jangan 2 putranya bkn putra kandung kaisar ya🤣🤣🤣aduh jalang teriak jalang🤣🤣klo ngatain selirnya jalang. sdg kan itu dia sendiri yg jalang🤣🤣dasar uler kadut🤣

2024-08-03

5

Shai'er

Shai'er

dinding pun punya mulut dan telinga, mak😏😏😏

2023-08-22

5

Shai'er

Shai'er

puyeng jugak lu sendiri yang buat 😏😵‍💫😵‍💫😵‍💫

2023-08-22

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 End
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!