Chapter 03

Mendengar permaisuri akan segera melahirkan, tabib istana pun dengan segera mempersiapkan segala macam perlengkapannya, kemudian dengan setengah berlari dia pun segera menuju ke Paviliun mawar.

Beberapa orang pelayan juga berlarian menuju ke Aula istana, mereka mencari Kaisar Wei Huang untuk memberitahu tentang permaisuri yang akan segera melahirkan, sayangnya Kaisar Wei Huang tidak berada di tempat. Saat ini dia sedang berada di paviliun Anggrek tepatnya di tempat selir Xuan Yang berada.

Angin berhembus dengan sangat kencang, langit pun semakin gelap pertanda hari Mulai malam, bulan seolah tak ingin menampakan wajahnya hanya kegelapan yang mengiringi kelahiran kedua anak Kaisar Wei Huang.

Malam ini terjadi fenomena alam, tepatnya gerhana bulan saat permaisuri Xue Yi dan selir Xuan Yang berjuang mempertaruhkan nyawa mereka demi melahirkan sang Buah Hati. Setelah belasan dupa terlewati, akhirnya terdengarlah suara tangisan bayi dari Paviliun anggrek.

Oeeek....

Ooeeeek...

Suara tangisan itu pun sangat kencang, hingga membuat Kaisar Wei Huang segera berdiri dari posisi duduknya. Dia begitu bahagia dengan kelahiran anak pertamanya, yang ternyata adalah seorang perempuan.

Bergegas Kaisar Wei Huang pun masuk dan menemui selir Xuan Yang, yang saat ini masih bersandar di tempat tidur, dengan keringat yang mengucur deras tubuhnya, wajahnya terlihat begitu pucat dan sangat lelah.

"Yang mulia." panggil selir Xuan Yang seraya menggerakan badannya, namun kaisar Wei Huang menggelengkan kepala, memberi tanda pada sang selir agar tak bergerak terlebih dahulu dari tempat tidurnya.

Akhirnya selir Xuan Yang pun kembali beristirahat, sedangkan Kaisar Wei Huang segera mendekati bayi merah yang baru saja dilahirkan oleh selirnya, dia terlihat menyunggingkan senyuman tipis, saat netranya menangkap bahwa paras sang putri begitu persis seperti dirinya, wajah bayi itu benar-benar jiplakan wajah Kaisar Wei Huang saat dia masih bayi.

Perlahan tangan Kaisar Wei Huang menyentuh bayi yang masih merah itu, dia juga memberikan nama Xuan Jian untuk bayi yang baru saja dilahirkan sang selir, Karena di masa itu hanya Putra ataupun putri dari seorang permaisuri atau istri sah saja yang bisa membawa nama marga dari sang ayah sedangkan anak dari seorang selir akan tetap mengikuti Marga ibunya.

"Hahaha... Bayi kecil, mulai hari ini Namamu adalah Xuan Jian, Kau adalah Putri pertama zhen. Lihatlah wajahmu, benar-benar persis seperti zhen saat masih kecil." ucap Kaisar Wei Huang seraya menimang tubuh kecil sang putri dan menyentuh dagu bayi itu dengan sangat lembut.

Namun kebahagiaan Kaisar Wei Huang seolah tak bertahan lama, tiba-tiba saja beberapa orang pelayan dari Paviliun mawar datang, dalam kondisi terengah-engah setelah berlari. Mereka menyampaikan kabar buruk tentang kematian Putra permaisuri atau bisa disebut juga putra mahkota kekaisaran Jiahu.

Hal itu tentu saja membuat Kaisar Wei Huang menjadi murka. Bergegas dia pun memberikan bayi itu pada salah seorang pelayan, kemudian berjalan menjauh dari paviliun anggrek menuju paviliun mawar.

"Apa yang terjadi? Kenapa bisa Putraku sampai meninggal?" tanya kaisar Wei Huang pada tabib yang menangani kelahiran putranya dengan wajah yang merah, terlihat Kaisar sangat marah. Apalagi saat mengetahui jika anak yang di lahirkan permaisuri itu laki-laki.

Tabib tua itu hanya bisa tertunduk, dia tak tahu harus menjelaskan apa pada sang Kaisar pada saat dia dijemput oleh para pelayan, bayi yang telah dikandung oleh permaisuri, ternyata telah menghembuskan nafas terakhirnya, saat masih berada di dalam kandungan.

Namun Kaisar Wei Huang tidak mau mendengar alasan yang diucapkan oleh tabib tua itu, kemudian dengan tanpa perasaan, dia pun menyuruh beberapa orang prajuritnya, untuk segera menyeret tabib tua itu menuju ke penjara bawah tanah dan akan segera dieksekusi esok hari.

Para pelayan yang mendengar ucapan dari sang Kaisar pun terlihat ketakutan, keringat dingin mengucur di sekujur tubuh mereka, wajah mereka tertunduk, jelas mereka mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain, tapi mereka tak ingin bernasib sama seperti yang terjadi pada tabib tua, dan hanya bisa diam seraya tetap menundukkan kepalanya

Tak lama kemudian, Kaisar pun mendekati permaisuri Xue Yi, istri pertama Kaisar Wei Hang itu terlihat begitu sedih, wajahnya memerah dengan mata yang sembab.

"Yang mulia." Panggil permaisuri Xue Yi.

Kaisar Wei Huang hanya melirik sebentar, kemudian mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

"Semua ini pasti ulah dari anak selir sialan itu." ucap permaisuri Xue Yi.

"Apa maksudmu?" tanya sang Kaisar, dia terlihat bingung mendengar ucapan yang dilontarkan oleh permaisurinya.

"Kalau saja Putraku tidak lahir bersamaan dengan lahirnya putri dari selir sialan itu, aku yakin jika Putraku pasti masih hidup, ini pasti karena bayi yang dilahirkan selir itu membawa nasib buruk untuk Putraku." ucap sang permaisuri.

"Dia itu bayi pembawa sial, yang mulia harus segera menyingkirkan bayi itu dari istana ini, agar tidak menambah kesialan di masa depan." ucap permaisuri Xue Yi melanjutkan ucapannya dan memprovokasi Kaisar Wei Huang.

Sang Kaisar terlihat tertegun mendengar ucapan dari permaisurinya, sejenak dia pun berpikir, hingga Tak lama kemudian dia segera memanggil beberapa orang prajurit untuk memberikan titah agar memindahkan selir Xuan Yang beserta Sang Putri ke Paviliun yang ada di ujung paling belakang istana kekaisaran.

Paviliun yang sudah rusak dengan kayu yang telah lapuk, yang tak terpakai dan juga sangat kecil.

Kaisar Wei Huang pun hanya memberikan satu orang pelayan, untuk mengurus selir dan juga Putri yang baru saja dilahirkannya. Setelah memberikan titah, Kaisar Wei Huang pun segera kembali menuju ke paviliun naga, dia masih sedikit tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh permaisurinya, tentang sang putri yang merupakan pembawa sial untuk kekaisarannya. Namun sebagai seorang Kaisar, tentu dia harus mendengarkan ucapan dari sang permaisuri.

.

.

.

Sementara itu di paviliun mawar, sepeninggalnya Kaisar Wei Huang, permaisuri segera memanggil para pelayan kepercayaannya, dia segera memberikan sebuah perintah yang sangat rahasia untuk Segera dilaksanakan.

"Cepat buang bayi itu! jangan biarkan siapapun mengetahui jika saat ini aku telah melahirkan seorang bayi yang cacat." ucap permaisuri seraya menunjuk ke arah sudut kamarnya.

Para pelayan pun segera mengambil bayi itu dan menyelinap keluar dari Paviliun mawar, mereka membawa sang pangeran mahkota yang sebenarnya masih hidup, namun dalam kondisi yang cacat untuk keluar dari istana.

"Ayo cepat!" ucap salah seorang pelayan seraya menutup wajah mereka agar tak dikenali. Mereka segera berjalan dengan sangat hati-hati, dan langsung menuju hutan untuk membuang bayi permaisuri itu.

.

.

.

Sementara selir Xuan Yang saat ini tengah menangis sambil memeluk bayi mungil yang baru saja dilahirkannya, dia begitu sedih setelah tahu jika kaisar Wei Huang telah membuang dirinya bersama sang putri di paviliun yang sangat kotor dan rusak.

"Ibu harap, setelah kau dewasa nanti, kau bisa menuntut keadilan untuk kita, putriku." ucap selir Xuan Yang di sela tangisannya.

Terpopuler

Comments

sahabat pena

sahabat pena

klo lg hamil itu hrs punya hati yg bersih , baik sama org lain. jd ga berimbas ke janin mu.

2024-08-03

3

Helen Nirawan

Helen Nirawan

ooo... ini yg jahat permaisuri ny ? biasa ny selir yg jahat , awal baca bingung

2024-07-13

2

Parth NSaint

Parth NSaint

kaisar yang bodoh

2024-07-05

4

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 End
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!