Chapter 02

Kaisar Wei Huang berjalan diikuti oleh Kasim kepercayaannya, untuk kembali ke Aula rapat. hari ini Kaisar Wei Huang telah mengundang beberapa orang petinggi kekaisaran untuk membahas tentang penyerangan terhadap kekaisaran sebelah karena tidak mau tunduk kepada kekaisaran Jiahu.

Kedatangan Kaisar Wai Huang telah Ditunggu oleh para petinggi kekaisaran beserta para bangsawan, mereka telah bersepakat untuk melakukan peperangan dikarenakan kekaisaran tiansu tidak ingin tunduk pada kekaisaran Jiahu.

Mereka lebih memilih Jalan pertempuran dibandingkan bertekuk lutut dan mengakui kekalahan kepada kaisar Wei Huang.

"Salam kepada yang mulia Kaisar, semoga yang mulia diberkahi umur panjang." ucap semua orang serempak seraya bersujud, mereka nampak begitu menghormati Kaisar Wei Huang.

Sang Kaisar hanya mengibaskan lengan hanfunya, sebagai tanda bahwa dia menerima hormat dari semua orang. Dia berjalan dengan dagu terangkat menunjukkan keangkuhan dan langsung menduduki kursi kebesarannya.

"Apakah ada kabar dari orang kepercayaan yang dikirimkan ke kekaisaran tiansu?" tanya Kaisar Wei Huang.

Sang Kasim langsung memberikan sebuah gulungan kertas, yang berisi surat yang diberikan oleh Kaisar Lin Zhang, yang merupakan orang nomor satu sekaligus pemimpin dari kekaisaran Tiansu. Kaisar Wei Huang membaca gulungan kertas yang ada di tangannya,tak lama kemudian wajahnya terlihat menghitam, giginya mengeras dan pandangannya menjadi dingin.

Dia sangat tidak senang setelah membaca surat yang dikirimkan oleh kekaisaran Tiansu itu mengingat di dalam surat dinyatakan bahwa kekaisaran Tiansu tidak akan tunduk dan patuh pada kekaisaran Jiahu.

"Sepertinya Kaisar Lin Zhang belum pernah mengetahui, bagaimana prajurit kekaisaran Jiahu berhasil menundukkan banyak sekali kekaisaran maupun kerajaan kecil, sehingga dia berani mengajukan peperangan dibandingkan tunduk dan patuh pada kekaisaranku." ucap Kaisar Wei Huang.

"Yang mulia, hamba memiliki sebuah saran. Jika yang mulia setuju, bagaimana jika kita membuat aliansi pernikahan dengan kekaisaran Tiansu?" sang penasehat istana pun mengeluarkan pendapatnya.

Kaisar Wei Huang melirik ke arah sang penasihat, dahinya terlihat berkerut menandakan bahwa orang nomor satu di kekaisaran Jiahu itu tengah berfikir. Tak lama dia pun mengangguk setuju, Kaisar Wei Huang merasa bahwa apa yang diungkapkan oleh sang penasihat ada benarnya.

"Apakah putri dari Kaisar Lin Zhang itu cukup layak untuk menjadi salah satu selir zhen?" tanya Kaisar Wei Huang.

"Hamba pernah mendengar dari seseorang yang mengatakan jika putri Lin Yue adalah seorang gadis yang sangat cantik, bahkan dia merupakan yang tercantik di seluruh daratan dunia Xingmu ini" jawab sang penasihat.

"Benarkah?" tanya sang Kaisar kembali.

"Benar yang mulia, hamba beberapa kali sempat berkunjung di kekaisaran tiansu, hamba juga pernah bertemu dengan putri Lin Yue"ucap salah seorang bangsawan yang bernama Su Chen.

"Baiklah! Kasim, segera buat surat untuk Kaisar Lin Zhang dan katakan padanya jika zhen menginginkan putrinya menjadi salah satu selir zhen" perintah Kaisar Wei Huang.

"Baik yang mulia," sang kasim dengan patuh menyanggupi perintah yang diberikan oleh kaisar Wei Huang, dia pun segera mengambil kertas dan tinta untuk membuat surat yang akan ditujukan pada Kaisar Lin Zhang dari kekaisaran tiansu.

.

.

di paviliun mawar saat ini, permaisuri Xue Yi kedatangan salah seorang pelayan, dia adalah orang yang sangat dipercayai oleh sang permaisuri untuk memata-matai gerak-gerik dari selir Xuan Yang, pelayan itu nampak membisikkan sesuatu di telinga sang permaisuri.

Tak lama kemudian muncul seorang pemuda berpakaian bangsawan, dia meminta izin untuk bisa bertemu dengan sang permaisuri karena ingin menyampaikan sebuah berita yang sangat penting.

Kedatangan sang tuan muda itu telah Ditunggu oleh permaisuri, tentu saja dia adalah orang yang bekerja sama untuk memata-matai segala sesuatu yang dilakukan oleh sang Kaisar.

Tuan muda Mu Cheng Yi adalah seorang putra dari bangsawan Mu yang menjabat sebagai salah satu Jendral di kekaisaran Jiahu, dia juga memiliki hubungan kekerabatan dengan permaisuri Xue Yi, karena ibu dari Mu Cheng Yi merupakan adik dari ayah permaisuri Xue Yi.

"Apakah ada berita penting yang kau bawa tuan muda?" tanya permaisuri Xue Yi tanpa berbasa-basi.

"Benar Yang Mulia" ucap Mu Cheng Yi seraya menundukan kepalanya.

"Baiklah, pelayan! siapkan teh dan juga cemilan untuk tuan muda Mu Cheng Yi!" perintah permaisuri kepada para pelayannya.

Tak lama kemudian, datanglah beberapa orang pelayan dengan membawa nampan berisi beberapa kue dan juga teh, setelah itu permaisuri segera menyuruh para pelayannya untuk keluar dari ruangan agar dia bisa berbicara dengan tuan muda Mu Cheng Yi.

"Berita apa yang kau bawa tuan muda?" tanya sang permaisuri.

Tuan muda Mu Cheng Yi tersenyum tipis mendengar pertanyaan yang diberikan oleh sang permaisuri kekaisaran Jiahu itu.

"Sepertinya ini merupakan kabar yang kurang begitu bagus yang mulia." ucap tuan muda Mu Cheng Yi.

"Apa maksudmu?" tanya permaisuri, dia terlihat begitu penasaran setelah mendengar ucapan setengah-setengah dari mulut tuan muda Mu Cheng Yi.

"Yang mulia Kaisar Wei Huang berniat untuk menikahi salah satu putri dari Kaisar Lin Zhang yang bernama Putri Lin Yue, dia adalah putri yang sangat cantik dan juga memiliki banyak talenta. Selain pintar dalam hal seni dia juga memiliki kemampuan lain yang tak kalah jika dibandingkan dengan paranona muda atau pun putri-putri kekaisaran lainnya." ucap tuan muda Mu Cheng Yi.

"Talenta Apa maksudmu?" tanya sang permaisuri.

"Yang hamba dengar, Putri Lin Yue adalah gadis yang tangguh, dia memiliki kemampuan untuk bertarung, selain itu dia juga terkenal akan kecantikannya. Bahkan orang-orang mengatakan jika kecantikan Putri Lin Yue melebihi kecantikan para Dewi." ucap tuan muda Mu Cheng Yi seraya menyesap teh nya.

"Apakah itu benar?" tanya sang permaisuri.

"Benar yang mulia, hamba rasa yang mulia Kaisar Mungkin saja akan tertarik terhadap Putri Lin Yue, mengingat dia adalah gadis yang sangat menarik dan juga memiliki pesona yang mematikan." ucap tuan muda Mu Cheng Yi.

"Apa kau yakin?" tanya sang permaisuri.

"Hamba sangat yakin yang mulia," jawab tuan muda Mu Cheng Yi.

"Lalu bagaimana dengan selir Xuan Yang?" tanya tuan muda Mu Cheng Yi.

"Kau tenang saja, aku pasti bisa membereskan gadis ja*ang itu, yang terpenting saat ini kau harus terus memantau apapun yang dilakukan oleh yang mulia Kaisar dan segera laporkan padaku!" ucap sang permaisuri.

"Baiklah yang mulia, jika seperti itu hamba pamit dulu." ucap tuan muda Mu Cheng Yi seraya bangkit dari kursi yang didudukinya, dia segera melangkahkan kaki keluar dari Paviliun mawar dan kembali ke kediamannya.

Sepeninggal tuan muda Mu Cheng Yi, permaisuri Xue Yi nampak memikirkan apa yang tadi disampaikan oleh pemuda itu, hatinya sedikit Bimbang, jika keberadaan selir Xuan Yang saja, dia sudah Tersisih, lalu bagaimana jika Putri Lin Yue menjadi salah satu selir dari Kaisar Wei Huang? sudah pasti posisinya akan terancam. Terlebih Gadis itu merupakan putri dari seorang Kaisar, jelas jauh berbeda dengan dirinya yang hanya merupakan putri dari Seorang perdana menteri.

Tiba-tiba saja beberapa orang pelayan berlarian, Mereka terlihat begitu khawatir, membuat sang permaisuri sedikit banyaknya merasa curiga.

"Pelayan!" Panggil sang permaisuri.

"Hamba yang mulia." beberapa orang pelayan permaisuri pun mendekat, mereka menunduk tanpa berani mengangkat wajahnya di hadapan orang nomor 2 di seluruh kekaisaran jiahu itu.

"Cari tahu apa yang terjadi!"ucap permaisuri.

"Baik yang mulia." para pelayan itu pun segera undur diri, mereka melaksanakan perintah yang diberikan oleh permaisuri dengan sangat patuh.

Tak lama salah seorang pelayan kembali dan memberitahukan kepada permaisuri bahwa saat ini selir Xuan Yang tengah di tangani oleh seorang tabib, sepertinya dia akan segera melahirkan.

"Ck! Sial... Semoga saja anaknya perempuan!" ucap sang permaisuri seraya melangkahkan kakinya kembali ke dalam paviliun.

"Aduh.." permaisuri Xue Yi tiba-tiba saja meringis, dia merasakan mulas dan juga sakit di perutnya. Para pelayan segera memapah sang permaisuri kembali ke peraduannya, sementara beberapa orang pelayan lain pun langsung berlari untuk memanggil tabib.

"Sepertinya permaisuri akan segera melahirkan."

Terpopuler

Comments

Grey

Grey

😂🤣 sekali baj*Ngan ya tetap baj*Ngan bukan??

2024-06-18

5

GuGuGaGa_90

GuGuGaGa_90

gatal...

2024-06-05

2

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussehat

2024-02-11

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 End
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!