Chapter _15 : Tamu terhormat

"Ding...!"

"Selamat tuan misi pertama tuan sukses, anda mendapatkan 10 Poin sitem.

Poin sistem yang anda miliki saat ini 100 Ps "

"Eh... perasaan belum buat apa apa aku sistem, sudah maen sukses sukses aja ini, baru aja habis minum kopi."

Melihat jalanan kosong Haris lantas melintas, menyeberangi jalan tesebut dan masuk ke jalan kecil desa menuju rumahnya, dia telah terbiasa berbicara dengan sistem sambil berkegiatan, tidak lagi harus berhenti dan diam seperti sebelumnya.

"Tuan lupa, teman tuan tadi telah meminta bantuan, agar dirinya yang memanen sawit dan tuan mengabulkannya, maka misi pertama tuan sukses, dia sebenarnya sangat butuh pekerjaan tersebut walau anda menganggapnya hal yang biasa saja."

"Iya juga ya sistem...! Aku masih ingat betul bagaimana di hari hari yang lalu, aku seringkali saat sedang butuh butuhnya pekerjaan, orang ketawa aku ikut ikutan ketawa padahal hatiku sedang menangis, pikiranku selalu berjalan, bagaimana caranya dalam setiap kesempatan bicara termasuk dalam canda tawa itu, terselip manfaat berupa peluang untuk aku beroleh pekerjaan, sebab di rumah beras sudah habis anak nangis minta jajan, uang ngak ada minjam ngak dikasih orang, ahhh...entahlah sistem."

"Ya jadikanlah itu sebagai nasehat diri tuan, agar tuan lebih peka terhadap orang lain."

"Aku lama lama geli nengok kau sistem."

"Kenapa tuan?"

"Ya... Kadang kadang kau udah bijak kali kedengarannya, seperti orang tua yang ngasih nasehat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, kadang kau manis pulak kedengarannya macam anak gadis baru mium teh manis, apalagi waktu kau cerita soal duit... ha.ha.ha.hahahh."

"Ah tuan... kalau bercanda memang bisa buat ketawa sistem aja."

"Ha... ha... ha...hahhah entah apalah amalku dulu yang berterima, sehingga aku bisa jumpa dengan kau sistem."

"Kesabaran barangkali tuan."

"Ya, mungkinlah sistem."

"Tuan dirumah tuan ada tamu terhormat maka harap tuan bijak melayaninya."

"Siapa ya sistem?"

"Tuan akan tahu nanti."

Segera Haris sampai ke rumahnya dan masuk kedalam

"Assalamu 'alaikum."

"Wa 'alaikum salam"

"Diana istrinya berdiri membeku, seolah menutup jalan."

"Iya minggirlah dek kasih jalan, abang mau lewat ini."

"Bang....! mamak datang bang "

Raut wajah Diana pucat terlihat panik dan was was, dia tahu betul seperti apa rasa kecewa suaminya pada keluarganya, sehingga Diana khawatir terjadi masalah dengan mereka, bagaiamanapun ibunya adalah wanita yang melahirkan dan mengantarkannya ke dunia ini."

" Eh...minggrlah biar abang salam ibu'..!

Diana terkesiap dan meminggir secara reflek

"Kapan datang bu?"

Tanya Haris beramah tanah sambil menyalam dan mencium tangan ibu mertuanya

"Baru aja Ris.. itu ada lemang ibu bawa Ris".

"Ouwwhhh.... mantap lemang nih, dek kupaslah dari bambunya, bikin di piring dah lama ngak makan lemang, apalagi masakan ibu pasti enak."

Diana kemudian tersenyum apa yang dia khawatirkan tidak terjadi, pada dasarnya suaminya selalu hormat pada orang tuanya, tetapi memang orang tuanyalah yang selalunya tidak menghargai suaminya itu, namun ternyata suaminya tidak membalas semua itu, seolah itu semua tidak pernah terjadi dan dia patut bersyukur punya suami yang baik seperti Haris.

"Oh iya bentar ya bang adek kupas."

Ibunya tercengang melihat keluarga Haris, cucunya dia lihat punya anting anting dan cincin emas, puterinya pula punya kalung emas besar dengan mainannya dalam bentuk uang logam emas yang cukup besar, dia cukup tertegun dan merasa bahwa puteri dan anak menantunya ini, bukan lagi seperti yang dia kenal dahulunya, mereka tampak banyak uang sekarang.

Tiba tiba Fauzan datang.

"Bang Haris .... bang Haris....!"

"Ada apa zan....?"

"Ini bang toke sawit yang biasa muat sawit orang pak Samsul kan datang, jadi dia nanya mau di jual kemana sawitnya bang?

Kalau bisa katanya sama orang itu ajalah, biar sekalian dimuat ada juga sawit pak saleh satu mobil Pick up di dekat sawah sana, jadi kubilang tunggu kutanya sama bosku dululah pak, gitu tadi kubilang bang, gimana menurut abang?"

"Tapikan belum siap Zan..? apa mau orang itu nunggu.?"

"Katanya mau bang..! lagian sudah hampir separuh siap ku panen bang dan lagi katanya anggota bongkar muatnya siap bantu kita sekali ini biar cepat bang, untuk besok besok dikasih tahu orang itu kapan waktunya panen, biar ngak nunggu nunggu lagi seperti sekarang waktu orang itu datang."

"Oh.... sudah paten kalilah itu, ligat juga kau kerjanya ya Fauzan, berarti kalau ada yang jual kebun sawit lagi kasih tahulah sama abang biar kita beli lagi, biar banyak kerjamu banyak pula uang masukmu."

"Oke bang...! jadi ini, ku oke kan aja sama orang itu bang?"

"Oke kanlah, apalagi?"

"Mantap bang"

"Mau kau lemang Zan?, ada lemang ini, dibawa ibu abang, enak lho..!

"Nanti ajalah bang, mau kerja lagi."

"Sudah makan aja dulu, sepotongpun jadilah."

"Oh iyalah bang, oh lagi ada tamu orang abang?"

"Ibu ini Ris, mamak kakakmu."

"Oh, iya. bang..!

Bu' baru datang bu'..!"

Fauzan beramah tamah dengan mertua lsi Haris.

"Iya nak..! makanlah lemangnya..."

"Iya bu', ini mau dimakan."

Setelah memasukkan sepotong lemang ke mulutnya, Fauzan pamit pergi.

"Udalah ya bang, cabut dulu aku nanti nunggu pulak orang itu, bu' pergi dulu ya bu' kak Diana...!!"

"Oke Fauzan.."

"Iya jawab Diana dan ibunya bersamaan."

Ibu mertua si Haris bingung dengan semua interaksi di depannya, apa puterinya sudah punya kebun sawit? karena tidak mau penasaran lalu dia memutuskan akan menanyakannya tentang kebenarannya, kedatangannya kali inipun sebenarnya juga karena rasa penasaran, sebab ada berita yang sampai ke desanya, kalau si Haris menantunya sedang membangun rumah lumayan besar, informasi itu tersebar di desanya oleh seorang wanita yang berasal dari desanya yang juga menikah dengan teman sekampung si Haris.

Setelah dia datang dan bertanya pada puterinya ternyata kabar itu benar adanya, bahkan dia lihat sendiri bagaimana rumah itu sedang di kerjakan.

"Ris kelen baru beli sawit ya.?

mertua Haris bertanya

"Iya buk, itu kebunnya yang pohonnya masih berbuah pasir yang dibelakang dan samping rumah yang dibangun itu lhp bu"

"Itu kebunnya yang dekat itu? berapa hektar Ris, berapa di beli?"

"Cuma 2 hektar kok buk, harganya 200 juta."

"Oh... banyak duit kelen berarti ya, kenapalah kelen ngak pernah datang kerumah, sudah lupa kelen sama mamak kelen yang tua ini."

"Ngaklah mak, sebenarnya kami mau datang hari ini, tapi mamak sudah terlanjur datang duluan."

Diana menjawab ibunya.

"Pokoknya ibu ngak mau tahu, ibu mau bermalam di rumah ini, besok kita sama sama ke rumah, ayahmupun sudah rindu sama cucunya

Melihat kekerasan tekad ibunya Diana melihat ke arah Haris, " Gimana bang?"

"Gimana apanya lagi? ayah sudah rindu sama si Nurul, pigilah kita."

Diana begitu senang mendengarnya, karena dia juga sudah sangat rindu kampung halamannya, kemiskinannya selama ini melarang dia untuk bisa pergi ke desanya dan kemiskinan itu pula yang mencegahnya untuk bisa diperlakukan dengan baik disana, seperti masa kecilnya dahulu.

Dia menjadi sangat emosional, perlahan air matanya tumpah.

Mertua si Haris setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya sudah pergi menggendong cucunya dan pergi melihat lihat rumah yang sedang dibangun dan kebun sawit yang membuat dia kagum tersebut.

Perlahan si Diana tersungkur dan menangis dengan suara sesak karena di tahan.

"Dek... dek..... kau kenapa dek...?

"Bang terima kasihlah ya bang, abang masih baek sama mamak, setelah apa yang telah kita lalui selama ini, terima kasih ya bang, malu adek sama abang atas apa yang sudah abang alami, oleh perbuatan saudara adek, maafkan adek ya bang."

Diana terus berucap dengan kata yang sama terus menerus berulang ulang, dengan raungan yang ditahan dan suara yang diredam agar jangan sampai ibunya mendengar, sehingga membuat dadanya sesak badannya lemas dan bibirnya bergetar.

"Dek.... jangan beginilah, kalau begini sama saja adek menyiksa diri sendiri, bagaimanapun ibu adalah mertua abang juga, cuma ibu yang bisa melahirkan sosok wanita lembut dan penuh kesabaran serta pengertian sepertimu, engkaulah semangat abang selama ini, bidadari hati abang, yang memberikan abang kekuatan dalam menghadapi semua badai gelombang hidup ini, wanita lain tidak bisa melahirkanmu, ibulah yang melahirkan mu untuk menjadi istri abang, lalu bagaimana mungkin abang sanggup membenci ibu yang begitu berjasa seperti itu?"

"Baaaaaaaannngg........!"

Kali ini Diana tidak sanggup lagi membendungnya, dia berteriak kencang dan memeluk suaminya.

Semua orang sekitar rumah mendengar suara itu, termasuk ibunya yang sejak tadi sudah ada lagi di depan pintu hendak masuk, ibunya mendengar betapa besar rasa bersalah di hati puterinya, atas semua dosa yang mereka lakukan selama ini terhadap Haris.

Mertua Haris berbalik menjauhi pintu yang sedianya tadi akan dia masuki itu dan dia menutup mulutnya dengan selendang cucunya yang dia gendong.menahan suara tangis penyesalannya.

Diana sudah damai hatinya dan Haris mencium dengan lembut, kening wanita yang telah banyak memberikan ketenangan dan kesabaran baginya itu, wanita yang merupakan teman seperjuangannya dalam mengarungi suka dan duka kehidupan ini.

Perlahan semua badai di hati Diana berlalu, untuk sesaat dia tidak mau lepas dari peluk dan cium suaminya trcinta.

Apa yang tidak kedua orang ini tahu adalah bahwa teriakan yang begitu kencang di hari siang bolong itu, telah memicu cerita berbeda di luar, seperti cerita Si Dame dan si Bambang anggotanya.

"Isshhhhh..... parah kalilah memang si Haris itu, siang siang bolong begini, mertuanya lagi datang bertamu, ditekannya pulak biniknya sampek menjerit dengar orang sekampung gitu.

Tengoklah hah sampek balik ibu tuh, padahal tadi sudah mau masuk, tapi dengar orang menjerit dari dalam balik kananlah pulak, memanglah si Haris ini.."

"Iya ya bang Dame..! ngak nyangka aku, bang Haris nampaknya aja selow bawaannya rupanya hmmmmm.... ngeri juga ha..ha..ah..ahahah."

"Eh tahan suara kau Bambang, nanti di pecatnya kau ngak boleh lagi ikut kerja, ngak bisa kubela kau."

"Iya bang maaf bang, tapi tengoklah bang sampek ngak jadi masuk ibu mertuanya bang Haris."

"Husshhh... udah udah, lihat sudah nengok ibu itu kemari, jangan ceritai lagi.

Para tukang itu berfantasi dengan pikiran mereka sendiri dan tertawa geli dengan persangkaan bodoh mereka sendiri.

Terpopuler

Comments

Tyas

Tyas

pada viktor semua sih... 😝

2025-03-15

1

Daffa Musyaffa

Daffa Musyaffa

lucu jg bahasa nya kaya bahasa riau lanjut thor(mak beti)

2024-11-18

0

Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

huahahahahaha....

2025-03-22

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1_ Hari yang malang
2 Chapter 2_Perlakuan yang tidak adil
3 Chapter _3 : Akhir yang buruk
4 Chapter _4 : Pukulan telak
5 Chapter _5 : Pindah kampung
6 Chapter _6 :. Sistem Kekayaan
7 Chapter _7 : Perintah kosongkan rumah
8 Chapter _8 : Rumah berkeramik
9 Chapter _9 : Membeli kebun
10 Chapter _10 : Transaksi berhasil
11 Chapter _11 : Merasa dipaksa habiskan uang
12 Chapter _12 : Perbincangan jelang tidur
13 Chapter _13 : Perubahan Haris
14 Chapter _14 : Misi pertama
15 Chapter _15 : Tamu terhormat
16 Chapter _16 : Bukan Haris yang biasa
17 Chapter _17 : Mobil baru
18 Chapter _18 : Keluarga harus saling dukung
19 Chapter _19 : Mengunjungi Teman seperjuangan
20 Chapter _20 : Suasana baru
21 Chapter _21 : Hati yang terusik
22 Chapter _22 : Mimpi buruk
23 Chapter _23 : Misi yang menggugah perasaan
24 Chapter _24 : Kesombongan yang tercabut
25 Chapter _25 : Penampilan yang tidak meyakinkan
26 Chapter _26 : Corporate owner baru
27 Chapter _27 : Direktur Haris
28 Chapter _28 : Level berbeda
29 Chapter _29 : Misi baru
30 Chapter _30 : Pembayaran lahan
31 Chapter _31 : Keseruan warga
32 Chapter _32 : Uang yang menyatukan hati
33 Chapter _33 : jurus duda rondo kelana?
34 Chapter _34 : Amukan petani cabai
35 Chapter _35 : Fungsi uang yang semestinya
36 Chapter _36 : Pesanan di luar misi
37 Chapter _37 : Masih saja di rendahkan
38 Chapter _38 : Hal yang tidak biasa
39 Chapter _39 : Menawar ke atas.
40 Chapter _40 : Membahagiakan keluarga dan orang terdekat
41 Chapter _41 : Terbakarnya rumah dan kebun Haris
42 Chapter _42 : Pulang
43 Chapter _43 : Menjemput bahagia dengan membahagiakan orang lain
44 Chapter _44 : Akhir dari masalah
45 Chapter _45 : Pak Slamet yang baik
46 Chapter _46 : Sahabat sepenanggungan
47 Chapter _47 : Niat yang tersampaikan
48 Chapter _48 : Pendatang melarat
49 Chapter _49 : Membalas budi baik
50 Chapter _50 : Adik angkat
51 Chapter _51 : Candu berbuat kebaikan
52 Chapter _52 : Cinta buta sang GM
53 Chapter _53 : Realita kehidupan
54 Chapter _54 : Daki dunia
55 Chapter _55 : Hampir saja
56 Chapter _56 : Kesepakatan dua wanita
57 Chapter _57 : Kabar yang mengejutkan
58 Chapter _58 : Duduk permasalahan
59 Chapter _59 : Pembebasan Jhon
60 Chapter _60 : Penyerangan desa
61 Chapter _61 : Penyerangan desa 2
62 Chapter _62 : Sejenak melupakan masalah
63 Chapter _63 : Rajanya Ikan sungai
64 Chapter _64 : Makin rumit
65 Chapter _65 : Saling pengertian
66 Chapter _66 : Mulai menerima
67 Chapter _67 : Sosok yang nemikat hati semua orang
68 Chapter _68 : Rahasia kecil yang terbongkar
69 Chapter _69 : Pernikahan sederhana
70 Chapter _70 : Misi sudah sukses
71 Chapter _71 : Posesif
72 Chapter _72 : Wanita tak pernah salah
73 Chapter _73 : Haris tak boleh disinggung
74 Chapter _74 : Bahagia bersama keluarga
75 Chapter _75 : Papa dan mama di tekan
76 Chapter _76 : Diana tetap yang paling utama
77 Chapter _77 : Ujian 1 Triliun
78 Chapter _78 : Hanya masalah kecil
79 Chapter _79 : Kebahagiaan pak Wicaksono
80 Chapter _80 : Peristiwa keramat
81 Chapter _81 : Tidak seperti bos lain
82 Chapter _82 : Canda yang serius
83 Chapter _83 : Menjenguk si Jhon.
84 Chapter _84 : Sikap dingin Haris
85 Chapter _85 : Perhatian pada bawahan
86 Chapter _86 : Bertukar posisi
87 Chapter _87 : Situasi di perkebunan
88 Chapter _88 : Mandor 'tengil'
89 Chapter _89 : penyerangan terhadap Haris
90 Chapter _90 : Uang bukan apa-apa bagi Haris
91 Chapter _91 : Pendekatan Haris
92 Chapter _92 : Pabrik pengalengan ikan
93 Chapter _93 : Keinginan untuk makmur.
94 Chapter _94 : Seorang master
95 Chapter _95 : Kerajaan bisnis
96 Chapter _96 : Keheranan Diana dan Kirana.
97 Chapter _97 : Suratan hidup yang indah.
98 Chapter _98 : Dunia ini luas.
99 Chapter _99 : Hidup terlalu indah untuk disia siakan.
100 Chapter _100 : Sikap yang selalu ingin membantu orang lain.
101 Chapter _101 : Bos besar.
102 Chapter _102 : Sosok yang penuh pengertian
103 Chapter _103 : Masalah di kantor Ekspedisi
104 Chapter _104 : Master VS Master
105 Chapter _105 : Tetap lebih kuat
106 Chapter _106 : Marlon si pria kasar
107 Chapter _107 : Mitra bisnis strategis
108 Chapter _108 : Pimpinan yang pengecut
109 Chapter _109 : Bersembunyi
110 Chapter _110 : Melacak Marlon
111 Chapter _111 : Lolosnya Marlon
112 Chapter _112 : Kerinduan teman lama.
113 Chapter _113 : Baku tembak di wilayah pantai Timur.
114 Chapter _114 : Malaikat yang menyamar
115 Chapter _115 : Kabar yang kurang sedap
116 Chapter _116 : Malam kebersamaan
117 Chapter _117 : Kekhawatiran Papa mertua dan kerjasama baru
118 Chapter _118 : Tidak bisa semua orang suka pada kita.
119 Chapter _119 : Kunjungan mendadak Manager Sudharta
120 Chapter _120 : Tembakan dokter Shasmita
121 Chapter _121 : Peristiwa yang mengguncang
122 Chapter _122 : makanan yang dibubuhi racun
123 Chapter _123 : Menanti tabib Maksum
124 Chapter _124 : Tibanya sosok yang ditunggu
125 Chapter _125 : PT. Haris Kirana Diana Shipyard
126 Chapter _126 : Gelombang kunjungan warga
127 Chapter _127 : Membludaknya pengunjung
128 Chapter _128 : Pembicaraan yang berat
129 Chapter _129 : Keahlian pengobatan
130 Chapter _130 : pengobatan akupuntur kuno
131 Chapter _131 : Hikmah sebuah musibah
132 Ide menulis
133 Chapter _132 : Meninjau SPBU di Kota P
134 Chapter _133 : Sikap hangat yang menyentuh
135 Chapter _134 : Musyawarah singkat keluarga Haris
136 Chapter _135 : Calon mertua Nando dan Erik.
137 Chapter _136 : Pernikahan adik dan pengawal Haris
138 Chapter _137 : Indahnya kehidupan Haris
139 Chapter _138 : Wahana waterboom
140 Chapter _139 : Keseruan dan juga komitmen Diana dan Kirana
141 Chapter _140 : Teman sejati tak mengenal pembedaan status
142 Chapter _141 : Perubahan dalam diri Shasmita
143 Chapter _142 : Perkembangan situasi di hari pernikahan.
144 Chapter _143 : Suasana pesta pernikahan
145 Chapter _144 : Rentetan Ucapan salam
146 Chapter _145 : Menggoda madu pengantin baru
147 Chapter _146 : Hasil pengobatan yang luar biasa
148 Chapter _147 : Hari yang indah bagi Shasmita dan Haris
149 Chapter _148 : Kegembiraan ketiga anak petani.
150 Chapter _149 : Hadirnya Haris dalam kehidupan keluarga Nurdin.
151 Chapter _150 : Kesepakatan Istri Haris
152 Chapter _151 : Malam yang penuh rencana
153 Chapter_152 : Status baru Linda di sekolah
154 Chapter _153 : Pengganggu istri Haris
155 Chapter _154 : Terungkapnya identitas penyerang istri Haris
156 Chapter _155 : Hotel di daerah perbukitan
157 Chapter _156 : Haris membahagiakan keluarga Nurdin
158 Chapter _157 : Ancaman yang sangat serius
159 Chapter _158 : Kenyataan pahit
160 Chapter _159 : Terus berbuat baik saat ada peluang
161 Chapter _160 : Bapaknya orang-orang miskin.
162 Chapter _161 : Pengobatan terakhir Pak Drajat
163 Chapter _162 : Pertemuan yang tak terduga
164 Chapter _163 : Hubungan baik yang semakin dekat
165 Chapter _164 : Kemudahan urusan orang yang baik
166 PENGUMUMAN
167 SIMAK NOVEL BARU AKU YA SOBAT YANG BAIK HATI...
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Chapter 1_ Hari yang malang
2
Chapter 2_Perlakuan yang tidak adil
3
Chapter _3 : Akhir yang buruk
4
Chapter _4 : Pukulan telak
5
Chapter _5 : Pindah kampung
6
Chapter _6 :. Sistem Kekayaan
7
Chapter _7 : Perintah kosongkan rumah
8
Chapter _8 : Rumah berkeramik
9
Chapter _9 : Membeli kebun
10
Chapter _10 : Transaksi berhasil
11
Chapter _11 : Merasa dipaksa habiskan uang
12
Chapter _12 : Perbincangan jelang tidur
13
Chapter _13 : Perubahan Haris
14
Chapter _14 : Misi pertama
15
Chapter _15 : Tamu terhormat
16
Chapter _16 : Bukan Haris yang biasa
17
Chapter _17 : Mobil baru
18
Chapter _18 : Keluarga harus saling dukung
19
Chapter _19 : Mengunjungi Teman seperjuangan
20
Chapter _20 : Suasana baru
21
Chapter _21 : Hati yang terusik
22
Chapter _22 : Mimpi buruk
23
Chapter _23 : Misi yang menggugah perasaan
24
Chapter _24 : Kesombongan yang tercabut
25
Chapter _25 : Penampilan yang tidak meyakinkan
26
Chapter _26 : Corporate owner baru
27
Chapter _27 : Direktur Haris
28
Chapter _28 : Level berbeda
29
Chapter _29 : Misi baru
30
Chapter _30 : Pembayaran lahan
31
Chapter _31 : Keseruan warga
32
Chapter _32 : Uang yang menyatukan hati
33
Chapter _33 : jurus duda rondo kelana?
34
Chapter _34 : Amukan petani cabai
35
Chapter _35 : Fungsi uang yang semestinya
36
Chapter _36 : Pesanan di luar misi
37
Chapter _37 : Masih saja di rendahkan
38
Chapter _38 : Hal yang tidak biasa
39
Chapter _39 : Menawar ke atas.
40
Chapter _40 : Membahagiakan keluarga dan orang terdekat
41
Chapter _41 : Terbakarnya rumah dan kebun Haris
42
Chapter _42 : Pulang
43
Chapter _43 : Menjemput bahagia dengan membahagiakan orang lain
44
Chapter _44 : Akhir dari masalah
45
Chapter _45 : Pak Slamet yang baik
46
Chapter _46 : Sahabat sepenanggungan
47
Chapter _47 : Niat yang tersampaikan
48
Chapter _48 : Pendatang melarat
49
Chapter _49 : Membalas budi baik
50
Chapter _50 : Adik angkat
51
Chapter _51 : Candu berbuat kebaikan
52
Chapter _52 : Cinta buta sang GM
53
Chapter _53 : Realita kehidupan
54
Chapter _54 : Daki dunia
55
Chapter _55 : Hampir saja
56
Chapter _56 : Kesepakatan dua wanita
57
Chapter _57 : Kabar yang mengejutkan
58
Chapter _58 : Duduk permasalahan
59
Chapter _59 : Pembebasan Jhon
60
Chapter _60 : Penyerangan desa
61
Chapter _61 : Penyerangan desa 2
62
Chapter _62 : Sejenak melupakan masalah
63
Chapter _63 : Rajanya Ikan sungai
64
Chapter _64 : Makin rumit
65
Chapter _65 : Saling pengertian
66
Chapter _66 : Mulai menerima
67
Chapter _67 : Sosok yang nemikat hati semua orang
68
Chapter _68 : Rahasia kecil yang terbongkar
69
Chapter _69 : Pernikahan sederhana
70
Chapter _70 : Misi sudah sukses
71
Chapter _71 : Posesif
72
Chapter _72 : Wanita tak pernah salah
73
Chapter _73 : Haris tak boleh disinggung
74
Chapter _74 : Bahagia bersama keluarga
75
Chapter _75 : Papa dan mama di tekan
76
Chapter _76 : Diana tetap yang paling utama
77
Chapter _77 : Ujian 1 Triliun
78
Chapter _78 : Hanya masalah kecil
79
Chapter _79 : Kebahagiaan pak Wicaksono
80
Chapter _80 : Peristiwa keramat
81
Chapter _81 : Tidak seperti bos lain
82
Chapter _82 : Canda yang serius
83
Chapter _83 : Menjenguk si Jhon.
84
Chapter _84 : Sikap dingin Haris
85
Chapter _85 : Perhatian pada bawahan
86
Chapter _86 : Bertukar posisi
87
Chapter _87 : Situasi di perkebunan
88
Chapter _88 : Mandor 'tengil'
89
Chapter _89 : penyerangan terhadap Haris
90
Chapter _90 : Uang bukan apa-apa bagi Haris
91
Chapter _91 : Pendekatan Haris
92
Chapter _92 : Pabrik pengalengan ikan
93
Chapter _93 : Keinginan untuk makmur.
94
Chapter _94 : Seorang master
95
Chapter _95 : Kerajaan bisnis
96
Chapter _96 : Keheranan Diana dan Kirana.
97
Chapter _97 : Suratan hidup yang indah.
98
Chapter _98 : Dunia ini luas.
99
Chapter _99 : Hidup terlalu indah untuk disia siakan.
100
Chapter _100 : Sikap yang selalu ingin membantu orang lain.
101
Chapter _101 : Bos besar.
102
Chapter _102 : Sosok yang penuh pengertian
103
Chapter _103 : Masalah di kantor Ekspedisi
104
Chapter _104 : Master VS Master
105
Chapter _105 : Tetap lebih kuat
106
Chapter _106 : Marlon si pria kasar
107
Chapter _107 : Mitra bisnis strategis
108
Chapter _108 : Pimpinan yang pengecut
109
Chapter _109 : Bersembunyi
110
Chapter _110 : Melacak Marlon
111
Chapter _111 : Lolosnya Marlon
112
Chapter _112 : Kerinduan teman lama.
113
Chapter _113 : Baku tembak di wilayah pantai Timur.
114
Chapter _114 : Malaikat yang menyamar
115
Chapter _115 : Kabar yang kurang sedap
116
Chapter _116 : Malam kebersamaan
117
Chapter _117 : Kekhawatiran Papa mertua dan kerjasama baru
118
Chapter _118 : Tidak bisa semua orang suka pada kita.
119
Chapter _119 : Kunjungan mendadak Manager Sudharta
120
Chapter _120 : Tembakan dokter Shasmita
121
Chapter _121 : Peristiwa yang mengguncang
122
Chapter _122 : makanan yang dibubuhi racun
123
Chapter _123 : Menanti tabib Maksum
124
Chapter _124 : Tibanya sosok yang ditunggu
125
Chapter _125 : PT. Haris Kirana Diana Shipyard
126
Chapter _126 : Gelombang kunjungan warga
127
Chapter _127 : Membludaknya pengunjung
128
Chapter _128 : Pembicaraan yang berat
129
Chapter _129 : Keahlian pengobatan
130
Chapter _130 : pengobatan akupuntur kuno
131
Chapter _131 : Hikmah sebuah musibah
132
Ide menulis
133
Chapter _132 : Meninjau SPBU di Kota P
134
Chapter _133 : Sikap hangat yang menyentuh
135
Chapter _134 : Musyawarah singkat keluarga Haris
136
Chapter _135 : Calon mertua Nando dan Erik.
137
Chapter _136 : Pernikahan adik dan pengawal Haris
138
Chapter _137 : Indahnya kehidupan Haris
139
Chapter _138 : Wahana waterboom
140
Chapter _139 : Keseruan dan juga komitmen Diana dan Kirana
141
Chapter _140 : Teman sejati tak mengenal pembedaan status
142
Chapter _141 : Perubahan dalam diri Shasmita
143
Chapter _142 : Perkembangan situasi di hari pernikahan.
144
Chapter _143 : Suasana pesta pernikahan
145
Chapter _144 : Rentetan Ucapan salam
146
Chapter _145 : Menggoda madu pengantin baru
147
Chapter _146 : Hasil pengobatan yang luar biasa
148
Chapter _147 : Hari yang indah bagi Shasmita dan Haris
149
Chapter _148 : Kegembiraan ketiga anak petani.
150
Chapter _149 : Hadirnya Haris dalam kehidupan keluarga Nurdin.
151
Chapter _150 : Kesepakatan Istri Haris
152
Chapter _151 : Malam yang penuh rencana
153
Chapter_152 : Status baru Linda di sekolah
154
Chapter _153 : Pengganggu istri Haris
155
Chapter _154 : Terungkapnya identitas penyerang istri Haris
156
Chapter _155 : Hotel di daerah perbukitan
157
Chapter _156 : Haris membahagiakan keluarga Nurdin
158
Chapter _157 : Ancaman yang sangat serius
159
Chapter _158 : Kenyataan pahit
160
Chapter _159 : Terus berbuat baik saat ada peluang
161
Chapter _160 : Bapaknya orang-orang miskin.
162
Chapter _161 : Pengobatan terakhir Pak Drajat
163
Chapter _162 : Pertemuan yang tak terduga
164
Chapter _163 : Hubungan baik yang semakin dekat
165
Chapter _164 : Kemudahan urusan orang yang baik
166
PENGUMUMAN
167
SIMAK NOVEL BARU AKU YA SOBAT YANG BAIK HATI...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!