bab 11 datang ke rumah Leon

" ihhhh,,,, sepi amat nggak ada Mommy sama Daddy " cemberut El menyeret tas nya menaiki tangga....

" non kok tas nya di seret nanti rusak " tegur kepala pelayan yang merupakan pengasuh El sedari kecil ..

" mmmm,,,,El sedih Bik di tinggal Mommy sama Daddy sendiri" lesu El duduk saja di anak tangga yang barusan di injak nya ....

" ehhh,,,, nggak boleh sedih kan orang tua Non kerja , lagian kalau mereka bawa Non tapi kan sekolah " kata Wanita penyayang itu memeluk El yang duduk itu ...

" iya Bik El paham ,,," tunduk El ...

" lagian kan Non sama kami disini bukan sendiri " kata Bibik itu tersenyum mengelus kepala El

" mending sekarang Non mandi yaa " kata bibik itu yang di angguki El ...

selesai mandi dan ganti baju El berbaring lesu di atas ranjang nya menatap langit siang yang masih begitu cerah dari kaca balkon kamar nya ...

" eeehhhhh,,, ponsel El mana ?" kata El setelah mencari di tas nya dan ternyata tidak ada ..

" haaa,,, pasti kebawa sama Om Hot " kata El semakin lesu terduduk di ranjang nya begitu ingat kalau tadi dia menitip ponsel nya pada Om Hot ...

ceklek

El keluar kamar lalu meminjam ponsel beberapa pelayan dan pengawal yang berjaga di sekitar kamar nya ...

" ihhh,,,, kok nggak diangkat sih" lelah El sudah puluhan kali menghubungi tapi tak satu pun yang Leon angkat ...

" sebenar nya ponsel El sama Om Hot apa enggak sihh" sebal El, karna tak punya pilihan lain akhirnya El memutus kan untuk menjemput langsung ponsel nya ke rumah Leon ...

" jalan Om " kata El setelah masuk kemobil ....

gadis kecil itu pergi menjemput ponsel nya kerumah Leon hanya memakai baju kaos putih polos yang sedikit kebesaran di tubuh nya dengan bawahan hot pans ...

" kemana Non ?" tanya pengawal lalu El menyebutkan sebuah alamat ...

sesampai di rumah Leon El terpaku melihat bangunan ala eropa yang hampir mirip sebuah mansion mewah itu ....

" mmmm,,, rumah Om Hot mewah banget " kagum El menekan Bell setelah pengawal di rumah Leon mengantar nya sampai ke depan pintu ...

begitu pintu terbuka El melihat senyum hangat seorang pria yang mungkin seumuran Daddy El ...

" sore Om " sapa gadis kecil sederhana yang memakai sandal jepit itu ...

" sore " senyum hangat Daddy Leon melihat wajah polos yang ceria itu ...

" siapa Daddyh?" heran Mommy Leon menghampiri, tumben sekali suami nya mau membukakan pintu untuk tamu ...

" haiii,,,, siapa ini ?" sapa Mommy Leon pura pura tak kenal

" nama aku El tante ,,, aku kesini mau jemput ponsel " kata El memperkenalkan diri nya dan mengatakan tujuan nya datang secara to the point...

" di bawa Leon ?" tanya Daddy Leon pada gadis kecil itu.

" kebawa tadi Om " jawab El singkat merasa sungkan dengan orang tua Om Hot ..

" ayo masuk dulu nak " senyum penuh damba Mommy Leon pada gadis kecil berpipi chubby itu ...

" aaa,,, terimakasih tante ,,, lain kali saja nanti El malah ngotorin rumah tante " tolak El halus melirik sandal jepit yang di pakai nya ...

" kamu sedang pura pura miskin " tanya Daddy Leon mengangkat alis nya melihat tampilan El datang kerumah nya padahal Daddy Leon tau dengan jelas anak siapa yang datang kerumah nya ini ...

" tidak Om ,,, emang miskin El nggak punya apa apa " jawab El dengan jujur tanpa insecure melihat tatapan menilai Daddy Leon terhadap nya ...

" gadis polos " senyum lebar Daddy Leon melihat gadis kecil yang polos itu ....

El bilang dia miskin tapi walaupun tampilan nya sederhana ada 4 pengawal di belakang nya yang cukup menjelaskan siapa dia sebenarnya...

" yaudah kalau begitu ayok masuk dulu " kata Mommy Leon seperti percaya dengan ucapan El ...

" tid,,,"

" Leon ada didalam cepat masuk " kata Daddy Leon tanpa mau di bantah ...

" Om tunggu disini bentar yah " kata El yang diangguki pengawal nya ...

" Leon ada di kamar nya pergi lah minta padanya " kata Mommy Leon dengan hangat merasa suka melihat El yang jauh berbeda dari wanita-wanita yang biasa datang menemui Leon ...

" pergilah ke atas kamar Leon berada di pintu kedua dari samping kanan " kata Daddy Leon memberikan El izin saat mereka sudah sampai di dekat tangga ..

" bi,,,bisa di ,,,panggilin aja ,,nggak Om " pinta El sungkan sampai sedikit gelagapan...

" kenapa ,,, masuk aja " kata Mommy Leon malah senang melihat El yang menolak untuk pergi ke kamar Leon ...

" tidak tante ,,, El tunggu disini saja" kata El ...

" Leon sedang tidur ,,, pergi ke kamar nya lalu bangun kan saja dia " kata Daddy Leon yang duduk sambil meminum kopinya ..

" whatt? Daddy mengijinkan seorang wanita masuk kekamar Leon " batin Mommy melotot ...

" kalau begitu El jemput ponsel nya nanti saja kalau dia sudah bangun ,,,, El pamit ya Om , Tan " kata El tetap saja menolak untuk pergi ke kamar Leon bahkan dia mengundur niat nya ...

" eeehhh,,,, kok kamu gitu sihh" rengek Mommy Leon menghampiri El semakin dekat lalu mengelus lengan El ...

" kamu tidak pernah masuk kamar pria?" tanya Daddy Leon spontan meminta istrinya membawa El agar duduk bersama nya di sofa ..

yang tanpa El jawab pun Daddy Leon sudah punya jawaban nya ...

" mari Om dan tante antar " kata Daddy Leon ...

" tapi ,,,"

" ayok " senyum hangat Mommy Leon mengajak El menaiki tangga...

ceklek ....

" Leon " kata Daddy langsung membangun kan putra nya yang baru tidur di sore hari itu ...

" Leon "

" mmm"

" Leonnn " Daddy menggoyahkan tubuh anak nya itu ...

" mmm,,, aku sangat lelah ,,,Daddyh " keluh Leon tanpa membuka matanya menarik selimut ....

" bangun " kata Daddy Leon ...

" aku baru tidur sebentar Daddyh " kata Leon akhir nya membuka mata dengan teler ...

menatap Daddy nya yang duduk di ranjang nya itu ...

" liat siapa yang datang " senyum menggoda Daddy Leon ..

" aaaa,,, Daddyhhh"

Huft malu sekali Leon begitu melihat El berdiri bersama mommy nya di sudut ranjang dan tengah menatap Leon yang terlihat begitu berantakan itu ...

plakkkk ...

" kau ini ,,,mandi sana " ketus Mommy Leon menampar kaki Leon yang malah bersembunyi di balik selimut itu ...

" Om ,,, Tan " El menghentikan Mommy dan Daddy Leon yang akan segera ke luar ...

" ehhh,,, minta sama Leon aja nak kami ada acara mau berangkat sekarang" kata Mommy Leon begitu buru buru keluar bersama suaminya tanpa mendengar perkataan El lagi ....

" jangan takut " kata Leon duduk di ranjang nya menatap pintu yang tidak di tutup orang tua nya yang jahil itu,,, Leon sangat tau apa pemikiran mereka ..

" ada apa ?" tanya Leon dengan seulas senyum dalam kondisi berantakan nya bahkan dia belum mandi masih dengan pakaian kantor yang sudah kusut tadi ...

" mau jemput ponsel Om " kata El menatap Leon ...

" habis El telfon nggak Om angkat " keluh El yang menyatakan bahwa dia terpaksa datang ...

" bukan hak ku untuk mengangkat orang-orang yang menelpon di ponsel mu " jawab Leon formal lalu mengambil kan ponsel El di laci nakas nya ...

" eittssshhh" sebelum ponsel itu sampai ke tangan El , terlintas ide gila di fikiran Leon lalu dia tidak jadi memberikan ponsel El ..

" balikin Om " kata El menatap Leon yang masih duduk di ranjang itu ....

bukan kah gadis kecil ini selalu menjahili dan menggoda Leon ,, jadi bagaimana kalau sekarang sebalik nya mumpung seperti nya kalau dirumah Leon El sangat sungkan .....

" aku balas dendam yaa bocil" senyum sumringah Leon dengan segala ide jahil nya , menatap bocil yang berada di kamar bersama nya ini ....

berarti El ini bisa dikatakan VIV di hati orang tua nya karna mereka langsung yang mengantar El bukan seperti biasanya malah sensi dan marah ...

Terpopuler

Comments

SR.Yuni

SR.Yuni

Kalo VIV apa Thor??.....kalo VIP atau VVIP.aku tahu

2025-03-11

0

Lono Susilo

Lono Susilo

😀😀😀

2024-12-01

0

Angraini Devina Devina

Angraini Devina Devina

ya iyalah kan calon mantu

2023-09-19

2

lihat semua
Episodes
1 bab 1 ketemu Om Hot
2 bab 2 apa dia sudah menikah
3 bab 3 kau peduli pada nya
4 bab 4 milikku Om
5 bab 5 mengantar makanan
6 bab 6 anak SMA Daddyh
7 bab 7 Babby EL
8 bab 8 lebih kasar dari Om Hot
9 bab 9 area balap
10 bab 10 semobil berempat
11 bab 11 datang ke rumah Leon
12 bab 12 tamu VIV
13 bab 13 doable date
14 bab 14 jujur aja bocil
15 bab 15 amarah Leon
16 bab 16 benci sama Om
17 bab 17 sang penyelidik
18 bab 18 Clara
19 bab 19 pacar Glenn
20 bab 20 mau pulang
21 bab 21 tidur
22 bab 22 membawa lamaran
23 bab 23 Dingin
24 bab 24 El mau pergi
25 bab 25 terluka
26 bab 26 dikala Om Hot Cemburu
27 bab 27 cemburu
28 bab 28 kak Dimas
29 bab 29 nikah
30 bab 30 El lagi ngambek
31 bab 31 petasan
32 bab 32 cuek ku terhadap mu
33 bab 33 aku mundur Om
34 bab 34 perubahan sikap El
35 bab 35 kata perpisahan
36 bab 36 menuju pertempuran
37 bab 37 tertembak
38 bab 38 kondisi Om Leon
39 bab 39 pemberian orang baru
40 bab 40 pengangguran
41 bab 41 Leon dan El
42 bab 42 infus
43 bab 43 tidur di paha Om
44 bab 44 pernikahan
45 bab 45 istri kecilnya Leon
46 bab 46 antara Glenn dan sofia
47 bab 47 Ulti sofia
48 bab 48 baju tidur
49 bab 49 Milikku
50 bab 50 panggilan untuk suami
51 bab 51 kemana istri kecilku
52 bab 52 Club
53 bab 53 mabuk
54 bab 54 permintaan maaf Glenn
55 bab 55 seranjang berempat
56 bab 56 bocil
57 bab 57 ingin anak kembar
58 bab 58 12 _
59 bab 59 rasa nya penuh
60 bab 60 terimakasih
61 bab 61 malam hari
62 bab 62 sebagai ponakan Leon
63 bab 63 ciee yang takut ketahuan
64 bab 64 cowok gengsian
65 bab 65 bobok
66 bab 66 diriku tak di akui
67 bab 67 alasan pernikahan rahasia
68 bab 68 jalan sama mertua
69 bab 69 acara 25 tahun berkarya
70 bab 70 sang putri Mahkota
71 bab 71 rasa yang tak bisa di jelaskan
72 bab 72 diam mu elegan
73 bab 73 malam panjang lagi
74 bab 74 pemain basket
75 bab 75 merayu anak gadis
76 bab 76 masuk semi final
77 bab 77 pengen jalan-jalan
78 bab 78 dihinggapi pokemon
79 bab 79 janji setia
80 bab 80 ke Australia
81 bab 81 pergi
82 bab 82 rinduku
83 bab 83 temani aku mandi
84 bab 84 pelakor seperti El
85 bab 85 sangat buas
86 bab 86 ada apa dengan El
87 bab 87 meraih kemenangan
88 bab 88 di bujuk bujuk
89 bab 89 meminta nya
90 bab 90 pokok nya baju ini
91 bab 91 seorang pewaris
92 bab 92 hanyalah salah satu
93 bab 93 tidak
94 bab 94 tersadar
95 bab 95 tidak mau sarapan
96 bab 96 sikap dingin Leon
97 bab 97 Little
98 bab 98 kasih Little untuk El
99 bab 99 calon istri Leon
100 bab 100 berbicara fakta
101 bab 101 ingin kejurang
102 bab 102 marah nya Marc
103 bab 103 Mas Arya
104 bab 104 apartemen lama
105 bab 105 mode pelit
106 bab 106 sugar Daddy
107 bab 107 menantu keluarga Aralfred
108 bab 108 kamar angker
109 bab 109 mafia bukan psikopat
110 bab 110 cerita sahabat
111 bab 111 antara Glenn , Marc dan Alvin
112 bab 112 cara yang salah
113 bab 113 cari perkara
114 bab 114 bukan sok kaya
115 bab 115 Leon
116 bab 116 jatuh cinta
117 bab 117 film horor
118 bab 118 mabuk
119 bab 119 lidah nya sudah kelu
120 bab 120 hancur nya Nayla
121 bab 121 ingin mengakhiri
122 bab 122 foto Dion
123 bab 123 depresi
124 bab 124 harapan baru
125 bab 125 lelah
126 bab 126 interaksi pertama
127 bab 127 kenyataan
128 bab 128 posisi Rey
129 bab 129 jangan pergi :)
130 bab 130 objek baru
131 bab 131 mengantar Nich...
132 bab 132 kantor Rey
133 bab 133 kamu cemburu
134 bab 134 ponsel baru
135 bab 135 memijat
136 bab 136 capek
137 bab 137 modal nekat
138 bab 138 kamar mandi
139 bab 139 Grammy company
140 bab 140 minum obat
141 bab 141 Istriku
142 bab 142 felix
143 bab 143 belajar mencintai
144 bab 144 ingin di manja
145 bab 145 Beneran Nayla
146 bab 146 bantu aku
147 bab 147 Nayla sudah marah
148 bab 148 cemburu
149 bab 149 keinginan Nayla
150 bab 150 ikhlas
151 bab 151 aku sudah dingin
152 bab 152 pulang ke apartemen
153 bab 153 keputusan Final
154 bab 154 menolak berpisah
155 bab 155 palu di tangan Nayla
156 bab 156 kesempatan terakhir
157 bab 157 waktu seumur hidup
158 bab 158 cacing gendut
159 bab 159 sangat menjijikkan
160 bab 160 mual terus terusan
161 Bab 161 bayi sombong
162 bab 162 curahan hati
163 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 163 Episodes

1
bab 1 ketemu Om Hot
2
bab 2 apa dia sudah menikah
3
bab 3 kau peduli pada nya
4
bab 4 milikku Om
5
bab 5 mengantar makanan
6
bab 6 anak SMA Daddyh
7
bab 7 Babby EL
8
bab 8 lebih kasar dari Om Hot
9
bab 9 area balap
10
bab 10 semobil berempat
11
bab 11 datang ke rumah Leon
12
bab 12 tamu VIV
13
bab 13 doable date
14
bab 14 jujur aja bocil
15
bab 15 amarah Leon
16
bab 16 benci sama Om
17
bab 17 sang penyelidik
18
bab 18 Clara
19
bab 19 pacar Glenn
20
bab 20 mau pulang
21
bab 21 tidur
22
bab 22 membawa lamaran
23
bab 23 Dingin
24
bab 24 El mau pergi
25
bab 25 terluka
26
bab 26 dikala Om Hot Cemburu
27
bab 27 cemburu
28
bab 28 kak Dimas
29
bab 29 nikah
30
bab 30 El lagi ngambek
31
bab 31 petasan
32
bab 32 cuek ku terhadap mu
33
bab 33 aku mundur Om
34
bab 34 perubahan sikap El
35
bab 35 kata perpisahan
36
bab 36 menuju pertempuran
37
bab 37 tertembak
38
bab 38 kondisi Om Leon
39
bab 39 pemberian orang baru
40
bab 40 pengangguran
41
bab 41 Leon dan El
42
bab 42 infus
43
bab 43 tidur di paha Om
44
bab 44 pernikahan
45
bab 45 istri kecilnya Leon
46
bab 46 antara Glenn dan sofia
47
bab 47 Ulti sofia
48
bab 48 baju tidur
49
bab 49 Milikku
50
bab 50 panggilan untuk suami
51
bab 51 kemana istri kecilku
52
bab 52 Club
53
bab 53 mabuk
54
bab 54 permintaan maaf Glenn
55
bab 55 seranjang berempat
56
bab 56 bocil
57
bab 57 ingin anak kembar
58
bab 58 12 _
59
bab 59 rasa nya penuh
60
bab 60 terimakasih
61
bab 61 malam hari
62
bab 62 sebagai ponakan Leon
63
bab 63 ciee yang takut ketahuan
64
bab 64 cowok gengsian
65
bab 65 bobok
66
bab 66 diriku tak di akui
67
bab 67 alasan pernikahan rahasia
68
bab 68 jalan sama mertua
69
bab 69 acara 25 tahun berkarya
70
bab 70 sang putri Mahkota
71
bab 71 rasa yang tak bisa di jelaskan
72
bab 72 diam mu elegan
73
bab 73 malam panjang lagi
74
bab 74 pemain basket
75
bab 75 merayu anak gadis
76
bab 76 masuk semi final
77
bab 77 pengen jalan-jalan
78
bab 78 dihinggapi pokemon
79
bab 79 janji setia
80
bab 80 ke Australia
81
bab 81 pergi
82
bab 82 rinduku
83
bab 83 temani aku mandi
84
bab 84 pelakor seperti El
85
bab 85 sangat buas
86
bab 86 ada apa dengan El
87
bab 87 meraih kemenangan
88
bab 88 di bujuk bujuk
89
bab 89 meminta nya
90
bab 90 pokok nya baju ini
91
bab 91 seorang pewaris
92
bab 92 hanyalah salah satu
93
bab 93 tidak
94
bab 94 tersadar
95
bab 95 tidak mau sarapan
96
bab 96 sikap dingin Leon
97
bab 97 Little
98
bab 98 kasih Little untuk El
99
bab 99 calon istri Leon
100
bab 100 berbicara fakta
101
bab 101 ingin kejurang
102
bab 102 marah nya Marc
103
bab 103 Mas Arya
104
bab 104 apartemen lama
105
bab 105 mode pelit
106
bab 106 sugar Daddy
107
bab 107 menantu keluarga Aralfred
108
bab 108 kamar angker
109
bab 109 mafia bukan psikopat
110
bab 110 cerita sahabat
111
bab 111 antara Glenn , Marc dan Alvin
112
bab 112 cara yang salah
113
bab 113 cari perkara
114
bab 114 bukan sok kaya
115
bab 115 Leon
116
bab 116 jatuh cinta
117
bab 117 film horor
118
bab 118 mabuk
119
bab 119 lidah nya sudah kelu
120
bab 120 hancur nya Nayla
121
bab 121 ingin mengakhiri
122
bab 122 foto Dion
123
bab 123 depresi
124
bab 124 harapan baru
125
bab 125 lelah
126
bab 126 interaksi pertama
127
bab 127 kenyataan
128
bab 128 posisi Rey
129
bab 129 jangan pergi :)
130
bab 130 objek baru
131
bab 131 mengantar Nich...
132
bab 132 kantor Rey
133
bab 133 kamu cemburu
134
bab 134 ponsel baru
135
bab 135 memijat
136
bab 136 capek
137
bab 137 modal nekat
138
bab 138 kamar mandi
139
bab 139 Grammy company
140
bab 140 minum obat
141
bab 141 Istriku
142
bab 142 felix
143
bab 143 belajar mencintai
144
bab 144 ingin di manja
145
bab 145 Beneran Nayla
146
bab 146 bantu aku
147
bab 147 Nayla sudah marah
148
bab 148 cemburu
149
bab 149 keinginan Nayla
150
bab 150 ikhlas
151
bab 151 aku sudah dingin
152
bab 152 pulang ke apartemen
153
bab 153 keputusan Final
154
bab 154 menolak berpisah
155
bab 155 palu di tangan Nayla
156
bab 156 kesempatan terakhir
157
bab 157 waktu seumur hidup
158
bab 158 cacing gendut
159
bab 159 sangat menjijikkan
160
bab 160 mual terus terusan
161
Bab 161 bayi sombong
162
bab 162 curahan hati
163
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!