Bab 3

Setelah berhasil memenangkan pertempuran, Aurora dan Aiden kembali ke kota dengan kepala tegak. Kedua orang itu disambut dengan penuh sukacita oleh penduduk kota yang sangat berterima kasih atas kemenangan mereka. Aurora merasa begitu bahagia karena seluruh rakyat yang ia cintai sekarang aman dan damai.

Sementara itu, Aiden memandangi Aurora dengan tatapan lembut dan penuh kasih. Ia merasa sangat bersyukur memiliki Aurora di sisinya selama pertempuran dan merasa sangat bahagia karena Aurora menerimanya meski dia adalah seorang phoenix. Aiden memutuskan bahwa inilah saat yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu pada Aurora.

"Aurora, saya tahu bahwa kita baru saja mengalami pertempuran yang sangat berat, tetapi ada sesuatu yang ingin saya katakan padamu," ucap Aiden dengan lembut.

Aurora menatap Aiden dengan penuh kekhawatiran dan penasaran. "Apa itu, Aiden?" tanyanya.

"Aku mencintaimu, Aurora. Dan aku berjanji akan selalu melindungi dan menyayangimu," ujar Aiden dengan tulus.

Aurora merasa sangat bahagia dan tersenyum lebar. Dia merasa sangat beruntung bisa memiliki seseorang seperti Aiden di sisinya. "Aku juga mencintaimu, Aiden. Dan aku bersyukur kamu selalu bersama denganku," jawabnya.

Keduanya tersenyum satu sama lain dan saling memeluk dengan erat. Setelah menghadapi pertempuran dan merasakan ketegangan yang luar biasa, Aurora dan Aiden akhirnya merasa lebih dekat satu sama lain daripada sebelumnya. Mereka tahu bahwa mereka akan menghadapi masa depan yang tidak mudah, tetapi mereka siap untuk menghadapinya bersama-sama.

Kemudian, suara panggilan terdengar dari jauh. Raja dan ratu kota datang ke hadapan mereka dengan membawa selembar kertas.

"Aurora, Aiden, saya dan ratu ingin mempersembahkan surat ini untuk kalian berdua," ucap sang raja dengan lembut.

Aurora dan Aiden menerima kertas itu dan membacanya bersama-sama. Isinya adalah undangan dari raja dan ratu phoenix, meminta kedua orang itu untuk menghadiri upacara pernikahan di istana phoenix.

"Mereka meminta kita untuk datang ke istana phoenix untuk pernikahan mereka," kata Aiden dengan terkejut.

"Benar, dan saya pikir kita harus pergi," jawab Aurora.

Kedua orang itu segera mempersiapkan diri dan berangkat ke istana phoenix. Setelah tiba, mereka disambut dengan hangat oleh raja dan ratu phoenix dan seluruh rakyat phoenix. Upacara pernikahan diadakan di dalam kuil yang indah, dan kedua pasangan diresmikan sebagai suami istri.

Setelah upacara selesai, Aiden dan Aurora menikmati makan malam bersama di bawah bintang-bintang. Mereka membicarakan masa depan mereka dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Aku tidak sabar untuk melihat dunia yang baru," kata Aurora sambil tersenyum lebar. "Aku merasa seperti kita telah melakukan sesuatu yang benar-benar besar hari ini."

"Ya, kita telah menciptakan perdamaian yang baru antara ras phoenix dan manusia," jawab Aiden, sambil menggenggam tangan Aurora.

"Tapi aku masih merasa bahwa ada banyak lagi yang harus dilakukan," tambahnya. "Masih ada begitu banyak konflik antar ras lain di dunia ini, dan begitu banyak kekuatan jahat yang masih berkeliaran."

Aiden mengangguk setuju. "Kamu benar, tapi kita telah menunjukkan bahwa dengan kerja sama dan kepercayaan, kita bisa mencapai apa saja."

Mereka diam sejenak, menikmati suasana yang tenang dan damai. Kemudian, Aurora berkata dengan serius, "Aku harus bicara denganmu tentang sesuatu."

Aiden melihat ke arahnya dengan wajah serius. "Tentang apa?"

"Aku ingin kita berdua menjelajahi dunia ini bersama," jawab Aurora dengan tegas. "Aku tahu bahwa ini bukanlah saat yang tepat karena masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan, tapi aku ingin kita melakukannya suatu saat nanti. Apakah kamu setuju?"

Aiden tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja aku setuju. Aku ingin melihat dunia ini bersamamu."

Mereka berdua tersenyum satu sama lain, merasa lega dan bahagia. Aurora tiba-tiba teringat sesuatu dan mengeluarkan kalung yang diberikan oleh Ratu Phoenix.

"Aku juga punya sesuatu untukmu," kata Aurora sambil mengambil kalung tersebut dari dalam kantungnya. "Ini adalah kalung Phoenix yang diberikan oleh Ratu Phoenix. Aku ingin kamu memiliki itu."

Aiden menerima kalung tersebut dan memandanginya dengan penuh rasa hormat. "Terima kasih, Aurora. Aku akan memakainya dengan bangga."

Mereka berdua terus berbicara hingga larut malam, menikmati makanan lezat dan suasana yang damai. Akhirnya, ketika udara mulai dingin, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar mereka.

Saat Aurora bersiap untuk tidur, dia merenungkan betapa beruntungnya dia untuk bertemu dengan Aiden. Dia merasa bahwa dia menemukan cinta sejatinya dan partner yang tepat untuk menjelajahi dunia ini bersama. Dalam hatinya, dia tahu bahwa mereka akan menghadapi banyak rintangan dan tantangan di masa depan, tapi dia merasa percaya bahwa mereka akan selalu bersama dan menghadapi segala hal bersama-sama.

Dalam kegelapan malam, Aurora tersenyum puas dan tertidur dengan damai, memikirkan petualangan dan cinta yang menantinya di masa depan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!