Sesampainya di rumah Hilya langsung turun dari mobil dan memeluk bunda Lola yang masih duduk di ruang tamu.
"udah balik, kok cepat banget" ucap bunda Lola
tanpa menjawab Hilya langsung memeluk bunda Lola. Tangisan Hilya pun pecah dalam pelukan bunda Lola.
"Hilya kamu kenapa nak?" tanya bunda Lola yang khawatir
"Zidan ada apa dengan anak bunda?" tanya bunda Lola pada Zidan yang memang ikut masuk
"saya gak tau tan, Tiba-tiba tadi dia minta pulang" ucap Zidan
"tante Hilya tadi ngelihat om Irwanto di mall dengan istri barunya" ucap Syifa yang membuat bunda Lola kaget.
"ya Allah Hilya" ucap bunda Lola
"haaaa...haa... bunda, ayah jahat haaaa" tangisan Hilya pecah
Zidan dan Alan melihat Hilya yang menangis merasa kasian, terutama Zidan yang sangat terkejut melihat cewek yang selalu dia ganggu namun menangis pecah di depannya.
"sudah nak sudah, sekarang kamu ada bunda dan ayah Dion" ucap Bunda Lola yang memeluk Hilya semakin erat
"kenapa, kenapa Tuhan kasih Hilya ayah seperti itu bunda hiksss.... dia ayah kandung Hilya, bahkan dia tidak pernah menanyakan kabar Hilya bagaimana" ucap Hilya sambil menangis.
"kenapa ini" tanya Ayah Dion yang baru pulang
"Hilya kamu kenapa nak?" tanya Ayah Dion
"Ayah...." ucap Hilya yang langsung memeluk Ayah Dion
"kamu kenapa sayang?" tanya Ayah Dion yang juga panik
"mas dia melihat mas Irwanto dengan istri barunya di mall" ucap bunda Lola yang matanya juga sudah memerah.
"nak, kamu gak perlu menangis, hapus air mata kamu, gak boleh air mata kamu turun hanya untuk dia" ucap Ayah Dion yang marah
"kamu sekarang punya Ayah dan bunda di sisi kamu, jangan pikirkan lagi dia, biarkan dia hidup bersama istri barunya" ucap Ayah Dion lagi.
"sekarang kamu masuk kamar, istirahat. Syifa bawa Hilya ke kamar nak" ucap Ayah Dion.
Syifa membawa Hilya masuk ke kamar.
sedangkan Zidan dan Alan masih berada di ruang tamu bersama Bunda Lola dan Ayah Dion.
"mas gimana ini?, aku tidak bisa melihat Hilya seperti ini" ucap Bunda Lola dengan wajah khawatir
"kamu tidak perlu khawatir sayang, mas akan menjaga Hilya" ucap Ayah Dion
"lihat hari ini, Hilya baru melihatnya saja sudah seperti ini, bagaimana kalau dia datang dan mengambil Hilya" ucap bunda Lola yang khawatir
"sayang, mas tidak akan membiarkan itu terjadi, Hilya sudah menjadi anak kita, dia tak berhak mengambil Hilya lagi" ucap Ayah Dion
"sudah, sekarang jangan nangis lagi, kita harus memeluk Hilya terus" ucap Ayah Dion
"oh ya nak, terimakasih telah menemani Hilya, sebaiknya kalian pulang dulu, biarkan Hilya istirahat dulu"ucap Ayah Dion
"iya om, kami permisi dulu" ucap Zidan dengan sopan.
"nanti malam gue ceritain semuanya pada lo" ucap Alan pelan.
"apa?" tanya Zidan
"tentang calon bini lo" ucap Alan yang masuk ke mobilnya.
semuanya kembali menenangkan Hilya yang sedih, malamnya Hilya kembali seperti semula, Hilya kembali bisa tersenyum lagi. apa lagi saat Zidan menelponnya. setelah Zidan mendengar cerita dari Alan, dia langsung menelpon Hilya.
"ada apa sih kak, ganggu tau" ucap Hilya yang kesal karena terus di vc oleh Zidan
("lama banget sih lo angkat nya"ucap Zidan)
"lagian ngapain nelpon" ucap Hilya
("mata udah sembab gitu masih aja galak"ucap Zidan)
"biarin wleeeek" ucap Hilya sambil mengejek Zidan.
("lagi ngapain tu?"tanya Zidan)
"gak lihat aku lagi ngapain" ucap Hilya
("basa basi doang bocah "ucap Zidan)
"gak usah basa basi deh" sahut Hilya
("btw persiapan untuk besok gimana?, gue serius nih nanya nya" ucap Zidan)
"udah semua kok, tadi ayah udah beli perlengkapan buat besok" sahut Hilya
("bagus deh, kalau gitu mending lo tidur sekarang biar besok gak kesiangan "ucap Zidan lagi)
"ini juga mau tidur sih sebenernya" ucap Hilya
("ya udah tidur sana, byeee kelinci cantik "ucap Zidan)
" byee Olaf" balas Hilya
setelah mematikan panggilan dari Zidan Hilya langsung tidur.
Pagi pun tiba, Hilya dan Syifa sudah siap untuk pergi camping, mereka lagi sarapan bersama bunda Lola dan ayah Dion.
"persiapannya sudah beres semua" tanya bunda Lola
"sudah bunda, sudah tante" jawab Hilya dan Syifa barengan
"kalian harus hati-hati di sana, ingat jangan misah dari kelompok atau kerumunan maba lain" ucap ayah Dion
"siap ayah" sahut Hilya.
"nanti Zidan bakal jagain kalian di sana, bunda dan tante Rena udah telponan tadi pagi, katanya Zidan bakal jemput kalian" ucap bunda Lola
"yah bunda.. Hilya kan pengen berangkat naik bus atuh" ucap Hilya
"ya kan sama juga naik mobil, jadi lebih aman kalau sama calon" sahut bunda Lola sambil tersenyum.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments