DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT

"siapa itu Alan?" tanya Zidan yang berpura-pura tidak tau

"Hilya Aska" ucap Alan yang membuat Hilya dan Syifa terkejut.

"yang namanya Hilya Aska maju ke depan" ucap Zidan yang tersenyum dan membuat Hilya terkejut.

"Hilya gimana nih" ucap Syifa

"udah tenang aja, mending aku maju dulu deh" ucap Hilya

"kenapa lo gak minta tanda tangan gue?" tanya Zidan

"eum...a..anu.." ucap Hilya yang gugup

"lo gagu, jangan mentang-mentang kamu pacar aku dan kamu melupakan aturannya Hilya Aska" ucap Zidan tegas dan mendapatkan tatapan tajam dari Hilya yang marah.

"mulai besok sampai seminggu ke depan lo jadi asisten gue, walaupun Lo pacar gue tapi hukuman tetap hukuman" ucap Zidan sambil tersenyum menatap Hilya.

"apa?" ucap Hilya

"lo mau bantah, mau masuk list merah" ucap Zidan

"engga kak" ucap Hilya yang menundukkan kepala dan mengepal tangannya.

"semuanya boleh bubar dan siapkan diri kalian buat camping besok" ucap Zidan

"horeee... yeeee" teriak semua maba

"dan buat Hilya Aska ikut gue" ucap Zidan dan pergi

"Hilya...." ucap Syifa

"lo mau ikut teman lo gak" tawar Alan dan di anggukin oleh Syifa

"ya udah ayok" ucap Alan lagi yang kemudian pergi.

mereka pun masuk ke dalam ruangan geng Orthtros.

"kak Zidannnnn" teriak Hilya sesampainya di dalam ruangan

"berisik benget suara lo" ucap Zidan

"biarin, kenapa tanda tangan kakak gak ada" teriak Hilya lagi

"Lu gak minta tanda tangan gue kan?"tanya Zidan santai.

"Kan tadi kakak yang minta teman-teman kakak yang cari tanda tangan itu"sahut Hilya yang masih kesal.

"Hahahahaha"tawa Zidan pecah saat melihat ekspresi cemberut wajah Hilya

"gue sengaja, supaya lo bisa di dekat gue terus" ucap Zidan yang tersenyum dan merangkul pundak Hilya.

"ihhhhhh, bughhh bughhh jahat banget sih sama aku" teriak Hilya sambil memukul Zidan

"Hilya udah" ucap Syifa

"aku kesel sama dia, dasar OLAF resekkk" ucap Hilya

"hahahahaha, gue jadi penasaran deh kalau kalian beneran nikah" ucap Alan yang duduk di sofa

"gak bakalan, aku gak mau nikah sama singa resek ini" ucap Hilya

"mau gue laporin sama nyokap gue, biar di bilangin sama bunda lo" ucap Zidan

"terus bunda lo bakal sedih sih, punya anak satu gak bisa di atur" ucap Zidan

Hilya terdiam saat mendengar ucap Zidan, akhirnya dia duduk dengan perasaan yang kesal.

"ya udah aku harus apa?" tanya Hilya pasrah.

"gitu dong jadi calon istri harus nurut sama calon suami" ucap Zidan yang duduk di samping Hilya

"yee kalau calon suami kayak kakak mah mending aku jadi pembangkang" ucap Hilya

"gemes banget sih lo, jadi pengen gue koperin" ucap Zidan yang mencubit ke-dua pipi Hilya.

"sakitt tauuu" ucap Hilya.

"Hilya kita pulang sekarang yuk, mang Firman udah nungguin di luar" ucap Syifa

"ya udah yuk" sahut Hilya

"gak pamitan sama calon suami?" tanya Zidan

"bye" ucap Hilya nyolot.

Hilya dan Syifa pun menuju ke mobil.

"kayaknya lo beneran jatuh cinta pada pandangan pertama deh" ucap Rifi

"tapi syukur sih, dulu gue pikir lo gak normal" sahut Fajar

"maksud lo gak normal?" tanya Zidan

"gue kira lo suka sama salah satu dari kita bertiga" ucap Fajar

"najis" sahut Zidan cepat.

"tapi wajar sih dulu Zidan gak tertarik sama ngeladenin cewek, bentukannya aja seperti Tamara" ucap Alan

"tapi kan ada cewek cantik lainnya juga" sahut Fajar

"oh ya sih, bener" ucap Alan

"heh lo pada ngomong apaan?, gue normal bangsat, ya kali gue suka sama modelan kayak kalian" ucap Zidan.

Hilya dan Syifa pun sudah sampai di rumah. Di rumah juga ada tante Rena.

"assalamu'alaikum bunda" ucap Hilya

"assalamu'alaikum tante" ucap Syifa

"wa'alaikum salam sayang" ucap bunda Lola

"hey Hilya, Syifa" ucap tante Rena yang menyapa Hilya dan Syifa

"hey tante" sahut mereka berdua

"gimana hari ini kuliahnya?" tanya tante Rena

"alhamdulillah berjalan lancar tan" sahut Hilya ramah

"oh ya bunda, besok hari terakhir ospek, semua maba beserta panitia ospek akan camping, Hilya sama Syifa pergi ya" ucap Hilya yang meminta izin pada bundanya.

"camping kemana atuh?, kalau jauh-jauh mending gak usah ikut deh" ucap Bunda Lola yang khawatir

"bunda kan rame-rame" rengek Hilya

"iya tante, boleh ya kami ikut" ucap Syifa lagi

"Lola izinin aja mereka pergi, lagian Zidan kayaknya bakal ikut juga deh, nanti aku bilang sama Zidan buat jagain mereka berdua" ucap Tante Rena

"baiklah, tapi kalian harus jaga diri" ucap Bunda Lola

"makasih Bunda... makasih tante" ucap Hilya dan Syifa barengan.

"makasih juga tante Rena" ucap mereka lagi yang membuat tante Rena tersenyum

"yaudah bunda, tante kami ke atas dulu ya mau ganti pakaian, habis itu mau belanja buat persiapan besok" ucap Hilya

"mau ditemenin Zidan?" tanya tante Rena

"gak usah tante, gak usah" ucap Hilya cepat dan membuat bunda Lola dan tante Rena menatap Hilya

"maksudnya, kak Zidan pasti capek, jadi Hilya gak mau ngerepotin kak Zidan gitu" ucap Hilya lagi sambil nyengir.

"ya ampun Hilya, Zidan gak bakal kerepotan kok" ucap tante Rena

"udah mending di temani oleh Zidan aja Hil" ucap Bunda.

Hilya dan Syifa pun saling tatap-tatapan.

"ya udah deh" ucap Hilya yang terpaksa senyum

"ya udah kita ke kamar dulu" ucap Hilya lagi

"iya, tante langsung telpon Zidan sekarang" sahut tante Rena.

Hilya dan Syifa langsung naik ke atas untuk masuk ke kamar mereka masing-masing.

Setelah lama menunggu, akhirnya Zidan pun datang ke rumah Hilya. mereka pun langsung berangkat ke mall untuk membeli beberapa barang.

Hilya naik di mobil Zidan, sedangkan Syifa pastinya di bawa oleh Alan. Di mobil Zidan, Zidan terus menganggu Hilya, sedangkan di mobil Alan, Alan dan Syifa mulai bisa ngobrol santai. mereka pun sampai ke mall.

"emang kalian mau beli apa sih?" tanya Alan

"kita mau cari tas buat camping deh" ucap Syifa

"ya udah ayok sini" ucap Alan

mereka pun pergi ke salah satu toko yang ada di mall. Namun langkah Hilya terhenti dan langsung berbalik badan saat melihat orang yang sudah lama tak ia lihat bersama istri barunya.

Hilya melihat ayah Irwanto dengan istri barunya, mereka terlihat begitu bahagia.

"lo kenapa?" tanya Zidan yang melihat Hilya membalikkan badannya

"Hilya" ucap Syifa yang juga melihat ayahnya Hilya dengan istri barunya

"ki...kita pulang aja" ucap Hilya dengan matanya sudah berkaca-kaca dan pergi menuju pintu keluar

"Hilya" ucap Syifa yang mengejar Hilya.

"kenapa sih tu anak?" tanya Zidan

"mana gue tau" sahut Alan calon bini Lo.

"ya udah yok" ucap Zidan

"Hilya kamu gak apa-apa kan" tanya Syifa

"lo kenapa sih?, kok nangis?" tanya Zidan panik

"kita pulang aja" ucap Hilya yang membuang wajahnya.

"kak antar kita pulang aja" ujar Syifa yang khawatir dengan Hilya.

mereka pun naik ke mobil. Di mobil Hilya hanya menatap keluar kaca mobil, Zidan terus melirik kearah Hilya.

di mobil Alan.

"Sahabat lo kenapa sih?" tanya Alan panasaran.

"dia tadi lihat ayahnya sama istri barunya" ucap Syifa

"hah maksud lo?" tanya Alan yang kebingungan

"jadi gini, bunda kandung Hilya udah meninggal, nah baru sehari setelah pemakaman bunda kandungnya Hilya, ayah dia tuh balik ke sini dan ninggalin Hilya sendiri dalam keadaan masih berduka" jelas Syifa yang membuat Alan terkejut

"dih kasian banget sahabat lo" ucap Alan

"parahnya lagi ayahnya jarang banget ngabarin Hilya, tiba-tiba 3 bulan gitulah ayahnya nelpon dan bilang mau nikah lagi" jelas Syifa

Syifa menceritakan semuanya tentang kepedihan yang di lalui oleh Hilya.

"di saat Hilya sedih, Abian yang selalu ada buat Hilya, tapi Abian juga yang nyakitin Hilya sampai Hilya memutuskan untuk pindah ke Semarang. dan sekarang tante Lola yang merupakan adik kandungnya bunda Hilya, ngerawat Hilya. Tante Lola dan om Dion juga udah anggap Hilya sebagai anak mereka "ucap Syifa lagi

"kasian banget ya dia, pasti dia sedih banget tuh ngeliat ayahnya tadi"ucap Alan yang merasa kasian pada Hilya.

"itu pasti" jawab Syifa

"lagian si Abian itu gak peka atau tolol ya, masa dia udah kasih harapan ke cewek malah nembak cewek lain, sok ganteng banget sumpah, najis gue lihatnya" ucap Alan yang sedikit terbawa emosi.

sesampainya di rumah Hilya langsung turun dari mobil dan memeluk bunda Lola yang masih duduk di ruang tamu.

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

...----------------...

...----------------...

Episodes
1 1. DIA YANG SELALU ADA
2 2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3 3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4 4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5 5. KECEWA
6 6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7 7. DIKHIANATI
8 8. KEPUTUSAN HILYA
9 9. PINDAHNYA HILYA
10 10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11 11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12 12. KATING RESEK
13 13. MENDADAK PACARAN
14 14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15 KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16 SIKAP EGOIS DISA
17 SUKA NGERJAIN
18 DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19 LUKA HILYA
20 CAMPING
21 DITUDUH
22 KETAHUAN PERBUATAN DISA
23 HILYA DAN ZIDAN
24 KEJAHATAN DISA LAGI
25 ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26 PENYESALAN DISA
27 GENGSIAN
28 JEMPUT
29 SIFAT ZIDAN
30 JULIAN
31 H 1 DI KAMPUS
32 MASIH SAHABAT
33 MEMBANTU DISA
34 SAHABATAN LAGI
35 RENCANA ADOPSI JULIAN
36 MENGADOPSI JULIAN
37 MOOD
38 KEMARAHAN ALAN
39 ZIDAN VS ABIAN
40 KESEDIHAN SYIFA
41 MASALAH DISA
42 MENYAKITI
43 BUNDA
44 AYAH KANDUNG HILYA
45 UNEK-UNEK HILYA
46 ZIDAN HILYA
47 ZIDAN & ALAN
48 AKAN MELINDUNGI
49 BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50 KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51 ZIDAN SI POSESIF BOY
52 MENCARI PELAKUNYA
53 HILYA VS TAMARA
54 FAJAR MARAH
55 MASALAH BARU
56 KEKECEWAAN HILYA LAGI
57 DISA
58 MEMPERCAYAI DISA
59 MENJODOHKAN
60 AMARAH ZIDAN
61 KEKACAUAN ZIDAN
62 INFO
63 TERSEBAR
64 ZIDAN TERLUKA
65 BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66 SADARNYA NANDO
67 MAMA SARAH
68 MENCARI TITIK TERANG
69 FIA SAMPAI SYOK
70 FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71 KECURIGAAN
72 FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73 KEKELUARGAAN
74 KASIH SAYANG AYAH DION
75 EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76 Mengetahui semuanya
77 HILYA DAN DISA
78 KEGUGURAN
79 MENEMUKAN HILYA
80 MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81 MEREKAM
82 KEMBALINYA HILYA
83 RIFI DAN FIA
84 HUTAN
85 PULANGNYA FIA DAN RIFI
86 DUA BERITA MENGEJUTKAN
87 FIA
88 #KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89 KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90 KEMBALI KE KAMPUS
91 PINGSAN
92 KHAWATIR
93 FAKTA BARU LAGI
94 MENJALANKAN RENCANA
95 HAMPIR
96 FAKTA
97 FIA DAN RIFI JADIAN
98 KUCING DAN TIKUS
99 MENGETAHUI FAKTA
100 MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101 KESEDIHAN HILYA
102 KANTOR POLISI
103 BERTEMU Di KANTOR POLISI
104 END
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. DIA YANG SELALU ADA
2
2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3
3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4
4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5
5. KECEWA
6
6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7
7. DIKHIANATI
8
8. KEPUTUSAN HILYA
9
9. PINDAHNYA HILYA
10
10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11
11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12
12. KATING RESEK
13
13. MENDADAK PACARAN
14
14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15
KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16
SIKAP EGOIS DISA
17
SUKA NGERJAIN
18
DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19
LUKA HILYA
20
CAMPING
21
DITUDUH
22
KETAHUAN PERBUATAN DISA
23
HILYA DAN ZIDAN
24
KEJAHATAN DISA LAGI
25
ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26
PENYESALAN DISA
27
GENGSIAN
28
JEMPUT
29
SIFAT ZIDAN
30
JULIAN
31
H 1 DI KAMPUS
32
MASIH SAHABAT
33
MEMBANTU DISA
34
SAHABATAN LAGI
35
RENCANA ADOPSI JULIAN
36
MENGADOPSI JULIAN
37
MOOD
38
KEMARAHAN ALAN
39
ZIDAN VS ABIAN
40
KESEDIHAN SYIFA
41
MASALAH DISA
42
MENYAKITI
43
BUNDA
44
AYAH KANDUNG HILYA
45
UNEK-UNEK HILYA
46
ZIDAN HILYA
47
ZIDAN & ALAN
48
AKAN MELINDUNGI
49
BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50
KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51
ZIDAN SI POSESIF BOY
52
MENCARI PELAKUNYA
53
HILYA VS TAMARA
54
FAJAR MARAH
55
MASALAH BARU
56
KEKECEWAAN HILYA LAGI
57
DISA
58
MEMPERCAYAI DISA
59
MENJODOHKAN
60
AMARAH ZIDAN
61
KEKACAUAN ZIDAN
62
INFO
63
TERSEBAR
64
ZIDAN TERLUKA
65
BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66
SADARNYA NANDO
67
MAMA SARAH
68
MENCARI TITIK TERANG
69
FIA SAMPAI SYOK
70
FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71
KECURIGAAN
72
FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73
KEKELUARGAAN
74
KASIH SAYANG AYAH DION
75
EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76
Mengetahui semuanya
77
HILYA DAN DISA
78
KEGUGURAN
79
MENEMUKAN HILYA
80
MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81
MEREKAM
82
KEMBALINYA HILYA
83
RIFI DAN FIA
84
HUTAN
85
PULANGNYA FIA DAN RIFI
86
DUA BERITA MENGEJUTKAN
87
FIA
88
#KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89
KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90
KEMBALI KE KAMPUS
91
PINGSAN
92
KHAWATIR
93
FAKTA BARU LAGI
94
MENJALANKAN RENCANA
95
HAMPIR
96
FAKTA
97
FIA DAN RIFI JADIAN
98
KUCING DAN TIKUS
99
MENGETAHUI FAKTA
100
MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101
KESEDIHAN HILYA
102
KANTOR POLISI
103
BERTEMU Di KANTOR POLISI
104
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!