Disa dan Abian terdiam membeku dengan terus di tatap oleh semua mahasiswa yang ada di kantin.
"kalian ngapain bengong, tuh makanan udah dingin" teriak Fajar yang membuat semua mahasiswa langsung berhenti menatap Disa.
"wah ada apa ini?, kenapa lo?, habis nangis?" tanya Tamara yang baru datang.
"gak apa-apa kak" ucap Disa
"lo habis di serang sama bocah itu" ucap Vina
"katanya mau buat dia menderita, kok malah lo yang nangis sih" ucap Rosa
"Kamu keluar dari geng mereka sekarang juga" ucap Abian
"heh, lo gak usah ikut campur" ucap Tamara
"dia pacar ku, jadi wajar kalau aku ikut campur" ucap Abian
"Disa kamu keluar dari geng ini sekarang juga" ucap Abian
"kenapa?, karena kamu gak mau lihat Hilya menderita?" tanya Disa
"yang pacar kamu tuh aku Bian.. aku, bukan Hilya. sadar Bian" ucap Disa yang sudah menangis.
"terserah kamu deh, kalau kamu gak keluar dari geng ini kamu gak usah temui aku lagi" ucap Abian yang juga pergi.
Zidan berjalan kearah Tamara dan teman-temannya.
"gue gak peduli masalah kalian, tapi kalau lo berani gangguin pacar gue, awas aja lo" ucap Zidan yang kemudian pergi
"dan lo, mending menjauh dari geng ini dari pada lo jadi tumbal" ucap Fajar dan juga pergi
Tamara menatap kepergian geng Orthtros dengan kesal. sedangkan Disa terdiam memikirkan ucapan dari Fajar.
Hilya duduk di taman, Syifa, Kia dan Fia terus bersama Hilya.
"Hilya kamu kenapa gak cerita sih sama kita tentang masalah kamu dulu" ucap Fia
"aku cuma gak mau kalian juga ikut sedih karena aku" sahut Hilya
"dulu kamu juga nangis saat menenangkan Disa, kita ini sahabat Hil, jadi kita harus selalu ada satu sama lain" ucap Fia lagi
"udah lupain masa lalu yang itu, sekarang kita hanya berempat bersahabat. jadi gak ada rahasia di antara kita berempat, kita harus saling terbuka oke" ucap Kia sambil tersenyum dan di balas senyuman juga oleh Hilya, Syifa dan Fia.
"oh ya Kia, aku mau pindah jurusan deh, biar barengan sama Hilya dan Syifa" ucap Fia.
"aku juga mau, gak penting suka atau engga yang penting bisa bareng sama bestie aku" ucap Kia
"kalian serius?" tanya Hilya
"duarius" ucap Fia dan Kia
"besok aku bilang sama om aku dulu deh, soalnya dia dosen di sini" ucap Fia
"serius?" tanya Syifa
"iya, makanya aku kuliah di sini dan ngajak dia juga" ucap Fia.
Zidan dari tadi terus melihat Hilya yang kembali tertawa. Zidan tersenyum saat melihat Hilya yang sedang tertawa bareng temannya. namun senyum di wajah Zidan tak berlangsung lama karena kedatangan Abian di antara Hilya.
"Hilya, kamu udah gak apa-apa" tanya Abian
"ngapain kesini lagi?" tanya Syifa
"tolong aku cuma mau ngomong sebentar aja sama Hilya" ucap Abian
"ngomong sama gue aja, ngapain lo ngomong sama cewek gue" ucap Zidan yang menghampiri Hilya dan merangkulnya.
"heh Bian lihat tuh, Hilya udah ada pawangnya, kamu gak boleh ganggu dia lagi" ucap Kia
"aku cuma perlu sama Hilya doang, jadi kalian jangan ikut campur" ucap Abian
"yok Hil, ikut aku bentar" ucap Abian yang menarik tangan Hilya namun di tahan oleh Zidan.
"apaan sih Kamu" ucap Hilya pada Abian
"lo maba di sini, gak usah songong" ucap Zidan
"aku cuma mau ngomong sama Hilya" bentak Abian
"wah nih bocah, lo gak tau siapa kita, berani banget lo ngebentak ketua geng Orthtros" ucap Alan sambil smirk
"mau pindah kampus lo?" tanya Fajar
"sono cabut" ucap Rifi dengan tatapan tajam.
Abian yang menyadari tak akan bisa melawan geng Orthtros pun memilih untuk pergi.
"kayaknya gue harus borgol cewek gue deh, biar gak di ganggu terus" ucap Zidan yang merangkul Hilya
"heh dari pada mau ngeborgor aku, mending urus tuh cewek yang pengen jauhin aku dari kak Zidan" ucap Hilya
"kamu gak mau ya jauh dari aku" ucap Zidan yang terus menggoda Hilya.
"idih.. uweekkk najis, dasar singa resek" ucap Hilya yang kemudian pergi
"lo suka sama tu bocah" ucap Alan yang melihat Zidan tersenyum saat Melihat Hilya.
"calon istri gue" ucap Zidan yang tersenyum
"Hah, maksud lo?" tanya Fajar yang terkejut dan kemudian terdiam saat Hilya datang lagi
"ada apa sayang?, kangen sama aku" tanya Zidan dengan percaya diri.
"mana tanda tangan itu" ucap Hilya judes
"minta dengan baik baru gue kasih" ucap Zidan yang mengerjai Hilya
"ogah" ucap Hilya
"ya udah gue buang kertas itu" ucap Zidan santai
"jahat banget sih kak" ucap Hilya yang tambah kesel
"apa susahnya sih tinggal minta dengan baik" ucap Zidan yang tersenyum jahil.
"kak Zidan mana kertas tanda tangan tadi, boleh gak Hilya minta" ucap Hilya dengan nada manja yang membuat Zidan gemes melihatnya.
"hahaha lucu banget sih kelinci gue" ucap Zidan sambil tertawa dan mencubit pipi Hilya, membuat Alan, Fajar dan Rifi tersenyum.
"mending lo istirahat aja dulu nanti di lapangan gue kasih" ucap Zidan yang memegang kepala Hilya dan pergi.
"singa resek...." teriak Hilya yang merasa di kerjain.
Zidan hanya tersenyum saat mendengar teriakan Hilya.
"Hey maksud lo calon istri apaan?" tanya Fajar yang jalan di lorong kampus
"ya tuh bocah calon istri gue" sahut Zidan santai
"apa?, kok bisa?" tanya Alan dan Fajar
"jadi nyokap bokap gue temenan sama orang tua dia, jadi kami di jodohin gitu" ucap Zidan yang masih berjalan di lorong kampus.
"terus lo mau?" tanya Rifi
"ya gue mau-mau aja, soalnya tu bocah lucu kalau di kerjain" sahut Zidan santai
"lucu kalau di kerjain atau emang udah jatuh cinta" ucap Alan
"udah deh, gak usah kepo lo pada" ucap Zidan yang kemudian langkanya terhenti karena di hadang oleh Tamara.
"Zidannnn gue kangen tau sama lo" ucap Tamara yang memeluk lengan Zidan
"minggir lo" ucap Zidan dengan ekspresi wajah yang datar.
"Zidan kok lo gitu sih sama gue, sama maba gatel itu aja lo baik" ucap Tamara
"yang gatel lo woy, ngaca" ucap Alan
"lo diam deh, gue gak ngomong sama lo" ucap Tamara pada Alan
"aneh banget sih lo Dan, jelas-jelas lebih cantik Tamara dari pada maba gatel itu" ucap Vina.
"eh lo juga gak ngaca ya" ucap Fajar
"diam deh kalian semua" ucap Tamara
"Zidan masa lo lebih milih maba gatel itu sih dari pada gue, kan cantikan gue kemana-mana" ucap Tamara
"Plakkkkk"satu tamparan mendarat di pipi Tamara.
"Sekali lagi lo bilang cewek gue gatel, gue hajar lo semua. gue gak peduli lo pada cewek tapi kalau lo berani gangguin Hilya awas aja dan tadi sebagai peringatan buat Lo supaya Lo bisa jaga bacot lo" ucap Zidan dengan tatapan marah
"dan satu lagi Tamara, gue tau sifat bejat lo, kalau lo berani macam-macam gue bakal buat lo hancur bahkan lebih dari tamparan tadi" ucap Zidan lagi dan pergi
"Zidaaaaannnn"teriak Tamara sambil memegang pipinya.
Alan, Fajar dan Rifi hanya tersenyum mendengar ucapan dari Zidan.
Zidan, Alan, Fajar, Rifi dan panitia ospek lain sudah berada di lapangan.
"dalam satu menit lo semua gak berkumpul di lapangan, gue hukum lo semua" teriak Zidan pada mic nya.
semuanya maba berkumpul di lapangan dengan berlari terengah-engah. Fajar menyerahkan kertas yang berisi tanda tangan buat Hilya.
"nih di kasih sama calon suami lo" bisik Fajar yang membuat Hilya melotot.
"kumpulkan semua kertas yang sudah berisi tanda tangan para panitia ospek" ucap Zidan lagi
Hilya dengan cepat menulis namanya di kertas tersebut dan langsung mengumpulkannya pada Alan.
"Hai calon ibu ketua" ucap Alan sambil tersenyum dan membuat Hilya melihat kearah Zidan.
"kertas ini bakal di periksa terlebih dahulu oleh panitia, dan jika ada tanda tangan panitia yang gak ada di kertas tersebut, bakal ada hukumannya" ucap Zidan sambil tersenyum.
"hukumannya menjadi asisten gue selama satu minggu full. kalau kalian gak mau, kalian bakal di masukan ke list merah di kampus" ucap Zidan lagi
semua maba perempuan merasa senang mendengar hal tersebut, namun mereka merasa kecewa saat mengingat bahwa mereka mendapatkan semua tanda panitia.
"selamat buat kalian karena kalian semua mendapatkan tanda tangan panitia" teriak Zidan dan semua maba bertepuk tangan
"tunggu, ada satu maba yang gak dapat tanda tangan dari panitia, dan parahnya lagi dari ketua panitia" ucap Alan
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Bikin malu aja. Soal cowok aja jadi tontonan umum,,🤦🏻♀️🤦🏻♀️🙄🙄
2023-11-02
1