"Bukan gitu tau" sahut Fia.
"oh ya kak, lihat Hilya gak, Hilya pacarnya kak Zidan, kenalkan kalian?" ucap Kia
"ngapain lo nyari dia" tanya Fajar yang kepo
"aduh bisa gak sih, gak usah banyak tanya dulu, ini tuh lagi mendesak banget" ucap Fia
"mendesak,,,mendesak, kalau mendesak noh keluar ke lapangan biar gak mendesak lagi" ucap Fajar
"capek nanya sama mereka, cari sendiri aja yok" ucap Kia lagi
"ayo deh" ucap Fia yang ingin pergi
"woy ikut gue" ucap Rifi yang membuat Kia dan Fia terdiam
"mau ketemu sama teman lo kagak?" tanya Fajar
"maulah, orang lagi nyariin juga" ucap Kia
"ya udah ikut kita" ucap Fajar.
Kia dan Fia pun mengikuti Fajar sampai ke ruangan geng Orthtros, di sana sudah ada Zidan, Alan, Hilya dan Syifa.
"udah beres" tanya Zidan
"udah" ucap Fajar
"Nih dua bocah mau ketemu sama temannya" ucap Rifi yang melirik kearah Fia dan Kia.
"Fia, Kia, ada apa?" tanya Hilya.
"Hilya ada masalah penting" ucap Kia yang langsung menghampiri Hilya
"masalah penting apaan?" tanya Syifa
"jadi gini, Disa sekarang gabung sama geng... geng apa tadi.. emm Tamara geng iya Tamara geng" ucap Kia yang membuat geng Orthtros saling tatap-tatapan.
"ya..udah kalau dia masuk ke sana, emang apa yang jadi masalah penting?" tanya Hilya yang kebingungan.
"ihh Hilya dia tuh mau gabung geng itu karena si kakak itu suka sama kak Zidan, terus mereka mau rencanain supaya kamu dan kak Zidan putus atuh" ucap Fia yang ngomong cepat.
"dan Disa juga bilang, dia mau bantuin mereka karena mau lihat kamu menderita, Disa gak mau kamu bahagia" ucap Kia.
"apa?, keterlaluan ya tuh anak, gak ingat dulu saat dia susah gimana, Hilya yang selalu bantuin dia" ucap Syifa yang emosi.
Geng Orthtros hanya menyimak pembicaraan keempat maba di depan mereka.
"aku takutnya Disa buat hal aneh-aneh deh ke Hilya" ucap Kia khawatir
"ih jadi kesel deh sama Disa, dulu udah kita maafin atas sikap dia yang egois, sekarang kok malah gitu lagi, padahal aku berharap banget kita berlima bisa kumpul lagi kayak dulu" ucap Fia dengan murung.
Hilya yang mendengar ucapan Kia dan Fia langsung keluar dari ruang tersebut dan menghampiri Disa.
"eh, Hilya mau kemana?" teriak Syifa yang mengejar Hilya
"kayaknya bakal ada tontonan seru deh ni" ucap Fajar
"mau ikut nonton?" tanya Fajar yang kemudian pergi.
Hilya mencari Disa ke mana-mana dan kemudian dia menemukan Disa di kantin bareng Abian.
"aku mau ngomong sama kamu" ucap Hilya yang menghampiri Disa
"mau ngomong apa Hilya" ucap Disa yang masih berpura-pura baik
"Pindah dulu deh, gak usah di sini gak enak rame" ucap Hilya
"kalau mau ngomong di sini aja, aku gak mau pindah" ucap Disa
"ada apa sih ini?" tanya Abian yang kebingungan
"kamu masuk ke geng kak Tamara?" tanya Hilya tang membuat Disa sedikit terkejut.
"tau dari mana kamu?" tanya Disa yang gelagapan
"gak penting aku tau dari mana, iya atau engga" tanya Hilya dengan tegas.
"kalau iya emangnya kenapa?, bukan urusan kamu juga kan" sahut Disa tegas.
"iya bukan urusan aku kalau kamu mau masuk ke geng mana pun, tapi bakal jadi urusan aku kalau kamu ikut campur dalam masalah aku" ucap Hilya
"masalah apa ya" tanya Disa pura-pura gak tau
"gak udah pura-pura bego deh Disa, aku tau kamu masuk ke geng mereka karena pengen aku dan kak Zidan putus kan" ucap Hilya yang kembali membuat Disa bahkan Abian terkejut.
"kamu bener-bener tega ya, aku salah apa sama kamu?" tanya Hilya
"salah kamu karena Abian masih suka sama kamu sampai sekarang" ucap Disa yang berdiri sambil meninggikan suaranya sehingga membuat semuanya orang di kantin melihatnya.
"semenjak kamu pindah sekolah dia jadi berubah sama aku, bahkan selalu salah nyebut nama aku, dia selalu nyebut nama kamu, dan sekarang dia juga masih ngajar-ngejar kamu kan" ucap Disa lagi
"itu bukan salah aku, aku teh sudah menghindar dari dia, harusnya kalau kamu tau cowok kamu ngejar-ngejar aku, kamu ingetin dia untuk berhenti ngejar aku, bukan malah mau hancurin kebahagiaan aku terus" ucap Hilya yang matanya sudah memerah
"sekarang kita udah kuliah Sa, seharusnya kamu bisa lebih dewasa. dulu aku mengalah untuk kamu dengan pindah sekolah, sekarang?, kamu masih belum puas lihat aku menderita?" tanya Hilya
"Hilya sudah" ucap Syifa
"aku dari dulu selalu ada buat kamu Disa, di saat kamu butuh aku selalu datang ke kamu, tapi kenapa sekarang kamu mau hancurin kebahagiaan aku" ucap Hilya yang sudah mulai menangis
"karena kamu selalu bahagia Hilya, kamu punya orang tua yang sangat sayang sama kamu, kamu punya ayah yang selalu mentingin kamu dari pada lainnya" ucap Disa.
"kamu punya segalanya, tapi aku engga, kamu memiliki banyak cinta dari orang-orang terdekat kamu, tapi aku engga sama sekali" teriak Disa yang juga menangis.
"kamu salah Sa, kamu salah besar" ucap Hilya yang akhirnya pergi
"Hilya" panggil Syifa
Geng Orthtros terus menonton kejadian tersebut tanpa ngomong apa-apa.
"kamu egois ya Disa,. kamu bilang Hilya mendapatkan banyak cinta, itu saat Bunda dia masih hidup, setelah Bunda nya meninggal, Hilya jadi sendiri karena ayahnya pergi meninggalkan dia di saat masa berduka nya" ucap Syifa yang membuat geng Orthtros terkejut.
"dan asal kamu tau, Hilya kembali bisa tersenyum saat si brengsek ini selalu ada buat dia, tapi ternyata hanya untuk bisa nembak kamu doang, dan kamu tau kan hari di mana kalian jadian, itu hari di mana ayah Hilya juga menikah lagi, hari itu Hilya di hancurkan oleh dua cintanya, yang ke satu cinta pertamanya dan yang kedua cinta si brengsek ini" bentak Syifa
"dia nutupin ini semua dari kita, seolah-olah dia selalu bahagia padahal engga sama sekali. dan beruntungnya Hilya ada tante Lola dan om Dion yang mau mengangkat Hilya jadi anaknya, menjadikan Hilya prioritas pertama mereka" ucap Syifa lagi
"sekarang aku benar-benar tau kalau kalian itu pasangan yang cocok, Sama-sama egois. dan buat kamu jangan ganggu Hilya lagi, juga ingetin pacar kamu jangan melampaui batas" ucap Syifa yang pergi.
"apa?, kalian berdua juga ingin menghakimi aku?" tanya Disa pada Fia dan Kia
"si egois yang merasa paling terhakimi, tanpa sadar diri kamu sendiri yang udah ngehakimi Hilya dengan keegoisan kamu" ucap Kia
"yok Fia kita pergi, karena sahabat kita yang sesungguhnya bukan si pengkhianat ini" ucap Kia lagi.
"aku kecewa sama kamu Disa, dulu aku senang banget saat kalian jadian, tapi setelah tau cara kamu nusuk Hilya dari belakang aku mulai kecewa, tapi aku masih memaafkan kamu karena kita sahabat, dan sekarang aku benar-benar kecewa sama kamu" ucap Fia yang juga pergi.
Disa dan Abian terdiam membeku dengan terus di tatap oleh semua mahasiswa yang ada di kantin.
"kalian ngapain bengong, tuh makanan udah dingin" teriak Fajar yang membuat semua mahasiswa langsung berhenti menatap Disa.
"wah ada apa ini?, kenapa lo?, habis nangis?"
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
...****************...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Aku suka sikap Syifa yg tegas, Harusnya Hilya yg bersikap tegas, jang lemah kek gitu,,
2023-11-02
1
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu bukan salah Hilya, Salahin aja Abian yg masih suka sama Hilya,
2023-11-02
1
ayu nuraini maulina
y gt lah orang yg dah d bantu g tau terima kasih malah mau d bui
2023-08-01
1