5 menit jalan kaki Hilya dan Syifa pun sampai ke rumah, karena rumah mereka memang sudah dekat dari jalan yang tadi mereka berhenti.
"eh non, kok pulang jalan kaki" tanya mang Firman supir antar jemput Hilya
"cuma dari situ kok mang, tadi kami pulang bareng teman" ucap Hilya
"oh ya bunda udah pulang?" tanya Hilya
"sudah non, katanya sih nanti malam mau makan malam di rumah temannya" ucap mang Firman.
"oh gitu ya, eumm Hilya masuk dulu ya mang" ucap Hilya
"masuk dulu mang" ucap Syifa lagi
"iya non" sahut mang Firman
"aduh dua non ini sabahat sudah seperti adik kakak saja" ucap Mang Firman.
Hilya dan Syifa pun masuk dalam rumah.
"Hilya, Syifa, sudah pulang?" tanya Bunda Lola
"sudah bunda" sahut Hilya yang yang langsung duduk di meja makan.
"sudah tante" sahut Syifa juga
"gimana hari pertama ospek?" tanya Bunda Lola
"kesel banget Bunda, katingnya resek banget galak kayak singa" ucap Hilya
"iya tante Hilya tadi hampir di makan sama singa" ucap Syifa
"kalian ini ada-ada aja deh" ucap bunda Lola.
"bunda, Hilya laper banget tau" ucap Hilya yang memakan sepotong roti yang ada di meja makan.
"kamu gak jajan di kantin" tanya Bunda Lola
"dia jajan tan, tapi gak di makannya" ucap Syifa yang juga ikut memakan roti
"loh kok gitu?" tanya bunda Lola
"ceritanya panjang deh bun, males ingatnya lagi" ucap Hilya yang terus makan
"oh ya bunda, ayah mana?" tanya Hilya
"ayah masih di kantor, sebentar lagi pulang. soalnya nanti kita mau makan malam di rumah teman bunda dan ayah" ucap bunda Lola
"kalian istirahat gih, habis itu mandi, terus siap-siap" ucap bunda Lola
"yaudah bun, Hilya ke kamar dulu ya" ucap Hilya yang memeluk bundanya dan pergi naik keatas menuju kamarnya.
"tante, Syifa juga ke kamar dulu ya" ucap Syifa yang juga memeluk bunda Lola dan kemudian pergi.
"ya Allah terimakasih engkau titipkan dua anak perempuan yang begitu manis padaku" ucap Bunda Lola yang melihat Hilya dan Syifa naik ke atas.
Hilya dan Syifa pun masuk ke kamar masing-masing yang berada bersebelahan.
malam pun tiba, Hilya, Syifa bersama ayah Dion dan bunda Lola pun berangkat ke rumah teman ayah dan bunda.
sekitar tiga puluh menit perjalanan, mereka pun sampai ke rumah temannya ayah dan bunda.
"Lola" ucap tante Rena yang memeluk bunda Lola
"Rena" sahut bunda Lola yang membalas pelukan tante Rena.
" Dion" sapa om Dika.
"Dika" balas ayah Dion
"kenalin ini anak aku Hilya, dan ini sahabatnya Syifa yang juga akan menjadi anak aku, namun dia masih sungkan untuk panggil aku bunda" ucap Bunda Lola sambil tersenyum.
"ini yang kamu cerita kemarin?" tanya tanya Rena
"iya" ucap bunda Lola lagi
"malam tante, om" apa Hilya dam Syifa dan menyalami tante Rena dan om Dika.
"malam sayang" ucap tante Rena yang mengusap Kepala keduanya.
"MasyaAllah cantik banget kedua anak gadisnya Lola" ucap tante Rena
"yaudah yuk masuk, nanti keburu makanannya dingin" ucap tante Rena.
mereka pun masuk dan langsung duduk di meja makan.
"anak kamu mana Ren?" tanya bunda Lola
"ada, tadi ke kamarnya bentar" ucap tante Rena sambil tersenyum.
"ma, teman mama udah datang?" tanya anak tante Rena yang baru turun dari tangga yang ternyata Zidan.
Hilya terkejut melihat Zidan begitu pun dengan Zidan.
"sayang" sapa Zidan dengan sengaja sambil melambaikan tangannya kearah Hilya.
"hah sayang?" ucap bunda Lola dan tante Rena barengan.
"kalian pacaran?" tanya ayah Dion
"sejak kapan?, kenal di mana?" tanya om Dika
"eh engg..." ucap Hilya yang langsung di sela oleh Zidan
"iya, kami udah pacaran, udah lama ya sayang kami kenal dulu di.. sebuah acara iya sebuah acara" ucap Zidan yang merangkul Hilya
"La sepertinya kita bakal jadi besan dengan cepat" ucap tante Rena yang tersenyum senang.
"iya, gak perlu ngenalin lagi, sudah saling kenal bahkan udah pacaran" ucap bunda Lola tersenyum
"maksud bunda gimana?" tanya Hilya
"iya rencananya bunda dan tante Rena mau jodohin kalian berdua, ya tapi kalian sudah pacaran jadi gak perlu lagi di perkenalkan" ucap Bunda yang membuat Hilya terkejut daan begitupun dengan Syifa.
"bunda Hilya ga...eumm" ucap Hilya yang kemudian mulutnya di bekap oleh Zidan
"Kami mau kok, kita kan sudah saling sayang, ya kan sayang" ucap Zidan dengan senyum jahilnya.
"rencana kapan mau buat acaranya, ya minimal pertunangan dulu lah ma" ucap Zidan lagi yang membuat Hilya menatap Zidan dengan kesal
"kapan pun kalian siap" ucap tante Rena
"kami siap kapan pun ma" ucap Zidan lagi.
"bunda, tante, Hilya mau ngomong dulu ya sama kak Zidan" ucap Hilya yang tersenyum paksa dan langsung menarik tangan Zidan
"tante, kan Hilya masih muda banget, masa langsung di jodohin sih" ucap Syifa yang ingin membela Hilya
"gak apa-apa dong sayang" ucap Bunda Lola
"biar Hilya juga ada yang jagain kalau di luar" ucap Bunda Lola
"Oh ya om juga punya rencana mau jodohin kamu juga sama anak teman om juga"ucap ayah Dion yang membuat Syifa terkejut.
"Anaknya Niko ya?"tanya om Dika sambil tersenyum.
"Eh, Syifa pengen fokus kuliah dulu"sahut Syifa yang tersenyum paksa.
di lain sisi Hilya terus menarik tangan Zidan sampai ke depan kolam renang.
"ih kak Zidan apa-apaan sih" ucap Hilya yang kesal
"ada apa sih sayang?" ucap Zidan dengan senyum jahilnya
"sayang-sayang, gak usah panggil aku sayang" ucap Hilya
"terus kamu mau di panggil apa?, cinta?" tanya Zidan lagi
"ihhh diam, kak Zidan ngapain sih?" tanya Hilya
"ngapain?, aku lagi di depan kamu sayang, lagi natap pacar kesayangan aku" ucap Zidan yang mengelus rambut Hilya
"bukan itu, ngapain ngaku-ngaku jadi cowok aku di depan orang tua kita?, terus ngapain mau nerima perjodohan ini sih kak" ucap Hilya yang kesal
"ya emang kenapa?, kita kan emang pacaran" jawab santai Zidan
"nih ya di luar aku memang di kenal galak, pemarah, tegas, tapi kalau di rumah aku penurut sayang, aku tidak mau jadi anak durhaka dengan tidak mendengar omongan orang tua ku" ucap Zidan lagi yang membuat Hilya terdiam sesaat.
"udah terima aja, lo bakal beruntung kali punya suami kayak gue" ucap Zidan sambil tersenyum kearah Hilya.
"uwekkkk mules" ucap Hilya yang pura-pura muntah dan pergi
Zidan yang melihat kelakuan Hilya tersenyum dan kemudian mengikuti Hilya masuk ke dalam rumah.
"wah udah balik nih" ucap tante Rena
"ya udah yu makan, ini keburu makanannya dingin" ucap tante Rena
mereka pun duduk dan makan malam bersama, Zidan duduk di samping Hilya.
"Hilya, Syifa kalian mahasiswa baru di Universitas Lentera Bangsa kan?" tanya tante Rena
"iya tante" sahut Hilya dan Syifa
"sama kaya Zidan dong, tadi ketemu gak sama Zidan?" tanya tante Rena
"ketemu tante" jawab mereka lagi
"lalu gimana hari pertama kalian" tanya tante Rena
"kuliah aman-aman aja sih tante, tapi ada singa tante di universitas Lentera Bangsa, singa nya buas banget, terus resek lagi" ucap Hilya yang menyindir Zidan
"kok ada singa sih di kampus?, Zidan kamu gak lihat kondisi di kampus" ucap om Dika
"oh ada pa, di kampus singa ada, kelinci bawel juga ada, bawel, cerewet, ada pokoknya" sahut Zidan yang melihat kearah Hilya.
mereka pun tertawa saat mendengar ucapan Zidan. setelah makan malam mereka pun duduk di ruang keluarga dan saling ngobrol, jam pun sudah menuju pukul 22.35 keluarga Hilya pun pamit pulang.
"sampai jumpa besok di kantor" ucap tante Rena
"iya, kami pulang dulu ya, makasih untuk malam ini" ucap bunda Lola
"kami pulang dulu ya" ucap Ayah Dion
"om, tante Hilya pulang dulu ya" ucap Hilya yang memeluk tante Rena dan salaman dengan om Dika.
"om, tante saya juga pamit ya" ucap Syifa
"iya sayang" sahut tante Rena
"sayang kamu gak pamitan sama aku" ucap Zidan yang kembali menggoda Hilya namun hanya di balas lirikan tajam oleh Hilya
"kami pulang ya" ucap Hilya yang tersenyum paksa kearah Zidan
mereka pun pulang ke rumah. sesampainya di rumah Hilya maupun Syifa langsung mencuci wajahnya, mengganti pakaian dan langsung tidur.
keesokan harinya Hilya dan Syifa pun sudah siap untuk ke kampus.
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Wahh Zidan nambah ngelunjak nih, Sampai ke ortu nya juga dikenalin sebagai pacar, Kenak kan kamu Hilya..🤣🤣🤣
2023-11-02
1