11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS

Keesokan harinya mereka semua sudah berangkat ke Jakarta dan bertemu di bandara. Hilya dan Syifa mulai berpelukan saling melepas rindu, Hilya juga melepaskan rindunya dengan bik Murni.

mereka pun menuju ke rumah yang sudah di beli oleh om Dion, rumah yang begitu mewah membuat Hilya dan Syifa takjub.

mereka pun mulai membereskan barang-barang mereka ke kamar masing-masing. Hilya dan Syifa tidur di kamar yang berbeda yang bersebelahan.

Sudah sebulan lebih mereka tinggal di Jakarta dan selama di jakarta Hilya juga sudah memanggil tante Lola dengan sebutan bunda sedangkan om Dion dengan sebutan ayah. keduanya begitu senang mendapatkan panggilan seperti itu dari Hilya.

bunda Lola dan ayah Dion pun membawa Hilya dan Syifa untuk datang ke kampus, untuk mendaftarkan mereka kuliah, mereka mengambil jurusan yang sama.

Dan setelah beberapa Bulan setelah mereka mendaftarkan mereka pun di terima di universitas tersebut dan beberapa minggu setelah itu mereka sudah harus mengikuti ospek di kampusnya.

"Ayah, bunda anterin kami cepat ya, nanti telat" ucap Hilya sambil minum susu

"kan ada mang Firman sayang" ucap ayah Dion

"hari pertama boleh gak ayah dan bunda yang ngantar?" tanya Hilya

"Boleh dong sayang"sahut bunda Lola sembari tersenyum.

"ya udah deh sayang, hari ini ayah dan bunda yang ngantar" ucap Ayah Dion yang memang sekarang sudah menjadi ayah angkat untuk Hilya

"bunda senang banget, akhirnya bunda bisa merasakan menjadi orang tua" ucap bunda Lola

"bunda dan ayah memang orang tua yang sangat baik, makasih udah ada untuk Hilya selalu" ucap Hilya

"iya tante dan om ini emang best orang tua, makanya sahabat aku ini udah bahagia sekarang" ucap Syifa yang masih manggil bunda Lola dan ayah Dion dengan sebutan tante dan om karena masih malu dan sungkan.

"yaudah ayok kita berangkat" ucap ayah Dion.

"bik tolong bereskan ini ya, saya berangkat dulu" ucap bunda Lola pada bik Murni yang juga ikut sarapan bersama.

"iya Mbak" sahut bik Murni.

mereka pun berangkat. bunda dan ayah mengantarkan Hilya dan Syifa terlebih dahulu baru mereka ke kantor. sekitar 20 menit perjalanan mereka pun sudah sampai di kampus.

"bun, yah, Hilya masuk dulu ya" ucap Hilya yang bersalaman dengan orang tua angkatnya.

"iya sayang yang semangat ikut ospeknya" ucap bunda Lola

"iya bun" sahut Hilya

"tante, om, Syifa juga masuk dulu" ucap Syifa

"iya semangat ya" ucap bunda Lola.

mereka pun masuk ke area kampus dan melihat maba yang begitu banyak.

"wih banyak juga ya maba di sini" ucap Hilya

"ya pasti lah Hil, ini kan salah satu kampus elite" ucap Syifa

"ya udah yuk gabung sama maba jurusan kita" ucap Hilya dan di anggukin oleh Syifa.

mereka berdua pun bergabung dengan maba yang memakai karton warna hijau yang bertuliskan nama mereka masing-masing.

acara ospek pun di mulai, mereka mulai di arahkan oleh kating mereka. saat kating tersebut naik ke atas panggung kecil untuk berbicara semua mahasiswa yang lebih tepatnya yang cewek pada senyum dan berbisik-bisik.

"itukan kating yang paling terkenal di kampus ini" ucap salah satu maba

"iya Zidan Mahardika kating paling tampan dan sangat populer di kampus ini" sambung yang lain

"katanya lagi dia itu punya geng gitu, kalau gak salah namanya geng Orthtros yang terdiri dari kak Zidan sebagai ketua dan kak Alan sebagai wakilnya, sedangkan kak Fajar dan kak Rifi anggotanya. Dan mereka juga memiliki banyak geng motor lainnya yang juga bergabung dengan mereka" sambung maba lain lagi

namun tidak dengan Hilya dan Syifa mereka hanya terdiam menyimak setiap perkataan dari maba-maba tersebut.

"sekarang kita mulai ke inti acaranya saja, dan gue yakin kalian bisa kenalan dengan teman-teman baru kalian nanti. Dan sekarang gue bakal bagiin kalian menjadi beberapa kelompok, dan satu kelompok terdiri dari tiga orang" ucap kating tersebut yang namanya dari tadi jadi bahan gosip maba yaitu Zidan.

Zidan terus membagikan kelompok kepada mahasiswa baru, sehingga tersisa kelompok terakhir.

"dan kelompok selanjutnya, Hilya Aska, Asyifa Zahara dan Abian Ferdiansyah" ucap Zidan yang membuat Hilya terkejut dan langsung menatap Syifa di sampingnya.

"Hai Hilya, Syifa" ucap Abian di belakang mereka sambil tersenyum

"Hil udah lama ya gak ketemu" ucap Abian yang tersenyum.

"oke semuanya sudah ada kelompok, sekarang tugas kalian cari amplop yang sudah di kasih lebel warna hijau, dan jika sudah ada maka kalian harus kasih stempel ini pada amplop tersebut" ucap Zidan lagi

Hilya mengambil stempel yang di bagikan kemudian mereka langsung mencari amplop tersebut.

"Hilya tunggu bentar aku mau ngomong" ucap Abian yang menarik tangan Hilya

"apaan sih kamu" ucap Syifa yang menepis tanga Abian yang menarik tangan Hilya

"aku mau ngomong bentar sama Hilya" ucap Abian

"sayang" ucap Disa yang memanggil Abian

"eh Hilya kamu di sini juga" tanya Disa

"Hilya" panggil Kia dan Fia bareng

"hai" sapa Hilya sambil tersenyum kearah Fia dan Kia.

"Syifa yok" ucap Hilya

"kita duluan ya, mau selesaiin misi dulu" ucap Syifa dan pergi menarik Hilya

"sayang kamu satu kelompok sama dia" tanya Disa yang cemberut.

"eh iya, aku juga mau selesaiin misi dulu ya" ucap Abian dan pergi.

"apa Abian mau deketin Hilya ya" tanya Disa

"jangan berpikir yang aneh deh" ucap Kia yang kemudian juga pergi.

Hilya dan Syifa pun sudah mendapatkan banyak amplop, Abian terus mengajak Hilya untuk ngomong berdua. Hilya dan Syifa pun berlari dari Abian.

brukkkk Hilya menabrak Zidan saat berlari

"aduh kak maaf gak sengaja" ucap Hilya sedangkan Zidan hanya menatap Hilya tanpa ekspresi.

"makanya jangan lari-lari dong, di kejar setan lo berdua?" ucap Alan

"iya kak kita di kejar sama setan paling bahaya" ucap Hilya yang ekspresi yang lucu.

"dih ada gitu setan jam segini" ucap Fajar yang kebingungan.

"ada kak bahaya lagi" ucap Syifa

"Hilya" teriak Abian yang masih mengejar Hilya.

"nah tuh kan setannya udah manggil" ucap Hilya yang kemudian berlari, namun di tahan oleh Zidan.

"Eh, kak lepasin"ucap Hilya yang ingin lari

tanpa menggubris Hilya, Zidan pun menarik tangan Hilya dan masuk ke ruangan khusus mereka alias markas mereka di kampus, sedangkan Alan menarik tangan Syifa dan membawanya lari ke lorong belakang kampus.

"eh kak numpang nanya, tadi ada lewat dua cewek gak di sini" tanya Abian pada Fajar dan Rifi.

"lo nanya sama gue?, gak lihat" sahut Rifi yang notabennya memang judes

"songong banget jadi kating" ucap Abian dan pergi

di dalam ruangan Hilya kesel karena langsung di tarik ke dalam.

"aduh kak apaan sih narik-narik, sakit tau" ucap Hilya yang mengusap tangannya

"dih diam lagi, nih orang apa cuma bisa ngomong di mic doang ya" ucap Hilya pelan namun masih bisa di dengar.

"udahlah kak, saya mau keluar byee" ucap Hilya dan pergi dari ruangan tersebut.

"Kalau kamu keluar, kamu bakal ketemu sama cowok itu"ucap Zidan yang masih menatap Hilya.

mendengar hal tersebut Hilya terdiam dan memilih untuk bersembunyi di tempat itu sebentar. Merasa Abian sudah pergi Hilya pun segera keluar dari ruangan itu, apalagi dia sudah mulai risih karena Zidan yang terus menatapnya sedari tadi.

Zidan hanya tersenyum smirk melihat kepergian Hilya. sedangkan Syifa di tarik oleh Alan ke lorong belakang kampus. Alan memeluk Syifa untuk bersembunyi dari kejaran setan yang mereka bilang.

"aduh ngapain sih peluk-peluk" teriak Syifa

"dih ni anak udah di tolongin bukan bilang makasih malah teriak-teriak" ucap Alan

"siapa yang butuh di tolongin kakak, yang di kejar tuh sahabat saya Hilya, bukan saya" ucap Syifa dengan nada yang lucu dan membuat Alan menahan tawanya.

"mana gue tau, yang lari-lari tadi lo berdua bocah "ucap Alan.

"udah ah minggir" ucap Syifa yang kemudian hampir jatuh dan di tangkap oleh Alan

"aaakhh" teriak Syifa yang hampir jatuh, Alan menatap Syifa sambil tersenyum

"aaa lepasin udah dua kali ya kakak peluk-peluk saya" ucap Syifa

"dih percaya diri banget sih lo" ucap Alan

"heh kak hati-hati kalau mau meluk cewek yang bukan muhrim di tempat sepi kayak gini, Allah Maha Melihat" ucap Syifa dan kemudian pergi dan membuat Alan tersenyum.

"dih dalam banget tuh omongan bocah" ucap Alan yang menatap kepergian Syifa.

saat Syifa sedang berjalan ke tempat tadi mereka ketemu kating dan dia malah bertemu Abian di lorong kampus.

"Syifa, Hilya mana?" tanya Abian

"kamu mau apa lagi sih, udah deh jangan ganggu Hilya lagi" ucap Syifa yang kesal

"aku cuma mau ngomong bentar sama dia Syif" ucap Abian

"ngomong bentar?, terus kamu kasih harapan lagi ke dia?, udahlah Bian kamu gak usah ganggu Hilya lagi, udah cukup dulu kamu kecewain dia, kamu phpin dia." ucap Syifa

"lagian cewek kamu juga kuliah di sini, aku gak mau dia salah paham dan nyalahin Hilya" ucap Syifa yang ingin pergi kemudian di tahan lagi oleh Abian.

"Syifa...Syifa aku mohon please, biarin aku ketemu sama Hilya" ucap Abian

"kamu tuh kalau di bilangin ngeyel banget ya, jangan ganggu Hilya lagi Abian, kamu tuh udah buat dia kecewa, kamu udah nyakitin perasaan dia, tuli ya" ucap Syifa dan pergi meninggalkan Abian.

"ohhh drama cinta di SMA dulu" ucap Alan yang mendengar semuanya.

Syifa menghampiri Hilya.

"Hilya" panggil Syifa

"kamu kemana aja atuh, kok malah misah dari aku" ucap Hilya dengan suara cempreng nya

"aku di tarik sama siluman tuh" ucap Syifa yang melirik kearah Alan

"sama tadi aku juga di tarik sama siluman salju" ucap Hilya pelan dan melirik kearah Zidan.

"ngapain masih di sini, sana balik ke lapangan" ucap Zidan

"dih ngusir, dasar Olaf" ucap Hilya yang membuat Fajar, Alan dan Rifi menahan tawanya

"lo ngomong apa tadi?" tanya Zidan yang menatap tajam kearah Hilya.

"OLAF wleeeekkk" ucap Hilya yang mengejek Zidan dan kemudian lari menarik Syifa.

"hahahahhah OLAF" ucap Fajar dengan tawa pecahnya.

"diam lo" ucap Zidan

"dingin banget sih lo, sampe di sebut olaf sama maba" ejek Alan

"ah berisik lo pada, ayok balik ke lapangan" ucap Zidan

"lumayan yang itu sih Dan dari pada si menor yang suka ngejar-ngejar lo" ucap Rifi sambil merangkul Zidan.

"Minggir lu"ucap Zidan yang mendorong Fajar.

mereka pun kembali kelapangan lagi. di sana mereka sudah berkumpul di lapangan, Alan melihat kearah Hilya dan Abian kemudian teringat kembali percakapan Syifa dan Abian tadi.

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

...----------------...

...----------------...

...----------------...

Terpopuler

Comments

lily

lily

eh ada gtu yg kaya gtu yg pake geng trus ada namanya ,,, prasaan dlu jaman wktu kuliah gk ada,, apa akunya aj yg kudet

2024-01-31

1

lihat semua
Episodes
1 1. DIA YANG SELALU ADA
2 2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3 3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4 4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5 5. KECEWA
6 6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7 7. DIKHIANATI
8 8. KEPUTUSAN HILYA
9 9. PINDAHNYA HILYA
10 10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11 11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12 12. KATING RESEK
13 13. MENDADAK PACARAN
14 14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15 KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16 SIKAP EGOIS DISA
17 SUKA NGERJAIN
18 DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19 LUKA HILYA
20 CAMPING
21 DITUDUH
22 KETAHUAN PERBUATAN DISA
23 HILYA DAN ZIDAN
24 KEJAHATAN DISA LAGI
25 ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26 PENYESALAN DISA
27 GENGSIAN
28 JEMPUT
29 SIFAT ZIDAN
30 JULIAN
31 H 1 DI KAMPUS
32 MASIH SAHABAT
33 MEMBANTU DISA
34 SAHABATAN LAGI
35 RENCANA ADOPSI JULIAN
36 MENGADOPSI JULIAN
37 MOOD
38 KEMARAHAN ALAN
39 ZIDAN VS ABIAN
40 KESEDIHAN SYIFA
41 MASALAH DISA
42 MENYAKITI
43 BUNDA
44 AYAH KANDUNG HILYA
45 UNEK-UNEK HILYA
46 ZIDAN HILYA
47 ZIDAN & ALAN
48 AKAN MELINDUNGI
49 BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50 KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51 ZIDAN SI POSESIF BOY
52 MENCARI PELAKUNYA
53 HILYA VS TAMARA
54 FAJAR MARAH
55 MASALAH BARU
56 KEKECEWAAN HILYA LAGI
57 DISA
58 MEMPERCAYAI DISA
59 MENJODOHKAN
60 AMARAH ZIDAN
61 KEKACAUAN ZIDAN
62 INFO
63 TERSEBAR
64 ZIDAN TERLUKA
65 BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66 SADARNYA NANDO
67 MAMA SARAH
68 MENCARI TITIK TERANG
69 FIA SAMPAI SYOK
70 FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71 KECURIGAAN
72 FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73 KEKELUARGAAN
74 KASIH SAYANG AYAH DION
75 EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76 Mengetahui semuanya
77 HILYA DAN DISA
78 KEGUGURAN
79 MENEMUKAN HILYA
80 MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81 MEREKAM
82 KEMBALINYA HILYA
83 RIFI DAN FIA
84 HUTAN
85 PULANGNYA FIA DAN RIFI
86 DUA BERITA MENGEJUTKAN
87 FIA
88 #KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89 KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90 KEMBALI KE KAMPUS
91 PINGSAN
92 KHAWATIR
93 FAKTA BARU LAGI
94 MENJALANKAN RENCANA
95 HAMPIR
96 FAKTA
97 FIA DAN RIFI JADIAN
98 KUCING DAN TIKUS
99 MENGETAHUI FAKTA
100 MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101 KESEDIHAN HILYA
102 KANTOR POLISI
103 BERTEMU Di KANTOR POLISI
104 END
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. DIA YANG SELALU ADA
2
2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3
3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4
4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5
5. KECEWA
6
6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7
7. DIKHIANATI
8
8. KEPUTUSAN HILYA
9
9. PINDAHNYA HILYA
10
10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11
11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12
12. KATING RESEK
13
13. MENDADAK PACARAN
14
14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15
KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16
SIKAP EGOIS DISA
17
SUKA NGERJAIN
18
DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19
LUKA HILYA
20
CAMPING
21
DITUDUH
22
KETAHUAN PERBUATAN DISA
23
HILYA DAN ZIDAN
24
KEJAHATAN DISA LAGI
25
ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26
PENYESALAN DISA
27
GENGSIAN
28
JEMPUT
29
SIFAT ZIDAN
30
JULIAN
31
H 1 DI KAMPUS
32
MASIH SAHABAT
33
MEMBANTU DISA
34
SAHABATAN LAGI
35
RENCANA ADOPSI JULIAN
36
MENGADOPSI JULIAN
37
MOOD
38
KEMARAHAN ALAN
39
ZIDAN VS ABIAN
40
KESEDIHAN SYIFA
41
MASALAH DISA
42
MENYAKITI
43
BUNDA
44
AYAH KANDUNG HILYA
45
UNEK-UNEK HILYA
46
ZIDAN HILYA
47
ZIDAN & ALAN
48
AKAN MELINDUNGI
49
BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50
KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51
ZIDAN SI POSESIF BOY
52
MENCARI PELAKUNYA
53
HILYA VS TAMARA
54
FAJAR MARAH
55
MASALAH BARU
56
KEKECEWAAN HILYA LAGI
57
DISA
58
MEMPERCAYAI DISA
59
MENJODOHKAN
60
AMARAH ZIDAN
61
KEKACAUAN ZIDAN
62
INFO
63
TERSEBAR
64
ZIDAN TERLUKA
65
BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66
SADARNYA NANDO
67
MAMA SARAH
68
MENCARI TITIK TERANG
69
FIA SAMPAI SYOK
70
FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71
KECURIGAAN
72
FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73
KEKELUARGAAN
74
KASIH SAYANG AYAH DION
75
EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76
Mengetahui semuanya
77
HILYA DAN DISA
78
KEGUGURAN
79
MENEMUKAN HILYA
80
MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81
MEREKAM
82
KEMBALINYA HILYA
83
RIFI DAN FIA
84
HUTAN
85
PULANGNYA FIA DAN RIFI
86
DUA BERITA MENGEJUTKAN
87
FIA
88
#KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89
KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90
KEMBALI KE KAMPUS
91
PINGSAN
92
KHAWATIR
93
FAKTA BARU LAGI
94
MENJALANKAN RENCANA
95
HAMPIR
96
FAKTA
97
FIA DAN RIFI JADIAN
98
KUCING DAN TIKUS
99
MENGETAHUI FAKTA
100
MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101
KESEDIHAN HILYA
102
KANTOR POLISI
103
BERTEMU Di KANTOR POLISI
104
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!