10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU

"iya neng, jangan menangis terus, bibi juga sedih neng Hilya pergi tapi mungkin ini yang terbaik untuk neng Hilya" ucap bik Murni.

"yaudah bik kita balik dulu ya" ucap Fia

"yuk Syif" aja Kia dan di anggukin oleh Syifa.

semenjak kepergian Hilya semuanya menjadi berubah, dari persaingan Syifa dan Disa termasuk hubungan Disa dan Abian.

Hilya mulai sekolah di tempat baru, dia mulai bisa melupakan Abian. Dia juga sudah kembali senyum dan bahagia. Syifa sangat sering menelpon dan melakukan panggilan video dengan Syifa, bahkan mereka saling membantu dalam mengerjakan tugas.

bahkan Hilya dan Syifa berjanji untuk kuliah di tempat yang sama. hari demi hari, bulan demi bulan, waktu pun berlalu dengan cepat, tiba di mana hari kelulusan Hilya di sekolahnya dan kelulusan Syifa di sekolahnya juga.

"selamat ya sayang" ucap tante Lola yang memeluk Hilya

"makasih ya tante" ucap Hilya sambil tersenyum

"Hilya kamu kuliah nya di jakarta aja ya" ucap om Dion yang membuat Hilya terdiam

"om mau kasih aku ke ayah ya" tanya Hilya yang murung

"tidaklah sayang, om tidak akan kasih kamu ke ayah kamu, bahkan jika ayah kamu datang, om akan melarang keras ayahmu menemui mu"ucap om Dion

"om sama tante bakal pindah ke Jakarta, perusahaan om mau bekerja sama dengan teman lama om dan tante" ucap tante Lola.

"oh kirain om sama tante udah gak mau rawat Hilya lagi" ucap Hilya

"ya gak mungkin lah sayang" sahut tante Lola

"tapi tan, Syifa udah ambil beasiswa untuk kuliah di semarang, biar kita bareng-bareng" ucap Hilya

"suruh aja dia ambil beasiswa di jakarta" ucap Hilya

"tapi tante biaya hidup di jakarta itu mahal, kasian juga nanti Syifa harus bekerja keras untuk hidup di jakarta" ucap Hilya

"dia bisa tinggal sama kita sayang, ya biar kamu ada teman juga nanti" ucap Om Dion

"beneran om?" tanya Hilya dengan raut wajah senang

"iya sayang, kamu telpon Syifa sekarang" ucap om Dion

"ya udah Hilya ke kamar dulu ya" ucap Hilya yang lari ke kamarnya.

"aku senang mas melihat Hilya sekarang udah bahagia" ucap tante Lola

"Hilya sekarang adalah anak kita, kita akan membuat dia selalu bahagia" ucap om Dion.

Di kamar Hilya langsung mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video dengan Syifa.

"Syifa" panggil Hilya dengan raut wajah senang

"selamat ya, akhirnya kita lulus juga. gak sabar pengen ketemu sama kamu, aku tuh udah kangen" ucap Syifa

"selamat juga buat kamu atuh, iya aku juga kangen sama kamu" ucap Hilya

"oh ya Hil, aku jadi ngambil beasiswa di semarang, dan aku udah kumpulin uangnya untuk berangkat ke Semarang" ucap Syifa

"kamu ambil beasiswa di jakarta aja" ucap Hilya yang membuat Syifa kebingungan

"loh kenapa?, aku kan pengen bareng kamu" ucap Syifa

"iya kita bakal bareng syif tapi di jakarta. om sama tante aku bakal tinggal di jakarta" jelas Hilya

"tapi Hil, kayaknya gak bisa deh, aku udah daftar beasiswa di semarang, mana bisa kuliah di jakarta. lagian di jakarta kan biaya hidupnya mahal, aku mana bisa di sana" ucap Syifa murung dan Hilya pun ikut murung.

"masalah biaya hidup kamu akan di tanggung oleh tante dan om ku, mereka nyuruh kamu untuk tinggal bareng aku" ucap Hilya

"tapi aku gak bakal bisa dapat beasiswa ke Jakarta Hil, soalnya aku udah ambil yang di semarang" ucap Syifa.

"huummmm, gak apa-apa lah Hil, nanti kalau libur kuliah sekali-sekali kamu balik ke semarang ya, kita kan masih bisa telponan dan video call kek gini" ucap Syifa yang berusaha untuk senyum.

"oh ya udah dulu ya, aku mau jual kue ini dulu. lumayan buat nambah tabungan" ucap Syifa yang memang menjual kue untuk bertahan hidup.

mereka pun mengakhiri panggil videonya. Hilya menjadi murung dan turun ke bawah.

"loh kok keponakan kesayangan tante murung" tanya tante Lola

"ada apa Hilya" tanya om Dion

"Syifa udah terlanjur ambil beasiswa di semarang, jadi dia gak bisa lagi ambil yang di jakarta" ucap Hilya dengan raut sedih

"ya ampun sayang kamu jangan sedih gini dong, kamu suruh aja Syifa siap-siap buat ke Jakarta, nanti om suruh teman om yang di bandara buat beliin tiket untuk Syifa" ucap om Dion

"masalah kuliah om bakal tanggung semuanya, yang penting keponakan cantik om ini senang" ucap Om Dion yang mengusap rambut Hilya

mendengar ucapan dari om nya membuat Hilya menitikkan air mata.

"loh kamu kenapa menangis sayang" tanya tante Lola

"Hilya beruntung banget bisa punya tante dan om yang begitu peduli dengan Hilya. bahkan ayah Hilya aja gak peduli sama sekali" ucap Hilya dengan air mata yang terus bercucuran

"sayang kamu jangan ingat-ingat lagi ke situ ya, kamu fokus kuliah, kejar mimpi kamu. tante dan om bakal selalu menjadi tameng untuk Hilya" ucap tante Lola

"om dan tante tidak bisa memiliki anak, tapi om dan tante bahagia karena ada Hilya. mulai sekarang Hilya adalah anak om dam tante" ucap om Dion

"makasih tante, makasih om" ucap Hilya yang memeluk keduanya

"sudah dong jangan nangis lagi, sekarang bereskan semua barang kamu, besok kita bakal berangkat" ucap om Dion

"baik om" ucap Hilya.

Di malam harinya, Hilya, tante Lola dan om Dion sedang makan malam bersama. Hilya sambil makan juga melakukan panggilan video dengan Syifa yang juga makan.

"Syifa kok kamu makanannya cuma pake kerupuk doang" tanya tante Lola yang terkejut melihat isi piring Syifa melalui ponsel Hilya

"hehehe, ini aja udah cukup tante" sahut Syifa sambil nyengir.

"oh ya tante, om makasih untuk kebaikan kalian. kalian sudah mau membiayai kuliah Syifa di jakarta. Syifa janji bakal kerja kok nanti di rumah om dan tante ngitung-ngitung Syifa bayarnya pake tenaga" ucap Syifa do ponselnya.

"Syifa, tante gak minta di bayar kok, kamu dan Hilya udah sahabat dari dulu dan kamu juga yang selalu ada buat Hilya, jadi kalian berdua fokuslah untuk kuliah nanti. lagian di rumah nanti juga ada bik Murni" ucap tante Lola yang membuat Hilya langsung menatap tantenya.

"hah bik Murni?" tanya Hilya

"iya sayang, bik Murni bakal ke jakarta juga besok bareng Syifa. ya kan kasian juga bik Murni cuma jagain rumah di bandung" ucap tante Lola.

"oh ya Hilya, aku mau beres-beres dulu ya, sampai ketemu di bandara jakarta" ucap Syifa

"oke aku udah gak sabar" ucap Hilya

setelah mematikan panggilan video tersebut, Hilya beserta tante dan om nya kembali menikmati makan malam mereka.

keesokan harinya mereka semua sudah berangkat ke Jakarta dan bertemu di bandara. Hilya dan Syifa mulai berpelukan saling melepas rindu, Hilya juga melepaskan rindunya dengan bim Murni.

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye...

...----------------...

...----------------...

...----------------...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Waahh baik banget om ama tante nya..

2023-11-02

0

lihat semua
Episodes
1 1. DIA YANG SELALU ADA
2 2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3 3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4 4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5 5. KECEWA
6 6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7 7. DIKHIANATI
8 8. KEPUTUSAN HILYA
9 9. PINDAHNYA HILYA
10 10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11 11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12 12. KATING RESEK
13 13. MENDADAK PACARAN
14 14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15 KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16 SIKAP EGOIS DISA
17 SUKA NGERJAIN
18 DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19 LUKA HILYA
20 CAMPING
21 DITUDUH
22 KETAHUAN PERBUATAN DISA
23 HILYA DAN ZIDAN
24 KEJAHATAN DISA LAGI
25 ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26 PENYESALAN DISA
27 GENGSIAN
28 JEMPUT
29 SIFAT ZIDAN
30 JULIAN
31 H 1 DI KAMPUS
32 MASIH SAHABAT
33 MEMBANTU DISA
34 SAHABATAN LAGI
35 RENCANA ADOPSI JULIAN
36 MENGADOPSI JULIAN
37 MOOD
38 KEMARAHAN ALAN
39 ZIDAN VS ABIAN
40 KESEDIHAN SYIFA
41 MASALAH DISA
42 MENYAKITI
43 BUNDA
44 AYAH KANDUNG HILYA
45 UNEK-UNEK HILYA
46 ZIDAN HILYA
47 ZIDAN & ALAN
48 AKAN MELINDUNGI
49 BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50 KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51 ZIDAN SI POSESIF BOY
52 MENCARI PELAKUNYA
53 HILYA VS TAMARA
54 FAJAR MARAH
55 MASALAH BARU
56 KEKECEWAAN HILYA LAGI
57 DISA
58 MEMPERCAYAI DISA
59 MENJODOHKAN
60 AMARAH ZIDAN
61 KEKACAUAN ZIDAN
62 INFO
63 TERSEBAR
64 ZIDAN TERLUKA
65 BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66 SADARNYA NANDO
67 MAMA SARAH
68 MENCARI TITIK TERANG
69 FIA SAMPAI SYOK
70 FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71 KECURIGAAN
72 FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73 KEKELUARGAAN
74 KASIH SAYANG AYAH DION
75 EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76 Mengetahui semuanya
77 HILYA DAN DISA
78 KEGUGURAN
79 MENEMUKAN HILYA
80 MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81 MEREKAM
82 KEMBALINYA HILYA
83 RIFI DAN FIA
84 HUTAN
85 PULANGNYA FIA DAN RIFI
86 DUA BERITA MENGEJUTKAN
87 FIA
88 #KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89 KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90 KEMBALI KE KAMPUS
91 PINGSAN
92 KHAWATIR
93 FAKTA BARU LAGI
94 MENJALANKAN RENCANA
95 HAMPIR
96 FAKTA
97 FIA DAN RIFI JADIAN
98 KUCING DAN TIKUS
99 MENGETAHUI FAKTA
100 MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101 KESEDIHAN HILYA
102 KANTOR POLISI
103 BERTEMU Di KANTOR POLISI
104 END
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. DIA YANG SELALU ADA
2
2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3
3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4
4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5
5. KECEWA
6
6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7
7. DIKHIANATI
8
8. KEPUTUSAN HILYA
9
9. PINDAHNYA HILYA
10
10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11
11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12
12. KATING RESEK
13
13. MENDADAK PACARAN
14
14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15
KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16
SIKAP EGOIS DISA
17
SUKA NGERJAIN
18
DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19
LUKA HILYA
20
CAMPING
21
DITUDUH
22
KETAHUAN PERBUATAN DISA
23
HILYA DAN ZIDAN
24
KEJAHATAN DISA LAGI
25
ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26
PENYESALAN DISA
27
GENGSIAN
28
JEMPUT
29
SIFAT ZIDAN
30
JULIAN
31
H 1 DI KAMPUS
32
MASIH SAHABAT
33
MEMBANTU DISA
34
SAHABATAN LAGI
35
RENCANA ADOPSI JULIAN
36
MENGADOPSI JULIAN
37
MOOD
38
KEMARAHAN ALAN
39
ZIDAN VS ABIAN
40
KESEDIHAN SYIFA
41
MASALAH DISA
42
MENYAKITI
43
BUNDA
44
AYAH KANDUNG HILYA
45
UNEK-UNEK HILYA
46
ZIDAN HILYA
47
ZIDAN & ALAN
48
AKAN MELINDUNGI
49
BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50
KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51
ZIDAN SI POSESIF BOY
52
MENCARI PELAKUNYA
53
HILYA VS TAMARA
54
FAJAR MARAH
55
MASALAH BARU
56
KEKECEWAAN HILYA LAGI
57
DISA
58
MEMPERCAYAI DISA
59
MENJODOHKAN
60
AMARAH ZIDAN
61
KEKACAUAN ZIDAN
62
INFO
63
TERSEBAR
64
ZIDAN TERLUKA
65
BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66
SADARNYA NANDO
67
MAMA SARAH
68
MENCARI TITIK TERANG
69
FIA SAMPAI SYOK
70
FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71
KECURIGAAN
72
FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73
KEKELUARGAAN
74
KASIH SAYANG AYAH DION
75
EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76
Mengetahui semuanya
77
HILYA DAN DISA
78
KEGUGURAN
79
MENEMUKAN HILYA
80
MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81
MEREKAM
82
KEMBALINYA HILYA
83
RIFI DAN FIA
84
HUTAN
85
PULANGNYA FIA DAN RIFI
86
DUA BERITA MENGEJUTKAN
87
FIA
88
#KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89
KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90
KEMBALI KE KAMPUS
91
PINGSAN
92
KHAWATIR
93
FAKTA BARU LAGI
94
MENJALANKAN RENCANA
95
HAMPIR
96
FAKTA
97
FIA DAN RIFI JADIAN
98
KUCING DAN TIKUS
99
MENGETAHUI FAKTA
100
MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101
KESEDIHAN HILYA
102
KANTOR POLISI
103
BERTEMU Di KANTOR POLISI
104
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!