"iya neng, jangan menangis terus, bibi juga sedih neng Hilya pergi tapi mungkin ini yang terbaik untuk neng Hilya" ucap bik Murni.
"yaudah bik kita balik dulu ya" ucap Fia
"yuk Syif" aja Kia dan di anggukin oleh Syifa.
semenjak kepergian Hilya semuanya menjadi berubah, dari persaingan Syifa dan Disa termasuk hubungan Disa dan Abian.
Hilya mulai sekolah di tempat baru, dia mulai bisa melupakan Abian. Dia juga sudah kembali senyum dan bahagia. Syifa sangat sering menelpon dan melakukan panggilan video dengan Syifa, bahkan mereka saling membantu dalam mengerjakan tugas.
bahkan Hilya dan Syifa berjanji untuk kuliah di tempat yang sama. hari demi hari, bulan demi bulan, waktu pun berlalu dengan cepat, tiba di mana hari kelulusan Hilya di sekolahnya dan kelulusan Syifa di sekolahnya juga.
"selamat ya sayang" ucap tante Lola yang memeluk Hilya
"makasih ya tante" ucap Hilya sambil tersenyum
"Hilya kamu kuliah nya di jakarta aja ya" ucap om Dion yang membuat Hilya terdiam
"om mau kasih aku ke ayah ya" tanya Hilya yang murung
"tidaklah sayang, om tidak akan kasih kamu ke ayah kamu, bahkan jika ayah kamu datang, om akan melarang keras ayahmu menemui mu"ucap om Dion
"om sama tante bakal pindah ke Jakarta, perusahaan om mau bekerja sama dengan teman lama om dan tante" ucap tante Lola.
"oh kirain om sama tante udah gak mau rawat Hilya lagi" ucap Hilya
"ya gak mungkin lah sayang" sahut tante Lola
"tapi tan, Syifa udah ambil beasiswa untuk kuliah di semarang, biar kita bareng-bareng" ucap Hilya
"suruh aja dia ambil beasiswa di jakarta" ucap Hilya
"tapi tante biaya hidup di jakarta itu mahal, kasian juga nanti Syifa harus bekerja keras untuk hidup di jakarta" ucap Hilya
"dia bisa tinggal sama kita sayang, ya biar kamu ada teman juga nanti" ucap Om Dion
"beneran om?" tanya Hilya dengan raut wajah senang
"iya sayang, kamu telpon Syifa sekarang" ucap om Dion
"ya udah Hilya ke kamar dulu ya" ucap Hilya yang lari ke kamarnya.
"aku senang mas melihat Hilya sekarang udah bahagia" ucap tante Lola
"Hilya sekarang adalah anak kita, kita akan membuat dia selalu bahagia" ucap om Dion.
Di kamar Hilya langsung mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video dengan Syifa.
"Syifa" panggil Hilya dengan raut wajah senang
"selamat ya, akhirnya kita lulus juga. gak sabar pengen ketemu sama kamu, aku tuh udah kangen" ucap Syifa
"selamat juga buat kamu atuh, iya aku juga kangen sama kamu" ucap Hilya
"oh ya Hil, aku jadi ngambil beasiswa di semarang, dan aku udah kumpulin uangnya untuk berangkat ke Semarang" ucap Syifa
"kamu ambil beasiswa di jakarta aja" ucap Hilya yang membuat Syifa kebingungan
"loh kenapa?, aku kan pengen bareng kamu" ucap Syifa
"iya kita bakal bareng syif tapi di jakarta. om sama tante aku bakal tinggal di jakarta" jelas Hilya
"tapi Hil, kayaknya gak bisa deh, aku udah daftar beasiswa di semarang, mana bisa kuliah di jakarta. lagian di jakarta kan biaya hidupnya mahal, aku mana bisa di sana" ucap Syifa murung dan Hilya pun ikut murung.
"masalah biaya hidup kamu akan di tanggung oleh tante dan om ku, mereka nyuruh kamu untuk tinggal bareng aku" ucap Hilya
"tapi aku gak bakal bisa dapat beasiswa ke Jakarta Hil, soalnya aku udah ambil yang di semarang" ucap Syifa.
"huummmm, gak apa-apa lah Hil, nanti kalau libur kuliah sekali-sekali kamu balik ke semarang ya, kita kan masih bisa telponan dan video call kek gini" ucap Syifa yang berusaha untuk senyum.
"oh ya udah dulu ya, aku mau jual kue ini dulu. lumayan buat nambah tabungan" ucap Syifa yang memang menjual kue untuk bertahan hidup.
mereka pun mengakhiri panggil videonya. Hilya menjadi murung dan turun ke bawah.
"loh kok keponakan kesayangan tante murung" tanya tante Lola
"ada apa Hilya" tanya om Dion
"Syifa udah terlanjur ambil beasiswa di semarang, jadi dia gak bisa lagi ambil yang di jakarta" ucap Hilya dengan raut sedih
"ya ampun sayang kamu jangan sedih gini dong, kamu suruh aja Syifa siap-siap buat ke Jakarta, nanti om suruh teman om yang di bandara buat beliin tiket untuk Syifa" ucap om Dion
"masalah kuliah om bakal tanggung semuanya, yang penting keponakan cantik om ini senang" ucap Om Dion yang mengusap rambut Hilya
mendengar ucapan dari om nya membuat Hilya menitikkan air mata.
"loh kamu kenapa menangis sayang" tanya tante Lola
"Hilya beruntung banget bisa punya tante dan om yang begitu peduli dengan Hilya. bahkan ayah Hilya aja gak peduli sama sekali" ucap Hilya dengan air mata yang terus bercucuran
"sayang kamu jangan ingat-ingat lagi ke situ ya, kamu fokus kuliah, kejar mimpi kamu. tante dan om bakal selalu menjadi tameng untuk Hilya" ucap tante Lola
"om dan tante tidak bisa memiliki anak, tapi om dan tante bahagia karena ada Hilya. mulai sekarang Hilya adalah anak om dam tante" ucap om Dion
"makasih tante, makasih om" ucap Hilya yang memeluk keduanya
"sudah dong jangan nangis lagi, sekarang bereskan semua barang kamu, besok kita bakal berangkat" ucap om Dion
"baik om" ucap Hilya.
Di malam harinya, Hilya, tante Lola dan om Dion sedang makan malam bersama. Hilya sambil makan juga melakukan panggilan video dengan Syifa yang juga makan.
"Syifa kok kamu makanannya cuma pake kerupuk doang" tanya tante Lola yang terkejut melihat isi piring Syifa melalui ponsel Hilya
"hehehe, ini aja udah cukup tante" sahut Syifa sambil nyengir.
"oh ya tante, om makasih untuk kebaikan kalian. kalian sudah mau membiayai kuliah Syifa di jakarta. Syifa janji bakal kerja kok nanti di rumah om dan tante ngitung-ngitung Syifa bayarnya pake tenaga" ucap Syifa do ponselnya.
"Syifa, tante gak minta di bayar kok, kamu dan Hilya udah sahabat dari dulu dan kamu juga yang selalu ada buat Hilya, jadi kalian berdua fokuslah untuk kuliah nanti. lagian di rumah nanti juga ada bik Murni" ucap tante Lola yang membuat Hilya langsung menatap tantenya.
"hah bik Murni?" tanya Hilya
"iya sayang, bik Murni bakal ke jakarta juga besok bareng Syifa. ya kan kasian juga bik Murni cuma jagain rumah di bandung" ucap tante Lola.
"oh ya Hilya, aku mau beres-beres dulu ya, sampai ketemu di bandara jakarta" ucap Syifa
"oke aku udah gak sabar" ucap Hilya
setelah mematikan panggilan video tersebut, Hilya beserta tante dan om nya kembali menikmati makan malam mereka.
keesokan harinya mereka semua sudah berangkat ke Jakarta dan bertemu di bandara. Hilya dan Syifa mulai berpelukan saling melepas rindu, Hilya juga melepaskan rindunya dengan bim Murni.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Waahh baik banget om ama tante nya..
2023-11-02
0