9. PINDAHNYA HILYA

Proses pembelajaran pun selesai bel istirahat sudah berbunyi. ibu Wardani menarik nafas dengan panjang dan berat.

semua murid memasukkan buku mereka ke tas kembali. mereka saat heran saat melihat ibu Wardani yang belum keluar dari kelas.

"murid-murid mungkin hari ini kalian akan kehilangan salah satu teman kelas kalian" ucap Ibu Wardani yang membuat semua murid saling tatap-tatapan.

"ada salah satu teman kelas kalian yang akan pindah sekolah" ucap Ibu Wardani lagi

"siapa bu" tanya Fia dan Kia

"iya bu, siapa?" tanya murid lainnya

"Hilya" ucap Ibu Wardani yang membuat semua murid terkejut.

Syifa, Kia, Fia, Disa dan Abian menatap Hilya dengan raut wajah yang sedih.

"nak, ibu tidak tau pasti alasan kamu pindah sekolah nak, tapi yang ibu harapkan di manapun kamu bersekolah nanti kamu bisa menjadi orang yang sukses" ucap Ibu Wardani yang menghampiri Hilya di mejanya dengan raut wajah sedih.

"ini surat pindah sekolah kamu nak" ucap Ibu Wardani

"terimakasih bu" ucap Hilya dan memeluk Ibu Wardani

"kamu harus jadi orang yang hebat ya" ucap Ibu Wardani yang membalas pelukan dari Hilya.

Ibu Wardani pun keluar dari kelas semua murid tidak ada yang keluar dari kelas mereka terdiam dan menunggu penjelasan dari Hilya.

"Hilya kamu kenapa pindah" tanya Syifa yang sudah menangis

"di sini aku sendiri, jadi aku mau tinggal bersama tante dan om ku di semarang" ucap Hilya

"Hilya terus kontakan sama kami ya" ucap teman sekelas Hilya

"iya" sahut Hilya sambil tersenyum.

Teman-teman kelas Hilya pun keluar kecuali Syifa, Kia, Fia, Disa Dan Abian.

Syifa memeluk Hilya sambil menangis.

"kalau kamu pergi, aku gimana?" tanya Syifa

"aku gak mau kamu pergi Hil" ucap Syifa lagi

"aku bakal sering ngabarin kamu kok" ucap Hilya

"aku pulang dulu ya, aku buru-buru" ucap Hilya yang kemudian mengambil tasnya dan pergi.

Syifa terduduk di kursinya dan menangis, Syifa teringat kata-kata dari bik Murni saat dia ke rumah Hilya kemarin.

flashback on saat Syifa ke rumah Hilya tapi Hilya pergi ke makam bundanya.

"halo bik" ucap Syifa yang menyapa bik Murni yang sedang menyapu

"eh neng Syifa" ucap bik Murni

"bik Hilya nya ada?" tanya Syifa

"neng Hilya lagi pergi ke makam bundanya" sahut bik Murni.

"oh gitu ya bik" ucap Syifa dan di balas anggukan oleh bik Murni.

"oh ya bik dalam beberapa hari ke belakang atau dalam minggu ini, Hilya suka murung atau menyendiri gitu gak kalau di rumah?" tanya Hilya

"sering neng, neng Hilya sering nangis di kamar nya" ucap bik Murni.

"bibi tau gak kenapa?" tanya Syifa

"sini neng, sini duduk biar bibi ceritain semuanya" ucap bik Murni yang menyuruh Syifa duduk di kursi yang berada di teras rumah Hilya.

"jadi gini neng, setelah tepat tiga bulan bundanya neng Hilya meninggal, ayah neng Hilya mau menikah lagi" ucap bik Murni

"apa om Irwanto sudah nikah lagi" ucap Syifa yang terkejut

"iya neng, parahnya lagi waktu pagi itu, neng Hilya di bentak oleh ayahnya karena neng Hilya gak mau pindah ke Jakarta atau datang ke acara pernikahan ayahnya lah neng" ucap bik Murni.

"dan itu pertama kali nya neng Hilya di bentak oleh ayahnya. neng Hilya nangis sampai masuk kamar, nah gak lama kemudian datang teman neng Hilya yang cowok, ngajak neng Hilya jalan. neng Hilya perginya dengan senyum tuh, eh pulangnya langsung nangis lagi sampai ada tante dan om nya yang nenangin"jelas buk Murni.

"mungkin waktu neng Hilya pergi dengan temannya ayah neng Hilya nelpon dan ngebentak neng Hilya lagi" ucap bik Murni.

"pokoknya kasian banget lah sama neng Hilya, masih muda begitu harus di tinggalin oleh bundanya, terus ayahnya menikah lagi, sedih bik Murni lihat nya" ucap bik Murni dengan raut wajah sedih

Hari itu bik Murni menceritakan semuanya pada Syifa tentang Hilya yang masih menangis sendirian di kamar. Syifa yakin penyebab Hilya begitu juga ada kaitannya dengan Abian dan Disa.

flashback off di kelas

Syifa terduduk di kursi dan menangis, Syifa teringat kata-kata dari bik Murni saat dia ke rumah Hilya kemarin.

"Syifa sudah kamu jangan nangis" ucap Fia

"iya Syif, kan ada kita di sini" ucap Kia yang juga memenangkan Syifa

"Syifa kamu jangan sedih ya" ucap Disa yang mendekati Syifa

"ini semua karena kalian berdua" ucap Syifa yang berdiri dan menunjuk kearah Disa dan Abian

"kamu udah nusuk Hilya dari belakang, tega kamu Disa. jelas-jelas kamu tau Hilya suka sama Abian, tapi kamu malah dekati Abian di belakang Hilya" teriak Syifa yang marah

"dan kamu, kamu teh benar-benar gak peka ya, Hilya tuh suka sama kamu, Hilya udah jadiin kamu sebagai orang yang mampu membuat dia kembali tersenyum" ucap Syifa pada Abian.

"kalian tau gak masalah yang di hadapi oleh Hilya, hah tau gak" bentak Syifa

"ayah Hilya nikah lagi, Hilya sedih, Hilya kecewa. dan tepat di hari kamu ajak Hilya jalan cuma untuk nunjukin tempat itu, itu Hilya baru di bentak oleh ayahnya" ucap Syifa yang membuat Abian, Disa, Fia dan Kia terkejut.

"dia pergi dengan kamu untuk melupakan bentak kan dari ayahnya, tapi setelah pergi dengan kamu kesedihan Hilya makin parah" ucap Syifa yang kemudian mengambil tasnya dan pergi.

Syifa bolos sekolah dan pergi ke rumah Hilya. jujur Syifa tidak rela Hilya pergi karena Hilya adalah sahabat Syifa dari kecil. bahkan saat orang tua Syifa meninggal, Hilya yang selalu di sampingnya.

di kelas tersisa Abian, Disa, Kia dan Fia

suasana kelas menjadi hening.

"Kia kita nyusul Syifa yok" ucap Fia

"yok" sahut Kia

"aku ikut" ucap Disa

"kita sahabatan dari SMP sampai SMA, tapi kamu tega Sa" ucap Kia dan pergi sedangkan Fia hanya menatap Disa dan kemudian juga pergi.

"Abian kita nyusul Hilya yok" ucap Disa

"percuma kita nyusul, dia juga udah terlanjur kecewa sama kita" ucap Abian dan pergi meninggalkan Disa sendiri di kelas.

Hilya sudah di jemput oleh tante dan om nya.

"bibi pasti akan sangat rindu sama neng Hilya" ucap bik Murni yang memeluk Hilya yang ingin berangkat.

"Hilya juga bik" ucap Hilya

"Hilya ayo kita berangkat" ucap tante Lola

"Bik Hilya pamit dulu ya" ucap Hilya yang di anggukin oleh bik Murni

Hilya pun ingin masuk ke mobil om dan tante Lola, namun langkah Hilya terhentikan oleh teriakan Syifa.

"Hilya tunggu" teriak Syifa

"Hilya jangan pergi" ucap Syifa yang memeluk Hilya

"aku harus pergi Syif, aku pengen tinggal bersama tante dan om ku saja" ucap Hilya

"tapi kamu jangan lupain aku ya, pokoknya kita harus sering-sering kontakan" ucap Syifa

"iya, aku bakal sering hubungin kamu kok" ucap Hilya

"aku pergi dulu ya" ucap Hilya dan di anggukin oleh Syifa yang menangis.

Hilya pun pergi bersama om dan tante nya. Syifa menangis melihat kepergian Hilya.

"Syifa, Hilya mana" tanya Kia yang baru sampai

"dia sudah pergi" ucap Syifa yang menangis

"udah-udah kamu jangan nangis lagi, kan Hilya udah bilang bakal sering kontakan sama kita" ucap Fia

"iya neng, jangan menangis terus, bibi juga sedih neng Hilya pergi tapi mungkin ini yang terbaik untuk neng Hilya" ucap bik Murni.

"yaudah bik kita balik dulu ya" ucap Fia

"yuk Syif" aja Kia dan di anggukin oleh Syifa.

semenjak kepergian Hilya semuanya menjadi berubah, dari persaingan Syifa dam Disa termasuk hubungan Disa dan Abian.

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

...****************...

...****************...

...****************...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Nagus Hilya pindah aja, Biar tuh cowok sadar dgn perasaannya sendiri..

2023-11-02

1

lihat semua
Episodes
1 1. DIA YANG SELALU ADA
2 2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3 3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4 4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5 5. KECEWA
6 6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7 7. DIKHIANATI
8 8. KEPUTUSAN HILYA
9 9. PINDAHNYA HILYA
10 10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11 11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12 12. KATING RESEK
13 13. MENDADAK PACARAN
14 14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15 KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16 SIKAP EGOIS DISA
17 SUKA NGERJAIN
18 DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19 LUKA HILYA
20 CAMPING
21 DITUDUH
22 KETAHUAN PERBUATAN DISA
23 HILYA DAN ZIDAN
24 KEJAHATAN DISA LAGI
25 ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26 PENYESALAN DISA
27 GENGSIAN
28 JEMPUT
29 SIFAT ZIDAN
30 JULIAN
31 H 1 DI KAMPUS
32 MASIH SAHABAT
33 MEMBANTU DISA
34 SAHABATAN LAGI
35 RENCANA ADOPSI JULIAN
36 MENGADOPSI JULIAN
37 MOOD
38 KEMARAHAN ALAN
39 ZIDAN VS ABIAN
40 KESEDIHAN SYIFA
41 MASALAH DISA
42 MENYAKITI
43 BUNDA
44 AYAH KANDUNG HILYA
45 UNEK-UNEK HILYA
46 ZIDAN HILYA
47 ZIDAN & ALAN
48 AKAN MELINDUNGI
49 BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50 KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51 ZIDAN SI POSESIF BOY
52 MENCARI PELAKUNYA
53 HILYA VS TAMARA
54 FAJAR MARAH
55 MASALAH BARU
56 KEKECEWAAN HILYA LAGI
57 DISA
58 MEMPERCAYAI DISA
59 MENJODOHKAN
60 AMARAH ZIDAN
61 KEKACAUAN ZIDAN
62 INFO
63 TERSEBAR
64 ZIDAN TERLUKA
65 BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66 SADARNYA NANDO
67 MAMA SARAH
68 MENCARI TITIK TERANG
69 FIA SAMPAI SYOK
70 FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71 KECURIGAAN
72 FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73 KEKELUARGAAN
74 KASIH SAYANG AYAH DION
75 EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76 Mengetahui semuanya
77 HILYA DAN DISA
78 KEGUGURAN
79 MENEMUKAN HILYA
80 MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81 MEREKAM
82 KEMBALINYA HILYA
83 RIFI DAN FIA
84 HUTAN
85 PULANGNYA FIA DAN RIFI
86 DUA BERITA MENGEJUTKAN
87 FIA
88 #KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89 KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90 KEMBALI KE KAMPUS
91 PINGSAN
92 KHAWATIR
93 FAKTA BARU LAGI
94 MENJALANKAN RENCANA
95 HAMPIR
96 FAKTA
97 FIA DAN RIFI JADIAN
98 KUCING DAN TIKUS
99 MENGETAHUI FAKTA
100 MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101 KESEDIHAN HILYA
102 KANTOR POLISI
103 BERTEMU Di KANTOR POLISI
104 END
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. DIA YANG SELALU ADA
2
2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3
3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4
4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5
5. KECEWA
6
6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7
7. DIKHIANATI
8
8. KEPUTUSAN HILYA
9
9. PINDAHNYA HILYA
10
10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11
11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12
12. KATING RESEK
13
13. MENDADAK PACARAN
14
14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15
KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16
SIKAP EGOIS DISA
17
SUKA NGERJAIN
18
DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19
LUKA HILYA
20
CAMPING
21
DITUDUH
22
KETAHUAN PERBUATAN DISA
23
HILYA DAN ZIDAN
24
KEJAHATAN DISA LAGI
25
ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26
PENYESALAN DISA
27
GENGSIAN
28
JEMPUT
29
SIFAT ZIDAN
30
JULIAN
31
H 1 DI KAMPUS
32
MASIH SAHABAT
33
MEMBANTU DISA
34
SAHABATAN LAGI
35
RENCANA ADOPSI JULIAN
36
MENGADOPSI JULIAN
37
MOOD
38
KEMARAHAN ALAN
39
ZIDAN VS ABIAN
40
KESEDIHAN SYIFA
41
MASALAH DISA
42
MENYAKITI
43
BUNDA
44
AYAH KANDUNG HILYA
45
UNEK-UNEK HILYA
46
ZIDAN HILYA
47
ZIDAN & ALAN
48
AKAN MELINDUNGI
49
BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50
KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51
ZIDAN SI POSESIF BOY
52
MENCARI PELAKUNYA
53
HILYA VS TAMARA
54
FAJAR MARAH
55
MASALAH BARU
56
KEKECEWAAN HILYA LAGI
57
DISA
58
MEMPERCAYAI DISA
59
MENJODOHKAN
60
AMARAH ZIDAN
61
KEKACAUAN ZIDAN
62
INFO
63
TERSEBAR
64
ZIDAN TERLUKA
65
BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66
SADARNYA NANDO
67
MAMA SARAH
68
MENCARI TITIK TERANG
69
FIA SAMPAI SYOK
70
FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71
KECURIGAAN
72
FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73
KEKELUARGAAN
74
KASIH SAYANG AYAH DION
75
EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76
Mengetahui semuanya
77
HILYA DAN DISA
78
KEGUGURAN
79
MENEMUKAN HILYA
80
MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81
MEREKAM
82
KEMBALINYA HILYA
83
RIFI DAN FIA
84
HUTAN
85
PULANGNYA FIA DAN RIFI
86
DUA BERITA MENGEJUTKAN
87
FIA
88
#KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89
KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90
KEMBALI KE KAMPUS
91
PINGSAN
92
KHAWATIR
93
FAKTA BARU LAGI
94
MENJALANKAN RENCANA
95
HAMPIR
96
FAKTA
97
FIA DAN RIFI JADIAN
98
KUCING DAN TIKUS
99
MENGETAHUI FAKTA
100
MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101
KESEDIHAN HILYA
102
KANTOR POLISI
103
BERTEMU Di KANTOR POLISI
104
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!