8. KEPUTUSAN HILYA

Semua siswa-siswi yang ada di mading melihat Hilya yang mendorong Abian. mereka terkejut melihatnya, karena semua orang tau kalau Abian dan Hilya sangat lah dekat. Abian terdiam membeku saat mendapatkan dorongan dari Hilya.

Hilya pun pergi ke kelas prestasi di sana ia sudah melihat Fia dan Kia duduk bareng, Syifa yang duduk sendiri, dan Juga Disa yang duduk sendiri.

"Hil, sini duduk bareng aku" ucap Syifa

"makasih ya" sahut Hilya sambil tersenyum

di sisi lain Abian berjalan di lorong sekolah menuju kelas prestasi juga. sepanjang lorong Abian hanya bengong, ia masih memikirkan dorongan yang ia dapatkan dari orang yang begitu perhatian dulu padanya.

("aku kenapa ya, satu sisi aku senang mengetahui Hilya suka sama aku, satu sisi aku sedih Hilya menghindar dari aku"batin Abian

"gimana ini ya, aku juga gak merasakan apa-apa setelah jadian sama Disa, apa rasa sayang aku untuk Disa hanya sebatas rasa sayang karena kasian mendengar ceritanya" batin Abian)

Abian pun masuk ke kelas prestasi, dia melihat Hilya dan Hilya membuang wajahnya.

"Bian duduk di sini aja" ucap Disa

"iya makasih ya" ucap Abian yang duduk di samping Disa tepatnya di belakang Hilya.

Guru pun masuk ke kelas prestasi.

"halo anak-anak" sapa guru tersebut yang bernama Ibu Wardani

"halo bu" teriak semua siswa yang berada di kelas.

"ibu mau ngucapin selamat untuk kalian semua yang berada di kelas ini, dengan masuknya kalian ke kelas ini semoga akan mempermudahkan kalian untuk bisa melanjutkan pendidikan kalian nanti ke jenjang yang lebih tinggi" ucap Ibu Wardani

"sekarang kita langsung aja masuk ke proses pembelajaran hari ini" ucap Ibu Wardani

"baik bu" sahut semua siswa.

Ibu Wardani pun mulai melakukan proses pembelajaran dan sesekali menanyakan pertanyaan pada semua murid. Hilya yang dari tadi mengikuti pelajaran hanya dengan melamun, dia benar-benar tak fokus dalam belajar jika harus satu kelas dengan Abian dan Disa.

bel istirahat pun berbunyi, ibu Wardani pun keluar dari kelas.

"kita ke kantin yuk" aja Disa

"ayo" sahut Fia dan Kia barengan

"Syifa kamu ikut kan ke kantin" tanya Kia dan di anggukin oleh Syifa

"Hilya yok ke kantin" ajak Disa yang menggandeng tangan Abian

Hilya tak menjawab apapun ia hanya memasukkan bukunya ke dalam tas.

"Hil, kamu gak mau ya?, kamu masih marah ya sama aku?" tanya Disa dan membuat Abian terus menatap Hilya

"Syifa, Fia, Kia aku duluan ya" ucap Hilya dan pergi

"Hilya masih marah ya sama aku" ucap Disa

"kita ke kantin aja yuk" ucap Syifa dan pergi di ikuti oleh Fia dan Kia

"udah yuk kita ke kantin" ucap Abian dan di anggukin oleh Disa.

Hilya pergi ke ruang guru untuk bertemu dengan ibu Wardani.

"permisi ibu" ucap Hilya yang tersenyum ramah

"eh Hilya, ada apa" tanya ibu Wardani

"itu bu, eummm boleh gak saya pindah ke kelas biasa aja" ucap Hilya yang membuat ibu Wardani terkejut.

"loh kenapa?, Hilya nilai kamu sangat bagus bagaimana bisa kamu minta pindah ke kelas biasa" tanya ibu Wardani

"saya mau dikelas biasa aja bu" ucap Hilya

"huhhff Hilya saya tidak tau alasan kamu kenapa minta pindah dari kelas prestasi, padahal prestasi kamu sangatlah bagus. tapi yang jelas kamu tidak bisa pindah Hilya, para guru tidak akan setuju kamu pindah ke kelas biasa" ucap Ibu Wardani.

"ya udah deh bu, saya permisi dulu. oh ya bu hari ini saya izin pulang cepat ya, soalnya saya tidak enak badan" ucap Hilya

"baiklah Hilya kamu boleh pulang cepat" ucap Ibu Wardani dan Hilya pun pergi.

Hilya berjalan di lorong sekolah.

("gimana ya, aku gak bisa pindah kelas lagi, apa ku pindah sekolah aja"batin Hilya

"tapi aku gak mau tinggal bersama ayah, atau aku minta tinggal bersama tante Lola dan om Dion aja" batin Hilya lagi

"iya aku minta sama tante Lola dan om Dion aja" sambung Hilya)

Hilya ke kelas untuk mengambil tasnya dan pulang. saat Hilya akan keluar dari kelas dengan membawa tas nya Syifa dan yang lainnya termasuk Disa dan Abian masuk ke kelas.

"Hilya, kamu mau kemana?" tanya Syifa yang menghampiri Hilya

"kok kamu bawa tas" tanya Fia

"aku pulang duluan ya, aku udah minta izin tadi sama ibu Wardani" ucap Hilya

"kamu sakit" tanya Abian

"aku duluan ya" ucap Hilya yang mengabaikan Abian

("kenapa begitu sakit rasanya saat di cuekin sama Hilya ya" batin Abian).

Hilya pun pulang ke rumahnya dan menelpon tante Lola untuk minta pindah ke Semarang. dengan senang hati tante Lola dan om Dion menerima Hilya untuk tinggal bersama mereka.

Tante Lola sudah menelpon ibu Wardani dan mengatakan Hilya akan pindah sekolah ke Semarang. Ibu Wardani juga sudah mendapatkan surat penerimaan Hilya di sekolah barunya. Hari itu tante Lola dan om Dion langsung mengurus semuanya.

keesokan harinya Hilya sarapan dengan bik Murni. bik Murni sangat sedih dengan keputusan dari anak majikannya. Namun bik Murni sangat memaklumi perasaan Hilya.

"neng nanti di semarang sering-sering ya kabarin bibi" ucap bik murni dengan raut wajah sedih

"iya bik, Hilya bakal selalu nelpon bibi kok" ucap Hilya

"oh ya neng, bagaimana dengan ayahnya neng Hilya, apa neng yakin tidak mau memberitahukannya pada ayah neng" ucap bik murni

"gak usah bik, biarin aja. lagian Ayah juga sudah lupa mungkin kalau dia punya anak di sini" ucap Hilya sendu karena memang semenjak menikah ayahnya memang sudah tak pernah menelpon Hilya.

"yaudah bik Hilya ke sekolah dulu ya, hari ini hari terakhir Hilya sekolah di sini sambil mau mengambil surat pindah sekolah" ucap Hilya

"iya neng, Hati-hati ya" ucap bik Murni yang sudah menangis.

"iya bik, jangan nangis dong" ucap Hilya yang menghapus air mata bik Murni.

"oh ya bik, nanti koper sama barang-barang aku di keluarin ke depan ya, soalnya nanti tante Lola dan om Dion datang buat jemput Hilya" ucap Hilya yang kemudian pergi ke sekolahnya.

saat sudah di gerbang sekolah Hilya menatap sekolahnya kemudian menarik nafas panjang dan masuk ke dalam.

Hilya masuk ke kelas dan langsung di sapa oleh Syifa.

"Hilya" panggil Syifa

"kata ibu Wardani kemarin kamu minta pindah kelas ya" tanya Syifa

"Hilya kamu kenapa?, kamu gak mau satu kelas sama kita ya" ucap Fia

mendapatkan pertanyaan dari sahabatnya Hilya hanya terdiam dan tak menjawab apapun.

"Hilya kamu masih marah sama aku?, Hilya aku minta maaf, please jangan minta pindah kelas lagi ya" ucap Disa yang mengeluarkan air matanya

belum Hilya menjawab Ibu Wardani pun sudah masuk ke kelas. Ibu Wardani masuk dengan membawa buku mata pelajarannya beserta sebuah amplop coklat.

ibu Wardani menatap Hilya dan menarik nafas panjang.

"bagaimana kabar kamu hari ini Hilya" tanya Ibu Wardani

"baik bu" ucap Hilya

"baiklah anak-anak buka buku kalian semua, kita sambung materi kemarin" ucap Ibu Wardani

semua murid membuka buku pelajaran mereka masing-masing, sesekali ibu Wardani menghampiri Hilya yang mengusap rambut Hilya.

Ibu Wardani salah satu guru yang sangat akrab dengan Hilya, selain Hilya yang pintar dia juga sangat sopan dan baik.

setelah mendengar penjelasan tante Lola tentang Hilya yang ingin pindah sekolah ibu Wardani sangat syok dan juga sedih. namum beliau tak bisa menahan keputusan Hilya untuk pindah ke Semarang.

proses pembelajaran pun selesai bel istirahat sudah berbunyi. ibu Wardani menarik nafas dengan panjang dan berat.

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

...----------------...

...----------------...

...----------------...

Terpopuler

Comments

ayu nuraini maulina

ayu nuraini maulina

kapook, perhatian aja sama disa,

2023-08-01

1

lihat semua
Episodes
1 1. DIA YANG SELALU ADA
2 2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3 3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4 4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5 5. KECEWA
6 6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7 7. DIKHIANATI
8 8. KEPUTUSAN HILYA
9 9. PINDAHNYA HILYA
10 10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11 11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12 12. KATING RESEK
13 13. MENDADAK PACARAN
14 14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15 KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16 SIKAP EGOIS DISA
17 SUKA NGERJAIN
18 DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19 LUKA HILYA
20 CAMPING
21 DITUDUH
22 KETAHUAN PERBUATAN DISA
23 HILYA DAN ZIDAN
24 KEJAHATAN DISA LAGI
25 ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26 PENYESALAN DISA
27 GENGSIAN
28 JEMPUT
29 SIFAT ZIDAN
30 JULIAN
31 H 1 DI KAMPUS
32 MASIH SAHABAT
33 MEMBANTU DISA
34 SAHABATAN LAGI
35 RENCANA ADOPSI JULIAN
36 MENGADOPSI JULIAN
37 MOOD
38 KEMARAHAN ALAN
39 ZIDAN VS ABIAN
40 KESEDIHAN SYIFA
41 MASALAH DISA
42 MENYAKITI
43 BUNDA
44 AYAH KANDUNG HILYA
45 UNEK-UNEK HILYA
46 ZIDAN HILYA
47 ZIDAN & ALAN
48 AKAN MELINDUNGI
49 BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50 KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51 ZIDAN SI POSESIF BOY
52 MENCARI PELAKUNYA
53 HILYA VS TAMARA
54 FAJAR MARAH
55 MASALAH BARU
56 KEKECEWAAN HILYA LAGI
57 DISA
58 MEMPERCAYAI DISA
59 MENJODOHKAN
60 AMARAH ZIDAN
61 KEKACAUAN ZIDAN
62 INFO
63 TERSEBAR
64 ZIDAN TERLUKA
65 BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66 SADARNYA NANDO
67 MAMA SARAH
68 MENCARI TITIK TERANG
69 FIA SAMPAI SYOK
70 FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71 KECURIGAAN
72 FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73 KEKELUARGAAN
74 KASIH SAYANG AYAH DION
75 EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76 Mengetahui semuanya
77 HILYA DAN DISA
78 KEGUGURAN
79 MENEMUKAN HILYA
80 MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81 MEREKAM
82 KEMBALINYA HILYA
83 RIFI DAN FIA
84 HUTAN
85 PULANGNYA FIA DAN RIFI
86 DUA BERITA MENGEJUTKAN
87 FIA
88 #KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89 KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90 KEMBALI KE KAMPUS
91 PINGSAN
92 KHAWATIR
93 FAKTA BARU LAGI
94 MENJALANKAN RENCANA
95 HAMPIR
96 FAKTA
97 FIA DAN RIFI JADIAN
98 KUCING DAN TIKUS
99 MENGETAHUI FAKTA
100 MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101 KESEDIHAN HILYA
102 KANTOR POLISI
103 BERTEMU Di KANTOR POLISI
104 END
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. DIA YANG SELALU ADA
2
2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3
3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4
4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5
5. KECEWA
6
6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7
7. DIKHIANATI
8
8. KEPUTUSAN HILYA
9
9. PINDAHNYA HILYA
10
10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11
11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12
12. KATING RESEK
13
13. MENDADAK PACARAN
14
14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15
KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16
SIKAP EGOIS DISA
17
SUKA NGERJAIN
18
DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19
LUKA HILYA
20
CAMPING
21
DITUDUH
22
KETAHUAN PERBUATAN DISA
23
HILYA DAN ZIDAN
24
KEJAHATAN DISA LAGI
25
ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26
PENYESALAN DISA
27
GENGSIAN
28
JEMPUT
29
SIFAT ZIDAN
30
JULIAN
31
H 1 DI KAMPUS
32
MASIH SAHABAT
33
MEMBANTU DISA
34
SAHABATAN LAGI
35
RENCANA ADOPSI JULIAN
36
MENGADOPSI JULIAN
37
MOOD
38
KEMARAHAN ALAN
39
ZIDAN VS ABIAN
40
KESEDIHAN SYIFA
41
MASALAH DISA
42
MENYAKITI
43
BUNDA
44
AYAH KANDUNG HILYA
45
UNEK-UNEK HILYA
46
ZIDAN HILYA
47
ZIDAN & ALAN
48
AKAN MELINDUNGI
49
BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50
KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51
ZIDAN SI POSESIF BOY
52
MENCARI PELAKUNYA
53
HILYA VS TAMARA
54
FAJAR MARAH
55
MASALAH BARU
56
KEKECEWAAN HILYA LAGI
57
DISA
58
MEMPERCAYAI DISA
59
MENJODOHKAN
60
AMARAH ZIDAN
61
KEKACAUAN ZIDAN
62
INFO
63
TERSEBAR
64
ZIDAN TERLUKA
65
BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66
SADARNYA NANDO
67
MAMA SARAH
68
MENCARI TITIK TERANG
69
FIA SAMPAI SYOK
70
FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71
KECURIGAAN
72
FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73
KEKELUARGAAN
74
KASIH SAYANG AYAH DION
75
EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76
Mengetahui semuanya
77
HILYA DAN DISA
78
KEGUGURAN
79
MENEMUKAN HILYA
80
MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81
MEREKAM
82
KEMBALINYA HILYA
83
RIFI DAN FIA
84
HUTAN
85
PULANGNYA FIA DAN RIFI
86
DUA BERITA MENGEJUTKAN
87
FIA
88
#KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89
KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90
KEMBALI KE KAMPUS
91
PINGSAN
92
KHAWATIR
93
FAKTA BARU LAGI
94
MENJALANKAN RENCANA
95
HAMPIR
96
FAKTA
97
FIA DAN RIFI JADIAN
98
KUCING DAN TIKUS
99
MENGETAHUI FAKTA
100
MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101
KESEDIHAN HILYA
102
KANTOR POLISI
103
BERTEMU Di KANTOR POLISI
104
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!