Semua siswa-siswi yang ada di mading melihat Hilya yang mendorong Abian. mereka terkejut melihatnya, karena semua orang tau kalau Abian dan Hilya sangat lah dekat. Abian terdiam membeku saat mendapatkan dorongan dari Hilya.
Hilya pun pergi ke kelas prestasi di sana ia sudah melihat Fia dan Kia duduk bareng, Syifa yang duduk sendiri, dan Juga Disa yang duduk sendiri.
"Hil, sini duduk bareng aku" ucap Syifa
"makasih ya" sahut Hilya sambil tersenyum
di sisi lain Abian berjalan di lorong sekolah menuju kelas prestasi juga. sepanjang lorong Abian hanya bengong, ia masih memikirkan dorongan yang ia dapatkan dari orang yang begitu perhatian dulu padanya.
("aku kenapa ya, satu sisi aku senang mengetahui Hilya suka sama aku, satu sisi aku sedih Hilya menghindar dari aku"batin Abian
"gimana ini ya, aku juga gak merasakan apa-apa setelah jadian sama Disa, apa rasa sayang aku untuk Disa hanya sebatas rasa sayang karena kasian mendengar ceritanya" batin Abian)
Abian pun masuk ke kelas prestasi, dia melihat Hilya dan Hilya membuang wajahnya.
"Bian duduk di sini aja" ucap Disa
"iya makasih ya" ucap Abian yang duduk di samping Disa tepatnya di belakang Hilya.
Guru pun masuk ke kelas prestasi.
"halo anak-anak" sapa guru tersebut yang bernama Ibu Wardani
"halo bu" teriak semua siswa yang berada di kelas.
"ibu mau ngucapin selamat untuk kalian semua yang berada di kelas ini, dengan masuknya kalian ke kelas ini semoga akan mempermudahkan kalian untuk bisa melanjutkan pendidikan kalian nanti ke jenjang yang lebih tinggi" ucap Ibu Wardani
"sekarang kita langsung aja masuk ke proses pembelajaran hari ini" ucap Ibu Wardani
"baik bu" sahut semua siswa.
Ibu Wardani pun mulai melakukan proses pembelajaran dan sesekali menanyakan pertanyaan pada semua murid. Hilya yang dari tadi mengikuti pelajaran hanya dengan melamun, dia benar-benar tak fokus dalam belajar jika harus satu kelas dengan Abian dan Disa.
bel istirahat pun berbunyi, ibu Wardani pun keluar dari kelas.
"kita ke kantin yuk" aja Disa
"ayo" sahut Fia dan Kia barengan
"Syifa kamu ikut kan ke kantin" tanya Kia dan di anggukin oleh Syifa
"Hilya yok ke kantin" ajak Disa yang menggandeng tangan Abian
Hilya tak menjawab apapun ia hanya memasukkan bukunya ke dalam tas.
"Hil, kamu gak mau ya?, kamu masih marah ya sama aku?" tanya Disa dan membuat Abian terus menatap Hilya
"Syifa, Fia, Kia aku duluan ya" ucap Hilya dan pergi
"Hilya masih marah ya sama aku" ucap Disa
"kita ke kantin aja yuk" ucap Syifa dan pergi di ikuti oleh Fia dan Kia
"udah yuk kita ke kantin" ucap Abian dan di anggukin oleh Disa.
Hilya pergi ke ruang guru untuk bertemu dengan ibu Wardani.
"permisi ibu" ucap Hilya yang tersenyum ramah
"eh Hilya, ada apa" tanya ibu Wardani
"itu bu, eummm boleh gak saya pindah ke kelas biasa aja" ucap Hilya yang membuat ibu Wardani terkejut.
"loh kenapa?, Hilya nilai kamu sangat bagus bagaimana bisa kamu minta pindah ke kelas biasa" tanya ibu Wardani
"saya mau dikelas biasa aja bu" ucap Hilya
"huhhff Hilya saya tidak tau alasan kamu kenapa minta pindah dari kelas prestasi, padahal prestasi kamu sangatlah bagus. tapi yang jelas kamu tidak bisa pindah Hilya, para guru tidak akan setuju kamu pindah ke kelas biasa" ucap Ibu Wardani.
"ya udah deh bu, saya permisi dulu. oh ya bu hari ini saya izin pulang cepat ya, soalnya saya tidak enak badan" ucap Hilya
"baiklah Hilya kamu boleh pulang cepat" ucap Ibu Wardani dan Hilya pun pergi.
Hilya berjalan di lorong sekolah.
("gimana ya, aku gak bisa pindah kelas lagi, apa ku pindah sekolah aja"batin Hilya
"tapi aku gak mau tinggal bersama ayah, atau aku minta tinggal bersama tante Lola dan om Dion aja" batin Hilya lagi
"iya aku minta sama tante Lola dan om Dion aja" sambung Hilya)
Hilya ke kelas untuk mengambil tasnya dan pulang. saat Hilya akan keluar dari kelas dengan membawa tas nya Syifa dan yang lainnya termasuk Disa dan Abian masuk ke kelas.
"Hilya, kamu mau kemana?" tanya Syifa yang menghampiri Hilya
"kok kamu bawa tas" tanya Fia
"aku pulang duluan ya, aku udah minta izin tadi sama ibu Wardani" ucap Hilya
"kamu sakit" tanya Abian
"aku duluan ya" ucap Hilya yang mengabaikan Abian
("kenapa begitu sakit rasanya saat di cuekin sama Hilya ya" batin Abian).
Hilya pun pulang ke rumahnya dan menelpon tante Lola untuk minta pindah ke Semarang. dengan senang hati tante Lola dan om Dion menerima Hilya untuk tinggal bersama mereka.
Tante Lola sudah menelpon ibu Wardani dan mengatakan Hilya akan pindah sekolah ke Semarang. Ibu Wardani juga sudah mendapatkan surat penerimaan Hilya di sekolah barunya. Hari itu tante Lola dan om Dion langsung mengurus semuanya.
keesokan harinya Hilya sarapan dengan bik Murni. bik Murni sangat sedih dengan keputusan dari anak majikannya. Namun bik Murni sangat memaklumi perasaan Hilya.
"neng nanti di semarang sering-sering ya kabarin bibi" ucap bik murni dengan raut wajah sedih
"iya bik, Hilya bakal selalu nelpon bibi kok" ucap Hilya
"oh ya neng, bagaimana dengan ayahnya neng Hilya, apa neng yakin tidak mau memberitahukannya pada ayah neng" ucap bik murni
"gak usah bik, biarin aja. lagian Ayah juga sudah lupa mungkin kalau dia punya anak di sini" ucap Hilya sendu karena memang semenjak menikah ayahnya memang sudah tak pernah menelpon Hilya.
"yaudah bik Hilya ke sekolah dulu ya, hari ini hari terakhir Hilya sekolah di sini sambil mau mengambil surat pindah sekolah" ucap Hilya
"iya neng, Hati-hati ya" ucap bik Murni yang sudah menangis.
"iya bik, jangan nangis dong" ucap Hilya yang menghapus air mata bik Murni.
"oh ya bik, nanti koper sama barang-barang aku di keluarin ke depan ya, soalnya nanti tante Lola dan om Dion datang buat jemput Hilya" ucap Hilya yang kemudian pergi ke sekolahnya.
saat sudah di gerbang sekolah Hilya menatap sekolahnya kemudian menarik nafas panjang dan masuk ke dalam.
Hilya masuk ke kelas dan langsung di sapa oleh Syifa.
"Hilya" panggil Syifa
"kata ibu Wardani kemarin kamu minta pindah kelas ya" tanya Syifa
"Hilya kamu kenapa?, kamu gak mau satu kelas sama kita ya" ucap Fia
mendapatkan pertanyaan dari sahabatnya Hilya hanya terdiam dan tak menjawab apapun.
"Hilya kamu masih marah sama aku?, Hilya aku minta maaf, please jangan minta pindah kelas lagi ya" ucap Disa yang mengeluarkan air matanya
belum Hilya menjawab Ibu Wardani pun sudah masuk ke kelas. Ibu Wardani masuk dengan membawa buku mata pelajarannya beserta sebuah amplop coklat.
ibu Wardani menatap Hilya dan menarik nafas panjang.
"bagaimana kabar kamu hari ini Hilya" tanya Ibu Wardani
"baik bu" ucap Hilya
"baiklah anak-anak buka buku kalian semua, kita sambung materi kemarin" ucap Ibu Wardani
semua murid membuka buku pelajaran mereka masing-masing, sesekali ibu Wardani menghampiri Hilya yang mengusap rambut Hilya.
Ibu Wardani salah satu guru yang sangat akrab dengan Hilya, selain Hilya yang pintar dia juga sangat sopan dan baik.
setelah mendengar penjelasan tante Lola tentang Hilya yang ingin pindah sekolah ibu Wardani sangat syok dan juga sedih. namum beliau tak bisa menahan keputusan Hilya untuk pindah ke Semarang.
proses pembelajaran pun selesai bel istirahat sudah berbunyi. ibu Wardani menarik nafas dengan panjang dan berat.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
ayu nuraini maulina
kapook, perhatian aja sama disa,
2023-08-01
1