Hilya langsung masuk ke kelasnya sambil menunggu pengumuman pindah kelas. setelah lama duduk di kelas tanpa ada guru yang masuk Hilya pun pergi ke toilet.
sedangkan Syifa yang mengetahui Abian dan Disa sudah jadian langsung menghampiri Disa di kelasnya.
"Disa" Syifa memanggil Disa yang sedang duduk di kelas hanya dengan Fia dan Kia
"eh Syifa ada apa?" tanya Disa
"kamu keterlaluan banget ya" ucap Syifa
"keterlaluan apaan sih Syif" ucap Disa
"ada apa Syif?, kok kamu datang langsung marah-marah gitu" ucap Fia yang kebingungan
"kamu kenapa sih Syifa" tanya Kia lagi
"tanya sama dia, kenapa dengan dia" ucap Syifa yang benar-benar marah
"emang aku kenapa ya" ucap Disa
"kamu tega banget ya nusuk Hilya dari belakang" ucap Syifa
"nusuk gimana?" tanya Disa lagi
"gak usah pura-pura begok deh, kamu jelas-jelas tau Hilya tuh suka sama Abian tapi kenapa kamu malah pacaran sama Abian sekarang" ucap Syifa dengan sangat marah
"apa Hilya suka sama Abian" ucap Kia dengan ekspresi wajahnya yang terkejut.
"iya Hilya suka sama Abian, dan nih orang sudah tau tapi malah dia yang pacaran sama Abian" ucap Syifa
"Disa beneran kamu tau Hilya suka sama Abian?" tanya Fia
"iya aku tau, aku tau Hilya menyukai Abian puas kalian semua" ucap Disa
"egois banget" ucap Syifa
"iya aku emang egois, aku juga ingin merasakan mendapatkan cinta dari seseorang Syif, kalian tau sendiri kan keluarga aku gimana, mereka sama sekali gak peduli sama aku" ucap Disa yang sudah mengeluarkan air matanya
"Di saat aku lihat Abian sangat perhatian sama Hilya, di situlah aku berusaha mencari tau tentang Abian termasuk tempat nongkrong dia waktu malam, aku ke sana dan selalu bertemu dengan Abian" ucap Disa lagi
"di situlah aku mulai cari perhatian pada Abian dengan menceritakan semua kesulitan yang aku alami. semenjak itu di luar sekolah aku jadi lebih dekat dengan Abian, dan sekarang kami jadian. aku emang egois Syif tapi aku butuh sosok orang yang bisa selalu bersama aku" teriak Disa
"oh jadi gitu" ucap Hilya yang berada di pintu kelas
"Hilya" ucap Syifa dan Disa
"jadi gitu cara kamu deketin Abian?, dan parahnya kamu udah tau aku suka sama Abian?, jahat banget sih" ucap Hilya dan kemudian pergi.
"Hilya dengerin aku dulu" ucap Disa yang mengejar Hilya
"Hilya aku tau aku salah, dengerin penjelasan aku dulu" ucap Disa yang sudah menangis dan memegang tangan Hilya.
Hilya menatap Disa yang sudah menangis.
"kamu tau kan posisi aku, kamu taukan gimana keluarga ku, mereka selalu saja bertengkar di rumah" ucap Disa
"aku hanya butuh seseorang yang dapat memberi ku perhatian Hil, dan aku yakin itu Abian hanya Abian" ucap Disa lagi
Hilya tak menjawab apapun dengan tatapan sendu Hilya menghempaskan tangan Disa dan pergi.
"Hilya...." panggil Disa yang di tinggal oleh Hilya
Syifa, Kia dan Fia yang dari tadi berdiri di depan kelas menyaksikan Disa dan Hilya, mulai menghampiri Disa yang menangis, sedangkan Syifa mengejar Hilya.
Hilya yang sudah mengeluarkan air mata terus berjalan di lorong sekolah, saat sedang berjalan dia berpapasan dengan Abian.
"Hilya" panggil Abian yang melihat Hilya menangis
Hilya tak memperdulikan Hilya dia langsung pergi meninggalkan Abian. Syifa yang melihat Abian sangat marah namun dia juga mengabaikan Abian dan terus mengejar Hilya.
Abian melihat Disa yang juga menangis, dia pun menghampiri Pacarnya.
"kamu kenapa?" tanya Abian pada Disa
"Hikya...hiksss.. Hilya marah sama aku" ucap Disa sambil menangis
"marah kenapa?" tanya Abian
"dia marah saat tau kita jadian" ujar Disa yang membuat Kia dan Fia saling tatap-tatapan.
"eeeumm Sa kita pergi dulu ya, kan udah ada Abian juga" ucap Kia
"iya kita pergi dulu ya" ucap Fia
Fia dan Kia pun pergi
"kok Disa ngomong gitu ya sama Abian" ucap Kia
"tau tuh, padahal Hilya marah bukan karena dia jadian sama Abian, tapi karena dia nusuk Hilya dari belakang" ucap Fia
Syifa yang dari tadi terus mengejar Hilya.
"Hilya tunggu" ucap Syifa yang menahan tangan Hilya
"ada apa Syif" ucap Hilya dengan suara serak
"Hil kamu jangan gini atuh, kamu jangan sedih" ucap Syifa
"Syif aku gak apa-apa kok, aku butuh waktu sendiri aja" ucap Hilya
"Hil, kamu kalau pengen curhat ada aku, kamu jangan sendiri kayak gini" ucap Syifa
"aku beneran gak apa-apa kok, aku cuma pengen nenangin diri aku dulu" ucap Hilya yang sedikit tersenyum.
"aku pergi dulu ya" ucap Hilya yang kemudian pergi.
Syifa terus menatap kepergian Hilya.
"Syifa" panggil Kia yang berlari kearah Syifa
"mana Hilya" ucap Fia
"dia butuh waktu sendiri" ucap Syifa
"ya udah mending biarin dia sendiri aja dulu" ucap Kia
"yok mending kita ke mading, pengumuman kelas sudah di tempel" ajak Fia
"ya udah deh" jawab Syifa
mereka pun pergi menuju mading untuk melihat pengumuman kelas. di pertengahan jalan mereka bertemu dengan Disa.
"Syifa, Fia, Kia" teriak Disa yang memanggil Disa
"ayok lihat pengumuman kelas" ucap Disa yang tersenyum seolah-olah tidak ada yang terjadi
Syifa, Kia dan Fia saling tatap-tatapan.
"ayo" ucap Syifa singkat dan pergi
mereka pun melihat pengumuman di mading.
"aaa kita satu kelas" ucap Fia yang memeluk Syifa
"iya, senang banget" ucap Kia yang juga memeluk Disa
"aku senang banget akhirnya kita bisa satu kelas semua" ucap Disa
Syifa juga melihat nama Hilya berada di kelas yang sama dengannya, dia tersenyum. namun senyum tersebut kembali luntur saat melihat nama Abian yang juga satu kelas dengan mereka.
"ayo kita ambil tas kita, nanti kita juga kabarin Hilya" ucap Fia yang menarik tangan Syifa yang terdiam dan di ikuti oleh Kia dan Disa.
Hilya yang baru keluar dari toilet pun berpapasan dengan teman kelasnya juga.
"eh Hil, kamu kenapa?, kok mata kamu kayak habis nangis" tanya teman sekelas Hilya yang bernama Anisa
"engga kok, tadi kelilipan di toilet" ucap Hilya yang berbohong
"ohh, ya udah yok lihat pengumuman di mading" ajak Anisa dan di anggukin oleh Hilya.
mereka menuju ke mading sambil mengobrol.
"semoga kita satu kelas lagi ya" ucap Anisa
"iya Nis" sahut Hilya sambil tersenyum
"ya udah yu lihat" ucap Anisa yang sudah berada di mading
Anisa mulai melihat namanya begitupun dengan Hilya. Hilya yang di belakang pun mulai masuk pelan-pelan ke dalam kerumunan di mading.
Hilya memegang pundak salah satu siswa yang juga melihat pengumuman di mading, siswa tersebut melihat kearah Hilya.
"Hilya" panggil siswa tersebut yang ternyata adalah Abian
Hilya yang melihat Abian pun langsung pergi, namun Abian mengejar dan menahan tangan Hilya
"apaan sih" ucap Hilya yang menghempaskan tangan Abian
"Hil kamu kenapa sih?, coba jelasin sama aku" ucap Abian
"jelasin apaan ya?" tanya Hilya
"ya jelasin semuanya, kenapa dari tadi pagi kamu menghindar dari aku, kenapa kamu marah sama Disa" ucap Abian
"kamu gak ngerti ya jadi aku gimana?" tanya Hilya yang sudah marah
"gimana di posisi aku, aku udah taruh harapan di kamu tapi kamu cuma phpin aku doang" ucap Hilya lagi
"Hil aku gak tau kalau kamu suka sama aku, aku juga minta maaf kalau udah nyakitin kamu" ucap Abian yang memegang tangan Hilya
"brughh...berhenti ganggu aku" ucap Hilya sambil mendorong Abian.
semua siswa-siswi yang ada di mading melihat Hilya yang mendorong Abian. mereka terkejut melihatnya, karena semua orang tau kalau Abian dan Hilya sangat lah dekat. Abian terdiam membeku saat mendapatkan dorongan dari Hilya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments