6. ABIAN DAN DISA JADIAN

"aku ayam kecap sama jeruk dingin" ucap Syifa

"Hilya kamu mau apa?" tanya Syifa pada Hilya yang duduk di sebelahnya

"aku...aku jeruk dingin aja" ucap Hilya

"serius minuman aja" tanya Syifa

"iya Syif soalnya tadi aku udah makan" ucap Hilya yang berbohong

"ya ampun Hilya kalau kamu udah makan ngapain ngajak kita ke sini" ucap Fia lagi

"eu... aku bosan aja di rumah sendiri" ucap Hilya

"udah-udah, aku antar ini dulu ke depan" ucap Abian lagi

("secinta itu kamu sama Disa, sehingga kamu melakukan ini hanya untuk menemui Disa. dan parahnya kamu malah membawa nama ku untuk ini semua" batin Hilya yang ingin menangis)

"bentar lagi pesanan kita di antar" ucap Abian yang sudah kembali

"aku gak sabar deh nungguin pengumuman kelas prestasi" ucap Kia

"iya sama, aku berharapnya kita berlima masuk ke kelas prestasi deh biar bareng terus" ucap Fia

Kia dan Fia asik ngobrol berdua, Disa dan Abian juga asik ngobrol berdua, sedangkan Syifa melihat Hilya yang sedang menatap Abian dan Disa.

di saat mereka asik ngobrol pesanan mereka pun sudah di sajikan.

"Hil kamu serius cuma minum doang" ucap Syifa

"iya nih Hilya masa kamu yang ngajak ke sini kamu gak pesan makanan, cuma mesan jus doang" celetuk Fia

("aku pengen banget bilang bukan aku yang nyuruh kalian ke sini" batin Hilya yang ingin menangis)

"mending kita makan" ucap Disa

"Bian, aku gak suka sambel hijau" ucap Disa dengan nada yang manja dan membuat Hilya melihat kearahnya

"mau aku minta sambal merah aja" tanya Bian

"gak usah deh, nanti kamu capek lagi ke sana" ucap Disa

"ya udah kamu ambil sambal aku aja" ucap Abian

"kamu gimana" tanya Disa

"kita bisa memakannya bersama" sahut Abian sambil tersenyum

"cieeeeee jadian aja udah" ucap Fia dan Kia

"ihhh apaan sih" ucap Disa yang malu

"kamu Cobain ini deh" ucap Disa

"enak kan" ucap Disa lagi

"iya enak" sahut Abian

mereka makan sambil ngobrol, Disa dan Abian sesekali saling suap-suapan. Hilya yang sedari tadi hanya meminum jusnya dengan menyaksikan kedua insan tersebut dengan hati yang perih.

"aku ke toilet dulu ya" ucap Hilya dan langsung pergi

"ih Hilya aneh banget" ucap Kia

"tau tuh nak, mungkin karena masih sedih atas kepergian bundanya" ucap Fia

"kalian kok ngomongin Hilya gitu sih, dia cuma mau ke toilet doang" ucap Syifa

"aelah Syif kita cuma bilang gitu doang" ucap Kia

di toilet Hilya langsung menutup mulutnya dan menangis, hatinya benar-benar sudah hancur. Dia menaruh hati dan harapan pada orang yang salah. dia sudah di kecewakan oleh cinta pertamanya yaitu ayahnya sendiri, kemudian dia di kecewakan oleh orang yang sangat ia cintai.

lengkap sudah kesakitan yang Hilya rasakan, dia cuma bisa menangis dalam keheningan, mungkin kau di kamarnya ia akan menangis dengan mengeluarkan suara yang besar.

setelah beberapa menit menangis di toilet Hilya pun menghapus air matanya dan mencuci wajahnya supaya tak ketahuan menangis.

Hilya pun kembali ke meja mereka.

"eh sorry ya, tadi bik Murni nelpon katanya tante aku di rumah, aku balik duluan ya"ucap Hilya

"eh kamu mau balik, terus kita udah gini aja?" tanya Fia

"kalian makan aja, biar aku yang bayar" ucap Hilya

"gak apa-apa Hil, biar aku aja yang bayar" sahut Abian

"gak apa-apa, kan aku yang ngajak mereka ke sini, jadi biar aku yang bayar" ucap Hilya yang menyindir Abian

"aku duluan ya, sekali lagi maaf" ucap Hilya dan pergi.

"aneh banget sih Hilya" ucap Kia

"tau tuh anak" sambung Fia

"aku duluan" ucap Syifa dan kemudian juga pergi

"pada aneh deh" ucap Kia

"udah lanjut makan aja" ucap Disa

"Sa bentar lagi kamu ikut aku bentar ya" ucap Abian

"kemana?" tanya Disa

"ada deh, kalian berdua juga ikut ya" ucap Abian

"oke" jawab Fia dan Kia.

setelah makan di cafe, Abian, Disa, Fia dan Kia pun pergi. Abian ingin membawa Disa ke tempat yang sudah di siapkan olehnya, hari ini Abian ingin menyatakan perasaannya pada Disa.

setelah satu jam perjalanan mereka pun sampai.

"pantai" ucap Disa

"iya, ayok ikut aku" ucap Abian menarik tangan Disa.

Abian membawa Disa ke tempat yang sudah dia siapkan. Abian membawa Disa tanpa menutup mata Disa.

"ya ampun ini bagus banget" ucap Disa yang takjub

"keren banget" ucap Kia

"foto-foto, kita harus foto di sini" ujar Fia yang mengambil ponselnya.

tiba-tiba Abian berlutut di depan Disa sehingga membuat Fia langsung merekam aksi Abian.

"entah kenapa semenjak kita sering ketemu, aku tau banyak hal tentang kamu dan aku jadi suka sama kamu" ucap Abian

"Kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Abian

("maafin aku ya Hilya kali ini aku mau egois, aku gak pernah mendapatkan perhatian dari siapapun termasuk dari orang tua aku, makanya aku mencari perhatian dari orang yang kamu suka" batin Disa

"lagian kitakan sahabatan, pasti kamu akan mengerti" batinnya lagi)

"Terima..terima..." ucap Fia dan Kia yang masih merekam momen Abian dan Disa

"ya aku mau" jawab Disa

mendengar jawaban dari Disa Abian langsung berdiri dan memeluk Disa.

"makasih ya Disa" ucap Abian yang memeluk Disa

"iya" jawab Disa

"cieee....." ucap Kia dan Fia

"besok di sekolah traktir kita pokoknya" ucap Fia

"iya besok di sekolah aku bakal traktir kalian" ucap Abian.

mereka pun menikmati waktu di pantai. malamnya di rumah Abian. Abian selesai makan malam bersama orang tuanya dan dia langsung masuk ke kamar.

Abian mengambil ponselnya dan menelpon Hilya. saat panggilan pertama Hilya tak mengangkat panggilan video dari Abian.

"kok gak di angkat ya" ucap Abian

Abian menelpon lagi dan baru di angkat oleh Hilya.

"Hai Hilya" sapa Abian yang sangat merasa senang melihat wajah Hilya

("ada apa Bian?"tanya Hilya)

"kamu kenapa kok kayak sedih gitu?" tanya Abian balik

("gak, aku gak apa-apa" ucap Hilya)

"beneran?" tanya Abian dan di angguk oleh Hilya

"kamu udah makan belum?" tanya Abian

("udah kok" jawab Hilya)

"eumm bagus deh, oh ya aku udah jadian sama Disa" ucap Abian yang membuat Hilya terdiam sejenak

("selamat ya" ucap Hilya yang sedikit tersenyum)

("oh ya udahan dulu ya, aku mau pergi sama bik Murni bentar" ucap Hilya yang berbohong)

"hah malam-malam gini?, mau kemana?, mau aku temenin gak?" tanya Abian bertubi-tubi

("gak, gak perlu lagian dekat kok. udah duluan ya Byeee"ucap Hilya dan langsung mematikan panggilannya)

"kok aku jadi sedih ya, Hilya matiin panggilan dari aku" ucap Abian pada dirinya sendiri

"lagian aku dan Disa kan udah jadian, kok aku kayak berasa ada yang hilang ya" sambung Abian lagi.

di rumah Hilya yang mendengar Abian dan Disa sudah jadian merasa hatinya sangat sakit. dia kembali menangis dalam diam. Hilang semua harapannya. Abian yang di anggap akan menjadi sumber bahagianya namun tidak sama sekali.

"gak-gak, Hilya kamu gak boleh egois. Disa sahabat kamu, lagian kan dia gak tau kalau aku suka juga sama Abian" ucap Hilya yang menghapus air matanya

"aku harus bisa mengikhlaskannya" sambung Hilya.

malam itu meskipun Hilya sudah berusaha untuk melupakan semuanya namun tidak bisa sama sekali, dia terus merasa sesak saat bayangan Abian dan Disa melintas di kepalanya.

paginya Hilya sudah siap dengan pakaian sekolahnya, Ia pun turun ke bawah dan sarapan bersama bik Murni.

"neng hari ini saya pinjam motornya neng Hilya ya, soalnya belanja bulanannya sudah habis" ucap bik Murni

"iya bik, tapi anterin Hilya ke sekolah dulu ya" ucap Hilya sambil makan

"iya pasti atuh neng, bibi bakal antar neng Hilya dulu, nanti bibi juga bakal jemput neng Hilya" ucap bik Murni

"iya bik" sahut Hilya

selesai makan bik murni langsung mengantarkan Hilya ke sekolah. dan beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di sekolah Hilya.

"makasih bik ya" ucap Hilya yang membuka helm nya

"iya neng, harusnya teh bibi yang bilang makasih sama neng Hilya udah minjemin motor buat bibi pergi belanja, jadi bibi gak perlu repot-repot nunggu angkot" ucap bik Murni

"ya udah bik, Hilya masuk dulu ya" ucap Hilya dan masuk ke area sekolah.

saat Hilya ingin masuk ke dalam sekolah dia berpapasan dengan Abian dan Disa yang sedang bergandengan.

"Hai Hilya" sapa Disa sambil melambaikan tangannya kearah Hilya

"Hai" balas Hil dengan sedikit tersenyum dan kemudian pergi.

Hilya langsung masuk ke kelasnya sambil menunggu pengumuman pindah kelas. setelah lama duduk di kelas tanpa ada guru yang masuk Hilya pun pergi ke toilet.

sedangkan Syifa yang mengetahui Abian dan Disa sudah jadian langsung menghampiri Disa di kelasnya.

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

...----------------...

...----------------...

...----------------...

Terpopuler

Comments

Yem

Yem

Ceritnya bagus, kasihan Hilya, cuma dimanfaatin aja sama Abian..

2023-03-05

2

lihat semua
Episodes
1 1. DIA YANG SELALU ADA
2 2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3 3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4 4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5 5. KECEWA
6 6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7 7. DIKHIANATI
8 8. KEPUTUSAN HILYA
9 9. PINDAHNYA HILYA
10 10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11 11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12 12. KATING RESEK
13 13. MENDADAK PACARAN
14 14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15 KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16 SIKAP EGOIS DISA
17 SUKA NGERJAIN
18 DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19 LUKA HILYA
20 CAMPING
21 DITUDUH
22 KETAHUAN PERBUATAN DISA
23 HILYA DAN ZIDAN
24 KEJAHATAN DISA LAGI
25 ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26 PENYESALAN DISA
27 GENGSIAN
28 JEMPUT
29 SIFAT ZIDAN
30 JULIAN
31 H 1 DI KAMPUS
32 MASIH SAHABAT
33 MEMBANTU DISA
34 SAHABATAN LAGI
35 RENCANA ADOPSI JULIAN
36 MENGADOPSI JULIAN
37 MOOD
38 KEMARAHAN ALAN
39 ZIDAN VS ABIAN
40 KESEDIHAN SYIFA
41 MASALAH DISA
42 MENYAKITI
43 BUNDA
44 AYAH KANDUNG HILYA
45 UNEK-UNEK HILYA
46 ZIDAN HILYA
47 ZIDAN & ALAN
48 AKAN MELINDUNGI
49 BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50 KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51 ZIDAN SI POSESIF BOY
52 MENCARI PELAKUNYA
53 HILYA VS TAMARA
54 FAJAR MARAH
55 MASALAH BARU
56 KEKECEWAAN HILYA LAGI
57 DISA
58 MEMPERCAYAI DISA
59 MENJODOHKAN
60 AMARAH ZIDAN
61 KEKACAUAN ZIDAN
62 INFO
63 TERSEBAR
64 ZIDAN TERLUKA
65 BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66 SADARNYA NANDO
67 MAMA SARAH
68 MENCARI TITIK TERANG
69 FIA SAMPAI SYOK
70 FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71 KECURIGAAN
72 FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73 KEKELUARGAAN
74 KASIH SAYANG AYAH DION
75 EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76 Mengetahui semuanya
77 HILYA DAN DISA
78 KEGUGURAN
79 MENEMUKAN HILYA
80 MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81 MEREKAM
82 KEMBALINYA HILYA
83 RIFI DAN FIA
84 HUTAN
85 PULANGNYA FIA DAN RIFI
86 DUA BERITA MENGEJUTKAN
87 FIA
88 #KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89 KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90 KEMBALI KE KAMPUS
91 PINGSAN
92 KHAWATIR
93 FAKTA BARU LAGI
94 MENJALANKAN RENCANA
95 HAMPIR
96 FAKTA
97 FIA DAN RIFI JADIAN
98 KUCING DAN TIKUS
99 MENGETAHUI FAKTA
100 MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101 KESEDIHAN HILYA
102 KANTOR POLISI
103 BERTEMU Di KANTOR POLISI
104 END
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. DIA YANG SELALU ADA
2
2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3
3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4
4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5
5. KECEWA
6
6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7
7. DIKHIANATI
8
8. KEPUTUSAN HILYA
9
9. PINDAHNYA HILYA
10
10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11
11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12
12. KATING RESEK
13
13. MENDADAK PACARAN
14
14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15
KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16
SIKAP EGOIS DISA
17
SUKA NGERJAIN
18
DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19
LUKA HILYA
20
CAMPING
21
DITUDUH
22
KETAHUAN PERBUATAN DISA
23
HILYA DAN ZIDAN
24
KEJAHATAN DISA LAGI
25
ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26
PENYESALAN DISA
27
GENGSIAN
28
JEMPUT
29
SIFAT ZIDAN
30
JULIAN
31
H 1 DI KAMPUS
32
MASIH SAHABAT
33
MEMBANTU DISA
34
SAHABATAN LAGI
35
RENCANA ADOPSI JULIAN
36
MENGADOPSI JULIAN
37
MOOD
38
KEMARAHAN ALAN
39
ZIDAN VS ABIAN
40
KESEDIHAN SYIFA
41
MASALAH DISA
42
MENYAKITI
43
BUNDA
44
AYAH KANDUNG HILYA
45
UNEK-UNEK HILYA
46
ZIDAN HILYA
47
ZIDAN & ALAN
48
AKAN MELINDUNGI
49
BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50
KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51
ZIDAN SI POSESIF BOY
52
MENCARI PELAKUNYA
53
HILYA VS TAMARA
54
FAJAR MARAH
55
MASALAH BARU
56
KEKECEWAAN HILYA LAGI
57
DISA
58
MEMPERCAYAI DISA
59
MENJODOHKAN
60
AMARAH ZIDAN
61
KEKACAUAN ZIDAN
62
INFO
63
TERSEBAR
64
ZIDAN TERLUKA
65
BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66
SADARNYA NANDO
67
MAMA SARAH
68
MENCARI TITIK TERANG
69
FIA SAMPAI SYOK
70
FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71
KECURIGAAN
72
FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73
KEKELUARGAAN
74
KASIH SAYANG AYAH DION
75
EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76
Mengetahui semuanya
77
HILYA DAN DISA
78
KEGUGURAN
79
MENEMUKAN HILYA
80
MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81
MEREKAM
82
KEMBALINYA HILYA
83
RIFI DAN FIA
84
HUTAN
85
PULANGNYA FIA DAN RIFI
86
DUA BERITA MENGEJUTKAN
87
FIA
88
#KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89
KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90
KEMBALI KE KAMPUS
91
PINGSAN
92
KHAWATIR
93
FAKTA BARU LAGI
94
MENJALANKAN RENCANA
95
HAMPIR
96
FAKTA
97
FIA DAN RIFI JADIAN
98
KUCING DAN TIKUS
99
MENGETAHUI FAKTA
100
MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101
KESEDIHAN HILYA
102
KANTOR POLISI
103
BERTEMU Di KANTOR POLISI
104
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!