"aku ayam kecap sama jeruk dingin" ucap Syifa
"Hilya kamu mau apa?" tanya Syifa pada Hilya yang duduk di sebelahnya
"aku...aku jeruk dingin aja" ucap Hilya
"serius minuman aja" tanya Syifa
"iya Syif soalnya tadi aku udah makan" ucap Hilya yang berbohong
"ya ampun Hilya kalau kamu udah makan ngapain ngajak kita ke sini" ucap Fia lagi
"eu... aku bosan aja di rumah sendiri" ucap Hilya
"udah-udah, aku antar ini dulu ke depan" ucap Abian lagi
("secinta itu kamu sama Disa, sehingga kamu melakukan ini hanya untuk menemui Disa. dan parahnya kamu malah membawa nama ku untuk ini semua" batin Hilya yang ingin menangis)
"bentar lagi pesanan kita di antar" ucap Abian yang sudah kembali
"aku gak sabar deh nungguin pengumuman kelas prestasi" ucap Kia
"iya sama, aku berharapnya kita berlima masuk ke kelas prestasi deh biar bareng terus" ucap Fia
Kia dan Fia asik ngobrol berdua, Disa dan Abian juga asik ngobrol berdua, sedangkan Syifa melihat Hilya yang sedang menatap Abian dan Disa.
di saat mereka asik ngobrol pesanan mereka pun sudah di sajikan.
"Hil kamu serius cuma minum doang" ucap Syifa
"iya nih Hilya masa kamu yang ngajak ke sini kamu gak pesan makanan, cuma mesan jus doang" celetuk Fia
("aku pengen banget bilang bukan aku yang nyuruh kalian ke sini" batin Hilya yang ingin menangis)
"mending kita makan" ucap Disa
"Bian, aku gak suka sambel hijau" ucap Disa dengan nada yang manja dan membuat Hilya melihat kearahnya
"mau aku minta sambal merah aja" tanya Bian
"gak usah deh, nanti kamu capek lagi ke sana" ucap Disa
"ya udah kamu ambil sambal aku aja" ucap Abian
"kamu gimana" tanya Disa
"kita bisa memakannya bersama" sahut Abian sambil tersenyum
"cieeeeee jadian aja udah" ucap Fia dan Kia
"ihhh apaan sih" ucap Disa yang malu
"kamu Cobain ini deh" ucap Disa
"enak kan" ucap Disa lagi
"iya enak" sahut Abian
mereka makan sambil ngobrol, Disa dan Abian sesekali saling suap-suapan. Hilya yang sedari tadi hanya meminum jusnya dengan menyaksikan kedua insan tersebut dengan hati yang perih.
"aku ke toilet dulu ya" ucap Hilya dan langsung pergi
"ih Hilya aneh banget" ucap Kia
"tau tuh nak, mungkin karena masih sedih atas kepergian bundanya" ucap Fia
"kalian kok ngomongin Hilya gitu sih, dia cuma mau ke toilet doang" ucap Syifa
"aelah Syif kita cuma bilang gitu doang" ucap Kia
di toilet Hilya langsung menutup mulutnya dan menangis, hatinya benar-benar sudah hancur. Dia menaruh hati dan harapan pada orang yang salah. dia sudah di kecewakan oleh cinta pertamanya yaitu ayahnya sendiri, kemudian dia di kecewakan oleh orang yang sangat ia cintai.
lengkap sudah kesakitan yang Hilya rasakan, dia cuma bisa menangis dalam keheningan, mungkin kau di kamarnya ia akan menangis dengan mengeluarkan suara yang besar.
setelah beberapa menit menangis di toilet Hilya pun menghapus air matanya dan mencuci wajahnya supaya tak ketahuan menangis.
Hilya pun kembali ke meja mereka.
"eh sorry ya, tadi bik Murni nelpon katanya tante aku di rumah, aku balik duluan ya"ucap Hilya
"eh kamu mau balik, terus kita udah gini aja?" tanya Fia
"kalian makan aja, biar aku yang bayar" ucap Hilya
"gak apa-apa Hil, biar aku aja yang bayar" sahut Abian
"gak apa-apa, kan aku yang ngajak mereka ke sini, jadi biar aku yang bayar" ucap Hilya yang menyindir Abian
"aku duluan ya, sekali lagi maaf" ucap Hilya dan pergi.
"aneh banget sih Hilya" ucap Kia
"tau tuh anak" sambung Fia
"aku duluan" ucap Syifa dan kemudian juga pergi
"pada aneh deh" ucap Kia
"udah lanjut makan aja" ucap Disa
"Sa bentar lagi kamu ikut aku bentar ya" ucap Abian
"kemana?" tanya Disa
"ada deh, kalian berdua juga ikut ya" ucap Abian
"oke" jawab Fia dan Kia.
setelah makan di cafe, Abian, Disa, Fia dan Kia pun pergi. Abian ingin membawa Disa ke tempat yang sudah di siapkan olehnya, hari ini Abian ingin menyatakan perasaannya pada Disa.
setelah satu jam perjalanan mereka pun sampai.
"pantai" ucap Disa
"iya, ayok ikut aku" ucap Abian menarik tangan Disa.
Abian membawa Disa ke tempat yang sudah dia siapkan. Abian membawa Disa tanpa menutup mata Disa.
"ya ampun ini bagus banget" ucap Disa yang takjub
"keren banget" ucap Kia
"foto-foto, kita harus foto di sini" ujar Fia yang mengambil ponselnya.
tiba-tiba Abian berlutut di depan Disa sehingga membuat Fia langsung merekam aksi Abian.
"entah kenapa semenjak kita sering ketemu, aku tau banyak hal tentang kamu dan aku jadi suka sama kamu" ucap Abian
"Kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Abian
("maafin aku ya Hilya kali ini aku mau egois, aku gak pernah mendapatkan perhatian dari siapapun termasuk dari orang tua aku, makanya aku mencari perhatian dari orang yang kamu suka" batin Disa
"lagian kitakan sahabatan, pasti kamu akan mengerti" batinnya lagi)
"Terima..terima..." ucap Fia dan Kia yang masih merekam momen Abian dan Disa
"ya aku mau" jawab Disa
mendengar jawaban dari Disa Abian langsung berdiri dan memeluk Disa.
"makasih ya Disa" ucap Abian yang memeluk Disa
"iya" jawab Disa
"cieee....." ucap Kia dan Fia
"besok di sekolah traktir kita pokoknya" ucap Fia
"iya besok di sekolah aku bakal traktir kalian" ucap Abian.
mereka pun menikmati waktu di pantai. malamnya di rumah Abian. Abian selesai makan malam bersama orang tuanya dan dia langsung masuk ke kamar.
Abian mengambil ponselnya dan menelpon Hilya. saat panggilan pertama Hilya tak mengangkat panggilan video dari Abian.
"kok gak di angkat ya" ucap Abian
Abian menelpon lagi dan baru di angkat oleh Hilya.
"Hai Hilya" sapa Abian yang sangat merasa senang melihat wajah Hilya
("ada apa Bian?"tanya Hilya)
"kamu kenapa kok kayak sedih gitu?" tanya Abian balik
("gak, aku gak apa-apa" ucap Hilya)
"beneran?" tanya Abian dan di angguk oleh Hilya
"kamu udah makan belum?" tanya Abian
("udah kok" jawab Hilya)
"eumm bagus deh, oh ya aku udah jadian sama Disa" ucap Abian yang membuat Hilya terdiam sejenak
("selamat ya" ucap Hilya yang sedikit tersenyum)
("oh ya udahan dulu ya, aku mau pergi sama bik Murni bentar" ucap Hilya yang berbohong)
"hah malam-malam gini?, mau kemana?, mau aku temenin gak?" tanya Abian bertubi-tubi
("gak, gak perlu lagian dekat kok. udah duluan ya Byeee"ucap Hilya dan langsung mematikan panggilannya)
"kok aku jadi sedih ya, Hilya matiin panggilan dari aku" ucap Abian pada dirinya sendiri
"lagian aku dan Disa kan udah jadian, kok aku kayak berasa ada yang hilang ya" sambung Abian lagi.
di rumah Hilya yang mendengar Abian dan Disa sudah jadian merasa hatinya sangat sakit. dia kembali menangis dalam diam. Hilang semua harapannya. Abian yang di anggap akan menjadi sumber bahagianya namun tidak sama sekali.
"gak-gak, Hilya kamu gak boleh egois. Disa sahabat kamu, lagian kan dia gak tau kalau aku suka juga sama Abian" ucap Hilya yang menghapus air matanya
"aku harus bisa mengikhlaskannya" sambung Hilya.
malam itu meskipun Hilya sudah berusaha untuk melupakan semuanya namun tidak bisa sama sekali, dia terus merasa sesak saat bayangan Abian dan Disa melintas di kepalanya.
paginya Hilya sudah siap dengan pakaian sekolahnya, Ia pun turun ke bawah dan sarapan bersama bik Murni.
"neng hari ini saya pinjam motornya neng Hilya ya, soalnya belanja bulanannya sudah habis" ucap bik Murni
"iya bik, tapi anterin Hilya ke sekolah dulu ya" ucap Hilya sambil makan
"iya pasti atuh neng, bibi bakal antar neng Hilya dulu, nanti bibi juga bakal jemput neng Hilya" ucap bik Murni
"iya bik" sahut Hilya
selesai makan bik murni langsung mengantarkan Hilya ke sekolah. dan beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di sekolah Hilya.
"makasih bik ya" ucap Hilya yang membuka helm nya
"iya neng, harusnya teh bibi yang bilang makasih sama neng Hilya udah minjemin motor buat bibi pergi belanja, jadi bibi gak perlu repot-repot nunggu angkot" ucap bik Murni
"ya udah bik, Hilya masuk dulu ya" ucap Hilya dan masuk ke area sekolah.
saat Hilya ingin masuk ke dalam sekolah dia berpapasan dengan Abian dan Disa yang sedang bergandengan.
"Hai Hilya" sapa Disa sambil melambaikan tangannya kearah Hilya
"Hai" balas Hil dengan sedikit tersenyum dan kemudian pergi.
Hilya langsung masuk ke kelasnya sambil menunggu pengumuman pindah kelas. setelah lama duduk di kelas tanpa ada guru yang masuk Hilya pun pergi ke toilet.
sedangkan Syifa yang mengetahui Abian dan Disa sudah jadian langsung menghampiri Disa di kelasnya.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Yem
Ceritnya bagus, kasihan Hilya, cuma dimanfaatin aja sama Abian..
2023-03-05
2