4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA

"awas hati-hati, angkat dikit kaki kamu" ucap Abian

"gini?" tanya Hilya yang mengangkat sedikit kakinya.

"iya Hati-hati" ucap Abian

"kamu duduk di sini" ucap Abian lagi

"sekarang aku buka kainnya, kamu buka matanya oke" ucap Abian dan di anggukin oleh Hilya

Hilya membuka matanya dan melihat suasana di sekitarnya. Dia sangat terkejut saat melihat tempat yang begitu indah.

"kamu suka?" tanya Abian

"suka banget, ini kamu yang buat?" tanya Hilya yang tersenyum haru

"iya, tapi di bantuin sama orang-orang juga sih hehe" ucap Abian sambil tertawa kecil

Hilya menikmati setiap pemandangan dengan tersenyum manis

"aku senang kalau kamu suka sama tempat ini" ucap Abian dan di balas senyuman oleh Hilya

"sekarang kamu tutup mata lagi" ucap Abian

"lagi?" tanya Hilya dan di anggukin oleh Abian

"oke" ucap Hilya yang menutup mata dengan kedua tangannya.

Abian tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan kemudian berlutut di depan Hilya yang duduk di kursi. Abian pun mengeluarkan bunga.

"buka mata kamu" ucap Abian yang berlutut dan menyodorkan bunga kearah Hilya

Hilya kembali di kejutkan dengan perlakuan Abian dia sangat senang.

"kamu mau gak jadi pacar aku, aku janji akan selalu ada buat kamu, jagain kamu bakal buat kamu selalu tersenyum" ucap Abian yang berlutut di depan Hilya dan membuat Hilya terkejut dan senang

"aku ma..." ucap Hilya yang ingin mengambil bunganya namun Abian langsung berdiri dan membuat Hilya kebingungan.

"gimana udah cocok belum aku nyatain perasaan aku sama Disa" ucap Abian yang kembali duduk du kursinya.

"ma...maksudnya?" tanya Hilya

"aku mau nembak Disa di sini, jadi aku ajak kamu ke sini buat lihat tempat yang aku siapin buat hari spesial aku dan Disa. aku bakal nembak Disa di waktu yang tepat nanti" jelas Abian sambil tersenyum

creeessss seolah darah Hilya berhenti seketika dan hatinya seolah-olah teriris oleh pisau yang sangat tajam. pada saat ini Hilya ingin mengeluarkan air matanya namun Hilya sekuat tenaga menahannya.

"btw makasih ya Hilya kamu udah mau nemenin aku ke sini" ucap Abian

"Kira-kira tempat ini bagus gak buat aku nyatain perasaan aku sama Disa?" tanya Abian lagi

"eumm bagus kok" ucap Hilya sambil sedikit tersenyum.

Hilya pun melihat kearah pantai, ingin rasa ia segera menjauh dari Abian untuk mengeluarkan air matanya yang sudah memaksa untuk keluar dari tadi.

"oh ya Hilya aku boleh minta tolong lagi gak sama kamu" tanya Abian

"apa" ucap Hilya

"nanti waktu udah masuk sekolah kamu tolong kasih ini ya buat Disa" ucap Abian sambil memberikan satu kotak kecil pada Hilya.

Hilya hanya diam menatap Abian.

"please...." ucap Abian yang memohon sambil tersenyum.

"iya"sahut Hilya sambil tersenyum dan mengangguk kecil.

"oh ya kita balik yuk" ajak Hilya yang tak sanggup lagi berada di tempat itu

"ya udah ayok" ucap Abian

mereka pun kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang, sepanjang perjalanan pulang Abian terus membicarakan tentang Disa pada Hilya. Namun di belakang Hilya hanya terdiam dan menahan sakit hatinya.

mereka pun hampir sampai di rumah Hilya, dan Hilya pun menghentikan Abian di dekat rumahnya.

"Bian berhenti" ucap Hilya

"loh kenapa?" tanya Abian

"aku turun di sini aja" ucap Hilya

"hah, di sini, itu udah dekat ayo aku antar aja" ucap Abian

"justru udah dekat makanya aku turun di sini saja, ini udah malam gak enak kalau ada yang lihat aku dan kamu jalan dari pagi baru pulang malam gini" ucap Hilya yang beralasan

"aelah Hil baru juga jam 19.45" ucap Abian

"udah gak apa-apa aku di sini aja " ucap Hilya yang berusaha tersenyum

"ya udah deh, aku duluan ya" ucap Abian dan pergi.

saat melihat Abian yang sudah pergi Hilya langsung pulang ke rumahnya yang memang sudah dekat. saat berjalan menuju ke rumahnya Hilya tak lagi bisa menahan air matanya. air mata Hilya terus mengalir di pipi Hilya.

"eh neng sudah pulang" ucap Bik Murni yang membukakan pintu untuk Hilya.

greepppp Hilya langsung memeluk Bik Murni dan menangis dalam pelukan bik Murni.

"neng kenapa?" tanya Bik Murni yang khawatir

"Hilya sayang kamu kenapa" tanya Lola yang sudah sampai di rumah Hilya

"tante" panggil Hilya dengan suara serak dan memeluk Lola

"kamu kenapa sayang?, tante sama om ke sini mau jengukin kamu" tanya Lola dengan panik

"ayah kamu ngebentak kamu lagi?" tanya Lola pada sang keponakan yang terus menangis di pelukannya.

"bik tolong ambilkan air untuk Hilya sekarang" ucap Dion suaminya Lola

"baik Mas Dion" ucap bibi dan langsung ke dapur.

"La, bawa Hilya duduk dulu" ucap Dion

"ayok sayang ayok, duduk dulu" ucap Lola yang terus merangkul keponakannya.

"ini mbak, beri minum dulu untuk neng Hilya" ucap Bik Murni yang menyerahkan segelas air

"ini kamu minum dulu" ucap Lola pada sang keponakan.

"kamu kenapa?, ayah kamu memarahi kamu lagi?" tanya tante Lola lagi

"engga kok tante" jawab Hilya dengan suara serak habis menangis

"terus kamu kenapa menangis?" tanya Lola lagi

"Hilya cuma pengen nangis aja kok tan" sahut Hilya

"oh tante, om, bik, Hilya mau ke kamar dulu ya, Hilya mau Istirahat" ucap Hilya dan pergi menuju ke kamarnya.

"kasian neng Hilya" ucap Bik Murni

"tega-teganya mas Irwanto nikah lagi tanpa memikirkan keadaan anaknya" ucap Lola yang marah

"biarkan dulu Hilya tenang, besok baru kita tanyakan padanya, kenapa dia menangis seperti tadi" ucap Dion

"sebenarnya saya sudah berapa kali memergoki neng Hilya yang menangis seperti tadi sendirian, saya kasian mbak, mas sama neng Hilya" ucap Bik Murni

"kalau begitu saya akan tetap di sini beberapa hari untuk memenangkan Hilya" ucap Lola dan di anggukin oleh suaminya dan bik Murni.

sudah enam hari tante Lola dan om Dion menginap di rumah Hilya, dia terus murung dan tak banyak bicara.

"Hilya, tante sama om mau balik ke Semarang dulu ya sayang, nanti kalau ada waktu tante dan om bakal ke sini lagi" ucap Lola pada Hilya.

"iya tante" jawab Hilya singkat

"kamu mau tinggal bersama om dan tante aja gak" tanya Dion

"Hilya mau di sini aja om" ucap Hilya

"ya sudah kalau itu keputusan kamu, nanti kalau kamu butuh om dan tante jangan sungkan ya sayang" ucap Dion

"iya om" jawab Hilya sambil tersenyum

"tante pamit dulu ya sayang" ucap Lola yang berat meninggalkan Hilya

"bik tolong jagain Hilya ya" ucap Lola

"iya mbak" sahut bik Murni

"kalau ada masalah langsung kabarin kami ya" ucap Dion.

tante Lola dan om Dion pun sudah pergi.

"bik tolong siapkan baju sekolah Hilya ya, besok Hilya sudah mulai masuk sekolah" ucap Hilya dan pergi ke kamar

Hilya masuk ke kamarnya dan melihat kembali kotak kecil yang di titipkan oleh Abian untuk Disa. Hilya menarik nafasnya dengan berat dan kemudian merebahkan tubuhnya di kasur.

keesokan harinya Hilya yang sudah rapi dengan pakaian sekolah sedang sarapan bersama Bik Murni.

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

 

...----------------...

...----------------...

 

 

Terpopuler

Comments

lily

lily

kalo suka ya pedekatenya sama yg disuka to masa sama temene kalo cuma pngen tau doang ya jangan baperin dong hih sebel kalo ada cwo kaya abian

2024-01-31

0

Becky D'lafonte

Becky D'lafonte

ampun cowok gk ada perasaan bgy, pengen nonjok

2023-10-14

0

lihat semua
Episodes
1 1. DIA YANG SELALU ADA
2 2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3 3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4 4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5 5. KECEWA
6 6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7 7. DIKHIANATI
8 8. KEPUTUSAN HILYA
9 9. PINDAHNYA HILYA
10 10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11 11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12 12. KATING RESEK
13 13. MENDADAK PACARAN
14 14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15 KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16 SIKAP EGOIS DISA
17 SUKA NGERJAIN
18 DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19 LUKA HILYA
20 CAMPING
21 DITUDUH
22 KETAHUAN PERBUATAN DISA
23 HILYA DAN ZIDAN
24 KEJAHATAN DISA LAGI
25 ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26 PENYESALAN DISA
27 GENGSIAN
28 JEMPUT
29 SIFAT ZIDAN
30 JULIAN
31 H 1 DI KAMPUS
32 MASIH SAHABAT
33 MEMBANTU DISA
34 SAHABATAN LAGI
35 RENCANA ADOPSI JULIAN
36 MENGADOPSI JULIAN
37 MOOD
38 KEMARAHAN ALAN
39 ZIDAN VS ABIAN
40 KESEDIHAN SYIFA
41 MASALAH DISA
42 MENYAKITI
43 BUNDA
44 AYAH KANDUNG HILYA
45 UNEK-UNEK HILYA
46 ZIDAN HILYA
47 ZIDAN & ALAN
48 AKAN MELINDUNGI
49 BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50 KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51 ZIDAN SI POSESIF BOY
52 MENCARI PELAKUNYA
53 HILYA VS TAMARA
54 FAJAR MARAH
55 MASALAH BARU
56 KEKECEWAAN HILYA LAGI
57 DISA
58 MEMPERCAYAI DISA
59 MENJODOHKAN
60 AMARAH ZIDAN
61 KEKACAUAN ZIDAN
62 INFO
63 TERSEBAR
64 ZIDAN TERLUKA
65 BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66 SADARNYA NANDO
67 MAMA SARAH
68 MENCARI TITIK TERANG
69 FIA SAMPAI SYOK
70 FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71 KECURIGAAN
72 FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73 KEKELUARGAAN
74 KASIH SAYANG AYAH DION
75 EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76 Mengetahui semuanya
77 HILYA DAN DISA
78 KEGUGURAN
79 MENEMUKAN HILYA
80 MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81 MEREKAM
82 KEMBALINYA HILYA
83 RIFI DAN FIA
84 HUTAN
85 PULANGNYA FIA DAN RIFI
86 DUA BERITA MENGEJUTKAN
87 FIA
88 #KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89 KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90 KEMBALI KE KAMPUS
91 PINGSAN
92 KHAWATIR
93 FAKTA BARU LAGI
94 MENJALANKAN RENCANA
95 HAMPIR
96 FAKTA
97 FIA DAN RIFI JADIAN
98 KUCING DAN TIKUS
99 MENGETAHUI FAKTA
100 MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101 KESEDIHAN HILYA
102 KANTOR POLISI
103 BERTEMU Di KANTOR POLISI
104 END
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. DIA YANG SELALU ADA
2
2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3
3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4
4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5
5. KECEWA
6
6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7
7. DIKHIANATI
8
8. KEPUTUSAN HILYA
9
9. PINDAHNYA HILYA
10
10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11
11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12
12. KATING RESEK
13
13. MENDADAK PACARAN
14
14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15
KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16
SIKAP EGOIS DISA
17
SUKA NGERJAIN
18
DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19
LUKA HILYA
20
CAMPING
21
DITUDUH
22
KETAHUAN PERBUATAN DISA
23
HILYA DAN ZIDAN
24
KEJAHATAN DISA LAGI
25
ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26
PENYESALAN DISA
27
GENGSIAN
28
JEMPUT
29
SIFAT ZIDAN
30
JULIAN
31
H 1 DI KAMPUS
32
MASIH SAHABAT
33
MEMBANTU DISA
34
SAHABATAN LAGI
35
RENCANA ADOPSI JULIAN
36
MENGADOPSI JULIAN
37
MOOD
38
KEMARAHAN ALAN
39
ZIDAN VS ABIAN
40
KESEDIHAN SYIFA
41
MASALAH DISA
42
MENYAKITI
43
BUNDA
44
AYAH KANDUNG HILYA
45
UNEK-UNEK HILYA
46
ZIDAN HILYA
47
ZIDAN & ALAN
48
AKAN MELINDUNGI
49
BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50
KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51
ZIDAN SI POSESIF BOY
52
MENCARI PELAKUNYA
53
HILYA VS TAMARA
54
FAJAR MARAH
55
MASALAH BARU
56
KEKECEWAAN HILYA LAGI
57
DISA
58
MEMPERCAYAI DISA
59
MENJODOHKAN
60
AMARAH ZIDAN
61
KEKACAUAN ZIDAN
62
INFO
63
TERSEBAR
64
ZIDAN TERLUKA
65
BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66
SADARNYA NANDO
67
MAMA SARAH
68
MENCARI TITIK TERANG
69
FIA SAMPAI SYOK
70
FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71
KECURIGAAN
72
FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73
KEKELUARGAAN
74
KASIH SAYANG AYAH DION
75
EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76
Mengetahui semuanya
77
HILYA DAN DISA
78
KEGUGURAN
79
MENEMUKAN HILYA
80
MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81
MEREKAM
82
KEMBALINYA HILYA
83
RIFI DAN FIA
84
HUTAN
85
PULANGNYA FIA DAN RIFI
86
DUA BERITA MENGEJUTKAN
87
FIA
88
#KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89
KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90
KEMBALI KE KAMPUS
91
PINGSAN
92
KHAWATIR
93
FAKTA BARU LAGI
94
MENJALANKAN RENCANA
95
HAMPIR
96
FAKTA
97
FIA DAN RIFI JADIAN
98
KUCING DAN TIKUS
99
MENGETAHUI FAKTA
100
MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101
KESEDIHAN HILYA
102
KANTOR POLISI
103
BERTEMU Di KANTOR POLISI
104
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!