"awas hati-hati, angkat dikit kaki kamu" ucap Abian
"gini?" tanya Hilya yang mengangkat sedikit kakinya.
"iya Hati-hati" ucap Abian
"kamu duduk di sini" ucap Abian lagi
"sekarang aku buka kainnya, kamu buka matanya oke" ucap Abian dan di anggukin oleh Hilya
Hilya membuka matanya dan melihat suasana di sekitarnya. Dia sangat terkejut saat melihat tempat yang begitu indah.
"kamu suka?" tanya Abian
"suka banget, ini kamu yang buat?" tanya Hilya yang tersenyum haru
"iya, tapi di bantuin sama orang-orang juga sih hehe" ucap Abian sambil tertawa kecil
Hilya menikmati setiap pemandangan dengan tersenyum manis
"aku senang kalau kamu suka sama tempat ini" ucap Abian dan di balas senyuman oleh Hilya
"sekarang kamu tutup mata lagi" ucap Abian
"lagi?" tanya Hilya dan di anggukin oleh Abian
"oke" ucap Hilya yang menutup mata dengan kedua tangannya.
Abian tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan kemudian berlutut di depan Hilya yang duduk di kursi. Abian pun mengeluarkan bunga.
"buka mata kamu" ucap Abian yang berlutut dan menyodorkan bunga kearah Hilya
Hilya kembali di kejutkan dengan perlakuan Abian dia sangat senang.
"kamu mau gak jadi pacar aku, aku janji akan selalu ada buat kamu, jagain kamu bakal buat kamu selalu tersenyum" ucap Abian yang berlutut di depan Hilya dan membuat Hilya terkejut dan senang
"aku ma..." ucap Hilya yang ingin mengambil bunganya namun Abian langsung berdiri dan membuat Hilya kebingungan.
"gimana udah cocok belum aku nyatain perasaan aku sama Disa" ucap Abian yang kembali duduk du kursinya.
"ma...maksudnya?" tanya Hilya
"aku mau nembak Disa di sini, jadi aku ajak kamu ke sini buat lihat tempat yang aku siapin buat hari spesial aku dan Disa. aku bakal nembak Disa di waktu yang tepat nanti" jelas Abian sambil tersenyum
creeessss seolah darah Hilya berhenti seketika dan hatinya seolah-olah teriris oleh pisau yang sangat tajam. pada saat ini Hilya ingin mengeluarkan air matanya namun Hilya sekuat tenaga menahannya.
"btw makasih ya Hilya kamu udah mau nemenin aku ke sini" ucap Abian
"Kira-kira tempat ini bagus gak buat aku nyatain perasaan aku sama Disa?" tanya Abian lagi
"eumm bagus kok" ucap Hilya sambil sedikit tersenyum.
Hilya pun melihat kearah pantai, ingin rasa ia segera menjauh dari Abian untuk mengeluarkan air matanya yang sudah memaksa untuk keluar dari tadi.
"oh ya Hilya aku boleh minta tolong lagi gak sama kamu" tanya Abian
"apa" ucap Hilya
"nanti waktu udah masuk sekolah kamu tolong kasih ini ya buat Disa" ucap Abian sambil memberikan satu kotak kecil pada Hilya.
Hilya hanya diam menatap Abian.
"please...." ucap Abian yang memohon sambil tersenyum.
"iya"sahut Hilya sambil tersenyum dan mengangguk kecil.
"oh ya kita balik yuk" ajak Hilya yang tak sanggup lagi berada di tempat itu
"ya udah ayok" ucap Abian
mereka pun kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang, sepanjang perjalanan pulang Abian terus membicarakan tentang Disa pada Hilya. Namun di belakang Hilya hanya terdiam dan menahan sakit hatinya.
mereka pun hampir sampai di rumah Hilya, dan Hilya pun menghentikan Abian di dekat rumahnya.
"Bian berhenti" ucap Hilya
"loh kenapa?" tanya Abian
"aku turun di sini aja" ucap Hilya
"hah, di sini, itu udah dekat ayo aku antar aja" ucap Abian
"justru udah dekat makanya aku turun di sini saja, ini udah malam gak enak kalau ada yang lihat aku dan kamu jalan dari pagi baru pulang malam gini" ucap Hilya yang beralasan
"aelah Hil baru juga jam 19.45" ucap Abian
"udah gak apa-apa aku di sini aja " ucap Hilya yang berusaha tersenyum
"ya udah deh, aku duluan ya" ucap Abian dan pergi.
saat melihat Abian yang sudah pergi Hilya langsung pulang ke rumahnya yang memang sudah dekat. saat berjalan menuju ke rumahnya Hilya tak lagi bisa menahan air matanya. air mata Hilya terus mengalir di pipi Hilya.
"eh neng sudah pulang" ucap Bik Murni yang membukakan pintu untuk Hilya.
greepppp Hilya langsung memeluk Bik Murni dan menangis dalam pelukan bik Murni.
"neng kenapa?" tanya Bik Murni yang khawatir
"Hilya sayang kamu kenapa" tanya Lola yang sudah sampai di rumah Hilya
"tante" panggil Hilya dengan suara serak dan memeluk Lola
"kamu kenapa sayang?, tante sama om ke sini mau jengukin kamu" tanya Lola dengan panik
"ayah kamu ngebentak kamu lagi?" tanya Lola pada sang keponakan yang terus menangis di pelukannya.
"bik tolong ambilkan air untuk Hilya sekarang" ucap Dion suaminya Lola
"baik Mas Dion" ucap bibi dan langsung ke dapur.
"La, bawa Hilya duduk dulu" ucap Dion
"ayok sayang ayok, duduk dulu" ucap Lola yang terus merangkul keponakannya.
"ini mbak, beri minum dulu untuk neng Hilya" ucap Bik Murni yang menyerahkan segelas air
"ini kamu minum dulu" ucap Lola pada sang keponakan.
"kamu kenapa?, ayah kamu memarahi kamu lagi?" tanya tante Lola lagi
"engga kok tante" jawab Hilya dengan suara serak habis menangis
"terus kamu kenapa menangis?" tanya Lola lagi
"Hilya cuma pengen nangis aja kok tan" sahut Hilya
"oh tante, om, bik, Hilya mau ke kamar dulu ya, Hilya mau Istirahat" ucap Hilya dan pergi menuju ke kamarnya.
"kasian neng Hilya" ucap Bik Murni
"tega-teganya mas Irwanto nikah lagi tanpa memikirkan keadaan anaknya" ucap Lola yang marah
"biarkan dulu Hilya tenang, besok baru kita tanyakan padanya, kenapa dia menangis seperti tadi" ucap Dion
"sebenarnya saya sudah berapa kali memergoki neng Hilya yang menangis seperti tadi sendirian, saya kasian mbak, mas sama neng Hilya" ucap Bik Murni
"kalau begitu saya akan tetap di sini beberapa hari untuk memenangkan Hilya" ucap Lola dan di anggukin oleh suaminya dan bik Murni.
sudah enam hari tante Lola dan om Dion menginap di rumah Hilya, dia terus murung dan tak banyak bicara.
"Hilya, tante sama om mau balik ke Semarang dulu ya sayang, nanti kalau ada waktu tante dan om bakal ke sini lagi" ucap Lola pada Hilya.
"iya tante" jawab Hilya singkat
"kamu mau tinggal bersama om dan tante aja gak" tanya Dion
"Hilya mau di sini aja om" ucap Hilya
"ya sudah kalau itu keputusan kamu, nanti kalau kamu butuh om dan tante jangan sungkan ya sayang" ucap Dion
"iya om" jawab Hilya sambil tersenyum
"tante pamit dulu ya sayang" ucap Lola yang berat meninggalkan Hilya
"bik tolong jagain Hilya ya" ucap Lola
"iya mbak" sahut bik Murni
"kalau ada masalah langsung kabarin kami ya" ucap Dion.
tante Lola dan om Dion pun sudah pergi.
"bik tolong siapkan baju sekolah Hilya ya, besok Hilya sudah mulai masuk sekolah" ucap Hilya dan pergi ke kamar
Hilya masuk ke kamarnya dan melihat kembali kotak kecil yang di titipkan oleh Abian untuk Disa. Hilya menarik nafasnya dengan berat dan kemudian merebahkan tubuhnya di kasur.
keesokan harinya Hilya yang sudah rapi dengan pakaian sekolah sedang sarapan bersama Bik Murni.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
lily
kalo suka ya pedekatenya sama yg disuka to masa sama temene kalo cuma pngen tau doang ya jangan baperin dong hih sebel kalo ada cwo kaya abian
2024-01-31
0
Becky D'lafonte
ampun cowok gk ada perasaan bgy, pengen nonjok
2023-10-14
0