Bik Murni pun membereskan kembali meja makan, dan setelah itu bik murni berencana untuk menelpon adik almarhumah nyonya nya yaitu tante Lola.
di kamar Hilya kembali menangis mengingat bentakan dari sang ayah, karena jujur saja ini pertama kali ia mendapatkan bentakan dari sang ayah.
"Hilya kangen bunda hikssss... hiksss" ucap Hilya yang menangis pelan
"ayah sekarang udah berubah bunda, ayah gak sayang lagi sama Hilya" ucap Hilya dalam tangisnya.
Hilya kemudian mengambil buku diary nya dia menuliskan suasana hatinya di dalam buku tersebut.
...* *hari ini, dimana hari pertama aku selesai melakukan ujian kenaikan kelas. biasanya setelah ujian, aku, bunda dan ayah akan pergi berlibur, tapi sekarang semenjak tidak ada bunda jangankan libur bersama ayah, mengucapkan kata selamat saja tidak ada lagi. bunda Hilya rindu bunda, Hilya belum bisa mengantikan posisi bunda dengan orang lain bunda. bunda tau, hari ini hari pertama aku mendapatkan bentakan dari ayah. Hilya tidak mau ayah menikah lagi bunda.......
...Hilya kangen bunda* *...
setelah menuliskan semua isi hatinya di buku diary, Hilya melihat kearah Jam di kamarnya dan kemudian dia teringat akan janjinya dengan Abian. Hilya menghapus air matanya, menyimpan buku diary nya dan mulai bersiap-siap untuk pergi.
setelah Hilya siap dia pun kembali turun kebawah, dia sudah sangat berusaha menutupi mata sebabnya supaya Abian tidak tau kalau dia habis menangis.
"neng baru aja bibi mau nyamperin neng ke kamar" ucap Bik Murni
"ada apa bik" tanya Hilya
"itu di luar ada teman yang nyariin neng" ucap Bik Murni
"cowok ya?" tanya Hilya
"iya neng cowok, mana kasep pisah lagi" ucap Bik Murni yang membuat Hilya tersenyum
"bibi ada-ada aja, Hilya berangkat dulu ya bik" ucap Hilya yang tersenyum dan berpamitan pada bik Murni.
"ya ampun neng Hilya,, neng tu kalau tersenyum meni geulis pisan, semoga senyuman itu selalu melekat di wajahnya neng Hilya" ucap bik Murni yang melihat kepergian Hilya.
"udah lama ya" tanya Hilya yang baru keluar
"engga kok, baru aja" jawab Abian sambil tersenyum
"btw kamu cantik banget hari ini" ucap Abian yang memuji Hilya
"kamu bisa aja" jawab Hilya yang malu
"ya udah yuk berangkat sekarang" ucap Abian yang menyerahkan helm ke Hilya
"ayok" sahut Hilya yang memakai Helm nya.
Hilya pun naik ke motor Abian.
"pegangan ya" ucap Abian
"I..iya" jawab Hilya yang gugup dan kemudian mengambil bagian di pundaknya
"kalau naik motor pegangannya di sini, jangan sampai nanti kamu jatuh Hilya" ucap Abian yang menarik kedua tangan Hilya untuk memeluk pinggang nya.
Hilya yang mendapatkan perlakuan tadi mereka degdegan.
("makasih ya Bian kamu udah mau menjadi sumber senyumku sekarang. di saat ayah selalu membuat aku sedih, kamu selalu datang untuk membuat ku kembali tersenyum "batin Hilya)
mereka pun berangkat menuju ke suatu tempat yang ingin Abian tunjukkan pada Hilya.
sedangkan di rumah bik Murni menelpon mbak Lola.
" assalamu'alaikum bak Lola "ucap bik murni di ponselnya
(" Wa'alaikum salam bik, gimana kabar Hilya?"tanya Lola)
"itu mbak, Bapak mau nikah lagi" ucap bim Murni
("apa?, menikah lagi?, secepat ini"ucap Lola yang kaget)
"iya mbak, makanya neng Hilya marah dengan bapak, apalagi tadi bapak terus memaksa neng Hilya buat ke Jakarta, sampai-sampai neng Hilya di bentak mbak" ucap Bik Murni
("di bentak, ya Tuhan ada apa dengan mas Irwanto"ucap Lola yang terkejut)
"bahkan waktu ibu meninggal setelah sorenya mbak Lola pamit pulang ke Semarang, malamnya bapak juga berpamitan pada neng Hilya buat balik ke Jakarta" jelas Bik Murni
("keterlaluan mas Irwanto, dia meninggalkan anaknya sendiri dalam masa berduka, di mana letak hatinya sekarang "ucap Lola yang emosi)
(" sekarang Hilya mana bik?"tanya Lola yang mengkhawatirkan keponakannya tersenyum)
"neng Hilya sudah pergi dengan temannya, mungkin untuk menenangkan pikirannya" ucap bik Murni
("ya sudah bik, sekarang saya akan segera ke Bandung "ucap Lola)
"baik mbak" ucap bik Murni.
bik murni pun merasa lega karena kedatangan tante Lola nanti.
di motor, Hilya menikmati perjalanan yang ia lakukan bersama Abian, mereka juga ngobrol banyak hal di motor.
"kita berhenti di cafe itu dulu ya" ucap Abian
"iya terserah sama kamu aja" jawab Hilya.
Abian pun berhenti di salah satu cafe.
"kita duduk di sini aja ya"ucap Abian
"boleh, di sini juga bagus pemandangannya" ucap Hilya sambil duduk.
"kamu mau pasan apa?" tanya Abian
"aku mau coklat cheesecake sama minumnya coklat dingin" ucap Hilya sambil tersenyum
"oke aku pesan dulu ya" ucap Abian dan pergi
Hilya terduduk sendirian dia kembali melamun mengingat kejadian tadi pagi, di tambah lagi ayahnya akan menikah besok.
Hilya memandangi setiap pemandangan yang di sekitar, dia juga berpikir dulu dia akan pergi jalan-jalan atau libur dengan bunda dan ayahnya, tapi sekarang dia pergi dengan Abian.
"hey lama ya" ucap Abian yang mengejutkan Hilya
"eh engga kok" ucap Hilya yang terkejut
"kamu kenapa, kok terkejut gitu, habis ngelamun ya" ucap Abian
"engga kok" jawab Hilya
"btw kita mau ke mana sih?" tanya Hilya
"ada deh, nanti kamu lihat aja sendiri" ucap Abian tersenyum
pesanan mereka pun sampai.
"kamu pesan nasi?" tanya Hilya
"iya aku leper, soalnya belum makan tadi hehe" ucap Abian sambil tertawa kecil
"ya ampun Bian kenapa kamu belum makan" tanya Hilya
"soalnya aku pengen cepat ketemu sama kamu" ucap Abian yang membuat Hilya salah tingkah
"ada-ada aja ih" ucap Hilya.
"hahahha" tawa Abian yang melihat tingkah Hilya
"btw kamu suka coklat?" tanya Abian sambil makan
"iya, aku suka banget sama coklat" ucap Hilya sambil memakan Coklat Cheesecake nya
"kenapa kamu suka banget coklat?" tanya Abian
"menurut aku coklat itu gak cuma manis doang, tapi bisa balikin mood seseorang yang hancur jadi baik kembali. makanya aku suka coklat karena aku mau mood aku tuh baik terus" ucap Hilya
"pantesan kamu manis kaya coklat" ucap Abian
"ihhh aneh deh" ucap Hilya
setelah selesai makan mereka berdua pun melanjutkan kembali perjalanannya. Hilya sangat menikmati perjalanannya dengan Abian. dia tertawa bahkan sesekali melepaskan kedua tangannya untuk menikmati angin dan juga suasana di perjalanan. Hilya juga sedikit demi sedikit sudah melupakan tentang kejadian tadi pagi.
setelah perjalanan yang panjang mereka pun sampai di pantai.
"pantai?" tanya Hilya yang turun dari motor
"iya indahkan?" tanya Abian lagi
"iya bagus benget pemandangannya" ucap Hilya takjub
"ayo kesini" ucap Abian yang kemudian menarik tangga Hilya.
"oh ya aku mau tutup mata kamu dulu" ucap Abian yang menutup mata Hilya dengan kain
"hah ngapain" ucap Hilya yang kebingungan
"udah percaya aja sama aku" ucap Abian
"kamu gak ada niat mau jahatin aku kan" ucap Hilya yang ketakutan saat matanya di tutup
"engga lah, kamu percaya aja sama aku" ucap Abian lagi
Abian menuntun jalan Hilya sampai ke pinggir pantai yang tempatnya sudah di dekor dengan indah.
(Ilustrasinya begini)
"awas hati-hati, angkat dikit kaki kamu" ucap Abian
"gini?" tanya Hilya yang mengangkat sedikit kakinya.
"iya Hati-hati" ucap Abian
"kamu duduk di sini" ucap Abian lagi
"sekarang aku buka kainnya, kamu buka matanya oke" ucap Abian dan di anggukin oleh Hilya.
****************
****************
****************
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
lily
cwe kalo digituin ya pasti baper atuhhh
2024-01-31
0