2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI

"oh ya besok kan libur, kamu ikut aku ya" ucap Abian

"kemana" tanya Hilya

"udah pokoknya besok aku jemput ya" ucap Abian

"tapi.." ucap Hilya namun langsung di sela oleh Abian

"ah gak ada tapi-tapian, pokoknya besok aku jemput jam 9 pagi oke" ucap Abian sambil tersenyum dan kemudian pergi.

saat Abian sudah pergi, Hilya yang duduk sendiri di taman di kejutkan oleh keempat sahabatnya Kia, Disa, Syifa, dan Fia.

"cieeeeee" ucap Kia, Syifa, dan Fia barengan sedangkan Disa hanya tersenyum tipis

"habis ngapain tadi berdua" ucap Syifa

"ih apaan sih" sahut Hilya yang salah tingkah

"hahahhaaha" tawa Kia, Syifa, dan Fia barengan

"yu masuk kelas yu" ucap Hilya yang mencoba mengalihkan pembicaraan

"ngomong apaan tadi dia" tanya Fia

"iya-iya tadi dia ngomong apa?" tanya Kia lagi

"ihh kalian gak boleh kepo" ucap Hilya yang berlari ke kelas

"ih Hilya tungguin aku" teriak Syifa.

Hilya, Kia, Disa, Syifa, dan Fia pun masuk ke kelas masing-masing. setelah mengikuti ujian terakhir, bel pulang pun berbunyi, dan merekapun pulang ke rumah masing-masing.

"eh neng sudah pulang" ucap bik Murni

"iya bik" jawab Hilya sambil tersenyum senang

"ya ampun neng, sumringah banget tuh wajah" ucap bik Murni yang sedang menggoda Hilya.

"apaan sih bik, biasa aja kali" ucap Hilya lagi

"Hilya masuk ke kamar dulu ya bik" ucap Hilya sopan

"Iya neng" sahut bik Murni.

malam pun tiba, Hilya makan malam bersama bik Murni.

"Neng tadi bapak telpon, katanya neng di suruh pindah ke Jakarta besok" ucap bik Murni

"Hilya gak mau bik, Hilya gak mau melihat ayah menikah dengan orang lain dan mengantikan posisi bunda" ucap Hilya yang sedang makan dengan raut wajah yang mulai sedih.

bik Murni yang mendengar ucapan Hilya juga ikut sedih karena bik Murni tau betul perasaan dan sifat Hilya apalagi bik Murni sudah merawat Hilya dari kecil.

"neng yang sabar ya" ucap Bik Murni yang menggenggam tangan Hilya

"bik kalau ayah telpon lagi, tolong bilang kalau ayah mau menikah maka menikahlah dan tidak perlu menunggu atau mengharapkan kedatangan Hilya" ucap Hilya yang kemudian pergi.

"eh neng, makanannya belum di habisin" ucap bik Murni dengan tau wajah sedih.

"Hilya sudah kenyang bik" ucap Hilya yang pergi masuk ke kamarnya.

di kamar Hilya kembali menangis mengingat bundanya.

"bunda Hilya kangen sama bunda, Hilya tidak bisa terima jika ayah mengantikan posisi bunda dengan wanita lain" ucap Hilya yang memeluk foto bundanya dan mengeluarkan air matanya.

saat Hilya sedang merindukan bundanya, ponsel dia pun berbunyi yang ternyata Abian yang melakukan panggilan video dengan Hilya.

Hilya langsung menghapus air matanya dan menerima panggilan tersebut.

"hai Hilya" sapa Abian di seberang sana

"Hai" sahut Hilya

"kamu kenapa?, kok mata kamu sembab, habis nangis ya" tanya Abian yang melihat mata Hilya

"engga kok, aku gak apa-apa" elak Hilya

"oh ya btw kenapa nelpon?" tanya Hilya lagi

"emang gak boleh kalau aku telpon kamu" tanya Abian

"ya boleh-boleh aja sih" ucap Hilya yang kemudian melihat ada seseorang yang iya kenal bersama Abian.

"eh, bentar kamu lagi sama Disa?" tanya Hilya

"iya nih, aku lagi sama Disa, tadi kebetulan ketemu pas akau ke cafe juga" ucap Abian

"Hilya" panggil Disa

"Hey, kamu ngapain ke Cafe malam-malam" tanya Hilya

"bosan aja di rumah, kamu taukan di rumah aku gimana" ucap Disa

"kenapa gak ke rumah aku aja" tanya Hilya

"Gak enak aja gangguin kamu terus" ucap Disa yang emang sudah sering ke rumah Hilya

"eh beneran deh kata Abian mata kamu sembab, habis nangis?" tanya Disa

"engga kok" elak Hilya

"oh ya udahan dulu ya, aku mau tidur" ucap Hilya

"iya, tidur nyenyak ya" ucap Disa

"eh Hilya besok jangan lupa ya" ucap Abian cepat sebelum Hilya mematikan panggilannya

"iya" ucap Hilya sambil tersenyum dan mematikan ponselnya

"Kira-kira Abian besok mau ajak aku ke mana ya" ucap Hilya yang ngomong sendiri

"semenjak bunda gak ada cuma Abian dan keempat sahabat ku yang bisa membuat aku kembali tersenyum" ucap Hilya

"mending aku tidur aja deh" ucap Hilya lagi dan tidur.

keesokan harinya setelah sholat subuh Hilya duduk di kasurnya sejenak, kemudian dia melepaskan mukenanya dan membereskan tempat tidurnya.setelah membereskan tempat tidurnya, Hilya menatap ponselnya yang ternyata sudah ada panggilan tak terjawab sebanyak 37 kali.

"sudah sebanyak 37 kali ayah menelpon ku" ucap Hilya sambil melihat ponselnya.

Hilya pun menghiraukannya, dia mengambil ponselnya dan turun ke bawah untuk melihat bik Murni yang memasak.

"pagi bik" sapa Hilya yang duduk di kursi

"pagi neng" sahut bik Murni yang sedang memasak

"nasi goreng ya bik" ucap Hilya

"iya neng" sahut Bik Murni

"wah Hilya gak sabar pengen makan" ucap Hilya

tiba-tiba ponsel Hilya kembali berbunyi.

dengan menarik nafas panjang saat melihat ternyata ayahnya yang kembali menelpon. Hilya pun menerima panggilan dari ayahnya.

"ada apa lagi yah?" tanya Hilya

("kenapa kamu begitu keras kepala Hilya, ayah sudah menyuruh mu untuk datang, besok pernikahan ayah Hilya, bagaimana bisa kamu tidak datang"ucap Irwanto dengan nada yang marah dan membuat Hilya kembali menitikkan air mata)

"Hilya akan tetap di sini yah, ayah jika mau menikah maka menikahlah" jawab Hilya

bik Murni yang melihat Hilya sudah mengeluarkan air mata langsung menghampiri Hilya dan mengusap kepalanya.

("kenapa kamu membantah ayah sekarang hah, ayah meminta mu untuk tinggal dengan ayah dan ibu baru kamu nanti, kamu bisa bersekolah di sini" bentak Irwanto)

("kamu jangan kurang ajar sama ayah, kalau kamu masih keras kepala, jangan harap ayah bakal kirim uang lagi ke kamu"sambung Irwanto)

("kalau kamu emang gak mau datang terserah, ayah tetap akan menikah tanpa kehadiran mu pun ayah akan tetap melakukan pernikahan besok"ucap Irwanto lagi dan mematikan ponselnya)

Mendengar ayahnya yang membentaknya Hilya sangat sedih, dia menangis di dalam pelukan Bik Murni.

"neng Hilya yang sabar ya neng" ucap Bik Murni yang terus mengusap kepala Hilya

"Bibi yakin neng Hilya anak yang tangguh, anak yang kuat" ucap Bik murni lagi

"sekarang kita sarapan aja, jangan ingat-ingat masalah tadi lagi" ucap bik Murni yang menaruh makanan untuk Hilya.

"makasih bik" ucap Hilya sendu

"Sama-sama neng, mari makan" ucap Bik Murni

("ya Tuhan malang bener nasib neng Hilya, tolong ya Allah kuatkan lah gadis kecil ini untuk menanggung beban ini"batin bik Murni yang melihat kearah Hilya)

"bik, Hilya mau siap-siap dulu ya, nanti teman Hilya jemput" ucap Hilya yang menaruh sendoknya di atas piring

"tapi neng abisin dulu makanannya" ucap Bik Murni

"Hilya sudah kenyang bik" ucap Hilya

"kenyang gimana, semalam neng Hilya makannya juga gak habis" ucap Bik Murni yang khawatir

"Hilya udah kenyang kok bik, beneran deh. Hilya ke kamar dulu ya" ucap Hilya dan pergi

"ya ampun neng, neng teh bisa sakit kalau begini terus. apa aku telpon adiknya nyonya saja ya buat ngasih tau masalah ini" ucap Bik Murni yang melihat kepergian Hilya.

Bik Murni pun membereskan kembali meja makan, dan setelah itu bik murni berencana untuk menelpon adik almarhumah nyonya nya yaitu tante Lola.

di kamar Hilya.....

...****************...

...****************...

...****************...

Hai guys dukung terus author ya

jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.

maaf jika ada kata-kata yang typo

byebye....

...----------------...

...----------------...

Terpopuler

Comments

lily

lily

masih ku pantau haha

2024-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 1. DIA YANG SELALU ADA
2 2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3 3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4 4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5 5. KECEWA
6 6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7 7. DIKHIANATI
8 8. KEPUTUSAN HILYA
9 9. PINDAHNYA HILYA
10 10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11 11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12 12. KATING RESEK
13 13. MENDADAK PACARAN
14 14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15 KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16 SIKAP EGOIS DISA
17 SUKA NGERJAIN
18 DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19 LUKA HILYA
20 CAMPING
21 DITUDUH
22 KETAHUAN PERBUATAN DISA
23 HILYA DAN ZIDAN
24 KEJAHATAN DISA LAGI
25 ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26 PENYESALAN DISA
27 GENGSIAN
28 JEMPUT
29 SIFAT ZIDAN
30 JULIAN
31 H 1 DI KAMPUS
32 MASIH SAHABAT
33 MEMBANTU DISA
34 SAHABATAN LAGI
35 RENCANA ADOPSI JULIAN
36 MENGADOPSI JULIAN
37 MOOD
38 KEMARAHAN ALAN
39 ZIDAN VS ABIAN
40 KESEDIHAN SYIFA
41 MASALAH DISA
42 MENYAKITI
43 BUNDA
44 AYAH KANDUNG HILYA
45 UNEK-UNEK HILYA
46 ZIDAN HILYA
47 ZIDAN & ALAN
48 AKAN MELINDUNGI
49 BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50 KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51 ZIDAN SI POSESIF BOY
52 MENCARI PELAKUNYA
53 HILYA VS TAMARA
54 FAJAR MARAH
55 MASALAH BARU
56 KEKECEWAAN HILYA LAGI
57 DISA
58 MEMPERCAYAI DISA
59 MENJODOHKAN
60 AMARAH ZIDAN
61 KEKACAUAN ZIDAN
62 INFO
63 TERSEBAR
64 ZIDAN TERLUKA
65 BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66 SADARNYA NANDO
67 MAMA SARAH
68 MENCARI TITIK TERANG
69 FIA SAMPAI SYOK
70 FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71 KECURIGAAN
72 FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73 KEKELUARGAAN
74 KASIH SAYANG AYAH DION
75 EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76 Mengetahui semuanya
77 HILYA DAN DISA
78 KEGUGURAN
79 MENEMUKAN HILYA
80 MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81 MEREKAM
82 KEMBALINYA HILYA
83 RIFI DAN FIA
84 HUTAN
85 PULANGNYA FIA DAN RIFI
86 DUA BERITA MENGEJUTKAN
87 FIA
88 #KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89 KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90 KEMBALI KE KAMPUS
91 PINGSAN
92 KHAWATIR
93 FAKTA BARU LAGI
94 MENJALANKAN RENCANA
95 HAMPIR
96 FAKTA
97 FIA DAN RIFI JADIAN
98 KUCING DAN TIKUS
99 MENGETAHUI FAKTA
100 MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101 KESEDIHAN HILYA
102 KANTOR POLISI
103 BERTEMU Di KANTOR POLISI
104 END
Episodes

Updated 104 Episodes

1
1. DIA YANG SELALU ADA
2
2. BEBAN YANG HARUS DIHADAPI
3
3. SUMBER KEBAHAGIAAN HILYA
4
4. SUMBER KECEWA BUKAN SUMBER BAHAGIA
5
5. KECEWA
6
6. ABIAN DAN DISA JADIAN
7
7. DIKHIANATI
8
8. KEPUTUSAN HILYA
9
9. PINDAHNYA HILYA
10
10. WAKTU YANG CEPAT BERLALU
11
11. KASIH SAYANG BUNDA LOLA DAN AYAH DION / HARI PERTAMA DI KAMPUS
12
12. KATING RESEK
13
13. MENDADAK PACARAN
14
14. MAKAN MALAM DAN PERJODOHAN
15
KELINCI CEMPRENG DAN SINGA RESEK
16
SIKAP EGOIS DISA
17
SUKA NGERJAIN
18
DIKERJAIN ZIDAN DAN KESEDIHAN YANG KEMBALI TERINGAT
19
LUKA HILYA
20
CAMPING
21
DITUDUH
22
KETAHUAN PERBUATAN DISA
23
HILYA DAN ZIDAN
24
KEJAHATAN DISA LAGI
25
ABIAN PENYEBAB SEMUANYA
26
PENYESALAN DISA
27
GENGSIAN
28
JEMPUT
29
SIFAT ZIDAN
30
JULIAN
31
H 1 DI KAMPUS
32
MASIH SAHABAT
33
MEMBANTU DISA
34
SAHABATAN LAGI
35
RENCANA ADOPSI JULIAN
36
MENGADOPSI JULIAN
37
MOOD
38
KEMARAHAN ALAN
39
ZIDAN VS ABIAN
40
KESEDIHAN SYIFA
41
MASALAH DISA
42
MENYAKITI
43
BUNDA
44
AYAH KANDUNG HILYA
45
UNEK-UNEK HILYA
46
ZIDAN HILYA
47
ZIDAN & ALAN
48
AKAN MELINDUNGI
49
BARBEQUE-AN YANG GAGAL
50
KONDISI NANDO DAN AMARAH ZIDAN
51
ZIDAN SI POSESIF BOY
52
MENCARI PELAKUNYA
53
HILYA VS TAMARA
54
FAJAR MARAH
55
MASALAH BARU
56
KEKECEWAAN HILYA LAGI
57
DISA
58
MEMPERCAYAI DISA
59
MENJODOHKAN
60
AMARAH ZIDAN
61
KEKACAUAN ZIDAN
62
INFO
63
TERSEBAR
64
ZIDAN TERLUKA
65
BERKUMPULNYA 5 KELUARGA KOMPAK
66
SADARNYA NANDO
67
MAMA SARAH
68
MENCARI TITIK TERANG
69
FIA SAMPAI SYOK
70
FIA MENGUNGKAP SEMUANYA
71
KECURIGAAN
72
FAKTA TENTANG KELUARGA HILYA
73
KEKELUARGAAN
74
KASIH SAYANG AYAH DION
75
EMOSI PAPA NIKO DAN PENGAKUAN IRWANTO
76
Mengetahui semuanya
77
HILYA DAN DISA
78
KEGUGURAN
79
MENEMUKAN HILYA
80
MENGIKUTI ABIAN DAN TAMARA
81
MEREKAM
82
KEMBALINYA HILYA
83
RIFI DAN FIA
84
HUTAN
85
PULANGNYA FIA DAN RIFI
86
DUA BERITA MENGEJUTKAN
87
FIA
88
#KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat
89
KIA DAN WAKTU YANG BERLALU
90
KEMBALI KE KAMPUS
91
PINGSAN
92
KHAWATIR
93
FAKTA BARU LAGI
94
MENJALANKAN RENCANA
95
HAMPIR
96
FAKTA
97
FIA DAN RIFI JADIAN
98
KUCING DAN TIKUS
99
MENGETAHUI FAKTA
100
MENGIRIS PERGELANGAN TANGANNYA
101
KESEDIHAN HILYA
102
KANTOR POLISI
103
BERTEMU Di KANTOR POLISI
104
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!