"Oh begitu?hati-hati loh Lun. Jangan biarkan suami kamu dekat-dekat dengan perempuan lain, takutnya ada setan lewat. Sekarang kan banyak tuh cerita tentang pelakor." ucap Mbak Rina mampu menyentil perasaan luna. Karena itulah yang terjadi dalam rumah tangga luna sekarang.
"Mbak kami permisi dulu, ya." pamit Luna mengalihkan pembicaraan tanpa menanggapi ucapannya.
Luna menggandeng tangan mungil Khairul dan berjalan pulang.
***
Luna menidurkan Khairul di kamarnya. Seperti biasa dongeng pengantar tidur mampu membuatnya cepat terlelap.
Luna tarik selimut dan menutupinya hingga setinggi dada. Wajah polosnya yang selalu menguatkan Luna. Ia mengecup kening bocah enam tahun itu. Dan membaringkan tubuhnya di sampingnya ranjang yang tak cukup besar itu. Tapi masih mampu menampung tubuh mereka berdua meski tak bisa banyak bergerak.
"Lun...., Mas mau berbicara sama kamu." suara mengetuk pintu kamar Khairul. Pasti masalah niatnya menikah. Itu membuat Luna malas untuk menemuinya.
"Ada apa sih Mas? Luna keluar dari kamar dengan kesal
"Duduk Lun, kita perlu bicara.
"Bicara apa lagi sih Mas? kamu pilih aku atau dia?" ucap Luna dengan sedikit nada tinggi.
"Luna! Aku mencintai Vanessa, tapi aku tak mau melepaskanmu. Aku tak bisa jauh dari Khairul." ucapnya lirih. Namun, Masih jelas terdengar.
"Enak sekali mau kamu Mas. Aku nggak bisa. kalau kamu memilih dia, lepaskan aku." ucap Luna dengan nada parau, tak terasa luruh air bening menetes di wajah nya.
"Apa kurangnya Aku selama ini mas? tega kau menduakan aku." tambah Luna lagi dengan tatapan sendu
"Luna, aku janji akan bersikap adil dan kalian takkan tinggal satu atap. Kamu tetap di sini dan Vanessa tetap di rumahnya, toh juga rencananya aku dan Vanessa hanya akan menikah siri.
Bram nampaknya sama sekali tidak menggubris ucapan Luna. Ia tetap Kekeh pada pendiriannya. Ia ingin beristri dua mau secara sirih atau secara sah di mata agama dan negara. Bagi Luna itu sama saja sama-sama menyakitkan.
Luna berlalu meninggalkan Bram yang mematung di ruang tengah. Luna melangkah ke kamar Khairul tanpa mengatakan sepatah kata pun. Percuma bicara dengannya dan tampaknya memang sudah berubah.
Semalaman Luna tak bisa tidur. Malam ini Luna tidur di kamar Khairul. Tapi Mas Bram Tidak berkomentar apapun. Terdengar Bram sedang melakukan sambungan telepon dengan wanita itu, hingga tertawa seperti orang kurang waras.
Luna membuka aplikasi sosial media miliknya yang berwarna biru dan berselancar Di sana. Terlihat banyak sekali orang yang berjualan online berseliweran di sana. Luna terpikir untuk mulai usaha online walaupun dirinya sebagai seorang pegawai negeri sipil. Ia ingin mendapatkan uang tambahan jika dirinya jualan online itu berarti ia akan bisa menghidupi Khairul walaupun tanpa Bram.
Luna lihat sebuah akun sosial media sahabat kecilnya yang bernama Lara. Ia kini sepertinya sukses dalam usaha online-nya. Luna klik profilnya terdapat banyak sekali unggulan produk yang ia tawarkan yaitu sebuah produk kecantikan.
Dalam setiap postingannya juga dia membuka para reseller yang ingin bergabung jualan. Tanpa pikir panjang Luna kirim sebuah pesan untuknya.
"Lara apa kabar? Ini aku Luna masih ingat nggak?"
Tak berselang lama, ia membalas pesan Luna Mungkin karena ia penjual online. Jadi ia sudah terbiasa pas respon untuk membalas chat atau pesan yang masuk ke
"Ini Luna teman SD ku, bukan?" tanyanya untuk memastikan bahwa Luna benar orang yang dia maksud. Karena foto profilnya bukan foto Luna melainkan sebuah foto Putra kecilnya.
"Iya benar Lara, aku Luna."
"Luna, kabarku Alhamdulillah baik. Kamu sendiri bagaimana kabarnya? lama tak berjumpa karena kamu sekarang jauh dari sini." balas lara disertai emoticon senyum bahagia.
"Alhamdulillah aku juga baik Lara." Eh iya aku lihat di profilmu usaha online kamu makin sukses aja, nih. Kalau boleh aku mau gabung jadi reseller, bisa nggak?"
"Oh bisa banget, ah kamu kan sekarang udah hidup enak Lun, kok masih ingin jualan online?"
"Iya aku mau cari kesibukan saja Lara, kan lumayan tuh kalau bisa dapat penghasilan tambahan kayak kamu." jawab Luna.
"Oh gitu, oke oke Lun. kamu bisa jadi reseller dropship. Tinggal kamu posting-posting produk kosmetik yang aku jual. Kebetulan juga produk ini lagi booming di sosial media, kamu nanti kalau ada pesanan aku yang packing dan kirim. lalu Lara memberikan nomor ponselnya kepada Luna.
Luna langsung mengcopy nomor ponsel yang dimulai mengirim pesan di aplikasi warna hijau.
Tak berapa lama lara membalas beberapa gambar produk kosmetik beserta harganya.
Luna lirik Jam sudah menunjukkan hampir tengah malam. Tak terdengar lagi suara Bram. sebenarnya ia sudah tidur.
Luna melangkah keluar kamar dan berjalan menuju kamarnya dulu saat belum ada duri di dalam rumah tangga mereka. Tapi saat ini Luna lebih memilih tidur Bersama Khairul. rasanya Luna Tak ingin lagi tidur berdampingan dengan lelaki yang sudah mengkhianatinya. Bahkan telah berbagi peluh dengan wanita lain, meskipun Luna masih istrinya. Tapi rasanya Luna sudah mati rasa dengannya.
Luna berjalan pelan dan membuka pintu kamar itu. Benar saja, ternyata Bram Sudah terlelap dan mendengkur. Segera Luna raih ponselnya di atas nakas dan menempelkan ibu jari untuk membuka kunci layar.
Setelah berhasil Luna bawa benda pipih milik Bram keluar kamar. Luna duduk di ruang tengah. Pertama Luna buka aplikasi warna hijau dan membuka isi cat dengan Vanessa.
Rentetan pesan mesra di antara mereka berdua membuat hati merinding. Bukannya cemburu tapi membuatnya jijik. Apalagi ada beberapa foto kemesraan mereka berdua yang menampilkan pose Vanessa memakai pakaian kurang bahan. "Dasar wanita murahan."umpat Luna dalam hati.
Luna scroll semua chat mereka dari atas ke bawah, hingga seketika mata Luna terbelalak. muncul sebuah gambar screenshot bukti transfer dari rekening bank Bram ke rekening wanita sialan itu. Terpampang dengan jelas nominal angka yang fantastis, mampu membuatnya terhenyak
Deght!
Dua puluh juta rupiah angka yang tak sedikit bagi luna. Karena selama ini Bram hanya memberikan sebesar lima juga setiap bulan.
Dan Luna selalu menerimanya dengan lapang dada. Karena baginya uang segitu juga lebih dari cukup untuk makan mereka bertiga ditambah dengan uang gaji dari ASN-NYA.
Bram pun selalu terbuka dengannya perihal jumlah tabungan yang ada di rekeningnya. Terakhir ia bilang tabungannya sudah cukup untuk membeli sebuah mobil. Namun, Luna mencegahnya dengan alasan belum terlalu butuh lagi.
Tapi Luna tak menyangka dia memberikannya pada wanita sialan itu. Apa belum cukup beberapa waktu lalu ia memberikan sebuah kalung pada gundiknya itu?"
Untuk ke depannya Luna tak mau kecolongan lagi. Luna akan kuras rekening tabungan Bram. Enak sekali wanita murahan itu, aku yang menemani mas Bram hingga ia bisa menabung cukup banyak. Setelah terkumpul banyak dengan mudahnya ia menikmati semuanya.
Luna tutup aplikasi warna hijau dan menggeser layar ponsel itu mencari aplikasi Bank milik Bram. Setelah bertemu segera luna klik, dan masukkan user ID serta password nya. Beruntung user ID dan password nya tidak diganti oleh Bram. Luna berhasil masuk ke dalam aplikasi milik perbankan itu.
Tertera di sana jumlah saldo tabungan Bram sebesar dua ratu lima puluh lima juta. Luna mulai aksinya segera Luna melakukan transaksi transfer dana ke nomor rekeningnya. Luna ketik nominal uang dua ratus empat puluh lima juta dan memasukkan PIN. lagi-lagi keberuntungan berpihak padanya. Bram masih menggunakan PIN lama dan transaksi pun berhasil
Sebuah akses layanan transaksi limit maksimal telah Ia gunakan dengan sukses. "Kini saldo rekening bank berpindah ke rekening luna hanya tersisa lima juta. Luna tersenyum simpul. "Biar tahu rasa kamu Mas." gumam Luna.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Evy
Mantap tuh...
2024-12-28
0
Sunarti
lLuna hrs lbh cerdas
2023-03-28
0
STARLA my journey
pinter luna
2023-03-07
0