Luna mengurungkan niatnya untuk menemui mereka dan kembali ke kamar Khairul. dan mengajaknya untuk mandi. Karena hari sudah sore. Sebenarnya Khairul sudah bisa mandi sendiri. Tapi Luna merasa kurang bersih Jika ia mandi sendiri. Jadi Luna terkadang masih mengamatinya kalau kalau ada bagian tubuhnya yang terlewat untuk dibersihkan.
"Lun..." suara memanggil Luna. Luna diam dan pura-pura tak mendengar
"Ayah...." kali ini Khairul menyahut mendengar suara ayahnya, tak jauh dari kamar mandi tempat Luna dan Khairul sekarang. Pintu kamar mandi memang tidak Luna tutup rapat.
"Iya sayang, Khairul lagi mandi ya?" ucap basa-basi
"Iya Ayah," jawab khairul sambil mengoleskan pasta gigi ke sikat gigi miliknya.
"Mandi yang bersih ya sayang." ucapnya pada Khairul dengan senyum mengulas di bibirnya
"Lun..." kamu masak apa hari ini? aku lapar." ucapnya seolah tak terjadi apa-apa dengan hubungan mereka. Dasar tak tahu malu.
"Memangnya aku ini apa, kamu pikir setelah kamu sakiti aku dengan masih nurut sama kamu begitu menyakitkan. Aku tidak Sudi menyiapkan makanan untukmu dan wanita murahan mu itu, hello....Jangan mimpi Mas." geram Luna dalam hati. Ingin sekali Luna melontarkan kalimat itu, tapi ada Khairul di sini. Luna tak mau dia jadi mendengar langsung perseteruan antara orang tuanya.
"Nggak mas, aku nggak masak." jawab Luna singkat
Bram berdesak kesal kemudian berjalan keluar menemui gundiknya itu, yang mana duduk santai di sofa. Setelah selesai mandi, Khairul kembali masuk ke kamar. Terdengar Bram tengah memesan makanan dengan aplikasi online. Beberapa kali terdengar ia menawarkan beberapa menu makanan kepada Vanessa.
"Ma... Aku mau main ke rumah Gibran ya." ucap Khairul memang sore ini biasanya waktu untuknya bermain dengan teman-temannya di komplek ini.
"Iya Sayang, jawab Luna tersenyum."
Khairul sudah bersiap akan keluar rumah dan bermain dengan teman-temannya ia terlihat segar,wangi, sehabis mandi rambutnya yang basah disisir oleh Luna. Ia memang tampan mewarisi fisik ayahnya yang tampan. Semoga saja perbuatan hina ayahnya tidak menurun padanya.
Khairul berjalan melintasi ruang tengah. Di mana Ayah dan calon istrinya duduk. Sempat bingung dan memandang wanita itu hingga beberapa detik.
"Hai kamu pasti Khairul ya, wah Kamu ganteng banget mirip ayah kamu." ujar Vanessa sok akrab saat Khairul hendak keluar
Khairul mengangguk.
"Kenalin nama aku Vanessa. Khairul bisa panggil aku tante Vanessa." tambahnya lagi mengulurkan tangan kanannya. Khairul meraih tangannya dan mencium takzim.
"Khairul, katanya kamu mau main itu teman-teman kamu udah pada nunggu di luar." seru Luna menghampirinya. Luna tak ingin Khairul berlama-lama dengan dua manusia yang tak ada akhlak ini. Luna menggandeng tangannya keluar hingga ke depan pintu.
"Sayang aku mandi dulu ya, kamu istirahat aja dulu di sofa ruang tengah. Di dalam lebih nyaman." ucap Bram pada calon istri mudanya. Luna masih di ambang pintu melihat Khairul berjalan menghampiri teman-temannya yang sedang asyik bermain mobil-mobilan.
Luna menoleh ke belakang tampak Bram dan Vanessa berjalan masuk ke dalam. Tiba-tiba datang seorang driver ojek online membawa bungkusan.
"Permisi mbak, Saya mau ngantar makanan pesanan atas nama Bram.
"Oh iya itu suami saya Pak." jawab Luna
"Ini pesanannya Bu." driver ojek online itu menyerahkan sebuah bungkusan yang cukup besar.
"Terima kasih Pak."
"Iya sama-sama bu, Saya permisi Bu.
"Oh iya, pak Silakan. Sudah dibayar ya pak?"
"Sudah Bu, pakai Ovo, permisi Bu." pamitnya dengan ramah.
Luna menutup pintu gerbang rumahnya, dan melangkah masuk. Tiba-tiba terlintas olehnya untuk mengerjai mereka, Luna tersenyum kemudian berjalan pelan memasuki ruang.
Terlihat Vanessa sedang asyik dengan ponselnya, di ruang tengah dengan televisi menyala. Pantas saja ia tak mendengar saat pesanan makanannya datang dan Bram masih di kamar mandi.
Luna meletakkan makanan itu di meja makan. dan membukanya dua porsi lengkap dengan dua botol jus.
Luna berjalan masuk ke dapur dan mengambil sesuatu." Aku yakin dengan ini mereka akan merasa tidak nyaman duduk berduaan dalam waktu lama. Hati luna tersenyum simpul
Dengan berjalan pelan, Luna keluar dari dapur menuju kembali ke ruang tamu. Segera Luna membuka bungkusan itu dan membuka kotak Luna lakukan dengan hati-hati agar tak menimbulkan suara. Luna melirik Vanessa masih sibuk dengan ponselnya, dengan sesekali senyum-senyum macam orang gila.
"Enak saja kalian datang ke sini dan pamer kemesraan di depanku. Aku tidak bodoh aku kerjain kamu Mas dan calon istrimu itu, biar ngerti sopan santun." gumam Luna dalam hati sambil menaburkan bubuk obat pencuci perut ke dalam makanan itu
Setelah selesai melakukan aksinya, Luna bungkus kembali seperti semula dan segera memasukkan botol obat pencuci perut itu ke dalam saku celana Luna
Bram juga keterlaluan beli makanan cuman dua porsi. Apa dia tak lihat di rumah ini masih ada aku dan Khairul? setidaknya buat khairullah dia belikan juga. Ini malah pesan makanan cuman buat makan berdua membuat Luna semakin kesal dan sebel.
"Mas apa kamu pesan makanan, ini barusan ada yang antar makanan." teriak Luna pura-pura dari depan pintu seolah baru masuk rumah
"Iya Lun, letakkan di meja ya. Itu buat aku dan Vanessa." sahutnya dari dalam kamar mandi.
"Luna meletakkannya di atas meja. Vanessa hanya menoleh sebentar ke arah Luna, lalu kembali Menatap layar ponselnya benar-benar menyebalkan.
Luna melangkah mendekati kamar mandi melewati Vanessa, yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.
"Mas Kenapa kamu cuman pesan dua porsi, kamu lupa aku dan Khairul juga masih menjadi tanggung jawabmu Mas." teriak Luna di ambang pintu kamar mandi.
Meskipun sebenarnya Luna sudah menyiapkan makanan untuk makan malam Luna dengan Khairul. Luna Coba tanya hal itu hanya ingin tahu Apa jawaban dari Bram. Sejenak Tak Ada jawaban dari dalam.
"Kamu kan, bisa pesan makanan sendiri Siapa suruh hari ini kamu nggak masak." sahutnya dari dalam kamar mandi.
"Kalau kamu tahu aku nggak masak, harusnya kamu belikan juga dong buat aku sama Khairul Mas." cetus Luna
"Halo Mas, Mas belum juga kamu jadi menikah dengan Vanessa kamu sudah bersikap Tak adil pada aku dan Khairul. apa jadinya nanti jika kamu sudah menikah lagi?" tambah Luna lagi dengan kesal
"Sudahlah kamu nggak usah protes. ucap Bram sesaat setelah membuka pintu kamar mandi. Handuk masih melilit di pinggangnya. rambutnya basah terlihat begitu mempesona dengan tubuh sixpeknya. Ah tapi apalah arti semua itu, jika kelakuannya sangat-sangat membuatnya muak
Luna berjalan dan melongos
"Kamu mau ke mana Lun?" tanya Bram saat Luna baru melangkah. Seketika Luna menolehkan badan
"Aku mau sholat ashar Mas. Biar aku tenang lama-lama Aku bisa ikutan gila melihat kamu dengan wanita murahanmu itu." ucap Luna tajam kemudian pergi ke kamar Khairul. Terlihat Bram terperangah mendengar perkataan luna. Tapi Luna tak peduli.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Sunarti
habis makan lalu,,, mati lah keduanya yg benar " tak punya malu
2023-03-28
1
millie ❣
halah klo uda gt ngapain sungkan si Lun abisin sekalian jgn bilang semua krn anak justru klo kyk mrk anak loe malah jadi korban gmn si 😡😡😡😡jangan bilang loe mau di madu sebelum itu mendingan jg pisah X
2023-03-07
2
STARLA my journey
ayuk lun amankan aset ,khairul dan dpt bukti perselingkuhan ..jd pas cerai buang bikin miskin biar mampusss
2023-03-06
1