Dua orang polisi mendatangi Mirna yang baru saja selsesai mandi dan masih menggukan kain basah.
Ia tampak begitu tak perduli dengan kerumunan warga yang memadati area ditemukannya mayat laki-laki tanpa identitas tersebut.
"Siang, Mbak, bisa Kami bertanya sesuatu?" tanya seorang polisi yang ingin mengintrogasi gadis didepannya.
Terkadang mata polisi itu melirik tubuh sang gadis yang terlihat begitu membentuk karena kain basahnya.
Mirna hanya menatap dingin kepada dua orang pria berseragam coklat itu kepadanya.
"Apakah, Mbak melihat ciri-ciri orang ini sebelum kejadian mengenaskan itu" ucap Polisi tersebut yang memperlihatkan foto jasad pria yang sudah berhasil diturunkan dari atas dahan pohon tersebut.
Mirna memandang foto tersebut, lalu menggelengkan kepalanya dengan lemah.
"Apakah, Mbak juga mencium aroma busuk tersebut?" tanya polisi itu kembali.
Mirna terdiam, lalu sesaat menjawab dengan lemah "samar-samar" jawabnya dengan sangat santai, tanpa ekspresi.
"Mbak, dengan siapa saja tinggal dirumah?" polisi itu terus mencecarnya.
"Sendiri" jawabnya lirih.
Lalu polisi itu saling pandang satu sama lain. "Apakah Kami boleh memeriksa rumah mbak, hanya ingin mencari sebuah petunjuk" tanya seorang polisi yang merasa mencurigai Mirna.
Gadis itu hanya mengangguk lemah, lalu membiarkan kedua polisi itu untuk memeriksanya rumahnya.
Mirna tak memperdulikan kehadiran polisi itu yang tampak mencurigainya.
Ia dengan santainya masuk kedalam kamar, melepas kain basahnya dan mencari pakaian ganti.
Ia mengambil satu pakaian yang sopan, yang dibelikan Satria waktu itu.
Sesaat polisi itu berdiri mematung dengan mata membola, karena tanpa sengaja melihat tubuh polos Mirna yang bahkan tidak mengunci pintu kamarnya.
Sesaat temannya menghampiri, mencoba menepuk pundak rekannya yang terlihat seperti melihat sesuatu yang membuatnya terhipnotis.
Saat Ia juga melihat kedalam kamar, keduanya seketika saling bertatapan dan menelan salivanya.
Lalu mereka mundur selangkah dan segera pergi tanpa berpamitan kepada Mirna.
"Sepertinya gadis itu gila" oceh seorang polisi yang nafasnya terdengar tersengal.
"Kemungkinan, dari nada biacaranya juga seperti orang yang kurang waras" rekannya menimpali.
"Tapi barangnya bagus" oceh Polisi itu jujur.
"Dasar, Lu" jawab rekannya, lalu menoyor kepala rekannya.
Dan mereka meninggalkan rumah Mirna dengan cepat, sebelum iman mereka goyah.
Setelah memasang garis polisi diarea hutan tersebut, mereka menemukan motor korban yang terperosok hingga ketepi sungai.
Lalu mereka mengangkutnya sebagai barang bukti, dan melihat jejak motor dari awal terjatuh, dugaan sementara korban mengantuk, lalu terpeleset karena tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya, dan tertancap dahan kayu patah.
Lalu polisi membawa jasad beserta motor korban untuk sebagai bukti. Sedangkan jasadnya dibawa ke rumah sakit dikota untuk dilakukan autopsi.
Setelah sampai dirumah sakit, tim dokter forensik melakukan autopsi, saat memeriksa kondisi mayat, sebagian tubuhnya tampak seperti dimakan hewan buas saat masih segar, dan yang mencengangkan, lato-latonya juga hilang beserta senjatanya. Sepertinya tampak dicabut paksa, namun tidak ditemukan sidik jari manusia.
Tim dokter menyimpulkan, kemunginkanan hewan pengerat yang memakannya.
Dokter fohrensik menyatakan jika pria itu tewas karena kehabisan energi, lalu mengantuk dan tidak fokus, sehingga menyebabkan tubuh tidak stabil dan terjadi kecelakaan, sebab tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban.
Setelah mendapatkan hasil tes dari dokter fohrensik, maka jasad korban disemayamkan di TPU terdekat, dan tercatat sebagai nama jahar, warga diluar desa ini yang berjarak 2 jam jarak tempuh perjalanan.
Identitas itu dilakukan setelah melakukan tes sidik jari korban yang menunjukkan identitas yang tercatat dicatatan sipil kependudukan.
Akhirnya kasus ditutup begitu saja, tanpa tahu penyebab sebenarnya.
Disisi lain, Mirna yang merasa tidak melakukan kesalahan apapun, bersikap santai dan tetap melakukan aktifitasnya.
Setelah selesai mebereskan rumahnyanya, Ia merebahkan tubuhnya diranjang, memakai, pakaian pemberian Satria.
Ia menggenggam erat ujung pakain itu. Ia memejamkan matanya, membayangkan wajah tampan itu, menemukan bola mata indah sang pria, yang selalu membuatnya nyaman dan begitu meneduhkan hatinya.
"Hadirlah, Aku merindukanmu" gumannya lirih, dengan nada yang begitu memilukan .
Sementara itu, keluarga Satria sudah mendarat di Mesir sejak 5 jam yang lalu.
Mereka beristirahat dipenginapan dengan memesan 4 kamar. Esok adalah hari pernikahan paman Hamdan, maka hari ini mereka beristirahat dahulu dikamarnya masing-masing.
Satria berharap perjalanan mereka ke Mesir menjadi momen bulan madu yang indah bersama Syafiyah. Ia menghampiri istrinya, memeluknya dari arah belakang, dan berusaha mencumbunya dengan mesrah.
Namun, saat akan ingin mengambil kehangatan itu, tiba-tiba saja Syafiyah mengatakan jika Ia sedang datang bulan" seketika Satria tersenyum kecut.
Setelah pernikahan mereka menjalani hampir satu bulan lamanya, ternyata Syafiyah belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Mjngkin faktor kelelahan bisa menjadi salah satu penyebab tertundanya kehamilan Syafiyah.
Satria mencoba meredam hasratnya yang sempat bergelora. Ia membuka pintu balkon hotel. Ia duduk dikursi santai yang disediakan oleh pihak hotel untuk memanjakan tamunya dalam menikmati pemandangan alam diluar hotel.
Satria memejamkan matanya, menepis kekecewaannya dan berusaha tenang, Ia melirik Syafiyah melalui kaca dinding balkon yang terhubung dengan kamar.
Syafiyah tampak santai berbaring diranjang sembari bermain phonsel pintarnya.
Satria kembali memjamkan matanya, mencoba menenangkan hatinya. Sesaat Ia mendengar sebuah senandung cinta yang dilantunkan oleh Mirna, gadis yang selalu menantikan dirinya.
"Mirna" gumannya lirih dalam hati. Lalu Ia mencoba menembus dimensi lain, jauh alam maya.
Ia melihat sang gadis sedang berbaring diranjang, mengenakan pakaian pemberiannya, sembari bersenandung dengan memejamkan matanya.
Sesaat Ia mendengar gadis itu menyebut namanya dengan begitu lembut, lalu mengerjapkan matanya, memandang kearahnya yang sedang menatapnya sedari tadi.
Sektika senyumnya mengembang, menjulurkan kedua tangannya, berharap sang pria menghampirinya, meski hanya jiwanya.
Satria melemparkan senyumnya kepada sang gadis, lalu perlahan menghilang, sehingga membuat wajah sang gadis tampak kecewa.
Sesaat Satria tersentak, lalu mengusap wajahnya dengan lembut, mendenguskan nafasnya yang memburu. Wajah itu kembali hadir dibenaknya, wajah penuh menghiba, mengharap belas kasinya.
Satria menatap nanar langit-langit balkon hotel. Ia begitu sangat dilema akan hatinya, namun Ia masih berusaha untuk menjaga hati seseorang.
Disisi lain, Bayu sedang mengkayuh perahunya, menikmati momen bulan madunya bersama Mala yang terasa begitu sangat indah. Keduanya berpelukan setelah bemandikan peluh mengarungi samudera percintaan yang melelahkan.
Impiannya hidup bersama Mala dapat terwujud dengan tanpa pernah diduganya sama sekali.
Ia mengeratkan pelukannya kepada wanitanya, Ia merasa tak bosannya mengarungi biduk asmara bersama wanita pemilik bola mata indah tersebut.
"Terimakasih, Sayang... Kamu telah memberikanku hati dan hidupmu kepadaku" bisiknya ditelinga Mala yang terdengar begitu syahdu, membuat hati Mala terasa terbang melayang mengarungi samudera biru tak bertepi.
Mala tersenyum simpul malu, memandang sang pria yang kini telah meluluhkan hatinya, dengan caranyanya begitu indah.
Mala membenamkan kepalanya di dada kekar milik pria tampan yang kini menjadi pendamping hidupnya.
Keduanya berpelukan lembut, menghangatkan cinta mereka yang baru tumbuh bersemi diusia yang tak lagi muda. Kedua serasa jatuh cinta layaknya sepasang remaja yang lagi dilanda kasmaran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Amara
syafiyah begitu menguji kesabaran satria.
berhati-hatilah syafiyah, ada saat sabar melebur dengan hasrat dan bersiaplah jika terjadi prahara dalam rumahtanggamu
2025-01-19
0
Eka Awa
Shafiyah dingin bgt sikapnya ke suami
2025-03-08
0
Mimik Pribadi
Papa Bayu sm Mala lgi anget2 nya karna baru menikmati momen pengantin baru stlh hati Mala luluh,,,,🥰🥰
2023-11-14
0