Kita kupas kilas balik tentang Keluarga Satria ya guys.. Karena ada reader yang baca langsung lompat Ke Mirna tanpa baca novel kuntilank, biar gak bingung..
Satria dan Syafiyah sudah mengemas pakaian untuk menghadiri undangan pernikahan Paman, Hamdan.
Paman Hamdan merupakan kakak dari almarhum ayahnya, Roni. Diusianya yang sudah paruh baya, Ia baru menemukan jodohnya.
Hadi yang merupakan adik dari Satria yang kini tinggal di kota bersama istrinya, Shinta. Ia ditugasi Sattia mengelola perusahaan peninggalan dari warisan orang tua angkat Satria, yaitu Bram dan Jayan, yang dulu pernah mencuri Ia dari Rahim Mala menggunakan cara Pujon.
Sedangkan Chandra yang merupakan Papa mertua dari Hadi, adalah orang cinta masa lalu saat sewaktu SMA, dari Mala Ibu kandung Satria dan Hadi.
Chandra pernah igin kembali memiliki Mala yang nota bene sekarang menjadi besannya. Namun takdir mengatakan lain, setelah Mala menjanda, justru Bayu sang Duda yang mengangumi dan mencintai Mala dalam diam ditakdirkan menjadi suami keduanya.
Harapan Chandra yang pupus ingin menikahi besan sekaligus cinta masa lalunya, membuatnya menyadari jika jodoh tidak dapat dipaksakan.
Dan setelah waktu berlalu, Chandra mencoba menata hidupnya kembali untuk move on dari bayang-bayang Mala, dan menemukan cinta baru dari masa kuliahnya terdahulu. Yaitu Windy.
Kini chandra dan windy juga sudah resmi menikah, membina keluarga yang bahagia.
Maka keluarga besar ini akan melakukan perjalanan menghadiri undangan pernikahan Hamdan di Mesir, sekaligus mengadakan rencana bulan madu bagi 4 pasangan tersebut.
Satria sudah mempersiapkan semua perlengkapan mereka, Ia membantu Syafiyah menyiapkannya, karena istrinya itu ada rapat dan sudah mempersiapkan cuti.
Akhir-akhir ini Sayafiyah disibukkan dengan jadwal pekerjaannya yang sangat padat. Maka dari itu Satria harus mampu memahaminya.
Sedangkan Satria sendiri bekerja dari rumah, mencoba membantu Hadi sang adik yang mulai keteteran.
Saat senja tiba, Syafiyah baru saja pulang dari bekerja. Ia menghadiri rapat dan juga penyuluhan tenyang bahaya HIV anda AIDS yang harus diketahui oleh para remaja disekolah tingkat SMA dan sederajatnya.
Wajah manisnya tampak lelah.
Ia memasuki kamar dengan sangat lemah. "Sayang, baru pulang?" tanya Satria yang masih mengemasi barang-barang milik Syafiyah yang akan dibawa ke Mesir nantinya.
Wanita itu mengangguk lemah. Lalu Satria beranjak bangkit dan menghampiri istrinya, lalu memberikan kecupan lembut diujung kepala Syafiyah.
Wanita itu hanya menurut saja.
"Aku mandi dulu ya, Sayang. Aku capek banget hari ini" ucapnya dengan lirih, lalu meninggalkan Satria yang masih berdiri terpaku.
Terdengar suara guyuran air yang berasal dari shower. Satria membayangkan hal indah disana, Ia bisa memastikan jika Syafiyah sudah merasa segar dan juga hilang lelahnya setelah mandi.
Saat pria itu sedang berkhayal, terdengar sayup-sayup suara lantunan adzan maghrib. Ia tersentak dan menyudahi khayalannya.
Saat melihat Syafiyah keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah, Ia tampak tersenyum bahagia.
"Shalat maghrib berjamaah, Yuk, Sayang" ucap Satria dengan lembut kepada istrinya.
Syafiyah menganggukkan kepalanya, lalu bersiap untuk shalat. Sementara Satria membersihkan dirinya dan bersuci dikamar mandi.
Keduanya melakukan ibadah shalat berjamaah.
Setelah selesai, Syafiyah menyalim punggung telapak tangan suaminya, lalu Satria memberikan kecupan lembut di ujung kepalanya.
Syafiyah membenahi mukenanya, dan rasa kantuk tak dapat ditahannya lagi, Ia beranjak ke peraduannya, lalu tertidur dengan lelapnya.
Satria hanya mampu memandanginya, dan mencoba menahan hasratnya yang menggebu, agar kembali mereda.
Ia menarik selimut, lalu menutupkan ke tubuh Syafiyah, dan Ia kembali menyelesaikan pengemasan barang-barangnya kedalam koper yang akan dibawa ke Mesir esok pagi.
Sesaat Ia mendengar suara sayup-sayup lantunan senandung cinta yang di senandungkan oleh seorang gadis cantik nun jauh ditepi hutan sana, dan anehnya hanya Ia yang mampu mendengar suara lantunan senandung tersebut.
"Mirna" gumannya lirih, lalu terdiam sejenak, mendengarkan senandung tersebut, yang terdengar pilu dan menyayat hati. Tergambar jelas jika pemilik senadung itu sedang merindukan seseorang.
Satria memenamkan matanya, mencoba menembus dimensi lain. Ia berjalan menyusuri langit gelap dan tiba disebuah rumah mungil ditepi hutan. Disana tinggal seorang gadis yang Ia temukan saat melakukan perjalanan ke hutan larangan.
Gadis itu membantunya dalam membebaskan ke 7 jiwa yang ditahan oleh makhluk menjijikkan yang bernama Nini Maru, kuntilanak yang suka mencuri janin dan memakannya.
Satria menembus masuk kedalam rumah tersebut. Ia melihat sang gadis sedang berbaring sembari memejamkan matanya dengan terus menyenandungkan lagu rintihan rindunya.
Sesaat gadis itu mengucapkan satu kalimat yang membuat Satria tersentak "Satria, hadirlah... Aku menunggumu" ucapnya lirih, sembari menyingkapkan pakaiannya.
Seketika Satria berpaling, lalu kembali kejasmaninya.
Satria tersentak saat jiwa dan Jasminya kembali menyatu.
Ia mengerjapkan matanya, dan menggelengkan kepalanya "Asem banget, si Mirna. Apa dia tau Aku sedang memantaunya" Satria berguman lirih.
Lalu Ia mencoba meredakan gemuruh didadanya, bagaimanapun Ia adalah pria normal yang jika disuguhkan kemolekan akan bergejolak.
Apalagi Ia pernah melihat dengan jelas bagaimana lekuk tubuh sang gadis saat akan digagahi oleh Rey saat berada dihutan larangan waktu itu.
Satria menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba membuang bayangan kotor yang tergambar jelas diotaknya.
Ia melirik kepada Syafiyah yang sudah tertidur pulas. Ia mempercepat menyelesaikan pekerjaaannya dan waktu sudah menunjukkan hampir mendekati larut malam.
Ia beranjak menuju peraduannya, lalu tidur disisi Syafiyah yang sudah mulai mendengkur halus.
Ia memeluk pinggang wanitanya, mencoba menjemput mimpinya.
Sementara itu. Bayu dan juga Mala baru selesai mengemasi barang-barangnya. Setelah memastikan tidak ada yang terlupa, Mala akhirnya merasa lega.
Ia beranjak dari duduknya dan akan menuju ranjang. Namun Bayu sudah menunggu terlalu lama. Ia menghampiri Mala yang berjalan menuju ranjang, dengan sigap Ia membopong tubuh wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya secara agama dan negara.
Mala tersentak kaget atas tindakan Bayu yang tiba-tiba. Ia meronta dan memukuli Bayu agar menurunkannya.
"Tenanglah, nanti Satria mendengar" bisik Bayu kepada Mala, sehingga wanita itu terperangah. Bayu mengambil kesempatan menyesap bibir wanita itu dengan lembut sembari menggendong tubuh Mala.
Lalu Ia membaringkan tubuh Mala dengan lembut diranjang.
"Boleh Aku memintanya?" tanya Bayu dengan senyum nakalnya. Mala memerah wajahnya bak kepiting rebus karena menahan malu.
Ia merasakan jika Bayu terlalu konyol dalam menanyakan hal tersebut.
Sikap Mala membuat Bayu yakin, jika wanita itu sudah dapat menerima kehadirannya.
Ia kemudian mengambil haknya dari wanita yang sudah membuatnya terobsesi selama ini.
Meski usia sudah paruh baya, namun Ia masih mampu mencapai dan memberikan puncak surgawi kepada wanitanya.
Akhirnya mereka menikmati momen bulan madu pertama sebelum sampai ke mesir.
Mala berulang kali melenguh mencapai yang selama ini sudah lama membeku. Begitu juga halnya dengan Bayu, kelamaan menduda membuatnya seperti orang yang kemaruk dalam bercinta. Ia begitu candu akan tubuh istri barunya.
Bayu seolah-olah tak pernah merasakan bosan untuk mengulangi percintaannya. Hingga akhirnya Ia terkapar kelelahan.
"Terimakasih, Sayang. Kamu luar biasa" ucapnya berbisik lembut ditelinga Mala, lalu mendekap erat tubuh sang istri.
Bayu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aqu teringat kawan, katanya pengen di gendong ketika mau di ajak ke peraduan wkwkwkwk daya khayal nya,
2023-03-13
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
wkwkwkwk kasian satria
2023-03-13
0
V3
Satria sengsara menahan hasrat , tp Bayu malah kelelahan Krn hasratnya sdh tersalurkan 🤣🤣
aku kok kecewa yaa sama Shafiyah , knp gak peka sih sama Satria ,, hrs nya cecapek nya apapun istri ttp hrs melayani suami ,, nti klu satria selingkuh aja baru nyaho kau
2023-03-05
1