Mala, Ibu dari Satria sedang memasak didapur. Pernikahannya dengan Bayu, suami barunya sudah diresmikan secara sah KUA, dan sudah tercatat di negara.
Sementara itu, Bayu masih bersiap untuk meninjau proyek propertynya yang sebentar lagi akan selesai dan siap dilaunchingkan.
Mala memandangi dua buah toples ungu yang didapatnya dari dalam tas milik Satria yang digunakannya saat perjalanan pendakian ke hutan larangan.
Bayu menghampirinya kedapur, memeluk lembut wanita yang kini sudah resmi sah secara agama dan negara "Kamu masak apa, Sayang?" ucapnya berbisik ditelinga wanitanya.
"Ayam goreng kalasan, tadi Satria meminta untuk dimasakkan ini" ucap Mala tersipu malu karena Bayu memperlakukannya begitu sangat romantis.
"Eheeem.." Satria berdehem saat memergoki Ayah barunya yang berbuat nakal kepada ibunya.
Bayu tergagap dan melepaskan pelukannya kepada Mala, dengan salah tingkah dan duduk dikursi makan menanti sarapannya.
Satria juga menuju meja makan, dan menarik kursi kosong lalu duduk menanti sarapan dari sang Ibunya.
Meskipun Syafiyah sudah menjadinya istrinya, namun jarang sekali untuk membuatkannya sarapan, karena Mala lebih dahulu bangun, dan tidak mempermasalahkannya, karena Ia memahami jika menantunya itu juga lelah dalam bekerja.
Mala menghidangkan sarapan diatas meja makan untuk kedua pria itu. Lalu keduanya memulai sarapannya "Enak sekali masakanmu, Dik" ucap Bayu keceplosan, membuat Satria meeasa geli mendengarnya.
Mala hanya tersenyum menanggapinya. Lalu Ia kembali membuka lemari kitchen setnya, mengambil dua buah toples ungu yang disimpannya.
"Satria. Mengapa toples ini bisa ada didalam tas kamu?" tanya Mala dengan penasaran.
Satria melirik wadah plastik tersebut dan mencoba mengingatnya. Sementara Bayu masih mengunyah sarapannya.
"Dari Widuri, Ia yang membawakannya untukku, katanya ada seorang pria baik yang memberikannya" ucap Satria jujur.
Seketika Bayu terbatuk mendengar penuturan dari Satria. Lalu mengambil air minum dan meneguknya
"Siapa Widuri?"Tanya Mala dan Bayu hampir bersamaan.
"Gadis cantik" jawab Satria dengan cepat.
"Cantik apa? Setahu Saya topes itu saya berikan kepada nenek renta" jawab Bayu mencoba mengingat jika toples itu diberikannya kepada nenek renta, bukan gadis cantik.
"Iya... Selama kamu melakukan perjalanan ke hutan larangan, ada tiga kali seorang nenek renta selalu meminta nasi putih menjelang maghrib kerumah ini" Mala menimpali.
Satria menghentikan kunyahannya "Berarti Widuri selama ini meminta nasi itu kepada Ibu" gumannya dalam hati.
"Sudahlah, yang penting toples , Dik Mala sudah kembali, dan bisa tersenyum manis" ucap Bayu menyudahi sarapannya yang sudah selesai.
"Iya, makasih juga buat bonusnya, Mas" ucap Mala merasa bersalah atas amukannya masa itu.
"Gak apa, kok. Yang penting Kamu senang udah buat Mas ikut senang" balas Bayu dengan senyum nakal.
Satria lama-lama berada didekat keduanya merasa risih, seolah hanya mereka berdua yang pengantin baru, Ia juga pengantin baru, namun tidak selebay keduanya.
Satria buru-buru meninggalkan dapur dan menuju kamarnya. Shafiyah sudah tidak berada dikamarnya, karena ada rapat penting yang akan dihadirinya.
Satria membuka laptopnya, mencoba mengerjakan pekerjaannya sebelum keberangkatan mereka ke Mesir.
Setelah Satria meninggalkan dapur, Bayu juga beranjak ingin meninjau proyeknya. Mala juga beranjak membersihkan sisa piring kotor dimeja makan dan meletakknanya washtafel.
Namun sebelum Ia berangkat, Bayi kembali memeluk pinggang Mala yang masih berdiri washtafel "Kita belum malam pertama, dan Kita juga belum berbjlan madu, saat di Mesir nanti Kita sekalian berbulan madu, ya" bisik Bayu ditelinga Mala.
Seketika wajah Mala merona merah, kontras dengan kulitnya yang putih. Lalu Ia menyikut tulang rusuk Bayu dengan lembut.
Saat itu, Satria juga tanpa sengaja melihat adegan tersebut terjadi kembali didepan matanya. Niatnya ingin mengambil air minum harus tertunda dengan adegan tersebu.
Ia menggelengkan kepalanya melihat prilaku Ayah barunya itu. Lalu kembali berdehem yang membuat keduanya menyudahi adegan tersebut.
Bayu lalu berpamitan dan segera keluar menuju mobilnya.
Mala merasa sangat malu atas tindakan konyol Bayu. Sebab Satria sudah kedua kalinya memergokinya. Namun Satria berpura-pura tidak mengetahuinya, agar tidak membuatnya Ibunya merasa sungkan.
Ia buru-buru mengambil air dalam teko, dan membawa sebuah gelas kedalam kamarnya.
Sementara itu, Bayu mengatur nafasnya yang masih dag dig dug karena kepergok oleh anak tirinya sedang menggoda ibunya.
Bagaimana mungkin Ia tidak gemas dengan Mala, karena mereka sudah melewati 100 hari pernikahan tanpa malam pertama. Semua itu mereka lakukan untuk syarat pernikahan mereka, karena mereka menikah juga karena tanpa sengaja.
Saat itu Mala masih dalam suasana berkabung karena kematian suaminya, dan satu sosok makhluk genderuwo menyerupai wajah Bayu mencobai menggagahinya, namun kepergok olehnya.
Dan naasnya, saat Ia berusaha menyelamatkan Mala, warga memergokinya berduaan didalam kamar, sedangkan si genderuwo sudah menghilang.
Warga yang melihatnya langsung menikahkan mereka malam itu juga, namun karena Roni baru saja meninggal, maka Bayu tidak boleh menyentuh Mala sebelum 100 hari kematian Roni.
Meskipun Bayu harus sekuat tenaga menahan hasratnya, Ia mencoba menghormati almarhum suaminya Mala, sekaligus pernah menjadi sahabatnya.
Dan kini, Ia sudah melewati masa-masa tersebut, maka Ia ingin merasakan malam pertama pernikahannya. Namun Ia menghadiakan sebuah mesjid megah ditengah-tengah propertynya yang akan diwakafkan atas nama Roni, semoga pahalanya mengalir terus-menerus dan meringankan beban Roni dialam barzah.
Bayu tidak pernah mengungkapkan perihal niatnya tersebut, dan Ia akan memberitahunya jika nanti telah selesai sempurnah dan akan diresmikan.
Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Saat Ia itu, Ia melihat seorang gadis cantik yang tak lain adalah Mirna sedang mebersihkan halaman rumahnya, Bayu baru menyadari jika gadis itu mirip dengan seseorang, namun Ia lupa.
"Ternyata Dia tinggal disini? Kasihan juga. Namun bagaimana lagi, Satria juga harus menjaga hubungannya dengan istrinya. Gadis secantik Dia tentu akan membuat cemburu Istrinya" Bayu berguman dalam hatinya.
Namun Bayu mengetahui jika Satria sering mengunjungi gadis yang disebut mengalami amnesia tersebut, dan Satria memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bayu mencoba mengklakson sang gadis untuk menyapa, lalu gadis itu melihatnya dan mencoba membalas senyum ramah. Lalu Bayu menganggukkan kepalanya dan melajukan mobilnya.
Sesampainya ditempat proyek tersebut, Bayu melihat jika proyek itu hampir selesai dan siap dipasarkan.
BAyu membangun 200 unit perumahan, dan siap dilaunchingkan seluruhnya. Jika ada peminatnya, maka ruamah itu sudah ada dan siap ditempati.
Bayu menyisakan padang rumput dan pohon besar yang biasa Ia dan Roni datangi semasa hidupnya untuk mereka sarapan bersama dan menghabiskan waktu bersenda gurau.
Padang rumput itu akan Ia jadikan kenangan dan Ia pagar bersama pohon rindang tersebut ditengahnya.
Sesaat Ia tampam seperti melihat sebuah bayangan yang menyerupai wajah Roni, menatap tersenyum padanya, lalu melambaikan tangannya dan menghilang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Rafa Retha
2 couples
2023-09-26
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🥑⃟🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
kenapa nama Roni di bawa bawa
2023-03-11
2
V3
klu aku mh jgn sampai Satria tergoda dan masuk ke perangkap Mirna lach , biarin Ja Mirna sndrian bgtu ,, aku lbh milih Satria ttp bersama Shafiyah.
2023-03-04
2