Stelah Polisi melakukan olah TKP dan Identifikasi jenazah Gugun, maka polisi membawanya kerumah sakit untuk dilakukan autopsi.
Pihak dokter menyimpulkan karena kelelahan dan mengantuk, sehingga korban tidak fokus, bahkan diketahui korban banyak kehilangan energi akibat kegiatan bercinta yang berlebihan.
Jenazah Gugun sementara waktu diletakkan dikamar mayat sebelum diselesaikan admimistrasinya. Lela hanya mengangguk saja menerima penjelasan dokter yang tentang riwayat dan sebab kematian Gugun suaminya yang tanpa sengaja meninggalkan uang santunan umtuknya.
Saat mereka sibuk dengan pengurusan administrasi, sesosok bayangan berjalan memuju kamar mayat. Ia menyelinap bersama dengan seorang perawat yang akan membawa salah satu jenazah kekeluarganya.
Bayangan itu menuju jenazah Gugun yang terbaring di ranjang mayat, bayangan itu memghampiri jenazahnya, lalu tersenyum memyeringai.
Bersamaan dengan itu, suarah derap langkah kaki terdengar akan memasuki kamar mayat, lalu bayangan itu menyelesaikan misinya dan menghilang.
Sesaat perawat membuka kain penutup wajah jenazah Gugun, lalu memastikannya dengan benar, dan menyerahkannya setelah menyelesaikan semuanya.
*****
Warga menunggu kedatangan jenazah Gugun untuk diselesaikan fardhu kifayahnya. Meskipun Gugun adalah salah satu manusia yang disyukuri atas kematiannya, namun fardhu kifayah tetaplah tanggung jawab para warga dan harus diselesaikan.
Kehebohan terjadi saat proses memandikan, dimana alat lato-lato beserta senjatanya menghilang, dan para pemandi jenazah merasa bergidik dan mencoba untuk bungkam karena itu adalah perjanjian untuk yang memandikan agar tidak menceritan aib si mayit.
Namun mereka saling pandang satu sama lain, mencoba memberitahu pihak keluarga jika kemungkinan tertinggal dilokasi kejadian saat kecelakaan terjadi.
Namun Lela hanya diam saja, dan tidak begitu perduli.
Akhirnya jenazah Gugu disrmayamkan di TPU terdekat.
****
Salah satu pemandi jenazah Gugun akhirnya membuka aib saat mereka berbincang disebuah warung kopi. Lalu desas-desus kejadian hilangnha lato-lato dan senjata gugun kian merebak dan menimbulkan keresahan.
Sebab dari bentuk lukanya, lato-lato itu seperti tampak dicabut dengan paksa.
Lalu warga mulai mengaitkan peristiwa hilangnya lato-lato Gugun dengan jenazah Anang di kampung sebelah yang juga dibongkar makamnya dan diambil lato-latonya beserta dengan senjatanya.
Warga kembali terusik dengan kejadian yang hampir padam, namun kembali lagi mencuat kepermukaan.
Namun karena semasa hidupnya Gugun adalah orang yang bersikap buruk, maka pihak keluarga, terutama Lela tidak bersedia melaporkannya kepada pihak kepolisian, Ia merasa bersyukur jika Gugun meminggal dalam kondisi mengenaskan.
Sementara itu, disebuah rumah berbentuk minimalis, seorang gadis sedang memasak sup daging kesukaannya.
Ia menyukai aroma khas daging, apalagi jika masih mentah, namun Ia belajar dari Mala dengan cara memasak jauh lebih enak.
Sebuah mobil berhenti didepan rumahnya, Ia mengetahui siapa yang datang, lalu mengecilkan api supnya, dan bergegas menuju pintu.
Pria tampan bermata indah itu datang lagi. Ia membuka pintu, dan mempersilahkan masuk.
Pria itu mengucapkan salam, meski tak ada jawaban dari sang Gadis.
Pria tampan yang tak lain adalah Satria, duduk dikursi tamu yang sederhana, lalu mengeluarkan segepok uang dengan nilai 5 juta rupiah.
"Mirna, kemarilah. Ada yang ingin kejelaskan padamu" ucapnya dengan tenang.
Gadis itu mendekat, dan duduk disisi pria itu. Aroma parfum khas milik sang pria, membuatnya begitu merasa nyaman, senyaman saat Ia memandang wajah tampan itu.
"Dengarkan, Aku. Ini namanya uang. Jika kamu ingin membeli sesuatu, maka gunakanlah uang ini. Nilainya dalam satu lembar ini 100 ribu rupiah. Maka kamu harus dapat memperkirakan berapa jumlah harga pembelianmu" ucap Satria mencoba memberikan penjelasan.
Mirna hanya menatap gerakan bibir pria, dan tidak mengindahkan ucapannya.
"Kemungkinan selama 2 pekan, Aku dan keluargaku akan berangkat ke mesir untuk menghadiri pernikahan paman Hamdan, maka kamu harus dapat menjaga dirimu dengan baik" pesan Satria kepada sang gadis.
Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya, namun Ia merasa sedih, karena selama dua minggu tidak melihat wajah sang pria.
"Jangan sampai ada yang melihatmu memiliki uang sebanyak ini, karena bisa menimbulkan tindakan kejahatan" Satria kembali mengingatkan.
Mirna hanya menatap pria dengan tatapan sendu. Rasa rindunya terobati hanya dengan menatap mata indah pria itu, disana Ia menemukan kedamaian yang begitu tenang.
"Heem..sepertinya kamu sedang memasak sup daging" ucap Satria sembari mengenduskan hidungnya menyesap aroma daging tersebut.
"Iya, apakah kamu ingin mencobanya?" tanya Mirna lirih.
Satria hanya tersenyum simpul "Tidak, lain kali Aku akan mencobanya, hari ini ada urusan penting yang harus Aku selesaikan. Kamu baik-baik disini, ya?" ucap Satria dengan senyum termanisnya.
"Aku menunggumu, saat Kau ingin mencicipi masakanku" ucapnya dengan nada penuh harapan.
Satria menatap mata gadis itu, ada gurat harapan yang sulit untuk dipenuhinya.
"Pasti, Aku berjanji" ucapnya, sembari mengacak lembut ujung kepala sang gadis. Tindakan kecil yang dilakukan oleh Satria membuatnya begitu sangat senang.
"Baiklah, Aku permisi pulang dulu, lain kali Aku akan mengunjungimu" ucap Satria sembari bernjak bangkit, lalu menuju pintu utama.
Sebelum pria itu pergi, Ia kembali memutar tubuhnya dan menatap.sang gadis "Kamu ingin Ku bawakan oeh-oleh apa dari Mesir?" tanya Satria meminta pendapat sang gadis yang kini masih menatapnya.
"Cintamu" jawabnya singkat, namun membuat pria itu terdiam dan tak mampu mengucapkan sepatah katapun.
"Aku permisi, jaga dirimu" ucap pria itu sembari tersenyum tipis, dan melangkah pergi memasuki mobilnya dan menghilang dijalanan.
Gadis itu masih menatap kepergian sang pria yang sudah tidak terlihat lagi mobilnya. Ia segera menutup pintu rumahnya, lalu bersandar dipintu tersebut, memejamkan matanya, mencoba menyesap sisa aroma farpum yang ditinggalkan oleh pria itu diruangan rumahnya.
"Aku mencintaimu, Aku menunggumu" ucapnya lirih sembari memegang dadanya yang bergemuruh.
Kemudian Ia melirik uang tersebut, lalu meraihnya dan meletakkannya sembarangan saja diatas ranjang tidurnya.
Lalu Ia kembali kedapur, dan melihat masakannya, lalu mematikan api kompornya, dan akan menikmatinya selagi panas sebagai sarapan paginya yang lezat.
Disisi lain, Satria seperti kacau dengan pernyataan Mirna. Bagaimana mungkin Ia dapat mewujudkan permintaan sang gadis, sedangkan Ia tidak mungkin menjadi pengkhianat dalam pernikahannya.
Ia tak memungkiri dan tidak menjadi munafik jika Ia juga menyukai gadis itu, namun ada hati yang harus Ia jaga, dan tidak mungkin melukainya. Karena sekuat-sekuatnya wanita tidak akan rela jika untuk dimadu.
Meskipun bibir mereka mengatakan Aku siap.di madu, namun, sejatinya hati mereka menyimpan duka dan sakit katena diduakan.
Satria mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, Ia melewati puskesmas tempat dimana sang Istri kini menjabat sebagai kepala puskesmas. Lalu Ia melanjutkan perjalanannya dan kembali pulang kerumah untuk menyelesaikan beberapa tugas yang dikirimkan oleh Hadi melalui emailnya, tentang perusahaan peninggalan almarhum kakeknya, Rakes yang disemayamkan dijepang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Amara
psikopat ini orang,kelihatannya dia mengoleksi organ kelamin dan lato2 nya 😁.
apa gak geli coba 🤭
2025-01-18
0
Chuu
sup daging lato2
2023-10-18
2
м᩸σͦηⷬⷬ💯тⷬяͦσͦⒻ⃟🐠
kayaknya mirna ini diam2 jahat juga, dan filingku, yg suka mencabut senjata+lato2 ini kok mirna.
trs senjata dan lato2 dimasak sup, kira2 bnr g sih filingku ini.
2023-10-11
2