Setelah berhasil mengerjai pria bejad itu, Mirna keluar dari kamarnya dan menuju dapur.
Ia lupa bahwa dirinya belum mengangkat jemurannya. Ia pun bergegas membuka pintu dapur, lalu melihat ada ember kosong miliknya tempat Ia meletakkan pakaian telah berisi ikan yang masih hidup.
Ternyata kakek Nugroho tadi sore singgah dan meletakkan ikan itu tanpa memanggilnya. Sepertinya kakek itu menduga jkka Ia sedang tidur sore dan tak ingin mengganggunya.
Mirna tersenyum tipis, lalu mengangkat jemurannya yang tertinggal diluar, meski sudah sangat malam.
Dari balik hutan yang lebat, Ia mendengar suara seseoarang sedang memanggilnya dengan nada parau dan penuh kebencian.
"Miiiiirnaaaaa...."
Suara terdengar begitu sangat mengerikan, namun gadis itu hanya tersenyum sinis dan membawa masuk pakaiannya lalu membersihkan ikan pemberian kakek Nugroho dan menggorengnya.
Suara rintihan yang memanggil namanya itu kembali lagi terdengar dan mendayu-dayu.
Namun Mirna tidak memperdulikannya dan Ia mengkunyah ikan gorengnya.
Setelah selesai dengan makannya, Ia kembali kekamarnya dan mencoba tidur untuk menjemput mimpinya.
*****
Hari sudah terang, jam didinding menunjukkan pukul 9 siang. Seorang wanita yang malam itu menahan laparnya, akhirnya tersenyum karena seorang kakek yang lewat didepan rumahnya menawarinya ikan hasil tangkapannya dari sisa penjualannya yang tidak habis.
Bahkan si kakek memberikan sedikit uang penjualan ikannya yang dapat membeli 2 kg beras.
Wanita itu akhirnya terbebas dari rasa laparnya, dan dapat tersenyum.
Ia sarapan dengan sangat lahabnya. Bahkan Ia tidak membangunkan suaminya yang masih juga tertidur lelap.
Kadang Ia merasa lelah menjalani hidup bersama pria pemalas itu. Dimana kerjanya hanya mabuk-mabukkan, berjudi, bahkan bermain perempuan.
Lela, wanita tidak beruntung yang dinikahi oleh pria bernama gugun itu sudah sangat jenuh, dsn ingin rasanya mengakhiri pernikahannya. Bahkan tak jarang jika Gugun sering melakukan tindak kekerasan fisik padanya.
Karena rasa kesalnya pada pria itu, Lela sampai menyembunyikan sisa nasi dan ikan yang baru dimasaknya.
Ia memilih untuk keluar rumah, dan mencari udara segar.
Tanpa sengaja Ia berpapasan dengan Kakek Nugroho yang hendak pergi mengail ikan.
"Mau kesungai, Kek?" sapa Lela ramah.
" Iya,Cu" jawabnya singkat dengan sikap ramahnya.
"Kek.. Kalau nanti dapat ikan banyak, Lela bantu untuk menjualkannya ya..." pinta Lela, agar Ia mendapat sedikit pekerjaan. Bukankah sangat lumayan jika Ia dapat membantu menjual ikan-ikan itu, karena setidaknya Ia dapat menbambil untung meskipun hanya 3 ribu per kilonya.
Kakek Nugroho tersenyum dan mengangguk mengiyakan, lalu berpamitan untuk pergi kesungai.
Kakek Nugroho adalah penduduk baru didesa ini. Meskipun usianya sudah sepuh, namun Ia masih terlihat sangat gagah dan bersemangat dalam mencari nafkah, bukan seperti suaminya kang Gugun yang sangat pemalas dan tidak mau berusaha.
Gugun sudah bangun tidurnya. Ia berjalan dengan terhuyung-huyung. Ia mencari keberadaan Lela istrinya.
"Lela... Diamana Kamu? Mana makanan unrukku?!" teriaknya tanpa malu, meski harus didengar tetangga sekitarnya.
Lela masuk kedalam rumah, lalu menghampiri suaminya yang tampak marah-marah kepadanya.
"Apa sih, Kang? Emangnya kamu ada kasih uang sama Aku? Seenaknya saja minta makan" ucap Lela yang sudah tak tahan lagi menahan emosinya.
Gugu menatap dengan tajam "Sudah pintar melawan Kamu sekarang,Ya?" ucapnya dengan sengit, lalu memintal rambut panjanng Lela dan menghempaskannya kelantai.
Seketika Lela tersungkur dan meringis kesakitan "Lebih Aku bercerai dari Kamu Kang!" ucapnya dengan nada pilu.
Gugun yang sudah sangat geram, lalu menendang tubuh Lela yang tersungkur dilantai dengan sangat kuat dan tanpa belas kasih.
Para tetangga yang menyaksikannya mencoba merekam perbuatan Gugun yang melakukan tindakan kekerasan dan sudah kerap kali terjadi. Sebagian lagi mencoba melerainya.
Namun Gugun yang bersikap keras kepala sangatlah agresif, dan mengambil sebilah golok untuk mengusir warga yang mencoba ikut campur dalam urusannya.
Karena merasa kesal, sebagian warga pria juga mengambil golok dari rumahnya, mereka menantang Gugun untuk melawan mereka.
Para warga sudah muak melihat keributan yang kerap terjadi dan juga tingkah laku Gugun yang semena-mena kepada Lela, Istrinya.
Melihat banyaknya para warga, akhurnya Gugun memilih untuk mengalah dan keluar dari rumahnya, mengendarai sepeda motornya dengan menarik gasnya dengan kuat hingga menimbulkan suara bising. Setelah itu Ia meluncur meninggalkan rumahnya yang sudah dipenuhi para warga.
Gugun merasakan sangat lapar. Pandangannya juga mulai berkunang-kunang karena belum ada asupan energi, sedangkan energinya sudah terkuras dibuat oleh gadis uang Ia sendiri tidak tahu siapa namanya.
Entah mengapa Ia merasa jika Gadis itu memanggilnya. Ia menuju rumah gadis nan aduhai tersebut.
Ia memarkirkan motornya disemak-semak. Setelah meastikan tidak ada orang yang melihatnya, Ia berjalan mengendap mengintai kearah sungai. Namun sang gadis tidak ada disana, Ia memastikan jika gadis itu masih berada didalam rumahnya.
Gugun mengetuk pintu dapur milik gadis itu. Ia mendengar suara derap langkah lembut sang gadis. Ia tampak kegirangan.
Sesaat pintu dapur dibuka, tampak sang gadis berdiri diambang pintu hanya menggunakan gaun tidur yang sangat tipis tanpa dalaman dan menampilkan dengan jelas seluruh onderdilnya.
Pandangannya yang tadi berkunang-kunang kembali cerah mendapatkan suguhan yang sangat indah.
"Boleh akang masuk, Sayang" ucapnya dengan sangat lembut, yang berbeda jauh mengucapkannya kepada Lela, istrinya.
"Boleh, Kang. Dengan senang hati" jawab Mirna dengan senyum seringainya.
Gugun merasakan sedang mendapatkan durian runtuh. Ia dengan cepat memasuki dapur. Lalu mendekap Gadis itu dengan tak sabar. Bahkan Ia melupakan perutnya yang lapar.
Ia langsung membopong tubuh Gadis itu kedalam Kamar dan meletakkannya dengan lembut.
Ia segera melucuti pakaiannya sendiri dan menarik paksa pakaian sang gadis.
Seperti biasanya, Ia dengan rakusnya melahab tubuh sang gadis yang membuatnya candu.
Dua bukit kembar milik sang gadis menjadi santapan paginya ini. Ia tak sabar untuk segera menyenggamai sang gadis, lalu mulai bekerja dan mencapai puncaknya berkali-kali.
Namun bukan Mirna namanya, jika Ia tak mengkuras habis energi lawan mainnya.
Setelah pukul sembilan malam, Mirna melepaskan pria bejad itu. Bahkan Gugun harus berjalan dengan merangkak. Setelah sampai dipintu dapur, Ia berusaha menggapai pintu itu jntuk membuaknya.
Lalu Ia berjalan keluar, menuju semak mengambil motornya. Ia melajukan motornya tanpa kendali, dan saat akan menyebarangi jalan lintas...
Braaaaaaak.... Baaaam...
Terjadi tabrakan antara motor yang ditumpangi Gugun dengan sebuah truk yang melaju kencang dari arah yang berlawanan.
Tubuh Gugun terseret hingga 6 meter, dan tewas seketika.
Pihak kepolisan datang ketempat kejadian perkara karena mendapatkan laporan warga.
Setibanya disana, pihak polisi lalu mengadakan identifikasi terhadap jenazah korban, sedangkan truck yang bertabrakan dengan Gugun berhasil melarikan diri.
Kabar duka itu sampai ketelinga Lela, saat polisi menghubungi kerumahnya. Bukannya bersedih, namun Lela merasa gembira atas kematian suaminya. Bahkan Ia membayangkan akan mendapat santunan dari kematian suaminya berupa jasaraharja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Amara
waduh ...berharap dapat santunan , gas mba cepat di klaim
2025-01-18
0
Mina Wty
si mirna berbuat kebaikan itu kn?
2024-04-07
0
Isli Herlina
koreksi thor,, banyak typo
2023-11-09
0