Setelah tim dokter melakukan autopsi, mereka menyatakan jika alat senjata beserta lato-lato milik Anang dicabut paksa menggunakan tangan, bukan alat senjata tajam ataupun dengan dikeeat menggunakan gigi.
Hal yang paling mengejutkan lagi Ialah jika tidak ditemukan sidik jari pelaku yang dapat menjerat seseorang untuk bertanggung jawab atas perbuatan kejinya.
Untuk hal ini, pihak kepolisian berharap agar keluarga bersabar untuk menerima semua ini dan kasusnya masih dalam proses penyelidikan.
Sedangkan pihak keluarga meminta agar jenazah Anang segera dimakamkan kembali dengan layak.
Warga kembali berghosip dengan apa yang diterangkan oleh pihak kepolisian. Bagaimana mungkin si pelaku dapat berkeliaran dengan bebas setelah melakukan tindak kejahatannya, bisa saja Ia sedang berada ditengah-tengah mereka dan merasa senang dengan apa yang telah Ia lakukan.
Warga juga semakin khawatir jika akan ada korban-korban berikutnya yang akan bermunculan.
Seminggu berlalu, kasus tentang hilangnya lato-lato beserta senjata milik Almarhum Anang kian mereda. Masyarkatpun mulai perlahan menghentikan perbincangan hangat itu. Suasana kembali tenang dan mulai kondusif.
Ditempat lain, seorang gadis sedang bertubuh elok bak biola sedang menenteng ember berisi pakaian. Meskipun keran air sudah diperbaiki, Ia ternyata lebih menyukai sungai itu untuk melakukan bersih-bersih dan mencuci.
Seperti biasanya, Ia selaku berpapasan dengan sang kakek yang selalu membawa jaring untuk mencari ikan ke sungai. Setiap pulang dari menjaring, Ia akan memberikan beberapa ekor ikan kepada gadis itu.
Keduanya semakin terlihat akrab dan saling bersapa jika sedang berpapasan.
Ditempat barunya ini, sang gadis tidak pernah melakukan intreaksi kepada warga sekitar. Hanya dua orang pria saja yang selalu menjadi teman berbicaranya. yaitu Kakek Nugroho dan pria tampan pujaan hatinya yang kini telah menjadi suami orang lain.
Namun meskipun pria itu belum membuka hati untuknya, Ia tidak akan menyerah begitu saja. Ia akan tetap menunggu sampai pria rela memilikinya.
Setelah kakek Nugroho pergi jauh menggunakan sampan kecil menyusuri sungai. Gadis itu memulai ritual mandinya.
Sepasang mata yang selama ini selalu mengintainya, sudah tak mampu lagi membendung hasratnya yang meledak setiap kali melihat kemolekan sang gadis.
Selama sepekan ini Ia hanya menjadi pengintai dan selalu menuntaskan hasratnya dengan bermain solo.
Kali ini Ia tidak ingin lagi menjadi gila karena telah terobsesi dengan kecantikan dan kemolekan sang gadis.
Ia melihat gadis itu saat diacara lamaran tetangganya yang seorang kepala puskesmas bernama Shafiyah, dimana gadis itu ikut menjadi salah satu dari iring-iringan pengantar hantaran belanja.
Dan tanpa sengaja Ia, saat Ia akan pergi memancing ke sungai, Ia melihat gadis itu sedang membawa ember berisi piring yang diletakkan diatas kepalanya.
Seketika Ia terpana akan kecantikannya yang tampak begitu berbeda dengan gadis didesanya bahkan dengan istrinya sendiri yang sudah dinikahinya 5 tahun yang lalu.
Kulit putih bening tanpa goresan apapun, serta kemolekan sang gadis yang aduhai, membuatnya beberapa kali harus menelan salivanya yang tak tertahankan.
Ia menunggu sampai gadis itu selesai mandi dan menuju rumah. Ia tidak berani menyergapnya jika disungai tersebut. Karena beberapa hari ini sepertinya para pemancing baru banyak mulai berdatangan. Dikarenakan kabar kakek Nugroho yang mendapat banyak tangkapan disungai itu.
Sang gadispun telah selesai dengan mandinya. Si pengintai itu beranjak dari tempatnya. Ia menyelinap memasuki rumah sang gadis melaui pintu belakang rumahhnya.
Selama ini Ia sudah mencoba mempelajari kebiasaan sang gadis yang tak pernah mengunci pintu belakang rumahnya.
Ia bersembunyi dibalik pintu kamar sang gadis dan menunggu kedatangan gadis itu.
Terdengar suara derap langkah yang begitu lembut memasuki pintu dapur yang terbuka.
Lalu terdengar gadis itu kembali lagi keluar kehalama belakang dapur dan meletakkan ember berisi pakaian untuk dijemurnya.
Pria itu sampai kesal karena terlalu lama menunggu dan bersembunyi dibalik pintu. Ingin rasanya Ia menyeret gadis itu dengan segera memasuki kamar dan segera menikmatinya.
Setelah cukup lama menunggu. Akhirnya terdengar suara gadis itu memasuki dapur dan kini menuju pintu kamar.
Ia mempunyai kebiasaan yang tidak mau menutup pintu kamarnya saat sedang bersalin pakaian, entah apa maksud dari kebiasaannya itu.
Pria yang menjadi pengintai tersebut sudah sangat lelah menunggu momen saat saat gadis melepaskan kain penutupnya.
Dan benar saja, momen yang ditunggunyapun tiba.
Mata pria pengintai itu seakan ingin lepas saat menyaksikannya dari jarak yang begitu dekat bagaimana kemolekan sang gadis.
Tanpa menunggu lama, Ia menyergap gadis itu dari arah belakang. Menggapai dua bukit milik sanga gadis dan menggenggamnya dengan liar.
Lalu Ia melemparkan tubuh gadis itu keranjangnya. Namun yang membuatnya senang, gadis itu tidak berteriak ataupun memberikan perlawanan.
Melihat gadis itu pasrah dan menerima perlakuannya, Ia semakin gencar melahap habis tubuh sang gadis dengan sangat rakus.
Hingga akhirnya Ia mencapai puncak surgawinya berkali-kali.
Setelah merasa puas, Ia berniat hendak pergi dan akan mengulanginya malam nanti, karena Ia merasakan kepuasan yang sangat begitu besar. Bahkan Ia merasakan jika gadis itu masih virgin.
Namun belum sempat pria itu mengenakan kembali pakaiannya dan akan pergi, Gadis bernama Mirna itu tersenyum menyeringai. Ia menarik pinggang pria yang telah menyenggamainya itu menggunakan kedua ujung kakinya.
"Mengapa terlalu terburu-buru Kang.. Temani Aku dahulu, Aku belum saja puas untuk bercinta denganmu" ucap Mirna manja.
Pria itu tersenyum senang "Gila, gadis ini sangat kuat sekali, aku saja sudah hampir lemas, tetapi dia mengatakan belum puas" gumannya dalam hati. Sedangkan Mirna tampak menggodanya dengan intens.
"Malam nanti ya sayang... Akang janji balik lagi dan akan memuaskan Kamu sayang" ucapnya dengan nada bualan yang biasa digunakan oleh para buaya darat dalam memperdayai mangsanya.
"Tetapi Aku maunya sekang, Kang. Ayolah.. Apakah Kamu selemah itu. Ataukah Istrimu lebih menarik dariku?" ucap Mirna yang semakin menggoda sang pria.
Seketika Pria itu merasa kaget karena sang gadis mengetahui jika Ia sudah beristri. Namun mengapa Ia mau melakukannya?
Tetapi kini akal sehatnya sudah buntu karena rayuan Mirna yang tak mampu ditolaknya.
Pria itu kembali lagi menyenggamai sang gadis. Namun diluar dugaannya, gadis itu tak mau berhenti, dan terus memaksanya hingga malam hari tiba.
Mereka melakukan percintaan sedari pagi tadi hingga memasuki pukul 9 malam, barulah Mirna melepaskannya.
Pria itu lemah dan lunglai, hingga wajahnya memucat karena energinya terkuras habis.
Dengan menguasai sisa-sisa tenaga dan juga kesadarannya, Ia mencari motornya yang disimpan dibalik semak-semak.
Pria itu pulang dengan tubuh yang sangat-sangat lemah.
Sesampainya didepan pintu rumah, sang istri telah menunggunya sedari tadi.
Ia mengira jika suaminya pulang membawa uang untuk kebutuhan makan mereka. Sedari tadi Ia menunggu karena sudah sangat lapar.
Namun harapan sang istri pupus sudah, karena suaminya pulang terlihat seperti orang mabuk yang langsung menuju kamarnya dan mengehempaskan dirinya diranjang.
Seketika air mata wanita jatuh tak mampu lagi Ia tahan. Ia hanya mampu menekan perutnya yang terasa lapar sedari tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Aisyah Azka
gini nih udh punya istri yg cantik dan setia menemani dia, eh malah si suami liat bening bening dikit aja langsung di embat gini nih kalo iman nya lemah mah istri di lupain
2025-02-09
2
Amara
kasihan ...emang gak bisa pinjam tetangga dulu tha neng,bukan makan😄
2025-01-18
0
Mina Wty
wiih jdi ni cwek pelakunya. kejem bner dh neng. napa juga nma kita sama
2024-04-07
0