Qiao Feng yang menyaksikan hal itu terkejut. Ia kemudian melompat untuk menghindari serangan yang datang secara tiba-tiba itu.
Segulung angin kencang berhembus lewat di bawah telapak kakinya. Ia selamat dari serangan pertama. Serangan kedua yang berupa puluhan titik putih juga berhasil dihindarkan olehnya dengan cara sederhana dan membalas menggunakan kibasan tangan.
Suara benda yang menancap di pohon segera terdengar dengan jelas. Begitu melihat ke belakang, rupanya pohon-pohon yang berderet itu sudah bolong ditembus oleh benda putih tadi.
Anak muda itu belum tahu pasti terkait benda putih tersebut. Hanya saja dia yakin, dilihat dari akibat yang dihasilkan, pasti benda itu bukanlah benda sembarangan. Itu pasti benda berbahaya.
Mungkin semacam jarum perak atau paku kecil. Pikirnya.
Wutt!!!
Belum lagi Qiao Feng turun ke bawah, benda yang sama kembali melesat keluar dari dalam goa. Kali ini jumlahnya lebih banyak lagi.
Menyadari ada bahaya, ia segera membalikkan pandangannya lalu berjumpalikan di tengah udara. Pada saat itu tiba-tiba saja debu mengepul tinggi menjadi satu gulungan. Pemandangan di halaman luas itu menjadi kabur. Seperti adanya kabut di pagi hari buta.
Dengan keadaan semacam itu, tentu saja Qiao Feng menjadi kesulitan sendiri. Namun dia tidak mau menyerah. Pandangan matanya tidak bisa diandalkan sempurna, Qiao Feng mencoba mengandalkan indera yang lainnya.
Telinga dipasang dengan sangat teliti. Ia segera mendengar ada decitan angin tajam yang datang dari arah depan sana.
Wushh!!!
Anak muda itu mendorong telapak tangannya ke depan. Angin berhawa panas keluar bersama satu kekuatan yang lumayan besar. Semua benda putih yang hampir merenggut nyawanya, kini telah berjatuhan di atas tanah.
Ancaman yang ketiga menemui kegagalan lagi. Qiao Feng masih selamat. Bahkan semua serangan tadi, tidak ada satu pun yang mengenai tubuhnya.
Namun pada saat demikian, tiba-tiba ancaman lainnya telah tiba kembali. Kali ini, Qiao Feng merasakan hawa pembunuh seperti sebelumnya. Sangat pekat, membuat dia bergidik ngeri.
"Siluman itu pasti sudah datang," gumamnya perlahan.
Baru saja ucapannya selesai, tahu-tahu ada sesuatu yang menghantam tubuhnya dengan keras.
Bukk!!!
Dia langsung terlempar sampai tubuhnya menubruk sebatang pohon. Sebelum Qiao Feng bangkit dan mendapatkan posisinya kembali, sebuah pukulan kembali mengenai tubuhnya.
Rasa sakit dan pegal seketika menjalar ke seluruh tubuh. Baru mendapat serangan dua kali saja, dia sudah mulai kepayahan.
"Apakah yang telah menyerangku barusan adalah Siluman Kera Api?" gumamnya bertanya-tanya.
Kalau sampai hal itu benar, dia tidak bisa membayangkan bagaimana hebatnya kemampuan penguasa hutan tersebut.
Beberapa saat kemudian, suasana telah kembali normal seperti semula. Begitu melihat ke tempat sekitar, rupanya benda putih yang beberapa kali ingin menembus tubuhnya itu bukanlah jarum perak. Bukan pula paku seperti yang ia duga sebelumnya.
Melainkan adalah bulu. Bulu kera yang kecil tapi sangat tajam.
Qiao Feng mengalihkan pandangan matanya. Ia memandang ke depan sana. Betapa kagetnya anak muda itu pada saat menyaksikan di hadapannya sudah berdiri seekor kera yang sangat besar.
Kera itu tingginya mencapai sepuluh meter. Taringnya sangat panjang dan tajam. Wajahnya menggambarkan kemarahan yang luar biasa. Melihat lebih jauh, rupanya di atas kepala si kera terdapat mahkota berwarna merah membara. Persis seperti api yang sangat panas.
"Siluman Kera Api!" katanya perlahan.
Benarkah Siluman Kera Api sebesar ini?
Sampai sekarang, Qiao Feng masih belum percaya dengan pandangan matanya sendiri. Dia merasa sedang bermimpi. Mimpi yang sangat nyata.
Kalau tubuhnya saja sudah seperti itu, lalu bagaimana dengan kekuatannya?
"Manusia, siapa kau sehingga berani mencari masalah denganku?" tiba-tiba saja Siluman Kera Api bertanya. Cara bicaranya persis seperti manusia pada umumnya.
"Jadi ... kau bisa bicara?" tanya Qiao Feng masih sedikit tidak percaya.
"Mengapa kau membuat masalah di sarangku? Apakah kau sudah bosan hidup?" tanya siluman itu lagi.
Mendengar suaranya suara, Qiao Feng sudah merasakan bulu kuduknya berdiri. Suara itu menurutnya bahkan lebih menyeramkan daripada sambaran petir.
Untuk beberapa saat, dirinya tidak menjawab. Dia hanya diam sambil memandang ke arahnya.
"Aku sengaja melakukanya!" jawab anak muda itu setelah beberapa saat membungkam mulut.
Siluman Kera Api tersenyum dingin seraya memperlihatkan kedua taringnya yang tajam dan panjang itu.
"Selama ini belum ada manusia yang berani mencari masalah denganku. Kau adalah orang yang pertama kali melakukannya,"
"Kalau begitu baguslah. Aku menjadi orang pertama yang berani melakukannya," ucap Qiao Feng memberanikan diri bicara.
"Kau juga menjadi manusia pertama yang akan aku makan,"
Siluman itu menggeram marah. Suaranya menggelegar sampai membuat tanah di sekitar beterbangan tidak karuan.
Bomm!!!
Dia memukul bumi dengan keras. Dentuman keras terdengar seketika. Tubuh Qiao Feng mencelat ke atas tanpa bisa ditolak.
Bersamaan dengan itu, Siluman Kera Api tiba-tiba menjejakkan kedua kakinya ke tanah. Tubuhnya lalu meluncur secepat kilat ke arah Qiao Feng.
Bukk!!!
Pukulan hebat kembali diterima oleh anak muda itu. Tubuhnya langsung terhempas ke bawah sampai sedikit melesak ke dalam bumi. Qiao Feng merasakan sakit yang tidak sedikit.
Dia berusaha bangun kembali. Tapi lagi-lagi, Siluman Kera Api sudah siap. Begitu melihat dirinya bangun, siluman tersebut kembali melancarkan serangan ganasnya. Kali ini, dia menyerang secara beruntun.
Pukulan dan tendangan yang diterima oleh Qiao Feng semakin banyak lagi. Dalam beberapa waktu, dirinya tidak bisa memberikan perlawanan sedikit pun. Anak muda itu seperti samsak hidup.
"Hei, berikan aku kesempatan untuk mengeluarkan jurusku. Kalau begini caranya, pertarungan ini jadi kurang seru," katanya di tengah-tengah serangan yang terus datang tanpa henti.
Siluman Kera Api tidak mendengar ucapan itu. Dia terus melayangkan pukulan ke seluruh tubuh Qiao Feng.
'Gawat, kalau terus begini, pasti tidak lama lagi aku akan mampus di tangannya," batinnya berkata sambil berpikir tentang bagaimana melepaskan diri dari serangan lawan.
Dalam pada itu, Qiao Feng mencoba meningkatkan konsentrasinya. Setelah beberapa saat kemudian, ada hawa panas yang naik dari dalam tubuhnya.
"Haaa!" ia berteriak dengan keras. Berbarengan dengan teriakan tersebut, gelombang kejut langsung menyapu area sekitar.
Penguasa hutan itu melompat mundur. Dia tidak mau celaka, karena itulah dirinya memilih menghentikan gempuran serangannya.
"Pukulan Salju Putih!"
Wutt!!!
Qiao Feng melepaskan pukulan jarak jauh. Hawa dingin ikut keluar bersamaan dengan jurus tersebut. Siluman Kera Api tersenyum menyeringai. Kedua tangannya melakukan gerakan, pukulan milik Qiao Feng menjadi pecah berantakan.
Hawa dingin tiba-tiba menyebar luas. Pepohonan dan bunga-bunga yang terdapat di sana langsung beku akibat hawa dingin tersebut.
Setelah terjadinya adu jurus barusan, Qiao Feng baru mengetahui bahwa Siluman Kera Api itu benar-benar kuat. Menurut anggapannya, siluman itu setidaknya sudah berada di tingkat Siluman Surgawi tahap satu.
Walaupun sama-sama di tingkatan Surgawi, tapi harus diingat bahwa tingkatan antara manusia dan siluman itu sangat berbeda.
Kekuatan Siluman Langit setara dengan Pendekar Surgawi. Siluman Surgawi setara dengan Pendekar Alam Nirwana. Sedangkan Siluman Nirwana, setara dengan Penguasa Alam Sejati.
Katana perbedaan itulah, tidak heran apabila Qiao Feng sejak tadi terus disiksa oleh Siluman Kera Api.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Chafidzoh Roesanto
update thorrrrr
2023-09-15
2
K4k3k 8¤d¤
💌👍🏻💌👍🏻💌👍🏻💌👍🏻💌
2023-08-15
0
K4k3k 8¤d¤
semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2023-08-15
1