Lenyapnya Sekte Pedang Utara

Ucapan Tetua Sekte Pedang Utara tidak salah. Karena memang hanya itulah jalan keluar satu-satunya.

"Aku sarankan agar kalian menyerah saja. Siapa tahu, aku bisa berbaik hati sehingga memberikan kematian yang cepat bagi kalian," orang serba hitam yang berdiri di posisi paling tengah bicara sambil tersenyum dingin.

Ia mempunyai postur tubuh tinggi kekar. Sorot matanya sangat tajam. Setajam mata pisau yang siap menembus jantung!

"Siapa kau?" tanya Tetua itu dengan berani.

"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang jelas, aku adalah salah satu murid utama dari Tetua Bayangan Maut," katanya menjelaskan singkat.

Degg!!!

Jantung Tetua Sekte Pedang Utara berdebar kencang. Dia tahu sehebat apakah si Bayangan Maut itu.

Walaupun yang sekarang ada di depannya hanya murid, tapi ia yakin, kemampuannya pasti tidak berada jauh dibawah dia sendiri. Apalagi, Tetua itu bisa merasakan nasfu pembunuh yang sangat pekat yang keluar dari dalam tubuhnya.

"Hemm ... anak-anak ini tidak tahu apa-apa. Kalau kau ingin bertarung, marilah kita bertarung sampai mati," katanya menantang.

"Hahaha ..." ia tertawa lantang sehingga menggetarkan tempat sekitar. "Bukankah ucalanku sebelumnya sudah jelas?"

Dia kemudian memerintah kepada empat anggota di sisinya untuk mulai melancarkan serangan pertama.

Tidak mau banyak membuang waktu, empat orang anggota Sekte Gunung Tengkorak langsung menurunkan tindakan keras.

Wutt!!!

Golok dan pedang langsung bertaburan di tengah udara. Mereka telah mengeluarkan jurus-jurus yang cukup hebat.

Tetua Sekte Pedang Utara tidak gentar. Satu kali tangannya dikibaskan, segulung angin sudah menerjang empat macam serangan tersebut.

Tidak sampai di situ saja, ia segera mengeluarkan pedang yang tersoren di punggungnya. Begitu senjata berada di tangan, dirinya langsung menyambut serangan lawan.

Murid senior di sisinya tidak mau kalah. Dia pun segera mengambil langkah yang sama.

Dua orang itu sudah mendapat lawannya tersendiri. Masing-masing dari mereka melawan dua orang.

"Kalian urus saja anak-anak itu. Biar dua orang ini aku yang menghadapinya," murid dari Bayangan Maut berkata sambil melompat ke tengah arena pertarungan.

"Baik, kami mengerti,"

Wushh!!!

Empat anggota tersebut segera melompat. Mereka langsung menyerang membabi-buta para murid junior dari Sekte Pedang Utara.

Karena kemampuan anak-anak itu masih berada jauh di bawah mereka, tentu saja hanya dalam waktu singkat pun, sudah banyak korban yang tercipta.

Suara jeritan takut dan menahan rasa sakit mulai terdengar. Darah segar yang keluar dari tubuhnya segera menggenangi tempat sekitar.

Puluhan anak-anak telah tewas. Nyawa yang tak bersalah itu telah melayang begitu saja.

Empat orang serba hitam tadi membunuh tanpa berkedip. Mereka tidak terlihat mempunyai rasa belas kasihan. Mungkin di mata orang-orang itu, anak-anak tersebut ibarat hewan saja.

Sementara di dekatnya, ada Tetua dan murid senior Sekte Pedang Utara yang sedang bertempur sengit melawan murid si Bayangan Maut.

Walaupun keduanya telah melakukan kerjasama yang terhitung baik, tapi nyatanya semua itu masih belum cukup untuk menghadapinya.

Orang serba hitam tersebut benar-benar hebat. Kemampuannya dalam memainkan tombak kembar tidak bisa dibilang rendah.

Permainannya cepat dan telengas. Jurus-jurus dahsyat telah digelar. Sehingga dalam waktu singkat saja, posisi keduanya telah terdesak hebat.

Sekitar tujuh jurus kemudian, terlihat dua batang tombak itu melesat secara serempak. Kecepatannya sulit diikuti mata telanjang.

Slebb!!!

Dengan telak tombak itu menembus jantung Tetua dan murid senior Sekte Pedang Utara. Begitu tombak dicabut keluar, nyawa mereka juga segera melayang.

"Mengurus anak-anak saja tidak becus. Minggir kalian!" bentaknya sangat marah melihat empat anggota yang ia bawa ternyata belum selesai melaksanakan tugasnya.

Empat orang anggota itu menurut. Mereka kembali melompat secara serempak.

Bersamaan dengan itu, dia langsung menggerakkan tombak kembarnya. Segulung angin berhembus sangat kencang.

Wushh!!!

Jurus yang ia keluarkan benar-benar hebat. Tidak bisa dipungkiri lagi, belasan anak-anak yang tersisa, termasuk juga Qiao Feng dan Lu Tianyin, pasti akan tewas apabila terkena jurus itu.

Blarr!!!

Ledakan besar terdengar. Seluruh ruangan tergetar. Entah dari mana datangnya, namun di dalam ruangan itu, kini telah muncul satu sosok serba putih.

"Manusia biadab!" katanya sambil mengibaskan tangan.

Wutt!!!

Cahaya putih melesat cepat membawa rasa dingin menusuk tulang. Lima orang serba hitam itu ingin menghindar, namun sayangnya sudah terlambat.

Begitu cahaya putih tadi menerpa tubuh, mereka langsung membeku. Lalu kemudian hancur menjadi serpihan es.

Orang serba putih melirik ke belakang. Ternyata semua anak-anak tadi tidak ada yang selamat. Kecuali hanya satu orang, yaitu Qiao Feng!

"Anak baik, syukurlah kau masih hidup," ucapnya sambil menghampiri.

"Si-siapa Tuan ini?" tanya anak itu sambil memandangnya.

Suara Qiao Feng sangat lemah. Hal itu terjadi karena dia telah mengalami luka akibat serangan lima orang tadi.

"Nanti kau akan tahu sendiri, Nak. Sekarang ikutlah denganku," katanya sambil membopong Qiao Feng.

"Tu-tunggu dulu, Tuan. Temanku masih hidup, dia juga harus ikut,"

Temen yang dimaksud olehnya bukan lain adalah Lu Tianyin!

"Mana? Mana temanmu? Di sini yang masih hidup hanya kau seorang,"

Ia menoleh ke sana kemari. Ternyata benar, di sana tidak ada yang tersisa, kecuali dia sendiri.

"Tadi ..."

"Sudahlah. Tidak ada waktu lagi. Mari ikutlah denganku,"

Dengan cepat orang serba putih itu membawa Qiao Feng. Hanya sekejap, dia telah menghilang dari pandangan mata.

Sementara di luar sana, ternyata pertempuran hebat yang tadi berlangsung pun, kini sudah selesai.

Di sana tidak ada lagi orang-orang hidup. Semua anggota Sekte Pedang Utara tewas dalam perjuangan mempertahankan "rumahnya".

Di antara korban yang bergelimpangan di halaman besar itu, yang kondisinya paling mengerikan adalah mayat Ketua Hong Lin dan semua Tetuanya.

Tubuh mereka mengalami luka di sana sini. Wajahnya gosong, dadanya melesak. Malah ada pula beberapa bagian tubuh yang hancur.

Sungguh, malam itu menjadi tragedi berdarah yang paling kelam!

Kentongan ketiga sudah terdengar. Suasana malam semakin sepi. Beberapa ekor burung gagak tampak terbang berkeliling di sekitar Sekte Pedang Utara. Mungkin burung gagak itu sudah siap untuk menyantapnya.

Pada saat seperti itu, tiba-tiba binatang tersebut langsung terbang tinggi dan menjauh dari sana.

Tidak lama kemudian, terlihat ada satu orang tua berjubah putih. Dia seperti Dewa, datangnya dengan cara terbang dan turun dengan sempurna.

Tanpa berkata sepatah kata pun, mendadak orang tua serba putih itu menggerakkan kedua tangannya ke depan.

Tiba-tiba tanah di di sana langsung amblas masuk ke dalam. Bumi bergetar dengan hebat, suara bergemuruh terdengar dari dalam perut bumi.

Beberapa kejap kemudian, debu mengepul tinggi dan menutupi pandangan mata. Sedangkan suara-suara tadi masih saja terdengar tanpa berhenti.

Sekitar lima belas menit kemudian, suasana kembali hening. Begitu debu lenyap, keadaan pun langsung berubah.

Apabila ada orang lain di tempat itu, niscaya dia akan merasa kaget setengah mati. Hal itu terjadi karena sekarang Sekte Pedang Utara telah lenyap dari pandangan mata!

Bangunan megah yang berdiri kokoh, sekarang tidak terlihat lagi.

Di sana tidak terlihat apapun juga, kecuali hanya tanah lapang yang sangat luas.

Terpopuler

Comments

Chafidzoh Roesanto

Chafidzoh Roesanto

update

2023-09-10

1

K4k3k 8¤d¤

K4k3k 8¤d¤

❣👣❣👣❣👣❣👣❣

2023-08-14

0

K4k3k 8¤d¤

K4k3k 8¤d¤

semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali

2023-08-14

2

lihat semua
Episodes
1 Qiao Feng
2 Pertandingan Penentuan
3 Tiga Murid Terbaik
4 Murid yang Terpilih
5 Siluman Elang Hitam
6 Sekte Pedang Utara
7 Ketua Hong Lin
8 Orang Serba Hitam
9 Tetua Sekte Gunung Tengkorak
10 Malam Berdarah I
11 Lenyapnya Sekte Pedang Utara
12 Pembaringan Dewa Es
13 Impian yang Hancur
14 Pertapa Cahaya Putih
15 Menjadi Murid
16 Siluman Kera Api
17 Sarang Siluman Kera Api I
18 Sarang Siluman Kera Api II
19 Siluman Surgawi Tahap Satu
20 Perubahan Qiao Feng
21 Jurus Telapak Bayangan
22 Berhasil Melaksanakan Tugas
23 Pedang Dewa Harimau
24 Sumpah di Masa Lalu
25 Pesan Singkat Pertapa Cahaya Putih
26 Perpisahan
27 Kota Bulu Merah
28 Kuda Setengah Siluman
29 Kuda Naga
30 Siluman Harimau Bersayap I
31 Siluman Harimau Bersayap II
32 Kelompok Macan Kumbang
33 Markas Kelompok Macan Kumbang
34 Melawan Empat Pemimpin
35 Jurus Bayangan Tanpa Cahaya
36 Merasa Bersalah
37 Tawaran
38 Mengembalikan Anak Siluman Harimau Bersayap
39 Kembali ke Desa Kelahiran
40 Kakek Peniup Seruling
41 Peristiwa di Desa Matahari Terbenam
42 Kota Giciu
43 Sekte Bambu Kuning I
44 Sekte Bambu Kuning II
45 Aura Cahaya Agung I
46 Aura Cahaya Agung II
47 Kota Malam
48 Sup Siluman Tiga Ras
49 Toko Pendekar
50 Mustika Siluman Raja Naga I
51 Mustika Siluman Raja Naga II
52 Alam Bawah Sadar Kekosongan
53 Dibawa ke Markas Besar
54 Pendekar Tombak Neraka
55 Jurus Es Pembeku
56 Kekuatan Aura Cahaya Raja Naga
57 Formasi Rasi Bintang I
58 Formasi Rasi Bintang II
59 Empat Naga Hitam
60 Rencana Empat Naga Hitam
61 Berkumpul di Pusat Kota
62 Namaku Qiao Feng
63 Menekan Semua Orang
64 Bertarung Melawan Empat Naga Hitam
65 Jurus Harimau Halilintar
66 Si Caping Kuning
67 Tiga Sinar Mematikan
68 Melakukan Perjalanan Bersama si Caping Kuning
69 Berbagi Kepada Sesama
70 Wilayah Atap Awan
71 Ji Qiang I
72 Ji Qiang II
73 Berusaha Menaikkan Level Pelatihan
74 Menemukan Tempat Harta Karun
75 Siluman Monyet Berbulu Merah
76 Dua Puluh Ekor Siluman
77 Kelompok Pengendali Siluman
78 Jurus Pamungkas si Caping Kuning
79 Penjaga Utama Ji Qiang
80 Naik Tingkat di Ambang Kematian
81 Pulang Bersama-sama
82 Membagi Harta Karun
83 Kotak Kayu Hitam Misterius
84 Cahaya Kuning Keemasan
85 Isi Kotak Kayu Hitam
86 Pedang Phoenix Abadi
87 Kerusuhan di Kediaman Ji Qiang
88 Mengejar Seseorang
89 Gadis Cantik yang Kehilangan Kecantikannya
90 Kota Bukit Biru
91 Bukit Biru Menembus Awan
92 Berlatih Kitab Pedang Phoenix Abadi
93 Cakram Petir
94 Keanehan
95 Tiga Kereta Kuda
96 Terpaksa Mengambil Tindakan
97 Perkampungan Keluarga Yun
98 Memanfaatkan Keadaan
99 Kepala Keluarga Yun
100 Masalah Selesai
101 Hilangnya Isi Cincin Ruang
102 Pendekar Harimau Petir
103 Sekte Mawar Merah I
104 Sekte Mawar Merah II
105 Ilusi Empat Penjuru
106 Murka si Tangan Iblis
107 Meminta Bantuan
108 Si Pedang Perak dan si Cakar Hitam
109 Datang Kembali
110 Teman Laknat
111 Diserang Terus-menerus
112 Kematian Tiga Ahli Bela Diri Aliran Sesat
113 Cia Lin
114 Keputusan Qiao Feng
115 Sekte Pedang Langit I
116 Sekte Pedang Langit II
117 Menceritakan Latar Belakang
118 Menjadi Orang Kepercayaan
119 Melawan Murid Utama I
120 Melawan Murid Utama II
121 Seorang Gadis Cantik
122 Cia Mei
123 Pertikaian di Tengah Acara
124 Tiga Murid Pengganggu
125 Memberikan Pelajaran
126 Keinginan Cia Mei
127 Tetua Ye
128 Menang Sedikit
129 Naik Setengah Tingkat
130 Berburu Siluman
131 Pertarungan Dua Ekor Siluman
132 Sepasang Ahli Bela Diri
133 Serangan Penentuan
134 Menolong Seorang Gadis
135 Yan Lu
136 Bunga Anggrek Tujuh Warna
137 Datang Tepat Pada Waktunya
138 Jurus Pengendali Arwah
139 Jurus Terlarang yang Mengerikan
140 Air Mata Cia Lin
141 Kekuatan Pendekar Tangan Bayangan I
142 Kekuatan Pendekar Tangan Bayangan II
143 Membunuh Satu Tetua
144 Tewasnya Ketua Sekte Pedang Langit
145 Permintaan Terakhir Cia Lin
146 Jurus Segel Cincin Langit
147 Melampiaskan Kemarahan
148 Terkepung
149 Nasib Qiao Feng
150 Tabib Yun
151 Bicara Empat Mata I
152 Kabar yang Mengejutkan
153 Cerita Zhao Bing I
154 Cerita Zhao Bing II
155 Tugas Dari Tabib Yun
156 Tiba di Puncak Gunung
157 Lima Penguasa Gunung
158 Hutan yang Berbahaya
159 Dua Ekor Siluman Penjaga
160 Siluman Naga Biru Es I
161 Siluman Naga Biru Es II
162 Siluman Naga Biru Es III
163 Latar Belakang Dua Siluman Naga Biru Es
164 Sesuatu Untuk Zhao Bing
165 Keributan di Klinik
166 Memaksa Dengan Kekerasan
167 Orang Suruhan
168 Dendam Kesumat Tabib Yun
169 Pelukan Zhao Bing
170 Dunia Lain yang Pernah Didatangi
171 Dua Orang Penunggang Kuda
172 Walikota dan Li San Jian
173 Secercah Harapan
174 Datang Tepat Pada Waktunya
175 Kau Bukan Lawanku!
176 Manusia Tidak Tahu Diri
177 Merindukan Semuanya
178 Semuanya Atas Dasar Rasa Kemanusiaan
179 Memperhatikan Dari Kejauhan
180 Pergi Meninggalkan Klinik
181 Dewa Pembuat Senjata Li Hiong I
182 Dewa Pembuat Senjata Li Hiong II
183 Menjaga Keamanan
184 Tiga Harimau Bersaudara
185 Mengalahkan Dalam Waktu Sebentar
186 Bisa Menyatu, Namun Tidak Sempurna
187 Keluhan Dewa Pembuat Senjata
188 Bentuk Baru Dua Pedang Pusaka
189 Orang-orang yang Keras Kepala
190 Pengumuman
191 Memprovokasi
192 Andai Saja Bisa Saling Menghargai
193 Insting Dewa Pembuat Senjata
194 Utusan Sekte Hutan Larangan
195 Jurus Alunan Nada Perenggut Nyawa
196 Pertarungan Sengit Melawan Wakil Ketua Sekte Hutan Larangan
197 Sumpah Qiao Feng
198 Yu Ji
199 Tidak Bisa Ikut Turnamen
200 Tanpa Sengaja Menemukan Teman Seperjuangan
201 Hampir Kehilangan Jejak
202 Markas Sekte Hutan Larangan
203 Membereskan Persoalan Lama
204 Lawan Kalian Adalah Aku
205 Hong Fu Membalas Dendam I
206 Hong Fu Membalas Dendam Il
207 Api Biru Abadi
208 Kembali ke Kekaisaran Yuan
209 Pelelangan
210 Pelelangan Organisasi Bulan Emas I
211 Pelelangan Organisasi Bulan Emas Il
212 Pelelangan Organisasi Bulan Emas Ill
213 Membayar Kotak Kayu Hitam
214 Tuan Muda Xiao
215 Sebuah Mimpi
216 Sosok Asli Kuda Naga
217 Siluman Singa Bermata Merah
218 Dua Orang Berjubah Hitam
219 Penunggu Gunung Kegelapan I
220 Penunggu Gunung Kegelapan Il
221 Keluar Dari Perut Gunung Kegelapan
222 Seekor Naga Putih
223 Dunia Siluman I
224 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 224 Episodes

1
Qiao Feng
2
Pertandingan Penentuan
3
Tiga Murid Terbaik
4
Murid yang Terpilih
5
Siluman Elang Hitam
6
Sekte Pedang Utara
7
Ketua Hong Lin
8
Orang Serba Hitam
9
Tetua Sekte Gunung Tengkorak
10
Malam Berdarah I
11
Lenyapnya Sekte Pedang Utara
12
Pembaringan Dewa Es
13
Impian yang Hancur
14
Pertapa Cahaya Putih
15
Menjadi Murid
16
Siluman Kera Api
17
Sarang Siluman Kera Api I
18
Sarang Siluman Kera Api II
19
Siluman Surgawi Tahap Satu
20
Perubahan Qiao Feng
21
Jurus Telapak Bayangan
22
Berhasil Melaksanakan Tugas
23
Pedang Dewa Harimau
24
Sumpah di Masa Lalu
25
Pesan Singkat Pertapa Cahaya Putih
26
Perpisahan
27
Kota Bulu Merah
28
Kuda Setengah Siluman
29
Kuda Naga
30
Siluman Harimau Bersayap I
31
Siluman Harimau Bersayap II
32
Kelompok Macan Kumbang
33
Markas Kelompok Macan Kumbang
34
Melawan Empat Pemimpin
35
Jurus Bayangan Tanpa Cahaya
36
Merasa Bersalah
37
Tawaran
38
Mengembalikan Anak Siluman Harimau Bersayap
39
Kembali ke Desa Kelahiran
40
Kakek Peniup Seruling
41
Peristiwa di Desa Matahari Terbenam
42
Kota Giciu
43
Sekte Bambu Kuning I
44
Sekte Bambu Kuning II
45
Aura Cahaya Agung I
46
Aura Cahaya Agung II
47
Kota Malam
48
Sup Siluman Tiga Ras
49
Toko Pendekar
50
Mustika Siluman Raja Naga I
51
Mustika Siluman Raja Naga II
52
Alam Bawah Sadar Kekosongan
53
Dibawa ke Markas Besar
54
Pendekar Tombak Neraka
55
Jurus Es Pembeku
56
Kekuatan Aura Cahaya Raja Naga
57
Formasi Rasi Bintang I
58
Formasi Rasi Bintang II
59
Empat Naga Hitam
60
Rencana Empat Naga Hitam
61
Berkumpul di Pusat Kota
62
Namaku Qiao Feng
63
Menekan Semua Orang
64
Bertarung Melawan Empat Naga Hitam
65
Jurus Harimau Halilintar
66
Si Caping Kuning
67
Tiga Sinar Mematikan
68
Melakukan Perjalanan Bersama si Caping Kuning
69
Berbagi Kepada Sesama
70
Wilayah Atap Awan
71
Ji Qiang I
72
Ji Qiang II
73
Berusaha Menaikkan Level Pelatihan
74
Menemukan Tempat Harta Karun
75
Siluman Monyet Berbulu Merah
76
Dua Puluh Ekor Siluman
77
Kelompok Pengendali Siluman
78
Jurus Pamungkas si Caping Kuning
79
Penjaga Utama Ji Qiang
80
Naik Tingkat di Ambang Kematian
81
Pulang Bersama-sama
82
Membagi Harta Karun
83
Kotak Kayu Hitam Misterius
84
Cahaya Kuning Keemasan
85
Isi Kotak Kayu Hitam
86
Pedang Phoenix Abadi
87
Kerusuhan di Kediaman Ji Qiang
88
Mengejar Seseorang
89
Gadis Cantik yang Kehilangan Kecantikannya
90
Kota Bukit Biru
91
Bukit Biru Menembus Awan
92
Berlatih Kitab Pedang Phoenix Abadi
93
Cakram Petir
94
Keanehan
95
Tiga Kereta Kuda
96
Terpaksa Mengambil Tindakan
97
Perkampungan Keluarga Yun
98
Memanfaatkan Keadaan
99
Kepala Keluarga Yun
100
Masalah Selesai
101
Hilangnya Isi Cincin Ruang
102
Pendekar Harimau Petir
103
Sekte Mawar Merah I
104
Sekte Mawar Merah II
105
Ilusi Empat Penjuru
106
Murka si Tangan Iblis
107
Meminta Bantuan
108
Si Pedang Perak dan si Cakar Hitam
109
Datang Kembali
110
Teman Laknat
111
Diserang Terus-menerus
112
Kematian Tiga Ahli Bela Diri Aliran Sesat
113
Cia Lin
114
Keputusan Qiao Feng
115
Sekte Pedang Langit I
116
Sekte Pedang Langit II
117
Menceritakan Latar Belakang
118
Menjadi Orang Kepercayaan
119
Melawan Murid Utama I
120
Melawan Murid Utama II
121
Seorang Gadis Cantik
122
Cia Mei
123
Pertikaian di Tengah Acara
124
Tiga Murid Pengganggu
125
Memberikan Pelajaran
126
Keinginan Cia Mei
127
Tetua Ye
128
Menang Sedikit
129
Naik Setengah Tingkat
130
Berburu Siluman
131
Pertarungan Dua Ekor Siluman
132
Sepasang Ahli Bela Diri
133
Serangan Penentuan
134
Menolong Seorang Gadis
135
Yan Lu
136
Bunga Anggrek Tujuh Warna
137
Datang Tepat Pada Waktunya
138
Jurus Pengendali Arwah
139
Jurus Terlarang yang Mengerikan
140
Air Mata Cia Lin
141
Kekuatan Pendekar Tangan Bayangan I
142
Kekuatan Pendekar Tangan Bayangan II
143
Membunuh Satu Tetua
144
Tewasnya Ketua Sekte Pedang Langit
145
Permintaan Terakhir Cia Lin
146
Jurus Segel Cincin Langit
147
Melampiaskan Kemarahan
148
Terkepung
149
Nasib Qiao Feng
150
Tabib Yun
151
Bicara Empat Mata I
152
Kabar yang Mengejutkan
153
Cerita Zhao Bing I
154
Cerita Zhao Bing II
155
Tugas Dari Tabib Yun
156
Tiba di Puncak Gunung
157
Lima Penguasa Gunung
158
Hutan yang Berbahaya
159
Dua Ekor Siluman Penjaga
160
Siluman Naga Biru Es I
161
Siluman Naga Biru Es II
162
Siluman Naga Biru Es III
163
Latar Belakang Dua Siluman Naga Biru Es
164
Sesuatu Untuk Zhao Bing
165
Keributan di Klinik
166
Memaksa Dengan Kekerasan
167
Orang Suruhan
168
Dendam Kesumat Tabib Yun
169
Pelukan Zhao Bing
170
Dunia Lain yang Pernah Didatangi
171
Dua Orang Penunggang Kuda
172
Walikota dan Li San Jian
173
Secercah Harapan
174
Datang Tepat Pada Waktunya
175
Kau Bukan Lawanku!
176
Manusia Tidak Tahu Diri
177
Merindukan Semuanya
178
Semuanya Atas Dasar Rasa Kemanusiaan
179
Memperhatikan Dari Kejauhan
180
Pergi Meninggalkan Klinik
181
Dewa Pembuat Senjata Li Hiong I
182
Dewa Pembuat Senjata Li Hiong II
183
Menjaga Keamanan
184
Tiga Harimau Bersaudara
185
Mengalahkan Dalam Waktu Sebentar
186
Bisa Menyatu, Namun Tidak Sempurna
187
Keluhan Dewa Pembuat Senjata
188
Bentuk Baru Dua Pedang Pusaka
189
Orang-orang yang Keras Kepala
190
Pengumuman
191
Memprovokasi
192
Andai Saja Bisa Saling Menghargai
193
Insting Dewa Pembuat Senjata
194
Utusan Sekte Hutan Larangan
195
Jurus Alunan Nada Perenggut Nyawa
196
Pertarungan Sengit Melawan Wakil Ketua Sekte Hutan Larangan
197
Sumpah Qiao Feng
198
Yu Ji
199
Tidak Bisa Ikut Turnamen
200
Tanpa Sengaja Menemukan Teman Seperjuangan
201
Hampir Kehilangan Jejak
202
Markas Sekte Hutan Larangan
203
Membereskan Persoalan Lama
204
Lawan Kalian Adalah Aku
205
Hong Fu Membalas Dendam I
206
Hong Fu Membalas Dendam Il
207
Api Biru Abadi
208
Kembali ke Kekaisaran Yuan
209
Pelelangan
210
Pelelangan Organisasi Bulan Emas I
211
Pelelangan Organisasi Bulan Emas Il
212
Pelelangan Organisasi Bulan Emas Ill
213
Membayar Kotak Kayu Hitam
214
Tuan Muda Xiao
215
Sebuah Mimpi
216
Sosok Asli Kuda Naga
217
Siluman Singa Bermata Merah
218
Dua Orang Berjubah Hitam
219
Penunggu Gunung Kegelapan I
220
Penunggu Gunung Kegelapan Il
221
Keluar Dari Perut Gunung Kegelapan
222
Seekor Naga Putih
223
Dunia Siluman I
224
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!