Tanpa terasa tujuh hari sudah lewat. Qiao Feng dan Lu Tianyin sudah tiba kembali di Sekte Pedang Putih.
Saat ini, suasana masih pagi hari. Seperti biasanya, semua murid sekte itu sedang berlatih di halaman depan.
Khusus untuk dua orang murid yang terpilih tersebut, saat ini mereka berada di ruangan Ketua Hua. Orang tua itu sedang memberikan pesan penting kepada keduanya.
"Muridku, sekte yang akan menjadi tempat kalian nanti bernama Sekte Pedang Utara. Di sana juga terdapat murid-murid terpilih yang berasal dari sekte kecil lainnya. Kalian akan mendapat pelatihan yang lebih keras dari yang selama ini aku berikan,"
"Di Sekte Pedang Utara, nantinya juga akan ada pertandingan penentuan seperti beberapa waktu lalu. Hanya bedanya, di sekte itu murid yang terlibat pasti akan lebih banyak. Lawan pun akan jauh lebih sulit,"
"Pesanku, jangan pernah sombong dan merasa diri paling hebat. Ingat, di atas langit masih ada langit. Kalian harus tetap merendah terhadap siapa pun juga," kata Ketua Hua memberikan wejangan kepada dua murid di depannya itu.
Qiao Feng dan Lu Tianyin tidak menjawab. Mereka mendengarkan semua ucapan gurunya dengan seksama.
"Baik, Ketua. Kami pasti akan mengingat semua pesan-pesan ini," jawab mereka setelah Ketua Hua selesai bicara.
"Bagus. Aku percaya kalian bisa diandalkan. Sekarang pergilah, waktu yang dinanti sudah tiba,"
Ketua Hua Wei segera bangkit dari duduknya. Dia memberikan sesuatu kepada mereka.
"Ini adalah Cincin Ruang, aku tidak punya apa-apa untuk diberikan. Semoga, apa yang ada di dalam cincin ini bisa bermanfaat bagi kalian berdua,"
Qiao Feng dan Lu Tianyin menerima Cincin Ruang itu dengan penuh rasa terimakasih.
Setelah itu, mereka bertiga pun langsung keluar dari dalam ruangan. Hua Xu sudah menunggunya di depan.
Sebelum benar-benar pergi, mereka berdua juga sempat berpamitan kepada rekan-rekannya.
"Kim Cun, aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik di sini," kata Qiao Feng kepada sahabat baiknya tersebut.
"Baik, Qiao Feng. Kau juga harus bisa menjaga dirimu. Oh iya, jangan lupakan aku, ya," Kim Cun berkata sambil tersenyum.
Sebenarnya dia merasa terharu. Tapi dengan cepat perasaan itu dia tekan supaya tidak diketahui oleh Qiao Feng.
"Hahaha ... tentu saja. Kau adalah sahabat baikku. Aku pasti tidak akan melupakanmu," katanya menjawab sambil tertawa.
Setelah itu, Qiao Feng pun segera berlalu dari sana.
Berbeda dengannya, Lu Tianyin justru tidak berpamitan ataupun bercengkrama dengan murid-murid yang lain. Malah saat berjalan menuju ke depan, ia tidak melirik sama sekali kepada rekan-rekannya.
Melihat hal tersebut, Ketua Hua dan dua anaknya hanya bisa tersenyum kecut sambil menggelengkan kepala.
"Kalian sudah siap?" tanya Hua Xu setelah dua murid itu tiba di sisinya.
"Siap, guru,"
"Bagus,"
Hua Xu kemudian bersiul nyaring. Belum selesai suara yang diciptakan dari siulan tersebut, dari kejauhan sana terlihat ada sesuatu yang terbang dengan sangat cepat menuju ke arahnya.
Begitu sudah dekat, ternyata sesuatu itu adalah seekor siluman.
Siluman Elang Hitam!
Ukuran dari burung siluman itu sangat besar. Bahkan Qiao Feng dan Lu Tianyin sendiri baru melihat ada siluman yang seperti itu.
"Ayo naik," kata Hua Xu sambil menaiki punggung Siluman Elang Hitam.
Meskipun ada sedikit rasa takut, tapi kedua murid itu langsung melompat ke atasnya tanpa banyak membantah.
"Jangan takut, siluman ini sudah menjadi peliharaanku sejak lama,"
Hua Xu berkata sambil mengelus-elus kepala Siluman Elang Hitam. Beberapa saat kemudian, dia segera menyuruh siluman itu untuk berangkat.
Keakk!!!
Siluman Elang Hitam mengeluarkan suaranya yang melengking tinggi. Setelah itu, dia langsung terbang ke atas dan meluncur dengan sangat cepat.
Qiao Feng dan Lu Tianyin merasa ketakutan. Tubuh keduanya sedikit bergetar. Wajah mereka juga tampak pucat pasi.
"Jangan takut, kita tidak akan jatuh. Pegangan saja yang kuat," kata Hua Xu memberitahu.
Kedua remaja itu menganggukkan kepala. Mereka segera berpegangan dengan erat.
Kota tujuan mereka itu bernama Kota Bunga Emas. Untuk sampai ke sana, setidaknya dibutuhkan waktu sampai empat belas hari apabila melakukan perjalanan lewat darat.
Tetapi karena mereka melakukan perjalanan udara, ditambah lagi dengan menunggangi Siluman Elang Hitam yang mampu bergerak dengan sangat cepat, maka waktu yang cukup lama itu bisa diubah menjadi sangat singkat.
Yang harusnya empat belas hari, menjadi satu hari!
Tepat pada sore hari, ketika matahari sebentar lagi akan tenggelam di balik bukit, mereka sudah tiba di gerbang batas kota.
Siluman Elang Hitam kemudian turun menukik ke bawah. Kecepatannya jauh lebih cepat saat terbang di tengah udara. Hampir saja Qiao Feng dan Lu Tianyin terjatuh.
Untunglah mereka segera berpegangan dengan erat, sehingga tidak sampai jatuh ke bawah.
Setelah mendarat dengan sempurna, tiga orang itu pun kemudian langsung turun dari punggung Siluma Elang Hitam.
"Terimakasih, kawan. Kalau aku akan kembali lagi, aku pasti bakal memanggilmu," kata Hua Xu kepada siluman tersebut.
Keakk!!!
Siluman Elang Hitam kembali mengeluarkan suaranya. Setelah itu, burung siluman tersebut langsung terbang melesat dengan cepat.
Qiao Feng dan Lu Tianyin memandangi pemandangan yang ada di depannya. Sekarang, ternyata mereka berada di ujung kota.
Walaupun masih berada di pembatas kota, tapi kemegahan Kota Bunga Emas sudah bisa terlihat dengan jelas.
Ada banyak gedung-gedung tinggi yang tidak terdapat di desa asalnya. Kehidupan di kota ini juga sangat maju. Bahkan mereka pun tak jarang melihat ada siluman yang memiliki ukuran beragam.
Semua siluman itu menjadi peliharaan para pendekar di kota tersebut.
"Mari ikuti aku," kata Hua Xu kepada keduanya.
Dua orang remaja itu segera berjalan mengikuti Hua Xu di depannya.
Ketiganya berjalan dengan ilmu meringankan tubuh. Meskipun kemampuan dua remaja itu belum mencapai tahap tinggi, tapi setidaknya sudah cukup untuk mempercepat dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, mereka sudah tiba di tengah-tengah Kota Bunga Emas. Saat tiba di sana, suasana sudah malam hari.
Namun kehidupan malam di kota itu, justru jauh lebih megah daripada siang harinya!
Di sepanjang jalan raya yang lebar itu terdapat banyak sekali toko-toko besar. Ada yang menjual pakaian, makanan, bahkan senjata dan sumberdaya lain yang berguna untuk meningkatkan pelatihan.
Qiao Feng dan Lu Tianyin baru menyaksikan semua pandangan ini seumur hidupnya. Maka dari itu, mereka tiada hentinya berdecak kagum.
Sedangkan Hua Xu sendiri, dia sudah beberapa kali pergi kota kota ini. Maka dari itu, dirinya bersikap biasa saja. Tidak seperti dua remaja yang berjalan di belakangnya itu.
"Guru, kota ini sungguh ramai sekali," kata Qiao Feng sambil tetap melihat ke segala penjuru.
"Hahaha ... Feng'er, ini semua belum apa-apa bila dibandingkan dengan Kotaraja," jawab Hua Xu sambil tersenyum.
"Apakah Kotaraja jauh lebih megah lagi?"
"Tentu saja. Mungkin puluhan atau ratusan kali lipat lebih megah,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 224 Episodes
Comments
Chafidzoh Roesanto
lanjutkan
2023-09-09
0
Nani 2017
➕➕🅰🅰🅰➕➕
🍀🍀😊😊😊🍀🍀
📖📖🙏🙏🙏📖📖
2023-08-15
0
K4k3k 8¤d¤
💗🔔💗🔔💗🔔💗🔔💗
2023-08-14
0