Bab 13: Tidak akan Terpikat

"Oh.. terima kasih sudah menolong ku. Lain kali aku akan membalasnya," kata Scarlett tanpa melihat mereka.

"Aku bahkan sudah membenci wanita itu hanya dengan melihat wajah polos dan lugunya itu," gumam Gilda.

"Dan jangan lupa, jika wanita itu menjual cerita sedihnya pada ayahnya hingga membuat Scarlett mati di tangan ayah Elizya," batin Gilda.

Wilson bersama istrinya sudah ada di ruang makan untuk sarapan. Mia, ibu tiri Scarlett segera menyajikan makanan di piring suaminya. Ia kemudian menuang teh kesukaan suaminya. Ia selalu melayani suaminya seperti ini tiap kali mereka makan.

"Terima kasih sayang.." kata Wilson menatap istrinya penuh cinta.

Scarlett dengan wajah muramnya ikut bergabung di meja makan di susul oleh Felix dan Elizya. Ketiganya

"Morning mom.. dad.." sapa Elizya pada Mia.

"Morning sayang.. " balas Mia tersenyum pada putrinya lalu duduk di samping suaminya.

"Ck.. harmonis sekali.." gumam Gilda pelan. Dan itu hanya berlaku pada mereka. Di novel yang di bacanya dikatakan jika Scarlett tidak terlalu dekat dengan Mia, ibu tirinya. Bahkan Scarlett tidak pernah memanggilnya ibu. Scarlett selalu memanggil namanya. Dan Gilda juga tidak berniat untuk mendekati wanita itu.

"Kapan kalian kembali?" tanya Wilson.

"Tadi malam paman," jawab Felix. Wilson lalu mengangguk.

Scarlett menikmati sarapannya dengan tenang. Mengabaikan mereka yang ada di meja makan. Sesaat tatapannya bertemu dengan mata Felix yang juga menatapnya. Sebenarnya Scarlett sudah tahu jika pria itu sejak tadi mencuri-curi pandang padanya.

"Huh... kamu pikir aku akan seperti Scarlett yang akan selalu mencari perhatian dari mu di meja makan dengan menggoda mu," batin Gilda. Ia akui jika Felix memang tampan. Tapi maaf, Gilda tidak akan terpikat padanya.

Scarlett menghabiskan makanannya lalu bangkit dari kursinya.

"Aku sudah selesai. Aku ke atas dulu," Scarlett diam sejenak. "Dad.." lanjut Scarlett spontan membuat Wilson menghentikan tangannya yang sedang menyendok makanannya. Ia melihat putrinya yang tersenyum padanya sebelum pergi menjauh. Wilson mengerutkan alisnya. Apa yang terjadi dengan putrinya. Biasanya ia akan pergi begitu saja setelah makan.

Di kamarnya Scarlett memilih untuk duduk di balkon kamarnya menikmati sinar matahari pagi. Lagi-lagi ia teringat dengan kedua orang tuanya dan menangis.

Ponsel milik Scarlett berdering. Dengan malas, Scarlett masuk ke dalam kamarnya untuk mengambilnya. Setelah ia sadar sejak beberapa hari yang lalu, baru kali ini ada yang menghubungi ponselnya.

"Halo..." ucap Scarlett.

"Hei... katanya kamu terjatuh dari tangga. Kenapa kamu tidak mengabari ku. Kamu anggap aku apa Hah..." ucap Penelope sahabat Scarlett marah.

"Apa kamu masih di sana," ucap Penelope kuat membuat Scarlett menjauhkan ponselnya dari telinganya. Bukannya Scarlett tidak ingin menjawab, tapi ia sedang dalam mode Gilda yang mengingat-ingat cerita novel yang dibacanya.

"Kamu membuat telingaku sakit dengan suara cempreng mu itu," ucap Scarlett.

"Siapa suruh kamu hanya diam saja," balas Penelope.

"Maaf tidak mengabari mu. Sebenarnya tadi aku ingin menghubungi mu. Tapi kamu malah menghubungi ku duluan," kata Scarlett terkekeh.

"Alasan saja. Lain kali kamu harus mengabari ku. Kalau tidak persahabatan kita akan berakhir," ucap Penelope kesal.

"Iya.. iya.. bawel banget."

"Sebenarnya aku ingin bercerita dengan mu hari ini. Tapi besok saja," ucap Penelope.

"Memangnya kenapa kalau sekarang?" tanya Scarlett.

"Aku sedang di rumah kakek. Ada acara keluarga. Seharusnya aku mengajak mu ke sini. Sepupuku banyak yang tampan-tampan. Bahkan lebih tampan dari si Felix itu," jawab Penelope.

"Meskipun aku yakin kalau kamu tidak akan melirik mereka. Karena di hatimu itu hanya ada Felix di pengecut itu," ujar Penelope.

"Ya ampun aku malah banyak bicara. Seharusnya kita bahas ini besok saja. Dasar aku..." tukas Penelope.

"Aku tutup dulu, mom memanggil ku. Nanti aku akan mengirim foto sepupuku," pungkas Penelope mematikan ponselnya.

"Ternyata Scarlett punya teman receh juga," batin Gilda tertawa pelan.

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

rmhnya satu lantai tapi mau naik ke atas dan scarlet jatuh dari tangga..hmmmm menarik patut di analisa

2024-09-26

4

kriwil

kriwil

bukanya bioang rumah nya satu lantai dan luas lalu knpa bilang ke atas dulu 😀

2024-08-14

0

oncom

oncom

jelas beda orang dudu Scarlett

2024-07-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Gilda dan Frank
2 Bab 2: Kesal
3 Bab 3: Pria Brengsek
4 Bab 4: Jagan Menangisi Mereka
5 Bab 5: Makan Siang
6 Bab 6: Dugaan Gilda
7 Bab 7: Jangan Kecewakan Aku
8 Bab 8: Berhak Untuk Bahagia
9 Bab 9: Mengakhiri
10 Bab 10: Selamat?
11 Bab 11: Transmigrasi
12 Bab 12: Awal yang Baru
13 Bab 13: Tidak akan Terpikat
14 Bab 14: Menghilangkan Rasa Bosan
15 Bab 15: Tidak Percaya
16 Bab 16: Password
17 Bab 17: Berhenti dari Pekerjaan
18 Bab 18: Engangement
19 Bab 19: Nikmati Pesta Kalian
20 Bab 20: Pemotretan
21 Bab 21: Aku Tidak Mau
22 Bab 22: Undangan Makan Malam
23 Bab 23: None Of Your Business
24 Bab 24: Putri Kecil
25 Bab 25: Rasanya Lebih Menantang
26 Bab 26: Sepupu Penelope
27 Bab 27: Di Terima
28 Bab 28: Mari Memperbaikinya
29 Bab 29: Rambut Sama Hitam
30 Bab 30: Hari Pertama
31 Bab 31: Terlambat 2 Menit
32 Bab 32: Mrs. Frank Carrington
33 Bab 33: Baiklah Jika Kalian Memaksanya
34 Bab 34: Tamu Tidak di Undang.
35 Bab 35: Frank Tidak Pernah Salah
36 Bab 36: Perhatian?
37 Bab 37: Bisakah Kamu Tidak Menggangguku
38 Bab 38: Tertarik
39 Bab 39: Bisakah Kalian Mengondisikan Tempat
40 Bab 40: Setidaknya Lebih Baik dari Kalian
41 Bab 41: Urusan Mendadak
42 Bab 42: Berita Bahagia
43 Bab 43: Kamu Melewati Batasanmu
44 Bab 44: Scarlett vs Emma
45 Bab 45: Butik
46 Bab 46: Memperingati
47 Bab 47: Tentu Saja Keberatan
48 Bab 48: Bosan
49 Bab 49: Sick
50 Bab 50: Panggil Frank Saja
51 Bab 51: Menginap
52 Bab 52: Sedang Memikirkan Ku?
53 Bab 53: Kamu Cantik
54 Bab 54: Pria Romantis
55 Bab 55: Ucapan Terima Kasih
56 Bab 56: Club
57 Bab 57: Memberi Pelajaran
58 Bab 58: Hukuman
59 Bab 59: Biarkan Dia Berkembang
60 Bab 60: Katakan Aku Milikmu
61 Bab 61: Baru Kali Ini
62 Bab 62: Cucu Durhaka
63 Bab 63: Tidak Suka
64 Bab 64: Aku Hanya Ingin Ciumanmu
65 Bab 65: Nanti Kita Lanjut
66 Bab 66: Kamu Milikku
67 Bab 67: Kediaman Carrington
68 Bab 68: Menginap
69 Bab 69: Sikap Frank
70 Bab 70: Mimpi
71 Bab 71: Bibi Juga Pernah Muda
72 Bab 72: Bukan Anak Kecil
73 Bab 73: Siapa Peduli
74 Bab 74: Berhenti Mencari Perhatian
75 Bab 75: Permintaan
76 Bab 76: Pengumuman
77 Bab 77: Kekasih vs Teman
78 Bab 78: Ucapan Selamat
79 Bab 79: Pengganggu
80 Bab 80: Dasar Nakal
81 Bab 81: Acara Amal
82 Bab 82: Perusak Mood
83 Bab 83: Hanya Mencintai Frank
84 Bab 84: Aku Membencimu
85 Bab 85: Memberi Pelajaran
86 Bab 86: Melamar
87 Bab 87: Tidak Bisa Jauh
88 Bab 88: Tertarik dengan Putri Anda
89 Bab 89: Merestui
90 Bab 90
91 Bab 91: Keras Kepala
92 Bab 92: Aku Hanya Tertarik Denganmu
93 Bab 93: Semua Karena Kamu
94 Bab 94: Tidak Ada Kesempatan
95 Bab 95: Skandal
96 Bab 96
97 Bab 97: Pregnant
98 Bab 98: Wedding
99 Bab 99: Honeymoon
100 Bab 100: Swiss
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Bab 1: Gilda dan Frank
2
Bab 2: Kesal
3
Bab 3: Pria Brengsek
4
Bab 4: Jagan Menangisi Mereka
5
Bab 5: Makan Siang
6
Bab 6: Dugaan Gilda
7
Bab 7: Jangan Kecewakan Aku
8
Bab 8: Berhak Untuk Bahagia
9
Bab 9: Mengakhiri
10
Bab 10: Selamat?
11
Bab 11: Transmigrasi
12
Bab 12: Awal yang Baru
13
Bab 13: Tidak akan Terpikat
14
Bab 14: Menghilangkan Rasa Bosan
15
Bab 15: Tidak Percaya
16
Bab 16: Password
17
Bab 17: Berhenti dari Pekerjaan
18
Bab 18: Engangement
19
Bab 19: Nikmati Pesta Kalian
20
Bab 20: Pemotretan
21
Bab 21: Aku Tidak Mau
22
Bab 22: Undangan Makan Malam
23
Bab 23: None Of Your Business
24
Bab 24: Putri Kecil
25
Bab 25: Rasanya Lebih Menantang
26
Bab 26: Sepupu Penelope
27
Bab 27: Di Terima
28
Bab 28: Mari Memperbaikinya
29
Bab 29: Rambut Sama Hitam
30
Bab 30: Hari Pertama
31
Bab 31: Terlambat 2 Menit
32
Bab 32: Mrs. Frank Carrington
33
Bab 33: Baiklah Jika Kalian Memaksanya
34
Bab 34: Tamu Tidak di Undang.
35
Bab 35: Frank Tidak Pernah Salah
36
Bab 36: Perhatian?
37
Bab 37: Bisakah Kamu Tidak Menggangguku
38
Bab 38: Tertarik
39
Bab 39: Bisakah Kalian Mengondisikan Tempat
40
Bab 40: Setidaknya Lebih Baik dari Kalian
41
Bab 41: Urusan Mendadak
42
Bab 42: Berita Bahagia
43
Bab 43: Kamu Melewati Batasanmu
44
Bab 44: Scarlett vs Emma
45
Bab 45: Butik
46
Bab 46: Memperingati
47
Bab 47: Tentu Saja Keberatan
48
Bab 48: Bosan
49
Bab 49: Sick
50
Bab 50: Panggil Frank Saja
51
Bab 51: Menginap
52
Bab 52: Sedang Memikirkan Ku?
53
Bab 53: Kamu Cantik
54
Bab 54: Pria Romantis
55
Bab 55: Ucapan Terima Kasih
56
Bab 56: Club
57
Bab 57: Memberi Pelajaran
58
Bab 58: Hukuman
59
Bab 59: Biarkan Dia Berkembang
60
Bab 60: Katakan Aku Milikmu
61
Bab 61: Baru Kali Ini
62
Bab 62: Cucu Durhaka
63
Bab 63: Tidak Suka
64
Bab 64: Aku Hanya Ingin Ciumanmu
65
Bab 65: Nanti Kita Lanjut
66
Bab 66: Kamu Milikku
67
Bab 67: Kediaman Carrington
68
Bab 68: Menginap
69
Bab 69: Sikap Frank
70
Bab 70: Mimpi
71
Bab 71: Bibi Juga Pernah Muda
72
Bab 72: Bukan Anak Kecil
73
Bab 73: Siapa Peduli
74
Bab 74: Berhenti Mencari Perhatian
75
Bab 75: Permintaan
76
Bab 76: Pengumuman
77
Bab 77: Kekasih vs Teman
78
Bab 78: Ucapan Selamat
79
Bab 79: Pengganggu
80
Bab 80: Dasar Nakal
81
Bab 81: Acara Amal
82
Bab 82: Perusak Mood
83
Bab 83: Hanya Mencintai Frank
84
Bab 84: Aku Membencimu
85
Bab 85: Memberi Pelajaran
86
Bab 86: Melamar
87
Bab 87: Tidak Bisa Jauh
88
Bab 88: Tertarik dengan Putri Anda
89
Bab 89: Merestui
90
Bab 90
91
Bab 91: Keras Kepala
92
Bab 92: Aku Hanya Tertarik Denganmu
93
Bab 93: Semua Karena Kamu
94
Bab 94: Tidak Ada Kesempatan
95
Bab 95: Skandal
96
Bab 96
97
Bab 97: Pregnant
98
Bab 98: Wedding
99
Bab 99: Honeymoon
100
Bab 100: Swiss
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!