Part 09

🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Semua berawal dari perkenalan Axel dan Maya, gadis cantik yang ternyata kekasih sahabatnya sendiri. Ketiganya memang cukup dekat bahkan Axel selalu menjadi teman berkeluh kesah Maya saat ia sedang bertengkar atau mencari keberadaan sang kekasih. Seperti halnya hari ini, Maya datang menemui Axel di kantornya di jam. pulang hanya untuk membagi rasa kecewa yang sedang ia alami.

"Aku menyesal datang ke Apartemen Rian jika ku tahu ada gadis lain disana," ucap Maya di sela isak tangisnya.

Wajar rasanya jika Maya harus terluka dengan pengkhianatan yang selalu dia dapatkan dari Rian, sosok pria yang ia cintai kurang lebih dua tahun. Bukan semakin serius, nyatanya hubungan itu kian berantakan dengan sikap Rian yang selalu bermain api.

"Aku udah gak bisa bantu apa-apa lagi, May. Rian gak pernah dengar omonganku," balas Axel yang sudah melakukan apa yang ia bisa demi hubungan Maya dan Rian.

Sesakit apapun gadis itu terluka, ia tak pernah mengakhiri status Pacarannya tersebut, begitu pun dengan Rian yang hanya beralasan bosan dan berjanji akan kembali. Axel yang sebenarnya sudah sangat muak kini hanya bisa jadi pendengar yang baik sebab ia pun tak pernah punya pengalaman berpacaran dan tak sekalipun merasakan indahnya jatuh cinta yang kata orang orang bisa membuat lupa diri dan mabuk kepayang.

"Aku akan balas dendam padanya, aku ingin ia merasakan apa yang aku rasakan, Axel!" tekadnya dengan tangan mengepal menahan kesal.

Axel hanya mengernyitkan dahi, ia tak menaruh curiga atau berpikir yang macam macam pada kekasih sahabatnya tersebut. Mengenal Maya layaknya seperti saudara sendiri, sedekat apapun mereke nyatanya tak pernah tumbuh rasa cinta.

"Pikirkan baik-baik jika ingin melakukan sesuatu, jangan sampai merugikan dirimu sendiri," pesan Axel yang tak jawab oleh Maya.

Ia yang bangun dari duduknya karna sudah hampir dua jam bersama langsung mengajak Maya untuk pulang, Axel yang tahu jika wanita itu tadi datang menggunakan Taksi pun kini mau tau mau mengantar ke Apartemennya lebih dulu.

"Terimakasih ya, Aku gak tahu gimana hidupku jika tak ada kamu, Axel. Kamu selalu ada untukku," ucap Maya saat di perjalanan pulang.

"Hem, aku hanya melakukan apa yang aku bisa selebihnya terserah pada kalian," jawab Axel santai dengan mata masih fokus pada jalan di depannya.

Keduanya terus mengobrol tentang Rian dan keputusan Maya yang mungkin akan bicara baik baik untuk memutuskan hubungan mereka, tak perduli dengan janji manis pria itu karna Maya sudah lelah terus di selingkuhi.

"Aku tak bisa mampir ya, ini sudah malam," ujar Axel ketika mobilnya sudah berada di parkiran Apartemen.

"Baiklah, tapi boleh aku minta sesuatu?"

"Apa?" tanya Axel,

"Datanglah besok malam ke Apartemenku, kita makan bersama, akan ku buatkan ikan bakar kesukaanmu, bagaimana?"

"Tak perlu repot repot, May," tolak halus Axel.

"Anggap ini semua adalah ucapan terima kasihku, karna jika aku sudah berpisah dengan Rian hubungan kita pun tak mungkin seperti ini lagi, apa yang akan ku ceritan padamu, hem?" kekeh Maya pelan.

"Kamu benar-benar memanfaatkanku, May!" balas Axel, keduanya pun akhirnya tertawa dan mereka sepakat akan makan bersama besok malam di Apartemen Maya.

Wanita itu pun akhirnya bergegas turun dari mobil Axel dengan membawa perasaan lega, ia selalu nyaman bicara dengan Axel meski kadang merasa di abaikan sebab Axel jarang sekali menatapnya dengan intens.

.

.

.

Esoknya, Maya yang sudah dari sejam lalu bertempur di dapur akhirnya bisa bernapas lega saat semua hidangan selesai tertata di meja makan. Ia tersenyum simpul ketika melihat satu persatu piring yang sudah terisi beberapa makanan favorit Axel.

"Maafkan aku," ucap lirih Maya, ia memegang dada lalu meremat baju bagian atasnya itu karna ada banyak perasaan yang kini rasakan, mulai dari takut, khawatir hingga cemas jika apa yang di rencanakan akan gagal.

Maya yang tak punya waktu banyak karna Axel ternyata sudah di jalan menuju apartemennya akhirnya memutuskan untuk mandi dan berdandan secantik mungkin.

Tapi, sebelum ia membersihkan diri, Maya memastikan juga Rian datang tepat waktu dimana ia harap semua rencananya akan berjalan sesuai yang ia harapkan.

Tiga puluh menit berlalu, Maya yang sudah rapi bangun dari duduknya di sofa ruang tengah saat mendengar bell pintu berbunyi, ia yakin jika yang datang sekarang adalah Axel sebab Rian akan menyusul beberapa saat setelahnya.

Ceklek

"Hai, lama ya?" tanya Axel basa basi sambil masuk ketika sudah di persilahkan.

"Aku juga baru selesai mandi, kamu udah laper? kita makan sekarang yuk," ajak Maya, telat sedikit saja rencananya pasti akan berantakan.

Axel yang mengangguk lalu ikut dengan Maya ke meja makan, senyum simpul terlihat di wajah tampan pria itu mana kala ia melihat satu persatu hidangan yang tersaji.

"Mari makan, manjakan perutmu itu dengan masakanku ya," kekeh Maya.

Axel tahu, wanita itu memang pandai memasak dan ini bukan pertama kalinya ia makan makanan buatan Maya, sejujurnya ia begitu hampir mendekati sempurna dalam kategori calon istri tapi entah kenapa Rian seolah tak ada puasnya mendapatkan satu wanita dalam hidupnya.

Keduanya makan sambil di selingi obrolan obrolan kecil tanpa membahas tentang Rian, jika sudah begini Axel hanya menimpali apa yang di ceritakan oleh wanita yang ada di sebelahnya sekarang.

"Huft, ini makan malam terbaik, terima kasih ya," puji Axel jujur dalam hati.

Perutnya memang benar-benar di manjakan hingga kenyang. Jadi tak salah jika ada kepuasan tersendiri yang di rasakan oleh Axel terlebih Ian memang belum makan apapun lagi saat pulang dari kantor.

Axel yang seorang General Manager di salah satu perusahaan cukup besar di ibukota memang sangatlah sibuk karna ia masih bergantung pada peraturan di tempatnya bekerja, ia yang pintar dan pastinya tampan membuat siapapun kagum padanya karna sudah cukup sukses di usia muda dah masih lajang.

"Sama-sama, akun senang jika kamu menikmatinya. Semua ini tak ada bandingannya dengan rasa sabarmu yang selalu mendengarkan semua keluh kesah sambil menghapus air mataku," kata Maya yang menundukkan kepalanya.

"Sudahlah, aku hanya ingin yang terbaik untuk kalian saja," balas Axel sambil mengusap pelan punggung Maya, hal yang biasa pria itu lakukan untuk menenangkan wanita itu.

Usai berbasa basi, Maya mengajak Axel ke ruang tengah, tak ada penolakan dari Axel karna tak mungkin juga langsung pamit pulang setelah perutnya terisi penuh.

"Aku buat kue kering juga, dan ini kopi untukmu," ucap Maya sambil menaruh piring cemilan dan minuman untuk tamunya itu.

"Terimakasih," jawab Axel, ia mencicipi satu kue yang rasa manisnya cukup pas untuknya, pujian pun di layangkan lagi oleh Axel sampai kedua pipi Maya sedikit merah merona.

"Minumlah, jangan sampai kamu tersedak."

Axel pun langsung meraih cangkir kopinya lalu meneguknya sedikit demi sedikit. Rasanya lagi dan lagi sungguh pas untuk ia yang memang penikmat kopi sejak masih di bangku kuliah.

"Kopi buatanmu makin enak, Rian beruntung memilikimu, May."

"Tidak, dia tak suka semua ini, dia lebih senang makan di luar karna tak harus repot-repot berterimakasih padaku," jawab Maya sedih.

"Dia tak sejahat itu, percayalah."

Entah dorongan dari mana, Axel malah meraih tangan Maya lalu di remasnya perlahan karna ada sesuatu juga yang ia rasakan saat ini. Tubuhnya panasa dan ada gejolak yang tak bisa ia tahan saat miliknya tiba-tiba saja meronta dari balik celana.

"Maya--aku kenapa?" tanya Axel yang bingung sendiri mengartikan dirinya saat ini.

Tak ada jawaban dari Maya, ia hanya mengusap pipi Axel dan dalam hitungan sekian detik bibir mereka malah sudah saling *******.

Ini adalah ciuman pertama bagi pria itu tapi tidak dengan Maya yang sudah jadi ahlinya sejak berpacaran dengan Rian.

Tak perduli dengan bibirnya yang seolah tebal, Axel terus menyeAP. nyA dengan rasa penasaran apalagi saat Maya ingin menerobos dengan lidahnya.

LengUHAn pun mulai terdengar manakala tangan Maya sudah aktif membuka kaos yang di kenakan Axel hingga pria di depannya itu kini sudah bertelan JaaanG daDaaa.

"Maya---," de sAH Axel di telinga kanan wanita yang ingin sekali ia jamah padahal jelas itu tak halal untuknya.

"Teruskan, lakukan apa yang ingin kamu lakukan, Sayang," balas Maya, ia yang ikut tera NGSanGG mulai memasrahkan tubuhnya.

Tak kalah dengan pria karna wanita pun akan suka jika mendapat semua yang pertama begitu pun dengan Maya yang seolah mendapat sensasi baru bersama Axel.

Mereka yang awalnya duduk di sofa kini sudah berbaring dan entah siapa yang memulai lebih dulu karna nyatanya lidah dua orang yang tak memiliki status apapun itu sudah saling membelit satu sama lain. Tak hanya baju bagian atas Axel yang terbuka karna nyatanya hal serupa pun di lakukan oleh Maya bahkan kain penutup Si gunung kembar sudah entah berada dimana.

Satu persatu di daging kenyALL itupun di lahap secara bergantian oleh Axel yang baru pertama kalinya ia lihat dan ia nikmati. Mata hatinya seolah tertutup oleh hawa napsu sesaat yang pastinya akan membuat pria itu menyesal seumur hidup karna sudah berani bermain-main dengan hal yang selama ini ia hindari.

Puas dengan menu pembuka, kini saatnya ke menu utama. Tapi, sebelum Axel menerobos lebih jauh hatinya seakan tercubit. Ia hanya memegangi miliknya yang seakan ragu untuk mengacak-acak surgawi milik wanita di bawahnya kini.

"Ayo, Axel," mohon Maya, ia yang merasa sudah tak tahan dan takut semua gagal akhirnya mengambil alih permainan hingga akhirnya Axel pasrah dengan apa yang di lakukan Maya yang saat ini berada di atas tubuhnya bagai seorang joki balap kuda, semua benar benar terjadi begitu saja tanpa bisa dikendalikan oleh Axel sampai akhirnya ia puas dan---

.

.

.

Terima beres!!!

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Maya ingin Rian memergokinya saat bersama Axel..

2024-08-24

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Ini lah awal KeBodohan Axel yg gak peka dan gak bisa membaca situasi..

2024-08-24

0

Ragil Saputri

Ragil Saputri

maya mo balas dendam ma pacarnya... Axel yg menampung segala masalah Maya, yg kena perkosa Maya

2023-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 Part 01
2 Part 02
3 Part 03
4 Part 4
5 Part 05
6 Part 06
7 Part 07
8 Part 08
9 Part 09
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 part 28
29 Part 29
30 part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 53
55 Part 54
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Bab 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Season 2 # 01
82 promo novel bestie
83 Season 2 # 02
84 Season 2 #03
85 Season 2 # 04
86 Season 2 # 05
87 Seasons 2 #06
88 Season 2# 08
89 Season 2# 09
90 Season 2 #10
91 Season 2 # 11
92 Season 2# 12
93 Season 2 # 13
94 Season 2# 14.
95 Season 2 # 15
96 Season 2 #16
97 Season2 #17
98 Season 2# 18
99 Season 2# 19
100 Season 2# 20
101 Season 2# 21
102 Season 2# 22
103 Season 2# 23
104 Season 2# 24
105 Season 2# 25
106 Season 2# 26
107 Season 2#27
108 Season 2#28
109 Season 2 # 28
110 Season 2 #28
111 Season 2 #29
112 Season 2 #30
113 Season 2# 31
114 Season 2 #32
115 Season 2 # 33
116 Season 2# 34
117 Season 2# 35
118 Season 2# 36
119 Season 2 #37
120 Season 2#38
121 Season 2# 39
122 Season 2#40
123 Season 2#41
124 Season 2 # 42
125 Season 2 #43
126 Season 2 # 44
127 Season 2# 45
128 Season 2# 46
129 Season 2# 48
130 Season 2# 49
131 Season 2#50
132 Season 2# 51
133 Seasin 2# 52
134 Season 2 #53
135 Season 2#54
136 Season 2# 55
137 Season 2# 56
138 Season 2# 57
139 Season 2# 58
140 Seasin 2 # 59
141 Season 2#60
142 Season 2#61
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Part 01
2
Part 02
3
Part 03
4
Part 4
5
Part 05
6
Part 06
7
Part 07
8
Part 08
9
Part 09
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
part 28
29
Part 29
30
part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 53
55
Part 54
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Bab 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Season 2 # 01
82
promo novel bestie
83
Season 2 # 02
84
Season 2 #03
85
Season 2 # 04
86
Season 2 # 05
87
Seasons 2 #06
88
Season 2# 08
89
Season 2# 09
90
Season 2 #10
91
Season 2 # 11
92
Season 2# 12
93
Season 2 # 13
94
Season 2# 14.
95
Season 2 # 15
96
Season 2 #16
97
Season2 #17
98
Season 2# 18
99
Season 2# 19
100
Season 2# 20
101
Season 2# 21
102
Season 2# 22
103
Season 2# 23
104
Season 2# 24
105
Season 2# 25
106
Season 2# 26
107
Season 2#27
108
Season 2#28
109
Season 2 # 28
110
Season 2 #28
111
Season 2 #29
112
Season 2 #30
113
Season 2# 31
114
Season 2 #32
115
Season 2 # 33
116
Season 2# 34
117
Season 2# 35
118
Season 2# 36
119
Season 2 #37
120
Season 2#38
121
Season 2# 39
122
Season 2#40
123
Season 2#41
124
Season 2 # 42
125
Season 2 #43
126
Season 2 # 44
127
Season 2# 45
128
Season 2# 46
129
Season 2# 48
130
Season 2# 49
131
Season 2#50
132
Season 2# 51
133
Seasin 2# 52
134
Season 2 #53
135
Season 2#54
136
Season 2# 55
137
Season 2# 56
138
Season 2# 57
139
Season 2# 58
140
Seasin 2 # 59
141
Season 2#60
142
Season 2#61

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!